Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 78


__ADS_3

"Siapa kalian?"


Satria merasakan pasokan udara ke paru-parunya tidak berjalan dengan baik, dia menatap Lilly yang benar-benar seperti orang aneh.


Gadis itu membalas tatapan Satria, tapi tidak seperti sebelumnya. Tentu saja Satria bisa merasakan hal itu, seolah Lilly begitu berbeda dan kontras.


"Lilly, ayo kita masuk kamar," ajak key dan menarik tangan Lilly.


Satria yang mendengar ajakan Key merasa keberatan dan menghalangi niat pemuda itu, dia terlebih dulu menarik tangan Lilly yang satunya.


Hingga tarik–menarik akan gadis itu tidak bisa terhindarkan, Key menjadi semakin geram akan sikap Satria.


Pemuda itu membentak Satria dan berulang-ulang kali mengusir Satria, tapi tidak diindahkan oleh Satria yang masih menggenggam erat tangan Lilly.


"Lepaskan!" teriak Lilly yang merasakan sakit di pergelangan tangannya.


Satria dan Key tertegun, mereka menatap kearah Key yang telah berubah kembali. Wajah gadis itu kembali normal, bersih dan putih. Tidak seperti sebelumnya yang memerah.


"Lilly, ayo ikut aku," ajak Key dengan lembut dan gadis itu pun mengagguk kecil.


Satria yang belum menyadari kepergian Lilly dan Key, sebab masih tertegun dengan keadaan Lilly yang begitu apstak baginya.


"Hey!" seru Satria dan segera berlari mengejar kedua saudara itu.


Satria merasa Key ingin mengambil kesempatan dengan memabwa Lilly, di tambah mengatakan ingin tidur bersama.


Satria seorang lelaki, tentu saja dia paham akan bahasa seperti itu. Apalagi yang dilakukan seorang laki-laki dengan wanita di dalam kamar? Pikirnya.


Sampai Satria berhasil meraih tangan Lilly dan menarik gadis itu ke dalam dekapannya, ia menatap tajam kearah Key yang tidak terima.


"Apa yang kamu lakukan?" teriak Key marah.


Satria tidak mengubris apapun yang dikatakan oleh Key, ia membawa Lilly kembali ke atas. Kemudian masuk ke kemar dan mengunci pintu rapat-rapat.


Ia tidak ingin Key menganggunya dan Lilly, di saat terdengar suara teriakan Key dari luar membuat Satria menarik Lilly kebelakang.


Satria mendekap tubuh Lilly, teriakan di sertai gedoran dari Key tidak membuat Satria berniat untuk membukakan pemuda itu pintu.

__ADS_1


"Satria!"


"Satria!"


Beruang-ulang kali Key memanggil namanya, tapi tidak sekalipun Satria gubris. Sampai ia merasakan sesuatu yang aneh, tubuh Lilly yang dipeluknya terasa licin.


Ketika Satria baru menyadari perubahan Lilly, semuanya sudah terlambat. Key berhasil masuk dan segera menarik Satria yang masih terpaku melihat keadaan yang di luar nalar.


Key membawa Satria masuk ke kamarnya dan mengunci pintu dengan rapat, tidak lupa mengaitkan sebuah jimat di atas talang pintu.


Satria yang masih syok seketika saja luluh ke lantai, tubuhnya seperti kehilangan tulang penyangga. Hari ini ia mengalami berbegai kejadian yang begitu buruk sepanjang sejarah hidupnya.


"Buka!"


Teriakan seseorang yang begitu keras dengan degoran di pintu mengagetkan Satria, ia melihat ke arah Key yang sudah mundur dan bersiap-siap dengan sebuah senjata di tangannya.


Sebuah tombak yang mengkilap berwarna perak nampak di mata Satria, ia masih bingung dalam keadaan yang tengah terjadi.


"Pergilah Lilly!" teriak Key dengan kaki dan tangan yang gemetaran. Tidak bisa pemuda itu pungkiri bahawa ia merasa takut, sampai suara gerangan terdengar.


Key membuang nafas panjang dan luntuh ke lantai sama seperti Satria, sesekali ia menatap lelaki yang hampir menjadi sebuah kudapan untuk sang adik.


Di saat seperti ini Satria mendekati Key dan menanyakan sebuah kebenaran yang tengah terjadi, membuat Key semakin lemas.


"Apakah yang tadi adalah Lilly?"


Isak tangis Key pecah seketika, ia merasa lelah akan semua ini. Satria merasa simpati dan segera memeluk tubuh pemuda itu.


Tubuh Key tidak berbeda jauh dari lilly di tambah tubuh Satria yang memenag besar dan tinggi membuat Key masuk ke dalam dekapannya dengan begitu nyaman.


Setelah merasa sedikit lega, Satria mengurai pelukan mereka dan meminta Key menjelaskan apa yang terjadi kepada Lilly.


Awalnya Key menolak, tapi setelah Satria berjanji akan membantu mereka keluar dari situasi ini Key pun akhirnya angkat bicara.


"Lilly terkena sebuah kutukan!" ucap Key dengan nada lirih.


Kemudian Key menceritakan semuanya. Berawal dari mereka yang terlahir secara normal di tengah hutan, Key dan Lilly tubuh bersama.

__ADS_1


Namun, semuanya berubah ketika mereka berusia 10 tahun. Bahkan Key melihat dengan matanya sendiri bagiamana Lilly melenyapkan kedua orangtua mereka.


Ketika mengingat itu semua Key tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya, mereka hidup berdua. Hanya berdua, karena Lilly tidak menyakitinya.


Entah apa yang terjadi, setiap malam Lilly berubah dan mencari mangsa membuat Key terus berada di samping adiknya itu sepanjang malam.


Key menjaga Lilly agar tidak berubah dengan caranya, walaupun terkesan tidak baik. Namun Key terus mengajak Lilly bercumbu agar tidak berubah.


Namun, di saat Lilly kembali pulang dan membawa Satria. Key merasa takut, ia tidak ingin Lilly berubah kembali dan berusaha membuat sang adik terus berada didekatnya.


"Jadi ... kamu?" Ah, Satria bingung harus mengatakannya seperti apa.


Pemuda dihadapannya memang masih polos, mungkin saja dia merasa menyayangi Lilly. Walaupun caranya terkesan ekstrim bagi Satria yang mengetahui bahwa mereka adalah adik–kakak.


"Apa?" tanya Key kemudian.


Sorot mata Key sama persis dengan Lilly, sekarang Satria menyadari satu hal. Alasan Lilly tidak menyakiti Key, karena menganggap sang kakak adalah bagian dari dirinya.


Namun, entah bagiaman dengan kedua orangtua mereka. Satria tidak ingin memikirkan hal itu, saat ini yang paling penting adalah Lilly.


"Sampai kapan Lilly akan menjadi ular?" tanya Satria serius.


Key pun menjelaskan dengan diteil, bahwa Lilly akan kembali normal sampai matahari terbit. Perubahan Lilly hanya terjadi di saat malam hari saja.


Satria membuang nafas panjang, saat ini yang ia hadapi adalah seekor siluman ular. Ternyata dilempar dari dunia atas dirinya harus ke dunia para siluman.


Satria berfikir keras dan mencari cara agar bisa bertahan sampai esok tiba, mereka tidak bisa tidur nyenyak malam ini.


Karena Lilly yang tiba-tiba saja datang dan menerkam dirinya, ya ... hanya dirinya. Karena Key tidak termasuk, memikirkan hal itu membuat Satria menginginkan kembali kekuatan Dewanya dan merubah Lilly menjadi gadis cantik seutuhnya.


"Key, aku harus pergi agar Lilly mengejarku dan kalian bisa kembali hidup seperti sebelumnya," jelas Satria yang merasa kalau ini merupakan ide yang paling baik.


Namun Key menggelengkan kepalanya, pemuda itu tidak setuju membuat Satria mendesah berat. Lalu, apa yang harus ia lakukan? Sedangkan Lilly kapan saja bisa masuk dan menerkamnya.


"Kamu telah berjanji akan membantuku mengembalikan Lilly seperti Manusia," kata Key dengan raut wajah serius.


Sedangkan Satria mengusap wajahnya kasar, apa yang bisa ia lakukan saat ini? Menjadi Manusia biasa tidak bisa melakukan apapun, itulah dirinya.

__ADS_1


__ADS_2