
Mas Jos sedang ada sesi kosong. Jadi pria yang sedikit melambai itu tidak keberatan ketika melayani permintaan Jenna untuk menangani sepupunya Karolina.
"'Siap, Mbak!" serunya semangat. Huh, dia baru kali ini merawat rambut seorang model sekelas Karolina. Yang biasanya rias wajah dan rambutnya ditangani oleh MUA terkenal, se-Indonesia raya...
Karolina akan menjalani perawatan rambut dulu, yaitu creambath dan rambutnya akan dirapikan sedikit. Justru kehadiran baby Efron yang ada di gendongan Jenna itu menarik perhatian ibu-ibu lainnya. Sebab cara mengendong Jena dengan gendongan kain viral itu membuat si bayi itu terlihat nyaman.
" Mas Jos, jangan buat dia terlalu cantik, ya? Nanti dia tebar pesona lagi!" Ucap Jenna lagi. Sambil memperhatikan jenis rambut Karolina yang terlalu kering dan banyak di ikat dengan pengikat rambut dari karet sehingga ujung rambutnya pecah-pecah dan tidak sehat.
" Diam Jenna!" balas Karolina menahan kesal dengan nyinyiran sepupunya itu.
Tawa Mas Jos jadi terkikik geli. Dia merasakan kalau lontaran saling mengejek di antara kedua wanita cantik ini malah memperlihatkan betapa mereka saling menyayangi. Melebihi ikatan saudara. Kalau kata orang sekarang disebutnya ' bestie'
" Lo, mau dibeliin apa? Bakso Bang Kumis, ketoprak apa pesan online. Tapi jangan western, ya. Dompetku lagi sekarat ini! Mentraktir ibu sultan, nanti dompet ini malah jebol. Mana gajian masih minggu depan lagi!"
" Apa aja, Jenna! Yang penting enak, kenyang dan banyak..."
" Ayo Sus Fani, kita bawa Baby Efron ke ruang kerjaku aja! Nanti kalau Sus mau potong rambut atau creambath gantian ya, sama emak ini bocah..."
Sus Fani tersenyum senang. Dia tahu, ini salon kelas elite. Dari bentuk gedung berlantai tiga yang megah. Juga ruangan di lantai dua yang tertata layaknya ruang salon mahal di luar negeri. Ruangannya diberi peredam suara dari wallpaper biru lembut, berpadu dengan lantai parket elegan. Jadi suasananya nyaman dan tenang.
" Wuih, enak banget ruang kerjanya, Mbak! Ada balkonnya lagi.. " ujar Suster Fani sambil membuka pintu dorong kaca di sana yang memperlihatkan balkon dan jalan di depan gedung yang sangat ramai. Karena tak seberapa jauh dari sini, ada sebuah daerah yang merupakan segitiga emas baru terbaru di bagian Selatan Jakarta. Daerah ini sering disebut kawasan SCBD. Karena daerah itu terintegrasi dengan puluhan gedung perkantoran, mall besar, hotel dan apartemen yang saling menyatu.
Baby Efron mulai memejamkan matanya setelah diberi satu botol susu ukuran kecil. Apakah karena di ruangan ini lebih sunyi dibandingkan lantai sebelahnya yang ramai.
__ADS_1
Dari kesibukkan orang salon bekerja dengan berbagai peralatan elektronik sampai suara percakapan orang- orang dan kesibukan para OB yang hilir mudik menyiapkan handuk kering, menyapu lantai dari tumpukan rambut bekas guntingan dan lain-lain.
" Tadi di rumah, ada Mama saya, Sus ?"
" Ada, ternyata Mamanya Mbak Jenna masih muda dan cantik, ya? Nggak menyangka saja, kirain Dokter Arunika itu dokter ahli kecantikan, eh. malah dokter anak!"
" Baby Efron nggak apa-apa, kan?"
" Nggak apa-apa, Non! Saya malah mengkhawatirkan keadaan Ibu Karo. Ada begitu, ya ? Ibu mertua si cerewet itu. Lama-lama, Ibu Karo ngelawan juga kalau semua hal menjadi serba salah di mata wanita tua itu. Walaupun itu rumah anaknya, kan dia suami Ibu Karo. Pak Farhan juga punya tanggung jawab terhadap istri dan anaknya..."
"'Tolong tetap jaga Baby Efron, ya. Sus! Biar orang tua saya yang melindungi Karolina!" ujar Jenna cemas.
Jenna sudah memanggil seorang OB untuk dimintai tolong membelikan mereka bakso Bang Kumis sebanyak 4 porsi, untuk dibawa pulang alias makan di ruang salon saja. Pria itu menerima dua lembar ratusan ribu rupiah.
" Terimakasih, Mbak!" ucap Pak Ujang sopan. Uang sebanyak 35 ribu rupiah untuk satu porsi bakso komplit di warung bakso terkenal itu, dapat digunakan Pak Ujang untuk dua kali makan di sebuah warteg yang berjualan di dekat lapangan bola sana. Murah dan kenyang.
Di ruang kantornya, Jenna mengeluarkan beberapa peralatan makan dari lemari di pantry. Ada 4 mangkok dari kaca, sendok dan garpu. Di kulkas ada minuman soft drink. Sang Mama selalu wanti-wanti agar Jenna jangan menggunakan wadah plastik bila jajan mengunakan kuah panas. Sebab akan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Menurut Ilmu, ada senyawa kimia yang dilepaskan ketika wadah plastik terkena air panas.
Suster Fani membantu Jenna membuka terlebih dulu dua porsi bakso untuk dipindahkan ke mangkok beling. Bakso itu segera disantapnya bersama suster Fani di ruangan ini. Nanti biar Karolina dan Mas Jos menyusul untuk makan bakso ini... Sebab di lantai satu sudah disediakan ruang makan tersendiri untuk para pegawai salon, Letaknya, ada di belakang ruang resepsionis.
Dalam hitungan dua jam saja, sosok Karolina menjadi wanita yang berbeda karena mengubah gaya potongan rambutnya... mengikuti trend style masa kini. Dia jadi tampil lebih fresh dan muda.
Sekarang Mas Jos sedang mengeringkan rambut Karolina dengan menggunakan hair dryer. Sehingga rambut Karolina lebih bervolume, sehat dan bercahaya.
__ADS_1
" Jenna, ini Karolina, ya?"
Sebuah pertanyaan dari seseorang membuat Jenna membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Tante Angela. Wanita itu juga sudah menyelesaikan sesi perawatan tubuhnya. Wajahnya kelihatan tampil lebih berseri-seri.
" Karo, ini Tante Angelina. Mamanya Ibu Ruth Ruslan Samidi!"
Mereka bersalaman dengan sangat akrab. " Masa? Tante ibunya, Ibu Ruth, sih? Malah Tante terlihat seperti kakak ibu Ruth deh, jadinya!"
Tentu saja wanita paruh baya itu tertawa senang di puji sedemikian rupa.... Memang iya sih, perawatan mahal di wajahnya itu membuat dia terlihat awet muda beberapa tahun di bawah umur yang sebenarnya... Hanya Tante Ismaya yang tahu tentang rahasia serum ajaib yang dapat membuat wajah wanita menjadi lebih muda. Mungkin serum itu terbuat dari tumbuhan yang sangat langka dan diramu sedemikian rupa. Sehingga satu pot wadah serum itu bisa berharga puluhan juta rupiah.
Tante Ismaya dari dulu kurang suka dengan perawatan kecantikan dengan metode bedah atau operasi plastik. Katanya terlalu berisiko untuk beberapa tahun ke depannya. Sebab bedah plastik itu umumnya digunakan untuk menolong pasien yang mengalami cacat di wajahnya karena kecelakaan dan sebagainya. Tetapi sekarang cara seperti itulah yang banyak diambil para wanita sebagai jalan pintas untuk mendapatkan wajah cantik yang diidamkan dalam waktu yang singkat.
" Ternyata inilah keturunan Damash dan Darmawan sesungguhnya...!" ujar Tante Angelina kagum.
" Yah... Tante jangan terlalu dipercaya omongan Mama saya! Biasanya kita selalu menampilkan yang baik- baik saja di hadapan umum. Segala hal buruk simpan di peti rahasia saja!"
Kesal, Karo menepuk bahu Jenna agak keras. " Sana minggir! Orang aku yang mau mengenal Tante Angelina, kok! Biar lebih akrab kan?"
Tante Angelina tertawa senang. Dari pintu masuk terlihat ada OB yang membawa dua bungkus makanan dengan cetakan logo sebuah restoran terkenal.
" Jenna! Kami pakai ruang kerjamu untuk makan siang, ya?"
" Silahkan, Ibu Bos!" ucap Jenna sopan.
__ADS_1
Jenna menyerahkan satu porsi bakso untuk Mas Jos . Pria itu sedang merapikan semua perkakas kerjanya. Sebulan yang lalu, Jenna memesan label nama untuk digunakan pada peralatan milik pribadi para pekerja salon itu. Sebab mereka jadi sering ribut kalau ada pekerja lain meminjam peralatan milik temannya dan suka lupa dikembalikan. Padahal seorang pekerja hair stylist handal sangat memerlukan gunting terbaik untuk dapat menghasilkan karya terbaiknya secara maksimal.