
Satria memperhatikan dengan serius, hingga ia mengingatkan satu nama yang sudah diyakininya mati.
"Tidak mungkin!" pekik Satria menolak. Apa yang ada di dalam benaknya, kemudian menyetuh tangan lelaki yang berada dihadapannya.
"Apakah, ini? Benar-benar kamu?" tanya Satria ingin memastikan.
"Aku ... ."
"Kamu Bob!" teriak Satria dengan cepat dengan tidak percaya.
Lelaki itu pun tersenyum dengan lebar, perubahan rekanasinya. Sungguh, luar biasa. Hingga, Satria tidak bisa mengenali.
"Aku memang Bob! Aku mengalami rekanasi," jelasnya.
Satria masih belum yakin dengan apa yang terjadi, dan kembali bertanya, "Apa kamu benar Bob? Tapi ... kenapa, bisa? Berekanasi menjadi manusia?"
Hingga akhirnya, Bob menjelaskan. Jika, rekanasi yang terjadi pada dirinya. Merupakan hukum alam yang sudah harus terjadi, dimana perjanjian para Blogger dan kaum Hunter.
Dimana, Blogger mati dibunuh oleh Hunter akan berekanasi menjadi manusia. Perjanjian ini, merupakan sejarah kelam.
Sampai, mereka mau berdamai dengan para Hunter dan tidak melakukan perperangan lagi. Karena, Blogger bisa pergi dari ke dunia manusia. Setelah rekanasi dan meninggalkan dunia Albiru.
Satria yang mendengar hal tersebut, menjadi takjub. Dimana, diploma yang dilakukan oleh kaum Blogger sangat luar biasa.
"Jadi, jika kaum Hunter di bunuh oleh Blogger? Maka, akan menjadi manusia juga?" tanya Satria penasar. Jika, apa yang diperkirakannya benar? Maka, dia bisa merubah H menjadi manusia.
Namun, raut wajah Satria menjadi buram. Ketika, dia melihat Bob yang menggelengkan kepalanya.
"Lalu, Hunter akan berekanasi menjadi apa?" tanya Satria lagi.
"Aku tidak tahu!" balas Bob.
Satria mendesah, dia teringat akan H yang kemungkinan terbesar. Dibawa oleh Dewa Ketua, ditambah keadaan semakin gelap. Membuat harus berkemah terlebih dulu, sebelum mencari H.
Apalagi, pertemuan tidak sengajanya dengan Bob. Membuatnya memilih, untuk berbagi cerita dengan manatan kaum Blogger tersebut.
"Aku akan menyalakan api," terang Bob dan mulai mengumpulkan kayu.
Sedangkan Satria, memilih untuk duduk di atas kayu tumbang yang berukuran sedang. Seraya menatap langit malam yang ditaburi oleh banyak sekali bintang.
__ADS_1
Dia selalu berandai-andai, jika bisa memiliki keluarga yang utuh. Bahagia dan penuh akan cinta, tetapi perceriana kedua orang tuanya.
Meruntuhkan segala yang dimiliki olehnya, usia yang semakin bertambah. Membuat Satria mengubur semua angan-angan tersebut dan memilih hidup dengan apa yang dia inginkan.
Bebas, bukan berarti dirinya hidup dengan senang. Malahan, hatinya terasa sakit dan terkenang.
"Satria! Sejak kapan, kamu menjadi Dewa?"
Satria menatap sekilas kearah Bob yang bertanya, kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas kayu dan kembali menatap langit.
Dia enggan untuk menceritakan, tentang dirinya yang menajdi Dewa ditambah bantuan Put dan Sis. Teringat akan kedua Blogger tersebut, membuat Satria bangun dan menatap ke arah Bob nanar.
"Bob, apa kamu ingat? Jika, sebelum terbunuh waktu itu? Membawa sebutir telur?" tanya Satria dengan serius.
Bob nampak berpikir sejenak, seraya melemparkan beberapa rantik ke arah tumpukan kayu besar yang mulai di makan api.
"Iya, itu telur Blogger. Apa kamu sudah menemukannya?" tanya Bob balik.
Sampai akhirnya, Satria menceritakan pertemuannya dengan Put dan Sis. Setra kepergian mereka kedunia para Dewa, padahal niatnya dia tidka ingin menceritakan tentang caranya mendapatkan kekuatan Dewa.
Namun, Bob terus mendesak. Karena, dengan alasan penasaran keadaan Put dan Sis.
Entah mengapa, Satria merasa agak tidak nyaman dengan penuturan bob barusan dan meluruskan kesalahpahaman yang munghkin saja terjadi.
"Aku hanya meneytuh mereka, aku memiliki kekuatan Heypersex yang diwarisakan oleh keturuan nenek moyangu," jelas Satria.
Bob yang mendengar hal tersebut, tidak bisa menutupi keterkejutannya. Dia kembali melempar beberapa ranting ke arah api yang sudah mulai mesar, sesekali dia menatap ke arah Satria sbeelum berbicara.
"Apa kamu keturunan, keluarga Lubis?" tanyanya hati-hati.
"Iya, ayahku merupakan keturunan Lubis. Namanya Penus Lubis, tapi ... dia tidak menjelaskan semuanya tentang keluarga kami," terang Satria. Ada sedikit kekecewaan diantara kata yang baru diucapkan olehnya.
Bob melihat Satria yang nampak murung, berusaha menghibur dengan mulai bercerita tentang keluaraga Lubis yang sudah sangat terkenal.
"Apa kamu mau mendnegar, cerita yang dulu. Kamu Blogger sering ceritakan, tentang keluarga Lubis?"
Satria menagguk dengan cepat, dia pun mmilih menghampiri Bob dan duduk didekat lelaki itu. Bob tidak ubahnya, manusia biasa. Tidak ada lagi tubuh besar dan garang, dari mantan Blogger tersebut.
"Baiklah, aku tidak yakin. Jika, ini benar atau tidak? Tapi ... menurut cerita kaum Blogger," jelas Bob sebelum bercerita dan Satria meneyrtujui hal itu. Karena, cerita dari mulut kemulut. Sangat sulit, untuk dipastikan kebenarannya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan persetujuan dari Satria, Bob pun mulai bercerita tentang sejarah keluarga Lubis yang sangat terkenal.
Keluarga lubis, merupakan keluarga yang sangat besar pengaruhnya didunia Albiru. Sebelum, keluarga Cooper mengambil alih.
Ketika, masa itu. Keluarga Lubis sangat berpengaruh dan berkuasa, sampai terjadi perperangan yang sangat dahsyat dan membuat satu persatu keluarga Lubis tewas dalam perperaangan tersebut.
Dimana, para Hunter terus berulah dan datang keduna Albiru. Membuat kerusakan yang sangat besar, banyak sekali mahkluk yang ikut merasakan masa sulit di saat itu.
"tunggu dulu! Jadi, para Hunter? Bukan berasal dari negri ini?" tanya Satria yang menyeda cerita Bob.
"Menurut sejarah? Mereka hanya lah sebuah kesalahan, atau ... seperti projek yang gagal. Tapi, kami tidak mengetahui dengan jelas. Siapa yang menciptakan mereka," terang Bob.
Satria nampak berpikir keras, siapa yang mampu membuat mahkluk yang luar biasa. Jika, bukan seseorang yang memiliki kemampuan yang sangat tinggi dan ilmu yang begitu luas.
"Apakah, bangsa Hunter bisa dimusnahkan?" tanya Satria lagi.
"Aku tidak yakin, karena ... mereka seolah terus diproduksi," jawab Bob.
Kemudian, Bob melanjutkan ceritanya yang smepat terjeda. Dimana, Bob menecritakan. Bahwa, keluarga Lubis yang memiliki sebuah ilmu dan kemampuan yang disebut Heypersex.
Mereka dengan mudahnya, menaikan populasi dengan begitu cepat. Tidak memerlukan waktu lama, keluarga Lubis kembali banghkit dengan jumlah anggota keluarga yang semakin banyak dari sebelumnya.
Hingga, perperangan terjadi kembali. Namun, kemenangan berada ditangan Hunter. Dimana para Dewa ikut membantu kaum Hunter dan membuat Keluarga Lubis kembali banyak yang tewas.
Hingga, sebagai melarikan diri. Tidak ada yang tahu pasti, dimana keberadaan mereka saat ini. Hingga, keluarga Cooper ditunjuk oleh para Dewa. Untuk menjaga keselarasan dunia Albiru.
Satria yang masih memeprhatikan dan mendengarkan cerita yang dikisahkan oleh Bob, memang tidak berbeda jauh dengan Put.
Hanya ada beberapa bagian saja yang berbeda, tetapi sudah bisa disimpulkan. Jika, kaum Hunter dan para Dewa membuat sbeuah kesepakatan. Untuk bisa menyingkirkan keluarga Lubis.
Namun, satu pertanyaan yang sangat menggangu Satria. Yaitu, apakah masih ada keluarga Lubis yang lainnya.
"Bob, bisa bawa aku? Kesuatu tempat, dimana keluarga Lubis dulu tinggal?" tanya Satria.
"Tentu! Tapi ... besok, ya? Sekarang aku mengantuk," terangnya dan mulai menjatuhkan tubuhnya di atas daun yang telah disiapkan sebelumnya.
Satria hanya bisa mendesah, sepertinya dia akan sulit tidur untuk malam ini. Karena, memikirkan. Segaal kemungkinan yang terjadi.
"Ayah! Kenapa, kamu menyembunyikan. Segalanya, dariku," batin Satria.
__ADS_1