
"Dewi Haruna, apakah kamu memiliki sebuah masukan untukku? Kamu merupakan Tante Alex dan memiliki hak untuk didengar."
"Alex," gumam Antonius dan Jennifer pelan.
Alice merasa geram dengan perlakukan khusus yang Satria berikan kepada Haruna, padahal dirinya telah memeluk Satria dengan erat. namun tidak bisa menguasai pandangan lelaki itu.
Cukup lama mereka menunggu jawaban dari haruna, sampai wnaita itu meletakan kembali gelasnya yang telah kosong dan tersenyum dengan manis.
"Dewa S, aku hanya ingin dijadikan sebagai istrimu juga," jawab Haruna dengan penuh kemenangan.
"Itu tidak boleh terjadi!" bentak Alice dengan marah.
Namun, bagaimana pun wanita itu menyeruakan ketidaksukaannya terhadap keputusan Satria. Alice hanya bisa menelan pil pahit, dari hubungan yang akan dijalani nanti.
__ADS_1
Satria telah memberikan apa yang mereka mau, maka mereka harus memberikan apa yang lelaki itu mau. Begitu lah cara kerjanya dan tidak boleh dilanggar, membuat Haruna merasa begitu puas akan apa yang telah Satria lakukan untuknya dan memilih pergi ke kamarnya.
Sementara Alice terus membujuk Satria, agar tidak menikah dengan Haruna dan menjadikan dirinya istri tunggal. Tidak ada wanita yang mau berbagi lelakinya, begitupun dengan Alice. Dia terus memohon kepada Satria, sampai mengikuti lelaki itu kembali ke dalam kamar
---
"Alice! Bisa kah, kamu menghentikan kelakukanmu itu?"
Satria mengerutkan dahinya, kepalanya terasa pusing. Karena Alice yang tidak mau berhenti berbicara dan mengulangi ucapan yang sama sejak dari, mulai dari mereka selesai makan. Hingga masuk ke dalam kamar, sedangkan dirinya ingin segera istirahat. Tubuh Satria masih belum pulih sempurna, tetapi Alice tidak mau mengerti dengan keadaan lelaki itu.
Satria membuang nafas panjang, dia melambaikan tangannya. Meminta Alice untuk duduk di samping, yang telah berada di atas ranjang. Tentu saja, dengan patuh wanita itu menurut.
Dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang, Satria mengusap rambut Alice. Bahkan, sesekali mencium rambut wanita itu yang telah mulai panjang. Apa yang Satria lakukan, membuat wanita itu merasa gugup setengah mati.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak menyukai Dewi Haruna? Apakah dia pernah melakukan kesalahan kepadamu?" tanya Satria pelan, dia ingin mengetahui alasan apa yang membuat Alice sangat membenci Haruna.
Namun, wanita itu hanya menggelengkan kepala pelan. Sebagai sebuah jawaban dari apa yang ditanyakan oleh Satria.
"Kalau begitu? Biarkan Haruna berada di sisiku," tambah Satria dan hal itu merubah raut wajah Alice, wanita itu bahkan menarik dirinya menjauh dari Satria.
Satria seroang Dewa sekali pun di buat tidak berdaya dengan tingkah laku wanita yang dibakar oleh cemburu, bahkan dengan santainya. Satria memilih menjatuhkan tubuhnya di ranjang yang empuk dan mulai memejamkan kedua matanya. Tentu saja, hal itu membuat Alice merasa di abaikan dan tidak dihargai.
"Dewa S, apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya Alice pelan.
Satria hanya berdehem, sebagai jawaban atas pertanyaan wanita itu, tanpa membuka matanya sama sekali.
"Bolehkah, jika aku ... meminta hak malam ini?"
__ADS_1
Sontak saja, pertanyaan itu membuat bola mata Satria bagaikan bola lampu pijar yang terang. Dia menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar olehnya, sebab Alice sempat menolak ajakannya tersebut. Sekarang, wanita itu menginginkan hal yang sangat Satria dambakan setelah sekian lama.
"Tentu saja aku akan memberikan kamu kenikmatan yang tiada Tara dan kita akan terbang ke alam nirwana," balas Satria.