
"Apa yang terjadi?" tanya Key dengan suara ketakutan.
Key melihat seekor Monster dengan tubuh yang begitu besar, mulutnya terbuka lebar tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya saat ini.
Monster dengan ukuran yang berpuluh-puluh kali lipat daripada ukurannya, belum lagi tangan yang berotot itu menambah kesan yang begitu mengerikan bagi Key.
Di saat Key masih terpaku di tempat, perubahan Satria telah sempurna. Kini Satria menjadi seorang Blogger.
"Begitu menakjubkan," gumam Satria yang terdengar begitu menggelegar dan membuat Put tertawa.
Put merasa begitu puas dengan perubahan Satria dan rencananya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sama sekali.
"Sudah kukatakan sebelumnya, kalau ... kekuatanmu akan bertambah berkali-kali lipat," kata Put seraya terbang menghampiri wajah Satria. Dia ingin melihat dengan jelas perubahan lainnya yang terjadi kepada Satria.
Ternyata, hanya bagian tubuh saja yang mengalami perubahan drastis. Di bagian wajah tidak, Satria tidak ubahnya masih seperti menjadi Manusia.
Key melihat dan mendengar apa yang diucapkan oleh Satria serta Put tidak tahan lagi dengan apa yang tengah terjadi.
"Ada apa ini sebenarnya?" teriak Key dengan begitu keras dan berhasil menarik perhatian Satria dan Put.
Satria yang tengah berdiri memilih untuk duduk, agar mudah mendekati Key. Ia benar-benar melupakan pemuda itu.
Hingga melintas sebuah ide gila di benak Satria, ia menatap ke arah Put yang sepertinya memikirkan hal yang sama dengannya.
"Put, apakah ramuan itu masih ada?" tanya Satria pelan dan mendapatkan anggukan dari Put.
Kemudian Put terbang ke lemari dan mengambil botol ramuan yang sama dengan sebelumnya, lalu menyerahkannya kepada Satria.
Bukan Put namanya kalau tidak membuat sebuah kesempatan, ia meminta sesuatu kepada Satria sebagai alat tukar dengan ramuan itu.
"Untuk apa kamu menginginkan ramuan ini lagi? Sedangkan, kamu telah berubah menjadi Blogger?" Put memulai interogasinya, padahal ia bisa melihat dari tatapan mata Satria yang tidak terlepas dari seroang pemuda yang begitu menarik baginya.
__ADS_1
Satria mengendus nafas panjang, ia berbicara dengan Key dan meminta pemuda itu untuk menjadi seperti dirinya.
"Key, ini aku Satria. Mungkin kamu begitu terkejut dengan apa yang tengah terjadi. Tapi, akan aku jelaskan semuanya dengan syarat. Kamu harus meminum ramuan yang ada di tangan Put," jelas Satria.
Terlihat keraguan dari wajah Key, seraya menggelengkan kepalanya ia menolak permintaan Satria itu.
Menjadi Monster? Itu merupakan mimpi buruk bagi Key, tidak pernah terlintas sama sekali di dalam benaknya bercita-cita menjadi mahkluk yang mengerikan. Terlebih, Key memiliki satu yang seperti itu.
"Hahaha ... kamu pikir dia bisa menguasai kekuatan kaum Blogger? Dewa S, kamu benar-benar lucu!" gelak Put yang tertawan terbahak-bahak mengejek.
Melihat Key yang tampan dan juga masih muda, menurut Put tidak layak untuk menerima kekuatan yang begitu besar. Terlebih pemuda itu hanya manusia biasa.
"Hey! Aku Key! Aku keturuan siluman ular. Kamu pikir? Aku tidak panats begitu? Menjadi Monster bukan hal yang sulit!" Key terpancing dengan ucapan Put, mereka berdua saling menatap dengan sorot mata bermusuhan.
Terlebih, Key amat jijik dengan tubuh Put seperti kumpulan asap yang amat memuakan baginya.
"Oke Key, aku Put menantangmu .... menjadi Blogger!" Put tersenyum sinis, ia yakin pemuda polos dan tidak tahu apapun tentang kaum Blogger itu nantinya akan merengek seperti bayi.
"Sekarang bukan saatnya untuk kalian saling kenalan, tapi ... kita harus bekerjasama untuk bisa bertahan hidup."
Key dan Put amat kesal dengan apa yang baru saja Satria ucapkan dan menatap penuh akan amarah, bahkan Key mengambil dengan paksa botol ramuan yang ada di tangan Put dengan cepat.
"Aku terima tantanganmu, makluk asap!" teriak Key nyaring dan meneguk ramuan itu dengan sekali tegukan saja.
Put dan Satria tidak menyangka dengan tindakan Key, sampai perubahan yang sama dengan Satria terjadi juga kepada Key.
Bahkan, Key meraung-raung kesakitan. Sebab kekuatan yang begitu besar masuk dengan terpaksa di dalam tubuhnya yang hanya Manusia biasa.
"Aaaa ... sakit!" teriak Key berulang-ulang kali sampai perubahan tubuhnya sempurna.
Kini, tubuh Key telah menjadi Blogger. Seorang raksasa yang begitu besar dengan kekuatan yang tidak ada bandingannya.
__ADS_1
"Hahaha ... ternyata ini begitu luar biasa!" pekik Key merasakan aliran darahnya yang berdesir lebih cepat dari sebelumnya.
Key melihat telapak tangannya yang begitu besar, ia bisa merasakan kekuatan yang mengalir ke seluruh tubuhnya dan tidak sabar untuk mencobanya.
"Hey Key! Kekuatan yang kamu miliki itu tidak gratis!" celoteh Put dengan melipat kedua tangannya di dada. Ia tidak menyangka saja, kalau Key mampu mengendalikan kekuatan Blogger. Padahal, hanya Manusia biasa. Sepertinya, ucapan Key tadi bukan isapan jempol belaka.
Key menatap ke arah Put yang begitu kecil di matanya, dengan begitu sombong Key mengganggap Put rendah.
"Berapa yang harus aku bayar? Sekarang aku kuat dan besar! Tidak ada apapun yang harus aku takutkan!"
Put amat kesal dan ingin membalas kesombongan Key, tapi niatnya seakan telah dibaca oleh Satria. Dengan sorot mata saja, Put sudah mengerti dengan kode yang diberikan oleh Satria.
"Kekuatan ini tidak bisa kamu bayar dengan apapun! Kecuali, kamu mengabdi dengan kami. Kita memilikin tujuan yang sama, yaitu ... bertahan hidup," jelas Satria dengan bijak.
Melihat kesombongan Key membuat Satria teringat akan dirinya dulu, ketika mendapatkan kekuatan Dewa. Hal itu menjadikan satu pelajaran yang amat berharga bagi Satria, bahwa kekuatan yang sesungguhnya adalah semangat di dalam jiwanya.
Key nampak berfikir sejenak, lalu mengerluarkan jawaban yang membuat Satria dan Put tercengang seketika.
"Akan aku timbangkan nanti." Setelah mengatakan hal itu Key berlalu begitu saja, Put semakin geram akan sikap Key yang sungguh keterlaluan.
"Hey! Dasar Mahkluk tidak tahu diri! Aku yang memberikanmu kekuatan itu! Asalkan kau tahu, kalau aku ... bisa mengambilnya kembali."
Emosi Put sudah meluap-luap, padahal ia menginginkan keuntungan dari rauman itu. Bukannya di rugika seperti ini.
Namun, di saat mereka tengah beradu debat. Tiba-tiba saja sebuah serangan mengenai gubuk dan membuat mereka begitu terkejut.
Keadaan hari yang telah larut membuat serangan mendadak itu terdengar begitu keras dan menggema. Satria ingin melihat keadaan luar, tapi di halangi oleg Put. Sebab Put merasakan kalau serangan tadi hanya sebuah energi yang terlempar.
"Maksudnya?" tanya Satria penasaran dengan penjelasan Put.
"Aku sudah menyelidiki hal ini, dari dunia atas ada yang menggunakan kekuatan terlarang dan energinya terlepas ke mana-mana," jelas Put dengan raut wajah serius. Keadaan dunia atas saat ini tidak baik.
__ADS_1
"Siapa yang melakukan ini semua?" gumam Satria.