Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 101


__ADS_3

"Uuuggg ... apa yang terjadi?" gumam Put seraya memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Seraya menatap sekitar dan melihat Satria yang memberikan sorot mata tajam.


Put menelan silvernya kasar, ia yakin telah terjadi sesuatu ketika pingsan tadi. Terlebih keadaan tempat itu yang menjelaskan kalau baru saja terjadi pertarungan dan keadaan Satria yang terdapat beberapa luka ditubuhnya.


"Dewa S," panggil Put dengan lirih.


Satria hanya bisa membuang nafas kasar dan mengulurkan tangannya, mau marah sekalipun ia tidak bisa.


Kini Satria bisa merasakan apa yang Alice dulu rasakan ketika bersama dengan Haruna, ternyata cemburu begitu menyesakan dada. Satria merasa sesak dan sakit dibagian yang tidak terkena luka secara langsung itu.


Perlahan Satria mengangkat tubuh Put dan membawanya kembali untuk pulang, melihat tanda merah ditubuh Put yang tinggalkan oleh Ruu menambah rasa sakit di dada Satria. Tapi, ia hanya diam.


Selama di perjalanan pun, Satria hanya diam. Put tidak berani mengajak Satria berbicara, sebab paham akan kesalahan yang telah ia lakukan.


Satria mempercepat langkahnya, walaupun lelah dan merasa lapar. Namun, Satria enggan untuk mengulangi kesalahan yang sama dengan beristirahat dan membuat Ruu berhasil menyentuh Put.


Hingga mereka berdua berhasil sampai di gubuk, Satria yang masih menggendong Put perlahan meletakan Put ke atas tanah. Satria masih belum mengetahui kalau Put telah bisa berjalan kembali.


Satria melihat keadaan sekitar terlebih dahulu, sebelum masuk. Mungkin saja Key dan Lilly masih berada di dalam gubuk, membuat Satria waspada. Bisa saja Key dan Lilly meneyrangnya, jika tidak berhati-hati.


"Kamu tunggu di sini dan jangan ke mana-mana, aku ingin memastikan keadaan di dalam sana," jelas Satria kepada Put, walaupun berat untuk meninggalkan Put lagi sendiri. Tapi, Satria tidak bisa membahayakan dirinya atau Put.


Satria melangkah dengan mengendap-endap, seraya mengintip ke dalam gubuk. Keadaan di dalam begitu berantakan, dari celah Satria memastikan bahwa tidak melihat keberadaan Key ataupun Lilly.


"Apakah mereka sudah pergi?" gumam Satria dan mencoba untuk masuk demi memastikan ansumsinya tersebut.


Satria mengambil sebuah tombak yang berada di dekat pintu dan berjalan dengan perlahan, seperti seorang maling yang ingin mencuri. Satria mengendap-endap dan menyelusuri setiap ruangan yang ada.


Ketika Satria berada di dalam kamar Bob dan Sis, Satria bisa melihat dengan jelas. Kalau ruangan itu telah porak-poranda, belum lagi semua ramuan yang diinginakn oleh Key telah tidak berada di tempatnya.

__ADS_1


"Mereka!" geram Satria seraya mengepalkan kedua tangannya.


Tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari luar membuat Satria terkejut dan segera berlari, tapi sayang Satria telambat.


"Put!" teriak Satria memanggil nama Put. Ternyata Put yang berteriak minta tolong telah menghilang begitu saja, Satria yakin kalau suara tadi merupakan milik Put.


Melihat keadaan sekitar yang nampak sepi menambah perasaan tidak nyaman, Satria telah dijebak. Ia yakin sekali kalau pelakuknya adalah Key dan Lilly yang ingin balas dendam kepadanya.


Satria menendang rerumputan yang ada di dekatnya, mata Satria memerah menahan cairan bening yang ingin runtuh.


Kehilangan Put untuk kedua kalinya dengan durasi yng begitu dekat membuat Satria terpukul, hari semakin siang menambah ketidak–berdayaan Satria.


Dengan langkah gontai, Satria kembali masuk ke gubuk. Dirinya harus mengatur siasat terlebih dulu, saat ini bukan hanya Ruu yang menjadi musuhnya. Akan tetapi, Key dan Lilly pun telah menjadi orang yang akan menghabisinya.


Satria mencari apapun yang bisa ia makan dan senjata untuk bersiap-siap berperang, seperti seorang kesatria sejati. Satria pun telah siap dengan kematian yang akan datang kapanpun.


Untung di gubuk Blogger banyak sekali perlengkapan untuk perang dan memudahkan rencananya, awal-awal Satria menyiapkan strategi untuk menyusul dan mencari keberadaan kembar terkutuk demi menyelamatkan Put.


Rencananya Satria akan bergerak malam ini, sebab ia yakin sekali kalau kembar terkutuk tidak akan bergerak dimalam hari. Terlebih dengan keadaan Put yang terluka dan tidak bisa bergerak hanya akan memperlambat kembar terkutuk itu.


Satria sempat menduga-duga, apa gerangan kedua kembar terkutuk itu menculik Put? Apa keuntungan dan rencana keduanya, memikirkan hal itu membuat Satria menjadi pusing sendiri.


***


Malam harinya, sesuai dengan rencana yang telah disusunya. Satria mulai bergerak dan menyeusup ke goa, ia yakin sekali bahwa si kembar terkutuk dan Put ada di dalam.


"Kali ini aku tidak akan membiarkan kalian terlepas," tekad Satria seraya masuk dengan pelan ke dalam goa.


Satria sudah mengira kemampuan Key dan Lilly, kalau keduanya telah menjadi Blogger. Kecuali ada Ruu yang tiba-tiba saja datang, bisa menambah masalah untuk Satria. Oleh sebab itu, Satria harus menyelesaikan misi ini dengan cepat.

__ADS_1


Satria menggunakan panca–indranya dengan sebaik mungkin, dalam keadaan gelap sekalipun. Satria bisa mencium aroma tubuh Put dan si kembar terkutuk, sepertinya nasib baik sedang menghampirinya. Sebab, Satria tidak mencium atau merasakan keberadaan Ruu di dalam goa.


Mungkin Ruu yang terluka telah melarikan diri dan menyembuhkan lukanya, hal itu yang ada dibenak Satria.


Tanpa menunggu lama lagi, ketika telah sampai di lokasi yang Satria dikteksi keberadaan orang-orang yang ia cari. Satria pun segera melakukan serangan yang mendadak dan ia yakin sekali mereka tidak bisa lolos kali ini.


Sat.


Set.


Suara tombak Satria yang menghunjam tubuh seseorang yang ia yakini adalah Key, sampai suara teriakan pun terdengar nyaring.


"Aaaaa ... sakit!"


Satria amat terkejut dan mengehntikan serangannya, keadaan di dalam goa yang gelap menyulitkan Satria untuk melihat orang yang kesakitan itu.


Satria hanya menggunakan penciumannya saja, tapi setelah mendengar suara yang berteriak. Bukan milik Key membuat Satria menghentikan serangannya dengan cepat.


"Siapa kau?" tanya Satria dengan suara lantang, demi memastikan bahwa dirinya tidak salah menyerang.


Cukup lama hening dan hanya terdengar suara rintihan yang begitu memilukan, Satria pun mulai menyalakan obor yang telah di bawanya.


Karena tidak ada pelawan meyakinkan untuk Satria melakukan hal itu, setelah sedikit cahaya obor menyala. Mata Satria terbelalak, melihat siapa yang telah terluka.


Serangan yang ia lakukan memang dengan kekuatan penuh, sebab Satria ingin melenyapkan si kembar terkutuk.


"Sat." Suara yang amat lirih dengan cairan merah pekat yang melumuri seluruh tubuhnya membuat Satria segera menghampiri orang itu.


Tubuh Satria membeku di tempat, ia tidak menyangka kalau serangnya akan berakibat sefatal ini. Ingin sekali rasanya ia kembali ke masa lalu dan memperbaiki keadaan ini.

__ADS_1


"Maafkan aku," ucap Satria dengan lirih dan mengakat tubuh yang kini telah lemah tidak berdaya.


__ADS_2