Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 113


__ADS_3

"Apa yang kau inginkan?" tanya Alice dengan garang.


Membuat seolah-olah pertemuan mereka tidak disengaja, Haruna mendekati Alice. Ia menatap Alice dari atas sampai ke bawah dengan sorot mata yang tengah melakukan sebuah penilaian.


Tentu saja, apa yang dilakukan oleh Haruna membuat Alice merasa tidak nyaman. Terlebih Haruna adalah rivalnya untuk mendapatkan Satria.


"Kamu Alice, bukan?" tanya Haruna sengaja.


Alice membuang wajahnya, ia merasa jengah dengan sikap Haruna yang berputar-pura polos. Padahal Alice sudah tahu, kalau Haruna pasti sudah mengetahui apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


Dewi Haruna menguasai dunia Albiru, tentu saja apa yang terjadi di dunia Alibru Haruna sudah mengetahui segalanya.


Tanpa memperdulikan Haruna, Alice memilih untuk menyiapkan ikannya untuk di masak. Alice membersihkan ikan tersebut dan membuat api unggun untuk membakar ikannya.


Haruna hanya diam dan mengamati apa yang dilakukan oleh Alice, sampai ikan bakarnya telah siap dan Haruna mencium aroma yang amat sedap.


"Ternyata kamu rakus, ya?" Haruna sengaja mengatakan hal itu untuk memancing kemarahan Alice, tapi kenyataannya Alice tidak marah sama sekali.


Alice malahan makan dengan lahap dan membuat Haruna menelan silvernya kasar, setelah makan barulah Alice meladeninya lagi.


"Ah ... sedap. Oh iya, kebetulan ketemu dengan kamu. Aku mau meminta permintaan," jelas Alice langsung keinti pembicaraan.


Tentu saja apa yang Alice sampaikan membuat Haruna geram dan ingin pergi, tapi dicegat oleh Alice.


"Mau ke mana?" tanya Alice.


Haruna menepis tangan Alice yang besar, ia tidak menyangka akan bertemu dengan Alice dengan keadaan menjadi seorang Blogger.


"Aku bukan Satria! Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu, Ice," kata Haruna.


Alice hanya terdiam sejenak, bukan dengan penolakan yang Haruna lakukan. Tapi, panggilan yang disematkan oleh Haruna.


Alice memikirkan sebuah identitas baru, setidaknya setelah menjadi seorang Blogger. Alice harus nampak keren dan kuat, terlebih panggilan Haruna tadi memberikannya sebuah inspirasi.


"Ice!" seru Haruna karena Alice hanya diam saja.

__ADS_1


"Ah, iya ... ada apa Haruna?" balas Alice gugup.


Namun, Alice segera menetralkan perasaannya dan kembali nampak biasa saja. Bukan Alice namanya kalau tidak selalu nampak keren.


"Kamu sudah paham dengan apa yang aku katakan tadi?" tanya Haruna.


Alice hanya mengangguk kecil dan memilih untuk bangun dari posisi duduknya, melihat dari apa yang baru saja Haruna ucapkan. Bahwa tidak memiliki kemampuan seperti Satria.


Untuk apa meminta bantuan kepada Haruna? Kalau ia bisa meminta bantuan Satria, hal itu yang ada di dalam benaknya.


"Ice! Mau ke mana kamu?" tanya Haruna dan segera terbang mengikuti Alice.


Namun, Alice tidak menggubris apa yang ia ucapkan. Malahan Alice mengabaikannya begitu saja, karena kesal. Haruna mengarahkan sebuah serangan mendadak.


Sat.


Sut.


Alice dengan cepat mampu menghindari setiap serangan dari Haruna, malahan Alice melancarkan serangannya dengan cepat dan berhasil mengenai Haruna.


"Aaa ... !"


Haruna mengeluarkan energi dari tubuhnya dengan kekuatan penuh dan membuat keadaan disekitar, mengalami perubahan warna yang begitu kontras.


Alice melihat kemarahan dari Haruna pun segera bersiap dengan segala serangan yang akan dilakukan oleh Haruna.


Selama ini, Alice tidak pernah beradu kekuatan denga Haruna. Kecuali adu– mulut dan mencari perhatian dari Satria, sebab mereka sama-sama menyukai lelaki tersebut.


"Rasakan ini!" teriak Haruna dan menyerang Alice dengan kekuatan penuh.


Namun, Alice tidak kalah licahnya, setiap serangan yang Haruna lakukan. Alice mampu menghindarinya dengan mudah, tentu saja hal itu membuat Haruna semakin marah.


Haruna memusatkan energinya dan bersiap untuk menyerang Alice kembali, hingga Haruna melihat keberadaan Put yang datang tiba-tiba.


Haruna menahan serangannya, ia menatap tajam ke arah Put yang mendekati Alice. Seakan mereka tengah bersekongkol.

__ADS_1


"Aku tidak takut dengan kalian berdua! Ice! Kamu pikir, dengan adanya Put bisa menyalahkanku dengan mudah?" Haruna berbicara seolah Put datang untuk membantu Alice. Namun, kedua orang itu hanya tergelak dan berbalik badan.


Haruna tidak mengerti dengan apa yang akan Put dan Alice lakukan, tapi ia tidak akan membiarkan mereka terlepas dengan begitu mudah.


Haruna melepaskan sebuah serangan yang hampir mengenai Put, seandainya Alice tidak menarik tubuh Put untuk menghindar.


"Apa yang kamu lakukan? Hah!" teriak Put geram dan ditahan oleh Alice. Put tidak bisa menahan diri, kalau serangan tadi berhasil mengenai tubuhnya.


"Sabar Put, dia hanya seorag diri," jelas Alice memancing kemarahan Haruna.


Haruna yang mendengar ucapan Alice pun kembali melakukan sebuah serangan, tapi sayang. Alice terlebih dahulu menyerangnya, gerakan Alice begitu cepat dan gesit membuat Haruna kewalahan untuk menghadapinya.


Alice tersenyum mengejek dan menghentakkan senjatanya ke arah Haruna yang masih terdiam ditempat, serangan tersebut berhasil mengenai tubuh Haruna.


"Aaaa ... ." Haruna berteriak dengan begitu kuatnya, serangan yang Alice lakukan kembali membuat tubuhnya terpental cukup bagus.


Put yang melihat hal itu tersenyum puas, seraya menepuk pelan Alice dengan bangga. Mereka berdua meninggalkan Haruna yang terkapar.


Put ingin mengajak Alice kembali ke dunia nyata, terlebih Satria pasti memerlukan bantuan mereka. Lagi pula, meladeni Haruna tidak akan mendatangkan manfaat apapun.


"Tunggu kalian!" geram Haruna yang merasa seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Sedangkan Put dan Alice telah pergi menjauh.


Haruna menyesal telah melawan Alice, kalau hasilnya seperti ini. Padahal ia sempat percaya diri bahwa bisa mengendalikan Alice yang ingin meminta sesuatu padanya.


Namun, Haruna telah salah mengira. Alice begitu kuat dan cerdik dalam bertarung, sedangkan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk bertarung sama sekali.


Haruna hanya seroang Dewi yang menjaga keadaan dunia agar menjadi stabil, segala keselarasan di dunia dirinya 'lah yang bertanggungjawab.


Bukan seperti Alice yang memang ditempa menjadi seroang prajurit untuk berperang, tentu saja ilmu bela diri berserta tehniknya dalam bertarung tidak main-main.


"Aku akan mencarinya saja," gumam Haruna pelan. Tubuhnya memang terluka parah, seperti patah tulang dan ada bagian yang tergeser. Namun, dirinya merupakan seroang Dewi.


Tubuh Haruna unik, sebab dulu dirinya merupakan Manusia yang diangkat untuk menjadi Dewi. Membuat regenerasi tubuhnya pun cepat, setelah berusaha dengan keras. Akhirnya Haruna bisa menggerakkan tubuhnya dan terbang kembali.


Hari ini Haruna benar-benar sial, niat hati mau mencari seseorang untuk memabntunya. Malahan dirinya dikalahkan oleh Alice, Haruna tidak akan memafkan Alice.

__ADS_1


Bahkan Haruna telah bertekad, kalau nanti bertemu dengan Alice lagi. Dirinya harus bisa mengalahkan wanita itu, tidak perduli kalau Alice telah menjadi seroang Blogger sekalipun.


Oleh sebab itu, Haruna harus menemui seseorang yang bisa membantunya untuk menjadi lebih kuat dan bisa melampaui Alice.


__ADS_2