
Efron sedang diajak jalan-jalan pagi oleh Kakek Feri. Bocah yang hampir berusia 2 tahun tampak imut dan lucu dengan memakai sepatu kets kecil, topi juga kacamata hitam dengan frame merah. Jangan lupa kaos dan celana yang dikenakan Efron berupa kaos Jersey satu klub sepak bola yang berasal Inggrisnya.
Si Mama sudah menyiapkan minum jus untuk suaminya, ketika melihat kakek dan cucu itu masuk dari pintu depan. Kedua orang tua Jenna sangat kompak mengurus dan menjaga Efron di hari Minggu ini. Walaupun suster Fani pun juga selalu berjaga dan tak jauh berada dari mereka.
" Efron sama Suster, ya! Kakek ganti baju dulu!" bisik Pak Feri.
Pria bertubuh tinggi besar itu memang terlihat kelelahan setelah sepagian tadi berkeliling di sekitar kompleks tempat tinggalnya itu dengan berjalan kaki. Juga sambil mengendong sang cucu. Efron berkali-kali minta diturunkan dan ingin berjalan sendiri. Namun di taman itu banyaknya anak - anak perempuan yang bermain sambil memakai sepatu roda yang berjenis in lain skate. Membuat sang kakek agak waspada.
Bermain sepatu roda seperti itu terlihat membutuhkan keseimbangan tubuh yang bagus. Sayangnya anak - anak perempuan usia SD itu lebih memilih melakukannya di atas di jalan raya. Walaupun kendaraan yang hilir mudik masuk dan keluar ke sana tidak terlalu ramai seperti hari biasanya. Tetapi anak- anak itu merasa nyaman bermain di sana karena aspalnya lebih rata dan licin.
Jadi mereka kurang memperhatikan keselamatan diri sendiri juga orang lain. Sebab banyak dari mereka yang belum terlalu mahir, tetapi menjalankan sepatu roda itu dengan cepat. Padahal banyak penghuni kompleks juga sedang menikmati hari Minggu ini dengan berjalan - jalan di sekitar taman yang bersih dengan udara yang segar.
Mungkin di tempat seperti inilah ayahnya nanti akan menjalani hari-hari tuanya bersama istrinya. Bisa bertegur sapa dengan para tetangga yang tinggal di depan rumah ... Ngobrol dengan para petugas keamanan yang berjaga di pos jaga pintu di depan gerbang utama perumahan.
Terkadang ayahnya Jenna itu akan memberi sedikit uang jajan kepada para tukang sapu yang sedang bekerja secara berkelompok di sana. Ada yang menyapu area taman, di pinggiran jalan utama atau mengangkat daun- daun kering ke dalam kantung sampah besar dari plastik hitam.
Mereka kebanyakan adalah para ibu- ibu yang sudah berusia paruh baya, yang dipekerjakan oleh pengelola perumahan ini. Mereka merupakan para penduduk yang tinggal di pemukiman yang merupakan kampung yang letaknya di sebelah atau di seberang jalan raya utama yang ada di kompleks perumahan itu.
Hampir setiap hari para wanita itu bekerja secara berkelompok membersihkan sampah dan daun - daun kering di setiap sudut taman dan jalan raya di perumahan ini yang cukup luas. Karena banyaknya pohon- pohon peneduh yang ditanam di setiap blok perumahan sampai ke jalan raya di depan pintu gerbang depan.
" Aunty!" panggil Efron ketika melihat Jenna duduk sendirian di ruangan itu.
" Efron sudah maem?" tanya Jenna. Sambil mengangkat anak itu agar duduk di bangku sampingnya.
__ADS_1
Bocah lucu itu menggeleng ketika melihat di hadapan Jenna ada sepiring nasi goreng. Lengkap dengan telur ceplok alias telur mata sapi di atasnya.
" Pedes!" ujar Anak itu sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang kecil.
" Ih, siapa juga yang mau kasih Efron nasi goreng ini!" ledek Jenna. "Kamu GeEr, deh!"
Suster Fani ikut terkikik geli, yang selalu menemani Efron, setelah anak itu dimandikannya. Mungkin anak ini terlalu sering melihat ibunya makan pedas untuk menambah mood bekerja dalam kesehariannya. Jenna juga suka makanan berkuah dan pedas sedikit . Tetapi Karolina lebih kuat lagi makan pedasnya. Makanya ibunya Efron itu tidak pernah absen menikmati jajanan pedas atau berkuah sambal merah. Seperti seblak, mie gacoan atau ayam bakar sambel mercon! Haduh!
" Sus, Emaknya Efron di mana?" tanya Jenna.
" Masih tidur, Mbak... Sepertinya Ibu Karo sampai rumah sudah pagi, begitu. Antara jam 2 atau jam 3... Waktu Itu Efron juga terbangun karena Pampersnya sudah penuh." Jelas Suster Fani sambil meletakkan gelas yang digunakan anak asuhnya itu minum.
" Hayo, ngapain ngomongin, Gua!" ujar sebuah suara agak membentak keras. Padahal tubuh Karolina masih bersemayam di dapur. Dia sedang meminta dibuatkan sarapan yang paling cepat, selain nasi goreng. Perintah itu sedang dikerjakannya oleh satu ART di rumah ini yang selalu stand by di dapur. Tetapi suara Karolina menggelegar ke seluruh ruang makan yang cukup besar ini.
Bruk!
Suara dasar piring keramik yang dibawa Karolina yang dibentak agak keras menyentuh permukaan meja makan yang terbuat dari kayu jati solid.
Karolina tahu, Jenna tidak mudah terprovokasi dengan segala perbuatannya itu. Apalagi untuk menarik perhatiannya! Dulu pun dia tidak akan mendapatkan simpati dari Oma dan Opa Damash kalau sudah mengganggu Jenna. Padahal bisa saja Jenna melawannya, karena dia sudah mulai berlatih ilmu beladiri pencak silat. Tetapi nasehat Opa Damash selalu diingatnya. Sebab selain mengajarkan kemapuan ilmu diri di sebuah perguruan pencak silat yang dipimpin oleh Opa Damash sendiri. Sang kakek juga terpilih sebagai ketua umumnya cabang olah raga itu di kota ini.
"'Sorry , Jenna!" ucap Karolina Karena dia tahu Jenna tidak pernah kepo dengan segala ***** bengek urusannya.
" Ngapain minta, maaf? Aneh kamu ini , ya! Negur orang yang bertanya baik-baik. Bertingkah seperti Emak - emak rempong! Sebel!"
__ADS_1
Suster Fani dengan cepat mengendong Efron. Lebih baik dia menyingkir dari ruangan itu. Akhir - akhir ini, Ibu Karolina agak sedikit menakutkan. Suka marah-marah nggak jelas. Akibat audisinya kemarin mendapat hambatan, untuk menjadi salah model pada iklan yang akan diluncurkan oleh sebuah perusahaan yang cukup baik prospeknya. Tetapi sayang, dia dinyatakan tidak lolos karena sesuatu hal yang membuatnya marah dan tersinggung
Padahal dia sudah cukup punya nama di bidang tersebut. Ternyata Karolina juga harus berhadapan lagi dengan wanita muda yang lainnya, dalam mendapatkan tawaran iklan tersebut. Walaupun dia harus menelan semua kekecewaannya. Kalau ada campur tangan orang lain yang menentukan diterima dan tidaknya seseorang, mengapa harus membuka audisi itu untuk umum?
Kekecewaan Karolina, bukan karena keunggulan wanita muda tersebut yang dipilih pihak perusahaan itu. Misalnya model itu lebih muda, cantik atau profesional. Tetapi kedekatannya hubungan wanita muda itu dengan salah satu anak petinggi di negara ini. Padahal si petinggi yang memimpin sebuah pertanyaan besar itu sudah menikah setahun yang lalu.
Apa iya tawaran iklan itu didapatkannya hanya karena wanita muda itu punya nilai jual karena gaya hidupnya yang penuh sensasi?
Miko sudah mewanti-wanti kepada Karolina tentang masalah seperti ini, yang akan dihadapi dalam langkah profesionalnya. Suatu keadaan karena fenomena itu mulai sering terjadi di kehidupan masyarakat luas.
Sejak wabah pandemi mulai sedikit menyurut, orang - orang masih terus memegang hape mereka dalam kegiatan kesehariannya ... Sebab banyak hal yang dapat dinikmati dengan semakin luasnya berbagai aplikasi hiburan dan informasi. Juga tayangan yang di ambil dari beberapa aplikasi media sosial.
Jadi tidak heran, bila pada masa sekarang ada seseorang yang langsung tenar, atau naik daun karena permasalahan yang dialaminya dipublikasikan dan mendapat komentar yang membuat ramai dan menimbulkan kehebohan. Apalagi kalau beritanya itu menjadi viral. Sehingga wajah orang itu akan semakin sering muncul di beberapa acara infotainment di TV.
Dia akan diundang sana-sini oleh berbagai podcast atau tayangan infotainment untuk menyampaikan permasalahannya yang menimpa dirinya. Apalagi kalau permasalahan itu banyak dikulik para netizen sampai menimbulkan penilaian yang pro dan kontra di tengah masyarakat.
Kadang permasalahan itu sebenarnya kurang layak diangkat ke forum publik dan dikonsumsi secara umum. Apalagi didengar anak - anak dan para remaja. Sebab permasalahan mereka itu tidak jauh- jauh dari pertikaian dan konflik rumah tangga. Dimulai dari tindakan KDRT suami terhadap anak dan istrinya. Sampai perselingkuhan yang melibatkan tokoh terkenal, atau calon artis sampai adanya gugatan perceraian.
Kata Bang Miko, tayangan seperti itu akan membuat pelakunya menjadi sangat terkenal dalam sekejap, lalu popularitas orang itu pun dengan cepat juga akan segera menghilang, Tergantikan dengan berita viral lain yang muncul dan lebih sensasional lagi.
Karolina tertegun melihat Jenna dan suster Fani ada di taman belakang sedang asyik rujakan . Efron terbaring santai di tikar karetnya setelah lelah bermain dengan lego yang banyaknya satu ember besar itu. Hadiah mainan lego itu mungkin diberikan oleh Eyang Kakung dan Eyang Putrinya yang sementara ini tinggal dan menetap di Kalimantan Barat. Sesuai masa tugas Ayahnya Karolina di sana.
Adik sepupunya itu diam saja saat Karolina duduk di bangku taman yang ada di depannya. Jenna menghilang sejak acara sarapannya yang dilakukan pada pukul 08.00 tadi.
__ADS_1
Kapan lagi dia bisa mengacuhkan sikap Karolina yang semakin hari semakin terlihat mau menang sendiri! Memang dunia hiburan yang dipilihnya sebagai ladang mencari nafkah sangat menjanjikan pemasukan yang besar. Jadi dia dapat membiayai kehidupan dirinya dan anaknya. Apa iya semua orang harus diamuk? Hanya karena Karolina tidak mendapatkan tawaran iklan yang diinginkannya?