
Jenna dengan langkah cepat segera meninggalkan ruangan di dalam kafe itu. Cahaya remang-remang menerangi jalan sepanjang koridor untuk mencapai bagian terluar dari bangunan terdepan dari kafe tersebut. Sayup - sayup terdengar alunan suara musik dari sebuah band dari bagian belakang bangunan itu, yang akan mengisi acara untuk malam ini
Dari tempat dia berdiri, kafe itu berbentuk semakin memanjang ke belakang. Sampai di area belakang itu dengan taman- taman.Juga ada dua pohon besar, berbatas dengan tembok tinggi yang merupakan bangunan gedung lain.
Secara tidak sadar, Jenna menghembuskan nafas lega setelah berhasil menemukan kunci mobil dari saku tas tangannya ... Namun Jenna kurang menyadari keadaan yang terjadi di sekelilingnya saat itu.
Memang keadaan jalan raya di depannya sudah sangat ramai. Walaupun jalan itu merupakan jalan satu arah, tetapi itu cukup lebar. Inilah salah satu daerah pemukiman penduduk tingkat menengah di Jakarta. Namun semakin lama rumah - rumah tinggal di tempat ini semakin banyak yang sudah berubah fungsinya.
Terutama rumah - rumah tinggal yang berada di lokasi yang ramai dan strategis karena dekat dengan jalan raya seperti ini. Tempat itu sudah ada yang dijual atau dikontrakkan untuk dijadikan tempat usaha, seperti toko. Direnovasi menjaganya gedung dan berbagai kantor.
Bangunan seperti kafe ini juga menjadi ladang bisnis yang semakin banyak diminta orang bermodal besar. Apalagi bila usaha itu berada di wilayah yang sering disebut, tidak pernah tidur! Sebab tempat seperti menarik banyak pengunjung yang mulai bisa keluar rumah untuk mencari hiburan. Setelah wabah pandemi sedikit berkurang. Tentu dengan berbagai usaha dari pemerintah untuk mencegahnya dengan pemberian vaksin untuk masyarakat
Di sebelah timur jalan ini juga terdapat terminal dalam kota yang cukup memadai . Ditambah pertokoan dan beberapa swalayan besar dan kecil di sana. Malah di dekat jalan raya utamanya ada Mall besar yang cukup komplit isinya, sebagai wisata belanja, hiburan dan kulineran.
Daerah itu juga dikenal dengan berbagai sekolah bagus, dari SD sampai SMA, baik sekolah negeri ternama. Sampai sekolah swasta yang didirikan oleh beberapa yayasan pendidikan dengan berbagai latar agama, sampai kedinasan tertentu. Bahkan juga terdapat kampus Negeri terkenal selain berbagai kampus swasta lainnya.
Di seberang wilayahnya yang termasuk kecamatan Pulo Gadung telah berdiri stasiun LRT yang sangat modern. Sebagai sarana transportasi darat dengan penyediaan jasa layanan kereta super cepat yang tercanggih di Indonesia saat ini. Sayangnya rutenya itu masih terlalu pendek, belum mencakup seluruh wilayah Jakarta. Bila dibanding dengan keberadaan stasiun LRT di kawasan lain di selatan. Tepatnya di atas jalan tol Jakarta Cikampek, sampai wilayah Bekasi. Juga jalan tol Jagorawi, yang direncanakan akan mencakup daerah Layanan yang lebih luas lagi.
" Jenna?"
Teguran itu membuatnya langkahnya tertahan, tubuhnya sedikit terpaku. Sampai Jenna mencari-cari orang yang telah memanggilnya tadi. Dari parkiran mobil di ujung barisan sana, ada sosok pria yang agak familiar dengannya. Ternyata orang itu adalah Bang Miko.
Pria itu dengan cepat mendatanginya di parkiran depan kafe. Sampai pria itu tidak menyadarinya karena telah meninggalkan pasangannya yang tadi datang bersamanya ke tempat ini.
Matanya dengan awas menatap wajah Jenna penuh tanda tanya. Jarang sekali dia melihat Jenna berada di wilayah Timur Jakarta seperti ini. Kalau tidak ada keperluan yang sangat penting untuk dia datang ke tempat seperti ini!
Pria itu tidak datang sendirian, tetapi ada gadis cantik yang datang bersamanya sebagai pasangannya malam itu. Gadis cantik itu dengan cepat berusaha berada sampingnya. Hanya saja wanita muda yang cantik itu menutupi sebagian gaun seksi yang dikenakannya dengan memakai blazers gombrong berwarna gelap, untuk menyamarkan penampilannya yang terlihat begitu seksi dan menarik.
__ADS_1
"'Sorry, Bang ! Jenna harus segera pulang!" ucap Jenna terburu-buru. Sebab seorang tukang parkir sudah cukup lama berdiri di samping mobil Honda Jazz miliknya itu.
Pemuda yang merupakan tukang parkir itu berdiri di sana untuk membantu Jenna keluar dari halaman depan dengan aman. Sebab, jalan raya di depannya sudah semakin ramai dan padat oleh puluhan kendaraan yang melintas di depannya.
Selembar uang sepuluh ribuan diberikan Jenna kepada pria muda, dengan rompi hijau elektrik itu. Apalagi, ketika posisi mobilnya, sudah dapat keluar dari parkiran dengan cukup aman. Mobilnya itu sudah masuk ke sisi kiri jalan raya yang ramai tersebut bersama mobil lainnya menuju ke arah Utara
" Terimakasih kasih, Mbak !" ucap pria itu sopan. Sambil melambaikan tongkatnya.
Jenna hanya membalas dengan melambaikan tangannya... Dia menutup kaca mobil, sambil berpikir cepat untuk mencapai jalan termudah. Juga terhindar dari kemacetan, sebab jalan raya di depannya mulai padat merayap.
Oleh karena itu, Jenna memilih untuk mengambil arah jalan raya Pemuda, di utara jalan ini. Nanti di akan mencapai perempatan jalan ke Jalan Pramuka. Dia akan mengambil jalan yang berbelok ke kiri , untuk mencapai pintu masuk tol dalam kota dari arah Rawamangun. Pintu tol itu tepat berada dekat lapangan golf. Saking sibuk dengan perhitungan itu, Jenna tidak menyadari kalau ada sepasang mata kelam milik Miko yang terus mengawasinya dari kejauhan.
Entah mengapa, wajah Jenna tadi terlihat tidak tenang.Tampaknya adik Pak Tedi Darmawan, itu sedikit kesal dan menahan marah ketika keluar dari loby kafe. Sampai Cherry juga mulai ngambek karena cara jalan Miko yang melambat. Gadis itu menghentakkan ujung high heels merah mudanya itu dengan sikapnya yang menuntut perhatian dari Miko.
" Ayo, Bang!" bisiknya mendesak.
Wanita muda itu agak menyeret lengannya, untuk segera masuk ke dalam kafe melalui pintu utama. Cherry akan mengisi suara malam itu di kafe ini untuk acara live musik. Suatu kegiatan rutin yang diadakan pihak manajemen kafe "Dreams" untuk acara malam mingguan di sana. Jadwal tetap itu diterimanya asalkan Cherry siap tampil dalam performance terbaiknya malam ini.
Cherry juga banyak berharap lelaki ini dapat membantunya untuk mencapai jenjang karier yang lebih tinggi. Seperti tampil di televisi-televisi atau kalau ada kesempatan bisa masuk dapur rekaman. Sebab Miko sang 'Abang' juga bekerja di dunia hiburan.
Bukan seperti sekarang ini! Dia harus menyanyi dari satu kafe ke kafe. Atau bergabung dalam grup band kecil dalam sebuah pertunjukan untuk acara hiburan di berbagai tempat di Jakarta dengan bayaran yang murah.
Mata Miko segera mengenali sosok wanita yang duduk di sudut kafe depan. Dia pernah melihatnya beberapa kali ketika memimpin team dari proyek untuk iklan produk kosmetik dari Tante Ismaya. Bukankah wanita muda itu adalah seorang dokter yang dipekerjakan tantenya Pak Tedi itu, di kliniknya yang di Kelapa Gading?
Tentu saja Miko mengenali tampang jutek wanita muda itu yang hampir selalu memusuhi Jenna! Dokter Niken sering digosipkan oleh tiga kru wanita di team kerjanya itu.Terutama sejak peristiwa dia mengebrak pintu ruang kerja di klinik itu untuk menggangu Jenna
Mereka menilai perbuatan Dokter Niken itu terlalu lebay terhadap Jenna. Padahal gadis itu adalah tangan kanan Tante Ismaya, yang sangat dipercaya. Gosip dari trio Kwek Kwek itu melebar menjadi kritikan terhadap penampilan Niken. Maklum , ketiga wanita itu sudah makan asam garam kehidupan. Jadi kurang suka dengan sikap Niken yang agak arogan. Juga cara wanita muda itu berdandan yang mendapatkan nilai 5, saking full make-up. Maklum salah satu dari anggota trio itu ada Mbak Hera. MUA adalan dari salon Ismaya Beauty. Wanita yang juga sangat menghormati Jenna.
__ADS_1
Sedangkan pria paruh baya yang menemani dokter itu, namanya beberapa kali masuk dalam deretan pebisnis handal yang mendapatkan beberapa penghargaan. Sebab beberapa proyek besar dari pembangunan hotel, apartemen dan gedung-gedung kantor telah menjadi karya terbaiknya dan menghiasai kemegahannya kota Jakarta.
Suara MC yang membuka acara live musik itu terdengar ke seantero kafe. Suara lembut dan sedikit manja Cherry berkumandang saat menyanyikan lagu pertamanya. Dia tampil di awal acara. Sedangkan berkali- kali mata Miko mengawasi pasangan di sudut kafe itu.
Bukan sesuatu yang tak wajar sebenarnya dalam pergaulan kehidupan kota besar seperti di Jakarta ini. Apabila ada seorang wanita muda berpasangan dengan pria paruh baya yang terlihat mapan dan perlente. Walaupun pria itu sepertinya sudah berkeluarga. Atau masih tinggal bersama istri dan anak- anaknya.
Sejak tadi Miko berkali - kali mengambil foto dari pasangan itu yang mulai bersikap terlalu mesra di muka umum. Karena mereka terus berpelukkan dengan berbicara saling bertatapan. Sampai terdengar hapenya berdering. Sang Bos telah menelponnya.
"'Miko, tampaknya Jenna memang ada permasalahan dengan si pere* itu! Gua tahu siapa laki-laki itu!" ujar Tedi pelan. Setelah mendapatkan foto-foto pasangan di kafe itu.
" Maksud Bos, wanita itu adalah simpanan Pak Ludy itu?"
" Apa?" Mulut Miko ternganga setelah mendapat sekilas penjelasan dari Tedi Darmawan di seberang.
Cherry sudah menyanyi di lagu yang ketiga ketika dia melihat Miko masih sibuk bertelepon. Gadis muda itu duduk di samping Miko setelah dia beristirahat. Penampilan Cherry terlihat mempesona dengan gaun mini dusty pink dari bahan satin. Dia bermake-up bold, dengan rambut terurai dicat brown dark yang cocok dengan kulit putih bersihnya. Tetapi selain itu gadis itu tak berani macam-macam lagi
Apalagi sampai menjalin hubungan dengan pria lain atau berpacaran, Mana berani dia! Sebab Miko itu masih termasuk dalam hitungan pamannya, dalam hubungan kekerabatan di keluarganya. Atau dalam urutan perjodohan, Miko itu bisa menjadi calon suaminya kelak!
Sayangnya, Miko tidak terlalu memperhatikan aturan adat istiadat seperti itu lagi. Setelah dia lahir dan besar di kota Jakarta. Yang Cherry tahu, Miko sedang mengincar gadis lain. Tentu gadis itu berasal dari keluarga yang bertaraf sosial tinggi dengan latar pendidikan keluarganya juga sangat bagus.
Biasanya yang mengantar dan menjemput Cherry jika ada kegiatan seperti ini adalah kakak laki- lakinya yang sulung. Bang Ajo selalu rajin mengantar Cherry performance ke mana - mana. Termasuk rajin mengikuti beberapa ajang lomba menyanyi dari tingkat daerah sampai nasional. Tetap saja dia belum dapat menembus tingkat terbaiknya selama ini.
Sekali lagi Cherry menatap wajah cantiknya di cermin kecil yang merupakan bagian dari berbagai perlengkapan yang ada di tas make-up miliknya. Selama ini Bang Miko selalu menekankan Cherry untuk melanjutkan kursus vokalnya di sebuah lembaga milik pemusik terkenal itu. Sebab Miko menilai Cherry harus lebih meningkatkan lagi kualitas vokalnya sebagai modal utama untuk berkarier di bidang musik. Selain berwajah cantik dan berpenampilan menarik, sebagai modal tambahan untuk terjun di dunia hiburan nanti, menjadi penyanyi!
Kursus seperti itu pernah dijalaninya sewaktu sekolah di SMP. Tetapi dia keburu bosan karena kurang mendapatkan kemajuan yang berarti. Dia memilih berlatih sendiri sambil menerima job kecil - kecilan seperti ini.
Cherry akan tampil dua lagu lagi setelah beberapa gadis lain juga ikut berpatisipasi mengisi acara di kafe tersebut. Sebelum dia pamit pulang pada pihak manajer, yaitu Pak Frans Dafa.
__ADS_1