Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 105. Kejadian yang Telah Berlalu


__ADS_3

Jenna menerima banyak telepon seharian ini di ruang kerjanya. Dua kali dari Tante Ismaya, sebagian lagi dari anggota keluarganya. Satu dari ibunya yang memastikan kapan dia sampai ke rumah.


Pekerjaan mengelola dua salon ini mulai dikuasai Jenna sejak dia menerima pekerjaan itu hampir setahun yang lalu. Jenna belajar banyak di sana, bukan hanya soal mengatur jadwal dan tugas-tugas semua orang yang bekerja di dua salon dan klinik kecantikan milik Tante Ismaya itu. Tetapi Jenna juga belajar menghadapi berbagai perilaku dan watak manusia yang dilapisi dengan status dan predikat yang melekat pada dirinya. Dari para pekerja salon sampai menghadapi berbagai pelanggan yang berasal dari kalangan menengah sampai tingkat yang paling atas. Yaitu kaum borjuis seperti keluarga Samidi itu!


Kalau para pekerja salon selalu menghormatinya keberadaan Jenna di sana. Lain halnya, dengan beberapa pelanggan yang merasa dirinya harus sangat diistimewakan! Sesekali Jenna masih mau melayani komplain dari mereka tentang berbagai hal. Misalnya tentang ketidaknyamanan ruang tunggu yang sempit , atau janji temu dengan penata rambutnya yang ternyata sudah mengerjakan pelanggan yang lain, hanya karena dia terlambat datang ke salon ini lebih dari satu jam. Untungnya, anak buah Tante Ismaya di sini adalah para tenaga profesional di bidangnya masing - masing. Jadi dapat diandalkan segala kemampuan mereka.


Satu, dua permasalahan mulai datang dari para pelanggan yang menerima konsultasi dari dokter Niken. Wajah mereka ada yang tak puas bahkan banyak yang suka bersungut-sungut, karena kesal dan menahan marah.


Mbak Lydia yang melaporkan peristiwa itu. Tentang reaksi para pelanggan itu. Bahkan banyak dari mereka yang tak mengindahkan saran sang dokter itu. Memang mereka mendapat saran soal berbagai langkah perawatan yang harus dilakukan dari tiap pelanggan. Tetapi segala tindakan perawatan itu juga memerlukan dana khusus yang harus dikeluarkan dari kocek pelanggan itu sendiri. Apalagi banyak alternatif lain yang dapat dilakukan untuk dengan biaya yang lebih murah.


Tante Ismaya masih sibuk dengan berbagai pekerjaan di luar kantornya. Saking reportnya, dia sudah jarang ke klinik dan salon ini yang hanya berjarak 2 km saja dari gedung kantor, perusahaan milik dia dan suaminya itu.


Lain halnya dengan Karolina yang juga mulai menerima beberapa iklan yang ditawarkan dari berbagai para usahawan. Dia menerima iklan yang sesuai dengan keinginannya saja. Biasanya dia menyukai produk untuk perawatan bayi atau perlengkapan anak - anak sehari-hari.


" Kenapa nggak produk kecantikan itu saja, kamu ambil , Karo? Uangnya gede!" ledek Jenna ketika mendengar Karolina menolak sebuah produk yang memintanya menjadi mempromosikan produk itu di konten videonya.i Mereka ngobrol di meja makan sore itu di rumah keluarga Darmawan.


" Ini orang, yang diomongin duit, duit melulu!" ujar Karolina kesal, sambil mencubit lengan Jenna.


" Ya, ngapain juga kalau kamu capek-capek promosi sebuah barang tersebut di konten milikmu itu, kalau nggak ada hasilnya ?" balas Jenna sambil cengengesan.


" Produk kosmetik buatan Cina atau Thailand itu sepertinya belum ada BPOM, ya. Deh! Takut kosmetik abal-abal. Kan bahaya , atuh!" Lanjut Karolina.

__ADS_1


Jenna tersenyum miris. Ya, juga! Takut hal itu mendatangkan masalah juga yang lebih kompleks lagi.Sebab pernah ada peristiwa serupa. yang melibatkan seorang artis yang diprotes oleh seorang dokter. Sebab dokter ahli kecantikan itu sering memberi edukasi tentang berbagai produk kosmetik yang cukup berbahaya bagi kesehatan kulit dalam konten videonya. Apalagi produk kosmetik itu ternyata ilegal atau mengandung bahan merkuri berbahaya. Padahal produk itu beredar bebas di pasaran dengan harga yang tidak terlalu mahal.


Ternyata permasalahan itu terjadi karena si artis mengiklankan salah satu produk kosmetik berbahaya itu. Tentu artis itu tidak terima dengan kritikan Sehingga mereka berseteru di meja hijau atau pengadilan.


" Eh, Jenna! Tante Ismaya mau pakai Rara untuk menjadi model iklan produk kosmetik keluaran terbarunya lagi, sepertinya." Kata Karolina sambil mengunyah potongan buah melon dari piringnya.


" Kok, tahu? Tante Ismaya belum ngomong apa-apa malah sama aku!" ujar Jenna yang menikmati sepiring somay yang dibelikan Pak Iman dari gerobak Mang Usep, yang mangkal di depan gerbang perumahan depan. Somay Bandung ini terasa lezat walaupun harganya murah meriah. Satu porsi hanya lima belas ribu rupiah dengan tambahan satu butir telur ayam rebus.


" Keanu yang cerita!"


" Ketemu di mana, kamu sama Keanu itu? Si Bocah tua nakal yang hobi melambai itu, sudah lama hilang dari peredarannya!"


" Melambai juga, dia sohib kamu selama di SMP, Non!" balas Karolina konyol.


" Tetapi dia berhasil mengorbitkan Rara, lho! Ada beberapa Iklan dari gadis belia itu yang cukup bagus dan diterima masyarakat!"


" Kayaknya Keanu tertarik mau menjadi manajer kamu, kan?" Ujar Jenna." Jadi dia bersikap baik, deh!"


" Ih, sotoy, lho!" ujar Karolina kesal. Karena Jenna lebih sering selangkah di depan darinya dalam mendapatkan berbagai informasi yang terbaru


" Terima aja, Karolina... Siapa tahu ada tawaran iklan yang cocok denganmu. Jadi kamu nggak perlu keluar rumah setiap hari untuk bekerja di kantor Om Jhon. Efron masih membutuhkan perhatian ibunya..."

__ADS_1


Tampaknya Karolina juga memikirkan perkataan sepupunya itu. " Oke, nanti aku hubungi Keanu lagi, " ujar Karolina.


" Jangan lupa, Bonus untukku dobel, lho! Ada uang dengar juga, uang saran, ya? Semua nggak gratis, Itu!" Tantang Jenna.


" Jenna, Lo matre banget sih, sekarang!" Protes Karo tambah kesal dia.


" Kapan lagi coba? Zaman sekarang informasi penting itu nggak ada yang gratis. Semua itu memerlukan., Eh, duit.. duit ...." Ledek Jenna seakan menyanyikan salah satu video yang cukup terkenal di akun tok-tok.


Jenna juga tidak menyadari kalau permintaan Keanu untuk bertemu dengannya, dipenuhi oleh Tante Ismaya. Lagipula si Tante akan menyerahkan perawatan kulit dan wajah Rara alias Paramita Aura Handoyo pada para ahli kecantikan di kliniknya tersebut. Sebagai suatu langkah persiapan untuk pembuatan foto iklan dan pembuatan film iklan yang memperkenalkan produk kosmetik terbarunya. Walaupun secara umum kulit wajah gadis yang baru lulus SMA secara online dua bulan yang lalu itu sudah cukup bagus dan sehat.


Rata- rata kulit gadis seusianya itu memang dalam masa terbaiknya. Asal dirawat dengan baik dan teratur, tentu para wanita belia itu tidak akan membutuhkan ber macam-macam produk kosmetik untuk merawatnya kulitnya setiap hari. Cukup makan makanan yang bergizi, hidup sehat dan teratur dan mengurangi kegiatan yang terlalu lama di bawah terik matahari setelah lewat jam 09.00 pagi.


Tante Ismaya yang selama ini rajin memberikan kepada Jenna, hasil produksinya racikannya, berupa serangkaian produk perawatan kecantikan lengkap untuk wanita muda. Produk dari Tante Ismaya inilah yang dulu sering dipakai Jenna. Tetapi kandungan dari serangkaian Perawatan kulit dan wajah itu terus diteliti dan diperbaiki segala kandungan dan isinya. Sehingga kulit Jenna terlihat mulus, sehat dan lembab. Padahal Jenna adalah gadis muda yang paling malas untuk duduk lama. di depan cermin, untuk berdandan.


Sehari - hari dia hanya memakai bedak compact setelah kulitnya lembab dengan pemakaian skin care lengkap. Seluruh penampilan Jenna itu ditutup dengan memakai lipstik warna nude atau lip tint warna merah muda. Dia berdandan sedikit lengkap bila akan bepergian menghadiri acara atau kegiatan lain.


Seketika terjadi kehebohan di depan ruangan resepsionis itu. Saat Keanu berteriak senang melihat kedatangan Jenna. Padahal niat awal Jenna adalah untuk menyambut kedatangan si Tante bersama team khusus, yang disiapkan oleh Tedi Darmawan. Apalagi Tante sudah memberi rencana kegiatan mereka hari itu seharian di salon.


Padahal Jenna masih harus menyelesaikan laporan keuangannya itu bersama Mbak Lidya.


" Ngapain Lo, kemari. Mau ganti kulit?" sambut Jenna.

__ADS_1


" Lo kira gua temannya Nyi Blorong, kali, sering ganti kulit!" jawab Kevin kesal.


Pegawai yang lain yang sedang sibuk bekerja di ruang perawatan rambut itu ikut tertawa. Sebagian karena mendengar ledekan receh dari Jenna. Sebagian lagi karena penampilan Keanu antara nyata dan tiada. Sebab penampilan Keanu cukup macho hari itu, dengan celana bahan coklat dan kemeja lengan pendek putih bersalut coklat. Tetapi di wajah bersih Keanu ada sedikit make up, seperti bedak halus dan pemerah pipi atau rouge yang membayang sedikit berwarna merah muda di atas tulang pipinya. Inikah yang disebut gaya cowok metropolis, era Sekarang?


__ADS_2