
"Kita telah sampai di rumah," jelas Alice.
Lubis berlarian seraya mengejar gelombang laut yang tiba-tiba saja berbalik dan menerpa tubuhnya, tawa Lubis terdengar begitu renyah.
Put dan Alice yang melihat apa kelakuakan Lubis, di dalam hati mereka amat merasa sedih dengan keadaan Lubis yang harus terseret dalam perperangan yang terjadi.
"Put, bagi kita peperangan amat menyiksa. Aku bahkan tidak pernah bermain," kata Alice pelan membuat Put sedikit terkejut. Namun, Put tersenyum kecil.
Put merupakan kaum Blogger yang tidak akan pernah merasakan apa itu arti dari perdamaian, kecuali menghabiskan waktu bersama kedua orangtuanya.
Namun, Put tidak bisa membayangkan keadaan Lubis. Di mana harus kehilangan masa indah bersama kedua orangtuanya dan harus menghadapi peperangan yang seharusnya tidak terjadi.
Hanya gara-gara seseorang yang egois, maka mahkluk yang lain harus ikut menderita. Put merasa geram dengan mereka yang hanya mementingkan diri dan mengorbankan orang lain.
"Apa kau memikirkan sama dengan yang sekarang aku pikirkan, Alice?" tanya Put menatap nanar ke arah Alice.
"Tidak!" balas Alice dan kemudian tertawa lepas.
Put menjadi kesal dan tersenyum kecut akan tingkah Alice yang suka sekali mengerjainya, entah kenapa sikap Alice berbeda dari biasanya.
Seakan Alice menampilkan jati diri yang sebenarnya, hingga mampu tertawa dengan lepas. Put merasa sedikit senang akan sikap Alice, walaupun dirinya masih kesal.
"Kita harus menghentikan peperangan ini, bukan? Dan ... menyelamatkan semua orang?" jelas Alice seraya mengedipkan sebelah matanya.
Put hanya mengangguk kecil dan memilih untuk menghampiri Lubis, hal itu membuat Alice harus mengejar Put yang telah berani mengabaikan.
Mereka memanggil Lubis dengan suara yang nyaring dan membuat bocah itu datang dengan keadaan tubuh yang sudah basah–kuyup.
"Sudah bermainnya? Kita akan pergi ke rumah keluarga Blogger," jelas Alice dan segera bergerak.
Put merangkul tubuh Lubis yang mulai menggigil–kedinginan, Put mengingatkan kepada Lubis untuk tidak bermain air lagi di waktu pagi.
__ADS_1
Tidak perlu waktu lama, akhirnya mereka bertiga sampai di gerbang rumah keluarga Cooper. Nampak beberapa prajurit tengah berjaga, Alice pun memanggil para penjaga tersebut dan meminta agar memanggil Ibunya Jennifer.
Tidak berapa lama, pesannya pun di sampaikan oleh prajurit tersebut. Put merasa heran dengan sikap Alice yang tidak langsung masuk, malahan memanggil ibunya.
"Kenapa para Blogger datang ke sini?"tanya Jennifer yang belum menyadari bahwa yang ada dihadapannya adalah Alice.
"Ibu, apakah tidak mengenaliku?" tanya Alice kemudian dan membuat Jennifer memperhatikan wajahnya dengan seksama.
Namun, detik kemudian Jennifer menutup mulutnya dengan tangan. Tidak percaya dengan apa yang dilihat.
"Alice!" pekiknya begitu terkejut dan meminta untuk prajurit membuka gerbang.
Jennifer meningkatkan penjaga, setelah malam tadi diserang oleh para Hunter. Ditambah Satria yang telah pergi dan membuat mereka tidak memiliki pelindung lagi. Selain menggunakan kemampuan yang mereka memiliki untuk melindungi diri sendiri.
Setelah memberikan ketiga Blogger itu masuk, Jennifer memerintahkan untuk menutup gerbang kembali dan menuju kehalaman belakang.
Hanya dihalaman belakang rumah keluarga Cooper tempat yang pas untuk menerima Alice yang telah berubah menjadi Blogger.
"Bu, ini Put. Ibu ingat 'kan?" jelas Alice dan membuat Jennifer hanya diam.
Put merasa tidak nyaman dengan cara Jennifer menatap kearahnya, mungkin ibunya Alice itu memiliki trauma yang buruk kepadanya. Sebab, pernah menyerang Satria waktu itu dan membela Dewa Ketua.
"Bu, aku kedinginan." Hingga suara Lubis yang terdengar menggigil mengalihkan perhatian Jennifer, sebenarnya Put ingin memberitahu keadaan Lubis. Namun, bocah itu telah menyampaikan sendiri.
Jennifer segera membawa Lubis masuk ke kandang peliharaan kuda yang terdapat di sebelah barat, setelah mendengar perkataan Alice yang menerangkan kalau Blogger yang ia bawa merupakan Lubis.
Jennifer mencarikan kain untuk Lubis kenakan, ia merasa kasihan dengan keadaan Lubis. Tapi, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, tidak memiliki pakaian yang sesuai untuk Lubis.
"Kamu tunggu di sini ya, L. Ibu mau ke dapur dan akan kembali lagi membawakan kamu sebuah sup hangat," kepada Jennifer dan segera berlalu
Sedangkan Put dan Alice tengah menyusun strategi baru, hingga datang seekor burung penyampaian pesan.
__ADS_1
"Prajurit! Tolong baca pesan yang datang!" perintah Alice. Biasanya Alice yang akan membaca pesan yang disampaikan, tapi dengan keadaan seperti ini. Alice tidak akan bisa melakukan hal tersebut.
Kemudian prajurit itu membacakan pesan dari Satria dari prajurit Bob yang memberikan informasi sangat penting, yaitu tentang kaum Hunter.
Put dan Alice sama-sama mendengar dengan seksama dan bisa mengambil sebuah kesimpulan, Put bahkan menjelaskan bahwa apa yang terjadi dengan para Hunter itu adalah sebuah ilusi.
Put teringat dengan kisah dari sejarah kaum Hunter yang bisa berubah-ubah tergantung dengan sebuah ramuan yang mereka konsumsi.
Put menyampaikan semua informasi yang dirinya ketahui tentang kaum Hunter, tentu saja hal itu begitu membantu Alice.
"Maksudmu, kaum Hunter juga memiliki sebuah ramuan yang sama seperti Blogger?" tanya Alice ingin memastikan.
"Tidak seperti itu! Mereka tidak menggunakan ramuan, tapi ... sebuah ritual pembangkitan. Mungkin, hal ini yang bisa menjelaskan semuanya. Kenapa mereka harus kembali ke dunia Albiru," terang Put.
Apa yang disampaikan oleh Put membuat Alice bisa menarik sebuah benang dari semua masalah yang terjadi, apalagi para Hunter sempat ingin melakukan sebuah ritual.
Tentu saja semuanya saling berkaitan, tanpa menunda-nunda lagi. Alice mengajak Put untuk pergi menyusul Satria, menurut informasi yang telah didapat. Saat ini Satria sudah berada di tengah kota.
Kedua wanita itu pun bersiap-siap, setelah sarapan sup buatan Jennifer dan mengenakan senjata berserta pelengkapan yang lainnya. Mereka berangkat, tidak lupa Alice meminta Lubis untuk tetap tinggal dan menjaga rumah.
Apalagi setelah mendengar penjelasan dari sang ibu yang sempat diserang oleh para Hunter. Alice tidak ingin hal itu kembali terulang, setidaknya ada Lubis di rumah bisa membuatnya menjadi tenang.
"Bagaimana?" tanya Put seraya terus berjalan.
"Aku sudah meminta Lubis untuk menjaga rumah," jelas Alice kemudian mengejar langkah Put yang sudah berada di depan. Put menunggu Alice di area luar rumah, sebab Put merasa tidak nyaman mendengar pembicaraan pribadai Jennifer kepada Alice.
Padahal, Jennifer hanya berpesan agar Alice kembali dengan sebuah kemenangan. Sebab, keluarga mereka telah banyak mengalami kekalahan.
Tekad dan semangat Alice berkobar-kobar, disisinya sudah ada Put dan tidak lama lagi ia akan bertemu dengan Satria. Alice ingin melihat reaksi Satria nanti, ketika melihat keadaannya yang sekarang.
"Tunggu aku, Satria," batin Alice.
__ADS_1