Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 125


__ADS_3

Malam mencekam telah tiba, setelah semua pasukan sudah siap untuk bertempur setelah diasuh oleh Put beberapa jam lalu. Kini mereka akan pergi ke medan perang bersama-sama.


Satria masih memikirkan apa yang diucapkan oleh Victoria, ibunya membuat Satria merasa tidak tenang sedari siang tadi sampai malam ini.


Bahkan Victoria tidak menampakan batang hidungnya sama sekali, menambah perasaan Satria semakin gusar. Bukan hanya ibunya yang menghilang dari pandangan matanya, Alice pun sama. Hanya Jennifer dan Put yang sibuk menyiapkan pasukan.


Satria tidak tahan lagi, kemudian bertanya kepada Jennifer tentang keberadaan Alice dan Victoria. "Bu, di mana Alice dan Ibu V?"


Jennifer mengangkat bahunya sebagai jawaban atas apa yang Satria tanyakan dan kembali fokus pada para pasukan Blogger.


Jennifer harus bekerja ekstra menyipakan pasukan tersebut dari persenjata sampai pakaian perang, untung ada Put yang memang sangat membantu.


"Coba kamu tanyakan kepada Put," terang Jennifer memberi saran kepada Satria.


Dengan langkah gontai Satria menghampiri Put yang juga sama sibuknya dengan Jennifer, kini Put tengah mengasah senjata.

__ADS_1


"Put, apakah kamu melihat Ibu V dan Alice?" tanya Satria dengan suara pelan.


"Maaf, Sat. Aku tidak melihat kedua orang itu," jelas Put tanpa mengalihkan perhatiannya.


Satria membuang nafas panjang, kemudian memerintahkan Put untuk berjaga-jaga di rumah Cooper di saat dirinya bersama pasukan Blogger mereka menyerag musuh.


Put mengagguk paham dengan apa yang Satria perintahkan dan meminta para prajurit mereka untuk bersiap-siap.


Prajurit yang mereka miliki memang banyak dan memiliki tubuh Bloger, tapi pikiran dan isi otak mereka tidak lebih dari anak kecil yang tidak mengerti apapun.


"Dengarkan sini! Ibu meminta kalian untuk pergi memburu para Hunter bersama Ayah! Ingat, apa yang sudah Ibu agarkan? Ketika bertemu dengan apa Hunter?" teriak Put dengan suara yang keras.


Hingga terdengar sahutan para pasukan yang mengerti membuat Put tersenyum ke arah Satria seraya mengagguk kecil.


Satria paham akan kode dari Put akhirnya mulai bergerak, Satria menjadi pemimpin pasukan tersebut dengan senjata dan fasilitas seadanya mereka meninggalkan rumah Cooper menuju ke sarang musuh.

__ADS_1


Tanpa kehadiran Alice ataupun Victoria apalagi Put, kini Satria hanya bersama dengan pasukan Blogger hasil dari kemampuan Heypersexnya.


"Aku harus bisa memenangkan peperangan ini," batin Satria bertekad dan membawa semua pasukannya menuju ke goa para Hunter.


Pergerakan mereka amat cepat karena dibantu oleh kaki-kaki yang memiliki langkah panjang, sampai mereka tiba dengan begitu cepat dan mudah.


Namun sayang, keadaan goa sangat sepi seolah tidak ada siapapun di sana. Satria tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi, di mana para Hunter sekarang.


Hingga Satria membawa pasukannya menuju ke gubuh H, tapi hasilnya tetap sama. Mereka tidak menemukan siapapun membuat Satria fustrasi akan apa yang tengah terjadi.


"Di mana mereka semua?" geram Satria dengan tangan yang mengempal erat.


Satria yakin kalau para Hunter tengah bersembunyi, tapi di mana tempat persembunyian mereka. Satria merasa telah ditipu, ia tidak menyaka kalau para Hunter bisa melakukan perbuatan penakut seperti ini.


Di saat Satria tengah dalam kebingungan, tiba-tiba saja datang seseorang yang membuat Satria merasa mendapatkan angin segar.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka, kalau kita bisa bertemu lagi," kata Satria dengan tersenyum sinis menatap wajah orang tersebut.


__ADS_2