Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 89


__ADS_3

"Aw! Apa yang terjadi?" pekiknya.


Satria segera bersemunyi dengan rasa sakit yang amat di bagian pantatnya, sebab ia melihat segerombolan Blogger yang tengah melintas.


Pantas saja kudanya menjadi ketakutan, melihat mahluk raksasa itu dengan beberapa orang tengah melintas.


Entah ke mana mahkluk itu akan perghi, tapi Satria bisa melihat dengan jelas bahwa mereka menuju ke arah matahari terbenam.


Bob pernah memberitahunya, kaum Blogger akan menuju ke arah matahari tenggelam untuk mencari jalan pulang.


Teringat akan hal itu membuat Satria memiliki ide dan naik ke atas pohon tempatnya bersembunyi sebelumnya.


Dari ketinggian ini ia bisa melihat semakin jelas para Blogger yang terdiri dari 5 orang dan ada satu anak kecilnya.


"Hay!" teriak Satria mencoba menarik perhatian mereka.


Benar saja, seroang Blogger dengan tubuh yang paling besar berbalik badan dan menatap ke arah Satria dengan begis.


Walaupun ada rasa ketakutan yang menghampirinya, tapi Satria tetap berdiri dengan tenang dan menunggu apa yang akan di lakukan oleh Blogger tersebut yang diyakini olehnya merupakan ketua mereka.


"Mahkluk kecil ternyata! Hahaha!" ejek Blogger itu.


Sebisa mungkin Satria menahan diri, ada sebuah tujuan yang harus ia lakukan agar tidak terjadi pertumpahan darah.

__ADS_1


"Kalian para Blogger tengah tersesat di dunia Manusia! Apakah, kalian tidak ingin pulang?" terang Satria dengan suara yang akan dikeraskan agar para Blogger itu bisa mendengar apa yang ingin ia sampaikan.


Benar saja, Blogger itu berbalik arah dan berbicara kepada rombongannya. Satria tahu betul bagaimana cara hidup Blogger, mereka tidak pernah mencari masalah dan ingin hidup dengan damai.


Kecuali terdesak, maka mereka akan menyerang tanpa mengenal ampun sampai semuanya selesai. tidak perduli siapa yang akan terbantai.


"Siapa namamu?" Blogger tadi kembali dan bertanya kepada Satria, mungkin setelah berdiskusi dengan Blogger yang lain mereka tertarik akan tawaran yang diajukan oleh Satria.


Namun, kini ada sedikit masalah kecil yang dimiliki oleh Satria. Ia harus menyembunyikan jati dirinya agar tidak membuat para Blogger itu tahu siapa ia sebenarnya.


"Aku S Cooper," jelas Satria berpura-pura menjadi anggota keluarga Cooper yang memang sudah terkenal di dunia Albiru sebagai pemburu yang begitu disegani.


Cukup lama Satria menunggu reaksi para Blogger itu, sampai suara anak kecil merengek ingin cepat pulang dan membuat semua Blogger kewalahan.


Karena merasa simpati, Satria meminta anak Blogger itu untuk mendekat ke arahnya, awalnya ada keraguan di antara Blogger lain. Sampai Satria menjelaskan, bahwa hanya ingin membantu mereka saja.


Setelahnya, barulah Blogger ketua mengizinkan anak Blogger itu menghampiri Satria yang berukuran kecil seperti kurcaci dalam dongeng.


"Hay ... siapa namamu, Cantik?" sapa Satria dengan ramah dan tersenyum lebar. Pesona yang dimiliki oleh Satria memang tidak ada duanya, gadis itu tersipu malu dan menyebutkan namanya.


Satria berhasil membuatnya berhenti menangis dan berjanji akan membawa mereka semua pulang ke dunia Albiru.


Bahkan, Satria meminta bantuan kepada gadis Blogger itu untuk membawanya. Karena ukuran tubuh

__ADS_1


Satria yang begitu lecil, membuatnya tidak bisa mengikuti langkah Blogger yang begitu besar.


"Kamu cantik sekali," kata Satria yang terus menggombal gadis Blogger itu, kini Satria berada di atas kepalanya.


"Terimakasih S," balasnya.


Mereka berjalan menyelusuri hutan dan menuju ke kastil Profesor Ruden atau Ruu, hanya di sana portal ke dunia Albiru yang Satria ketahui.


Satria berencana membuka portal tersebut dengan mantra yang sebelumnya ia gunakan untuk bisa kembali ke dunia nyata. Entah berhasil aatupun tidak rencana yang akan ia lakukan, setidaknya Satria telah berusaha.


Langkah para Blogger yang besar dan panjang membuat mereka bisa sampai dengan cepat, tapi ukurakn tubuh Blogger yang terlalu besar tidak bisa masuk ke kastil.


"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Blogger ketua kepada Satria, mereka tidak bisa menyebarangi jembatan kastil yang begitu kecil.


Bisa-bisa mereka hanya akan merusak jembatan itu dan terjatuh ke lautan. Hal itu membuat Satria berfikir keras, ia mencari cara agar bisa membawa lemari yang menjadi portal ke dunia Albiru untuk bisa keluar.


Sampai ia meminta bantuan kepada gadis Blogger yang berukuran lenih kecil untuk membantunya, sebab Satria tidak kuat mengangkat lemari tersebut dan membawanya keluar.


"S, apakah masih jauh?" tanya gadis Blogger itu berulang-ulang kepada Satria yang hanya mengarahkannya.


Keadaan lorong-lorong kastil yang tidak terurus lagi meninggalkan banyak sekali debu dan sarang laba-laba yang banyak membuat sarang.


Satria masih berkontraksi, mengingat ruangan di mana ada lemari itu. Sekian lama berjalan, akhirnya Satria bisa menemukan sebuah lukisan yang didominasi oleh warna biru.

__ADS_1


"Akhirnya, tunggu aku Haruna," gumam Satria dengan senyuman penuh arti.


__ADS_2