Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 21


__ADS_3

Namun, setelah beberapa Satria melangkahkan. Dia mengerutkan dahinya, tengah berpikir. Kemana dia akan pergi, karena tempat itu sedikit asing baginya.


"Tidak mungkin! Sepertinya, aku tersesat!" gumam Satria


Betapa sialnya Satria, dia benar-benar tersesat. Hingga, berjalan mengikuti arah matahari. Meninggat-inggat kembali, tentang arah menuju rumah Put.


Tujuan Satria, menemukan Blogger tersebut dan menyerahkan bola yang dia dapat dari Bob. Karena, Satria percaya. Jika, benda tersebut sangat berharga. Sampai Bob mempertaruhkan nyawanya, demi melindungi bola itu.


Entah apa yang ada di dalamnya, akan tetapi Satria harus menyerahkannya kembali. Terlebih, dirinya yang sudah di dunia Albiru. Merupakan tujuan yang selama ini diinginkan olehnya.


"Berapa lama, aku harus berjalan lagi?" gumam Satria yang sudah merasa lelah.


Dia mengistirahatkan kakinya yang terasa berdenyut, entah berapa kilometer. Jarak yang ditempuh olehnya, sudah berapa jam juga telah berlalu.


Namun, Satria belum juga. Menemukan makhluk yang lainnya. Hingga, sebuah suara ledakan terdengar. Satria yang tengah beristirahat di bawah pohon terkejut dan mencoba mencari asal suara tersebut.


"Apa ada petarungan lagi?" batin Satria bertanya-tanya. Kemudian, dia naik ke atas pohon. Demi melihat keadaan sekitar. Rimbunnya pepohonan lain, membuat penglihatan lelaki itu terhalang.


Sehingga, dia hanya bisa mengandalkan pedengarannya. Satria turun dari atas pohon dan menyelusuri jalan, seraya mengunakan telinganya. Untuk mencari asal suara ledakan, yang masih terdengar untuk beberapa menit kemudian.


Seolah, memang telah terjadi sesuatu. Entah itu sebuah perang, atau hal lainnya. Samapi Satria mulai melihat adanya padang rumput yang luas, dia keluar dari hutam dengan perlahan.


Seraya tetap waspada, sebab dia tidak tahu. Apa yang akan dihadapinya, kemudian. Hingga, Satria bisa melihat seseorang yang sangat dikenalnya.


Walaupun, meinggalkan kenangan yang tidak mengenakkan. Tetapi, Satria harus mencari tahu. Apa yang orang itu lakukan.

__ADS_1


Satria merayap, agar tidak ketahuan. Dia mendekati sekelompok orang yang bisa ditaksir, sekitar puluhan itu dengan ketuanya yang tidak lain adalah Antonio.


Lelaki yang pertama kali, Satria temui di rumah Alice dan orang yang isngin memengal kepalanya itu. Tengah berada di kerumunan orang tersebut.


"Apa mungkin, di san ada Alice?" batin Satria penasaran dan terus mendekat dengan hati-hati.


Hingga, Satria mendengar suara Antonio yang memerikan perintah kepada beberapa orang yang diyakini. Bahwa, bagian dari keluarga Cooper.


"Cari sampai dapat! Temukan bangsa Hunter atau Blogger yang telah membawa bayi Putri Alice!"


Hampir saja, Satria ingin berteriak. Mendnegar hal tersebut, menurutnya hal ini tidak masuk akal. Karena, Alice masih belia dan siapa yang kira-kira berani menghamili gadis itu.


Jangankan untuk mendekat, menatap Alice saja. Tubuh bisa gemetar ketakutan, putri dari keturuan Cooper itu snaagt berbahaya dan bisa membunuh siapapun yang tidak disukainya.


Satria masih bertahan, ditempat persemunyiannya. Seraya memeprhatikan keadaan sekitar, dimana beberapa orang telah bergerak dan mulai menyelusuri bagian yang telah di arahkan oleh Antonio.


"Tunggu dulu! Antonio memerintahkan anak buahnya, untuk mencari kaum Blogger atau Hunter. Berarti ... benda ini?"


Satria yang teringat akan ucapan Antonio sebelumnya, memilih untuk mengikuti paman Alice itu. Karena, memiliki tujuan yang smaa. Yaitu mencari kaum Blogger.


Serta mengira-ngira, sangkut–paut bola yang ada padanya. Karena, sudah memutuskan. Langkah apa yang akan diambil, Satria mulai bergerak.


Dia meneyrlinap dan mengambil jarak yang aman dari Antonio, agar tidak ketahuan. Satria mengunakan mantra yang pernah di ajarkan oleh sang ibu, untuk berklamukase.


Perlahan, rombongan yang dipimpin oleh Antonio itu bergerak. Mereka mengambil arah timur, membuat Satria agak bingung.

__ADS_1


Karena, menurut cerita yang pernah Put ceritakan kepadanya. Daerah timur, merupakan tempat yang sangat berbahaya dan patut untuk dihindari. Jika, masih ingin hidup.


Tempat itu, banyak sekali binatang dan tanaman hidup yang snaagt berbahaya dan beracun. Tidak ada kaum Blogger yang selamat. Setelah, kesana.


"Apa mungkin, Antonio ingin membunuh para pengikutnya?" batin Satria menduga-duga. Hingga, terdengar suara Antonio yang memberi perintah.


"Bersiap! Malam ini! Kita akan berkemah di sini! Jangan ada kekacauan! Selama ... belum menemukan bola biru!"


Deg


Jantung Satria terasa ingin jatuh dari tempatnya berpijak, setelah mendengar apa yang ucapkan oleh Antonio itu.


"Bola biru? Apakah?"


Satria tidak menyangka dan juga penasaran, jika benar. Bola biru yang dikatakan oleh Antonio, merupakan bola yang ada padanga.


Namun, untuk apa mencari bola tersebut. Sebab, Antonio sebelumnya mengatakan. Jika, tengah mencari bayi Alice.


Banyak sekali tanda tanya didalam bedak Satria, tentang kejadian yang baru saja dihadapinya. Satria yang baru saja datang ke dunia Albiru, namun disambut dengan peristiwa yang mengerikan.


Ditambah, banyak sekali hal yang belum diketahui olehnya. Tentu saja, Satria merasa syok dan bingung dalam waktu yang bersamaan.


"Ada seseroang di sini!"


"Apa?"

__ADS_1


"Tidak mungkin, aku ketahuan?"


__ADS_2