Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 93


__ADS_3

Satria sampai menangis seking senangnya bisa bertemu dengan Put dan ia mengakui bahwa Zing dengan Put.


Cukup lama mereka saling berpelukkan, kemudian Put mendorong pelan tubuh Satria. Ia tidak ingin terperangkap dalam perasaan yang tidak seharusnya, sebab hal itu begitu menyakitkan.


Put menatap dalam wajah Satri, hingga mata mereka saling bertemu. Tidak bisa Put pungkiri, kalau pesona Satria begitu besar.


"Apa yang kau lakukan di rumahku?" Pertanyaan dari Put membuat Satria tersenyum kecil seraya mengusap tengkuknya yang tidak gatal.


Satria bingung harus menjelaskan semuanya dari mana, sebab keadaan yang terjadi begitu rumit dan sulit untuk di jelaskan.


Hingga Put terus mendesaknya, membuat Satria mau tidak mau menceritakan bagian-bagian yang penting saja kepada Put.


"Jadi, dunia nyata mengalami kehancuran dan para Hunter atau Blogger terlepas di sana?" tanya Put memastikan cerita Satria dan mendapatkan anggukan kecil.


Put berfikir sejak, sampai sebuah ide melintas di dalam benaknya seraya menatap ke arah Satria yang mengaku Zing kepadanya.


Tentu saja Put tidak aka n percaya dengan begitu saja, terlebih dirinya yang melihat Satria melenyapkan Alex dengan mudahnya. Apalagi dirinya yang kini yang hanya seorang Roh tanpa jasad.


Put menyeletikan jarinya mendapatkan ide yang luar biasa dan mengajak Satria untuk bersekokol dengannya.


"Ayo ikit aku," ajak Put seraya terbang begitu saja. Put belum mengetahui, bahwa Satria kehilangan kekuatan Dewanya. Sebab, Satria enggan untuk menceritakan hal itu dan menyemunyikan yang sebenarnya.


Dengan susah payah Satria mengikuti Put yang masuk ke kamar kedua orangtuanya, awalnya Satria ragu untuk ikut masuk ke sana. Namun, ia merasa penasaran. Apa alasan Pun membawanya untuk masuk ke ruangan itu.


Satria memperhatikan tingkah Put yang mengobrak-abrik benda yang ada di lemari, entah apa yang Put cari membuat Satria berkeliling sejenak melihat keadaan kamar yang telah lama ditinggalkan itu.


Setelah kejadian waktu itu, Sis dan Bob yang berubah menjadi Manusia. Tidak ada yang tinggal rumah ini, semuanya ditinggalkan begitu saja dalam ekadaan kosong.


"Ketemu!" pekik Put dengan suara yang nayring dan menarik perhatian Satria untuk mendekati Put.

__ADS_1


Put terbang menghampiri Satria yang berada di bawah, ia merasa aneh. Kenapa Satria tidak terbang, Put baru menyadarinya sekarang setelah sekian menit berlalu.


"Kenapa kamu gak terbang, Dewa S?" tanya Put penasaran dan membuat satria kelagapan untuk mencari alasan.


"Apa yang kamu temukan, tadi?" Satria mengalihkan perhatian Put dan berhasil dengan antusias Put menceritakan tentang ramuan yang ia temukan.


Sebuah rambuan rahasia milik kaum Blogger yang tersimpan dengan rapi di dalam botol berukuran sebesar tubuh mereka.


Ramuan yang bisa merubah makhluk menjadi Blogger, Put ingin melihat Satria menjadi Blogger. Alih-alih membantu Satria untuk berjuang mengamankan kembali dunia, Put memikirkan hal lain.


"Maksdumu? Aku akan menjadi Blogger? Untuk apa?" Satria merasa begitu keberatan dengan apa yang dijelasan oleh Put, diirnya tidak ingin kehilangan ketampanan ini dan menjadi Makhluk raksasa yang menakutkan.


Put mencari cara agar Satria mau menuruti keinginan dengan asalan menyelamatkan dunia nyata, Put membujuk Satria.


"Kamu bilang ingin membantu keluarga Cooper? Kalau kamu dalam keadaan Blogger? Maka, kekuatanmu akan bertambah berkali-kali lipat," jelas Put.


Satria yang mendengar cerita Put menimbang-nimbang kembali hal itu, kini dirinya hanya seorang manusia biasa tanpa kekuatan Dewa ia tidak bisa melakukan banyak hal.


"Kalau kamu gak mau? Ya sudah ... aku simpan kembali ramuan ini," kata Put dan hendak terbang kembali. Namun tangannya dicekal oleh Satria.


"Aku mau!" balas Satria cepat dengan sorot mata serius. Dirinya tidak memiliki pilihan lain, setidaknya ia memiliki kekautan yang hebat setelah menjadi Blogger.


Put tersenyum penuh kemenangan setelah mendengar jawaban Satria, ia mengajukan sebuah persyaratan terlebih dahulu kepada Satria sebelum memberikan ramuan yanga ada ditangannya.


Tidak ada yang gratis di dunia ini, semuanya memiliki nilai untuk ditukar. Apalagi untuk sebuah ramuan rahasia milik kaum Blogger yang begitu berharga.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Satria dengan waspada. Ia takut Put akan meminta hal yang aneh dan dirinya tidak bisa mengabulkan permintaan Put.


"Tenang, apa yang aku pinta? Itu juga menguntungkan bagimu," balas Put santai dan menjelaskan rencananya.

__ADS_1


Tubuh Put di semunyikan oleh Dewa Ketua di dalam atas, membuat Put tidak bisa kembali menjadi Manuisa kembali. Kecuali ia menemukan tubuh Bloggernya.


Satria mendengar penjelasan Put merasa tidak percaya, walaupun ia tahu kalau rekarnasi itu ada. Namun, apa yang terjadi kepada Put lebih ke perpindahan tubuh.


Seakan Roh dengan beberapa tubuh penganti, tidak seperti rekarnasi di mana yang telah mati akan kembali ke alam atas dan melakukan perjanjian dengan Dewa sebelum diturunkan ke dunia kembali.


"Di mana aku harus mencari tubuh Bloggermu?" tanya Satria penasaran. Tidak ada banyak waktu yang ia miliki untuk mencari tubuh Put yang tidak diketahui keberadaannya.


"Minum dulu ramuan ini, nanti ... kamu akan mengetahui semaunya," jelas Put dan menyodorkan ramuan tersebut kepada Satria.


Setelah tutup botolnya terbuka, Satria menghirup aroma yang begitu menyengat. Entah terbuat dari apa saja ramuan itu, sampai baunya begitu tidak sedap.


Tanpa berfikir panjang lagi Satria langung meneguk ramuan itu dengan sekali minum, rasanya begitu aneh dan membuat Satria mual.


Namun, seketika tubuhnya terasa aneh. Perlahan tubuh Satria membesar, rasanya sakit sekali membuat Satria berteriak menahan rasa sakitnya.


"Aaaa ... apa ini?" teriak Satria dengan tubuhnya yang mengalami perubahan yang begitu signifikan.


Put melihat apa yang terjadi kepada Satria malahan tertawa dengan begitu mengertikan, rencana yang telah Put susun telah berhasil. Tinggal beberapa langkah lagi untuk menyempurnakannya.


Suara teriaka Satria yangb begitu keras sampai terdengar ke kamar sebelah di mana ada Key, pemuda itu terbangun dan mencari asal suara teriakan yang begitu memilukan tersebut.


Di butuhkan usaha keras bagi Key untuk bisa turun dari nakas yang begitu tinggi dan melangkah cepat mencari sumber suara yang memilukan.


Key melihat sebuah kamar yang sebelumnya tertutup, kini terbuka dengan lebar. Perlahan ia menuju ke ruanga itu dengan perasaan getir.


"Aaaa ... ."


Suara teriakan itu kembali mengema dengan nada yang lebih tinggi dan membuat kaki Key bergetar ketakutan, tapi ia masih berusaha untuk mendekat ke arah pintu itu.

__ADS_1


Seketika, tubuh Key membatu ditempat disaat matanya melihat sebuah pemadangan yang tidak masuk akal.


"Apa yang terjadi?" tanya Key dengan suara ketakutan.


__ADS_2