
Bagaikan disambar petir, hati Alice menjadi getir. "Mengandung? Anak siapa?" tanya Alice.
Alice tidak bisa berkata apa-apa lagi, tubuhnya terasa sulit untuk bergerak. Alice merasa seakan dunia ini ingin hancur saja.
Satria yang merasa tidak ada hal yang salah melanjutkan langkahnya dan kembali memperingatkan Alice untuk segera melakukan apa yang ia perintahkan.
Sedangkan Alice hanya bisa terpaku di tempat seraya menatap punggung Satria yang semakin menjauh, di dalam hatinya menggerutu tentang apa yang terjadi.
"Dasar, lelaki buaya!" batin Alice.
Kini rencana Satria hanya tertuju kepada penggagalan ritual para Hunter yang telah ia ketahui maksud dan tujuannya, yaitu menghidupkan kembali Dewa Ketua yang sepertinya akan menjadi bayang-bayang dalam kehidupan saat ini.
Dengan langkah yang panjang dan lebar, membuat Satria bisa dengan mudah sampai ke goa sebelumnya dan mengendap-endap seraya memperhatikan keadaan sekitar yang sudah sepi.
"Ke mana mereka?" gumam Satria merasakan sesuatu yang aneh dan segera bergerak.
Victoria dan Lubis merupakan bagian di pengintai yang berada di bagian barat dan membuat Satria menuju ke arah mereka. Mungkin saja, Satria bisa menemukan sesuatu atau informasi yang diperlukan.
Namun, ketika Satria tengah berjalan. Tiba-tiba saja Satria melihat para Hunter yang berjumlah sekitar 3 orang tengah berjalan dengan tergesa-gesa.
Satria mengikuti para Hunter tersebut dan bersemunyi di balik semak-semak seraya memperhatikan tingkah–laku para Hunter itu.
Ada yang aneh menurut kacamata Satria dengan mimik wajah para Hunter itu yang seperti tengah tertekan, disebabkan jaraknya yang lumayan jauh. Sehingga Satria tidak bisa mendengar apa yang mereka tengah bicarakan.
Satria terus mengikuti para Hunter itu sampai di sebuah tepi sungai, terlihat ada cahaya yang begitu terang di dalam sungai dan menarik perhatian Satria.
Kekuatan yang telah terupdate sendiri amat membantunya, kini Satria bisa melihat dalam keadaan gelap sekalipun dan berusaha mencari tahu apa yang akan para Hunter itu lakukan.
"Apakah sudah di mulai?"
Satria terlonjak kaegt6 dengan suara seseorang yang tiba-tiba saja bertanya, untung Satria tidak sampai berteriak dan membuat keberadaannya bisa terancam.
"Ibu!" pekik Satria dengan geram seraya menghapus dadanya merasa amat kesal. Wanita yang telah melahrikannya ke dunia itu hanya diam dan menatap ke arah para Hunter yang telah turun ke dalam sungai.
__ADS_1
Perhatian Satria yang sempat teralihkan oleh kedatanag sang ibu kini kembali fokus dengan apa yang tengah diintai.
"Di mana Lubis?" tanya Satria tanpa mengalihkan perhatiannya.
Victoria pun menjelaskan, bahwa Lubis tengah menyusup ke tempat para Hunter sesuai dengan rencana yang telah mereka susun.
Terlihat dengan jelas, para Hunter yang sepertinya tengah melakukan sebuah ritual pemanggilan Roh. Satria memang belum melihatnya secara langsung, tapi Put pernah menceritakan tentang para Hunter.
Bagi Blogger, Hunter merupakan kaum yang kuat dan sulit untuk di kalahkan. Oleh sebab itu, para Blogger sangat menghidnari bertarung atau bertemu dengan para hunter daripada terjadi pertumpahan darah.
"Kita tidak bisa hanya diam di sini," jelas Satria dengan geram melihat ritual yang berlangsung.
Victoria hanya diam dan enggan menjelaskan apa yang dikatakan oleh Satria, dirinya harus menunggu aba-aba dari Lubis. Barulah melakukan serangan dan membuat ritual itu gagal.
Menurut informasi yang Victoria telah dapatkan selama melakukan penyusupan, ritual hanya bisa di gagalkan ketika pemimpin ritual dari salah–satu Hunter kehilangan fokus dan melepaskan benda yang digunakan untuk penghubung yang ada di tangannya.
Namun, Satria tidak bisa menahan diri dan berusaha mendekati para Hunter tersebut. Tentu saja Victoria tidak ingin rencana yang telah disusun dengan sedemikian rupa berantakan.
Seakan tuli, Satria tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh ibunya. Satria tetap terus maju dengan mengnedap-endap, ia yakin tidak akan ketahuan.
Victoria semakin kesal dengan apa yang Satria lakukan ditambah Lubis yang belum juga memberikan kode untuk melakukan serangan.
Tiba-tiba saja air di sungia memuncah seperti semburan lahar, begitu deras dan tinggi sekali. Satria yang melihat hal itu sudah tahu, kalau saat ini adalah yang ia tunggu.
Satria seegra menyerang, sedangkan Victoria tidak memiliki pilihan lagi. Entah ke mana Lubis, seakan lenyab begitu saja.
Andaikan Victoria tidak memerlukan kemampuan Lubis, mungkin ia tidak akan mengikuti sertakan bocah itu.
Sat.
Set.
Satria menyerang dengan kekuatan penuh, tapi ia tidak menyangka sama sekali. Kalau ada yang menjada jalannya ritual dan yang membuatnya semakin terkejut. Orang itu adalah Key.
__ADS_1
"Hehehe ... kau pikir bisa masuk dengan mudah ke sini?" gelak Key dengan nada mengejek.
Tentu saja Satria menjadi geram dan menyerang Key, namun kekuatan Key amat merepotkan untuk Satria. Kalau tahu musuhnya adalah Key, mungkin Satria tidak akan pernah membiarkan Key berubah menjadi Blogger.
Sedangkan Victoria yang melihat Satria tengah bertarung dengan seorang Blogger memilih untuk mendekati tempat ritual dan memikirkan cara untuk menggagalkannya.
Namun, tiba-tiba saja tubuhnya di angkat oleh sebuah tangan yang begitu besar. Matanya terbelalak, di saat melihat seorang Blogger telah menangkapnya.
Satria melihat apa yang kepada sang ibu ingin menolong, tapi Satria harus mengalahkan Key terlebih dulu.
Satria mendorong dengan kuat tubuh Key hingga terjatuh, kemudian ia menghunuskan tombaknya ke kaki Key agar cidera dan tidak bisa mengejarnya.
Rencana pertarungan Satria berhasil, Key berteriak kesakitan dan membuat Blogger yang menangkap Victoria datang melawan.
"Aku tidak akan mengampunimu, Sat!" teriak Blogger tersebut dengan begitu marah.
Satria terkesima dengan wajah dan suara Blogger itu, ternyata dia adalah Lilly. Satria tidak mengerti dengan kerjasama antara kembar terkutuk dengan para Hunter.
"Satria!" teriak Victoria dan berhasil menyadarkan Satria di saat tergenting ketika Lilly menghunuskan pedangnya.
Satria bisa menangkis setiap serangan Lilly yang tidak menentu, seperti sebuah serangan yang tidak memiliki arah dan perhitungan yang tepat.
Hingga Satria menghentakkan Lilly dengan sebuah tendangan yang cukup keras di bagaian perut Lilly dan membuatnya terjatuh seketika.
"Aw!" pekik Lilly kesakitan dan menjatuhkan Victoria dari gengamannya.
Key yang meliaht Lilly terluka dan terdesak tidak sengaja mengaktifkan kekuatan Blogger yang tersemunyi sama seperti Satria.
Key melepaskan sebuah cahaya yang begitu terang yang membalut tubuhnya dan membuat mata Key yang terpejam merasakan sebuah kekuatan yang begitu luar biasa.
Ternyata, dalam keadaan tertekan atau emosi yang membuncah. Seorang Blogger bisa mengaktifkan energi Blogger, hal itu tidak bagus menurut Satria. Sebab, dirinya akan kesulitan untuk menghadapi Satria.
Kini keadaan menjadi semakin terdesak, diantara menghentikan Key dan menghentikan ritual para Hunter. Satria tidak bisa memutuskan keduanya yang sama-sama amat penting.
__ADS_1