Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
chapter 30


__ADS_3

"Aaaa ... kepalaku sakit!" teriak anak tersebut.


Alice yang melihat anak lelaki itu terus saja kesakitan, kini beralih menatap kearah Satria dengan garang.


"Apa yang, kamu lakukan kepadanya!"


Namun, Satria hanya diam dan tidak menggubris. Apa yang ditanyakan oleh Alice, membuat gadis itu marah besar.


"Satria! Tolong hentikan semua ini!" teriak Alice yang semakin frustasi, melihat anak yang baru ditemuinya terus menjerit kesakitan.


"Tolong aku! Ini sakit!" teriaknya berulang kali.


Hingga, Satria mendekati anak lelaki itu dan mengusap kepalanya pelan dan dia tidak berteriak lagi.


Alice yang melihat apa yang Satria lakukan, merasa sangat takjub dan merasa lega. Dia pun segera memeluk anak lelaki itu, ikatan batin mereka sangat dekat.


"Maafkan Ibu, Nak," ucap Alice terisak.


Anak lelaki itu mendorong pelan tubuh Alice dan menatap dalam, kemudian berkata, "Namaku AS."


Seketika tubuh Alice membeku, matanya seolah menatap kosong. Jiwanya terguncang, apa benar. Jika, semua ini adalah sebuah kenayataan dan kebetulan yang sangat lekat.


Sampai, anak lelaki yang menyebut namanya dengan AS itu menepuk pelan pipi Alice dan membuat gadis itu tersadar seketika.


"Sayang," panggil Alice pelan.


"Apakah, kamu benar Ibuku?" tanyanya pelan.


Satria masih memperhatikan pertemuan anak dan ibu tersebut, ada sesal di dalam dirinya yang membuat Alice menderita cukup lama beberapa tahun terakhir ini.


Dia benar-benar, tidak menyangka. Jika, kejadian tempo lalu. Bisa menghadirkan makhluk lain di antara dirinya dan Alice.


"Aku benar Ibumu, Nak. Maaf ... ."


Kembali air mata Alice jatuh, dia merasa sedih dan senang dalam waktu yang bersamaan, entah berapa lama. Dirinya menggurung diri, hingga tidak perduli sudah siang atau malam.


"Kenapa, Ibu pergi? Aku ketakutan," katanya pelan.

__ADS_1


AS yang dibuang oleh Antonio sesuai dengan perintah ayahnya Alice, dititipkan kepada seorang nenek tua yang tinggal di gubuk yang berada dihutan Albiru.


AS nama yang disematkan oleh Antonio, dari singkatan nama Alice dan Satria. Walaupun kejam, tetapi lelaki itu memiliki sedikit empati kepada bayi yang tidak berdosa.


Ketika AS masih didalam telur, Antonio lah yang menjaganya. Hingga, AS keluar dan menjadi bayi lelaki yang sangat menggemaskan dan membuat Antonio tidak sampai hati untuk membunuh AS. Lalu, memilih untuk menitipkan daripada membunuh.


Semua itu Satria bisa ketahui dengan mudah, dari sorot mata AS yang telah menyiratkan segala-galanya.


Apa yang Satria pilih, untuk menjadi seorang Dewa sangat lah tepat. Karena, dengan menjadi Dewa dirinya dengan mudah mengungkapkan apapun yang belum diketahui.


"Maafkan Ayah juga ya, As. Ayah bukan Ayah yang baik," kata Satria dan menggecup puncak kepala AS yang kini menatapnya heran.


"Apakah, kamu Ayaahku?" tanyanya polos dan mendapatan anggukan kepala dari Satria.


Mereka bertiga saling berpelukan, rasa sakit yang kini dirasakan. Perlahan mulai terurai, disaat suasana tengah haru–biru. Jennifer masuk dengan keadaan yang memperhatikan.


Wanita itu memegang dua buah telur yang berukuran besar dan mendekati mereka dengan sorot mata yang sulit untuk diartikan.


"Dewa Satria! Ini dua anak anda!" kata Jennifer dengan nada yang dingin.


"Apakah, Ayahku seorang Dewa?" tanyanya dengan polos dan membuat Satria terkekeh.


Satria mendekati Jennifer, setelah mengusap rambut As. Dia menatap dingin ke arah wnaita yang ada dihadapannya itu, seolah telah mengetahui. Apa yang dirasakan oleh Jennifer.


"Ambil dan besarkan anakku! Mereka merupakan, keturuan Dewa," jelas Satria.


Terdengar suara ******* dari Jennifer, bukan dia tidak menyukai pemberian Satria. Namun, apa yang akan bisa dilakukan olehnya. Jika, sang suami mengetahui semua ini.


Satria bisa merasakan. kegundahan yang dirasakan oleh Jennifer. Kemudian, mengusap telur yang didalam dekapan wanita itu.


Dalam sekejap mata, telur tersebut menetas dan mengeluarkan dua orang balita yang sangat cantik. Mata Jennifer berbinar, hingga salah satu bayi tersebut berkelamin laki-laki.


"Aku mengabulkan permintaanmu, yaitu ... ingin memiliki anak lelaki. Ditambah ... AS putraku dan Alice," terang Satria.


Misinya telah selesai, bisa meluruskan kesalahan yang pernah di lakukan dan menyelamatkan keturunan. Kini, dirinya harus melanjutkan misi yang kedua.


Sebelum berniat untuk pergi, Satria menghampiri Alice dan meminta maaf. Setra meminta gadis itu untuk merawat AS, karena dirinya tidak bisa terus bersama dengan mereka.

__ADS_1


"Alice, aku minta maaf. Mungkin, dulu tidak bisa mengendalikan kemampuan yang kumiliki. Hingga, terjadi kesalahpahaman diantara kita. Namun, kali ini. Aku telah berjanji pada diriku, jika ... akan meyelesaikan semuanya. Apa yang telahku mulai."


Penjelasan panjang dan lebar yang Satria ucapkan, membuat Alice tidak bisa menahan diri. Dia langung memeluk Satria, karena hanya Satria yang pertama kali mampu meluluhlantakkan hatinya.


Tidak ada yang berani menyentuh hati atau dirinya selama ini, karena bermaga Cooper. Ditambah, dia yang merupakan bagaian dari pemburu di dunia Albiru yang sudah terkenal akan keberanian dan tidak kenal rasa takut.


Namun, Alice jatuh dalam pelukan Satria yang merupakan manusia bisa dari keluarga Lubis yang dimata keluarga lain. Merupakan keluarga yang snaagt berbahaya dan juga mengerikan.


Semua julukan itu, diberikan bukan tanpa sebab. Keluarga Lubis yang memiliki kemapuan yang snagat luar bisa dan ilmu Heypersex yang telah Alice raskaan sendiri.


Walaupun, hanya memengang bagaian tubuhnya. Tetapi, dia bisa mengeluarkan telur yang di dalamnya ada seroang bayi.


"Apakah, kamu mau tinggal? Biarkan AS berada di dekatmu?" tanya Alice yang perlahan mengurai pelukannya dan berharap. Agar Satria mau tinggal dan membimbing AS yang sudah pasti akan sangat senang. Karena, terus bersama ayahnya.


"Maaf," kata Satria pelan.


Kemudian, dia menatap ke arah Jennifer yang masih menggendong kedua orang bayi ditangan wanita itu.


"Jenny! Aku titip Alice dan AS. Mungkin ... nanti aku akan kembali. Disaat yang sudah tepat," jelas Satria dan terbang menuju ke arah jendela. Tanpa menatap atau mendnegar jawaban dari Jennifer.


Hati Satria masih berupa manusia bisa, dimana dia bisa merasakan rasa sakit dan sedih. Satria mengabaikan teriakan dan tanggisan AS dan Alice yang terus memanggil namanya.


Ingin rasanya, Satria hidup dengan damai bersama AS dan Alice. Namun, dirinya harus mencari keberadaan Hunter H yang juga merupakan putranya dari Dewi Haruna.


Serta, Satria harus menemukan ibunya. Victoria yang masih berlum diketahui keberadaannya sekarang, andaikan saja. Kekuatannya bisa digunakan untuk menemukan semua orang yang ingin dia ketemui.


Namun, kekuatan sebagai Dewa. Hanya bisa digunakan, jika ada yang meminta sesuatu dan dirinya bisa mengambil sesuatu.


Satria yang terus terbang membelah langit yang mulai gelap. Membuatnya turun sebentar, untuk beristirahat dan mencari tempat yang nyaman. Hanya sekedar untuk menunggu matahari, kembali terbit.


Prok


Prok


Suara tepuk tangan terdengar, ketika Satria baru saja turun. Bahkan, kakinya belum menyentuh ke tanah sekalipun.


"Siapa kamu?"

__ADS_1


__ADS_2