
Satria mendengarkan dengan seksama, apa saja yang di jelaskan oleh Put dan mengingat nama-nama serta ciri-ciri makhluk yang hidup di dunia Albiru.
"Put, apakah? Aku bisa bertemu dengan Dewi Haruna?" tanya Satria tiba-tiba dan membuat Put yang tengah berbaring di atas ranjang, segera bangun dan menatap ke arah Satria yang dia letakkan di atas bantal miliknya.
"Kenapa, kamu ingin bertemu dengan Dewi Haruna?" tanya Put dengan penuh selidik. Diantara banyak makhluk yang dia jelaskan. Kenapa, Satria sangat tertarik dengan Dewi Haruna.
Satria yang melihat perubahan dari Put, menyadari sesuatu. Jika, Blogger tersebut tengah cemburu. Untuk menenangkan hati seorang wanita, walaupun dai Blogger. Satria sangat tahu caranya.
"Karena, aku ingin meminta satu hal," kata Satria dan membuat Put sangat penasaran.
"Apa itu?" tanya Put.
"Menjadi, Blogger," jawab Satria dan membuat wajah Put memerah.
"Kamu kenapa? Sakit?" tanya Satria polos dan membuat Put menutupi seluruh wajah dengan telapak tangannya. hal itu, membuat Satria terkekeh.
"Aku mulai, mengerti dengan arti kata zing," batin Satria.
***
Beberapa bulan Satria tinggal dengan keluarga Blogger, dia di ajari banyak hal oleh Put. Dari mulai memperhatikan keadaan sekitar, hingga cara untuk bertahan dengan cara Satria belajar cara berburu dari keluarga Blogger tersebut.
Walaupun, mereka pemakan segalanya. Dalam artian bisa makan buah-buhana atau sayuran, tetapi daging merupakan asupan yang mereka juga butuhkan.
Bob yang selalu pergi berburu, berbagai macam binatang hutan seperti burung dan rusa. Namun, dengan bentuk berbeda dari yang biasa Satria lihat.
Satria banyak belajar dan terus berkembang, sampai Put mengajak Satria ke suatu tempat untuk mengambil air.
Karena, para pemburu yang telah tidak menampakan diri lagi. Sejak hari itu, mereka di perbolehkan untuk keluar. Tentu saja, hal ini tidak akan Satria sia-siakan.
Kini, Satria tengah bermain air. Dia sudah beberapa bulan tidak mandi, dan ketika melihat air yang sangat jernih. Tentu saja dia tidak akan melewatkan, kesempatan emas tersebut.
Put merasa malu dan memilih untuk duduk di bagian lain dari sungai, dia tidak bisa melihat Satria yang mandi.
Ditengah Satria yang asik membersihkan dirinya, dia melihat cahaya yang turun dari langit dan membuatnya menjadi penasaran.
Satria pun menyudahi mandinya dan meraih pakaiannya, lalu mengejar cahaya tersebut. Namun, sebelumnya. Dia memperhatikan Put yang tengah duduk di tepi sungai dan tidak menyadari keberadaanya.
Setelah di rasa aman, Satria pun menyelinap dan pergi. Mengejar cahaya yang mulai menyentuh tanah. Betapa terkejutnya, dia melihat seorang wanita cantik dengan kulit yang putih bersih seperti salju.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya, Satria melihat wanita yang sangat cantik. Selama ini, dia hanya bisa melihat Put yang memiliki warna kulit yang hitam pekat.
Belum lagi dengan ukurannya yang sangat besar, membuat Satria selalu takut. Jika, dimakan oleh kaum Blogger tersebut. Walaupun, Put telah mengatakan. Kalau, dia zing.
Mata Satria yang menatap makhluk secantik itu pun, teringat akan cerita Put. Dimana Blogger itu mengatakan, jika kulit yang bercahaya dengan rambut yang panjang dan mata yang berwarna emas. Merupakan, ciri dari Dewi Haruna.
Satria berusaha mendekati, makhluk yang dia yakini Dewi Haruna itu dengan perlahan dan bersembunyi di balik batu besar.
Ternyata, Dewi Haruna yang turun dari kayangan ingin mandi. Dia melepaskan satu-per-satu pakaiannya, hal itu membuat jiwa lelaki Satria meronta.
"Apa ini?" gumam Satria dan terus menatap Dewi Haruna yang telah terjun ke dalam air sungai yang jernih dan membuat Satria bisa melihat dengan jelas tubuh Dewi Haruna yang telah polos.
Satria mengatur nafasnya yang terasa sulit mengatur oksigen yang masuk ke dalam paru-paru, bahkan dadanya berdenyut dengan kencang. Seolah hentakan drumband, Satria tidak akan melewatkan kesempatan yang mungkin tidak akan pernah didapatkan lagi.
"Aku ingin mendekat lagi."
Satria nekat, mendekati Dewi Haruna. Dia tidak merasa puas, melihat tubuh indah dari seorang Dewi. Hanya dari balik bebatuan, dan keinginan Satria itu membuatnya dalam masalah besar.
Haruna yang tengah menggosok tubuhnya yang berwarna putih bersih seperti salju, serta menikmati derasnya angin yang menerpa rambut panjangnya. Dia mendengar apa saja yang Satria gumam–kan, dia memiliki ilmu sihir yang tinggi.
Namun, Haruna seolah tidak tahu apa-apa dan membiarkan Satria mendekat. Hingga, lelaki itu terjun ke sungai dan menyentuh tubuhnya.
Akan tetapi, Haruna hanya diam dan mengikuti Satria yang membawanya ke tepi sungai dan membalutkan kain yang untuk menutupi tubuhnya.
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Satria dan menatap Haruna, mata mereka saling bertemu. Mata Haruna yang berwarna emas, membuat Satria terpana.
Hingga, suara Put terdengar menggelegar dan membaut Satria panik. Dia mencari cara, agar bisa menghindari Put.
"Blue! Blue! dimana kau!"
Put yang menyadari Satria telah tidak ada di tempatnya, segera mencari lelaki itu. Dia takut, Satria hanyut oleh derasnya arus air sungai.
"Apa kamu memerlukan bantuan?"
Pertanyaan Haruna, membuat Satria menatap Dewi tersebut dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia yakin, jika Haruna bisa menolongnya lepas dari Put.
"Ada Blogger, aku takut. Jika, mereka menangkap ku!" terang Satria seolah-olah tengah di buru oleh kaum Blogger.
Haruna hanya tersenyum dan menatap Satria nanar, tangan Satria yang masih memegang pergelangan tangannya. Membuatnya, bisa mengangkat tubuh Satria dan mereka pun terbang.
__ADS_1
Satria merasa takut dan segera memeluk tubuh Haruna yang hanya berbalut kain tipis dan masih menampakan isi yanga ada di dalamnya.
Namun, bukan hal itu lagi yang Satria pikirkan. Dia berpegangan erat kepada Haruna, karena takut terjatuh.
Dari atas, Satria bisa melihat Put yang tengah berjalan menyelusuri pinggiran sungai dan terus menyebut namanya. Ada perasaan tidak tega yang menyeruak di dalam hati Satria, tetapi dia harus meninggalkan Put.
"Blogger itu, memang sedang mencarimu."
Perkataan yang Haruna utarakan, membuat Satria diam membisu. Hingga, mereka terus naik ke atas dan menembus awan.
Haruna, membawa Satria terbang dan sampai di langit ketujuh. Ketika, telah sampai di sebuah awan. Haruna meminta Satria untuk melepaskan tubuhnya.
"Sekarang, kamu bisa melepaskanku?"
Satria mendengar perintah dari Haruna itu, merasa malu dan melepaskan tubuh Dewi yang sangat cantik itu dan memundurkan tubuhnya.
"Ikut aku," pinta Haruna, setela melihat perubahan perasaan Satria dan mengajak lelaki itu masuk ke dalam istananya.
Ketika, di gerbang utama. Satria tidak melihat apapu, tetapi setelah masuk ke dalam. Dia bisa melihat berbagai macam binatang yang bentuknya sangat aneh.
Karena takut, jika akan di makan oleh binatang tersbeut. Satria memegangi tangan Haruna dan membuat Dewi tersebut tersenyum.
Lalu, membawa Satria masuk kedalam kamarnya dn meminta lelaki itu untuk menunggunya mengambil pakaian.
"kamu tunggu di sini, aku akan segera kembali."
Setelah kepergian Haruna, satria memperhatikan Istana itu dengan seksama. Ukuranya, hampir sama besarnya dnegan kastil yang dimiliki oleh Profesor Ruden. Hanya saja, berbeda di bagian polesannya saja.
"Apa kamu mau tinggal di sini?"
Satria menatap Haruna yang bertanya tiba-tiba dan membuatnya berpikir sejenak, karena takut tinggal; di atas ketinggian.
Haruna yang melihat keraguan tersebut, mendekati
Satria dan menyetuh dada lelaki itu. Dia merasakan denyut yang bergemuruh di bagian tersebut.
"Aku akan mengajarimu, sihir!" terang Haruna.
"Sihir?"
__ADS_1