
Jenna datang bersama ibunya saat akan mengunjungi Opa Damash dan Oma Frida di kediamannya di daerah Sentul, Jawa Barat. Mereka diantar Pak Muh. Perjalanan siang itu dari Pasar Minggu menuju ke rumah orang tua Pak Feri Darmawan, ramai lancar setelah kendaraan memasuki jalan tol Jagorawi arah Bogor.
Di bagasi belakang sudah dibawa dua parcel buah berukuran besar dan kue tampah yang dipesan khusus pada Tante Citra. Dokter Arunika selalu berlangganan kepada sahabatnya itu yang membuka toko kecil di depan rumahnya.Toko itu menyedia kue-kue dan pastry di depan rumahnya. Tetapi wanita itu tetap menerima berbagai pesanan dari semua langganannya. Dari bermacam -macam kue tradisional, cake ulang tahun, sampai kue tampah.
Kue tampah buatan Tante Citra sangat Istimewa. Sebab ukuran kue tradisional itu agak kecil- kecil, sehingga satu buah kue itu bisa langsung di makan. Mungkin karena kue- itu disusun cantik dan diletakkan pada sebuah baki yang terbuat dari anyaman bambu yang disebut tampah. Penanaman tampah itu berasal dari bahasa Jawa. Oleh karena itu, kuenya disebut kue tampah.
Rumah besar di kompleks khusus kediaman keluarga Damash itu sepertinya sudah banyak kedatangan para tamu. Terlihat dari banyaknya mobil pribadi yang berbaris dari pintu gerbang depan sampai ke parkiran khusus di sebelah timur. Di sanalah sebagian besar mobil para tamu itu terparkir Pada lahan luas yang sudah diratakan dan diplester rapi dengan cone blok.
Di lapangan itulah dulu para cucu Opa bermain , saat menghabiskan liburan di sini. Kadang lapangan itu bisa menjadi arena oleh raga dari sepak bola, bulu tangkis sampai basket. Sering juga untuk bermain bermain sepeda atau bertanding adu ketangkasan saat perayaan hari Kemerdekaan RI.
Mungkin generasi si buyut seperti Efron dan sepupunya itu yang nanti yang akan kembali bermain di tempat itu. Namun sayangnya, para cucu Opa Damash punya latar pendidikan, cita-cita dan pekerjaan yang berbeda - beda pula.
Seperti Mas Bayu Aji yang merupakan cucu tertua, memenuhi tantangan ayahnya.Pak Feri Darmawan untuk membuka cabang perusahaan di Medan. Nyatanya usahanya itupun berhasil. Sehingga dia istri dan anaknya sangat betah tinggalkan di kota Medan.
Lain lagi dengan Tama, anaknya Om Danang dan Tante Wiwie, dia dan anak kembarnya menetap di Purwokerto, Jawa Tengah. Di sanalah, Tama ditempatkan untuk masa dinasnya yang tiga tahun. Anak sulung Om Danang itu juga masuk di dunia militer, mengikuti jejak sang Opa dan Ayahnya.
Acara syukuran itu sebenarnya tercetus dari bibir Oma Frida sudah lama. Rencana awal hanya untuk ajang berkumpul antara keluarga besarnya saja. Agar Mas Bayu Aji, Tama dan Om Sungkono dapat datang ke Sentul.
Ternyata, Nenek Desti, kenalan dekat Oma Frida mendekati rencana itu. Seberang saja berita itu tersebar ke telinga orang lain lagi. Jadilah mereka sangat berharap segera dapat ke Sentul.Setelah masa pemulihan Opa Damash yang lebih dari setahun itu.
Ada beberapa teman baik dan rekan semasa Opa Damash yang berdinas telah mendengar terlebih dahulu. Sehingga acara syukuran itu malah sekarang menjadi ajang reuni, famili gathering atau temu kangen. Begitulah...
Pokoknya rumah besar berlantai dua itu sudah dipenuhi para sahabat, teman bisnis dan rekan dalam dinasnya di kesatuan dulu.. Sampai beberapa tetangga di perumahan sekitar ini yang merupakan tokoh masyarakat juga datang.
__ADS_1
Ibu Arunika, menarik tangan anak perempuannya itu agar berjalan bersamanya melewati pintu depan rumah utama mertuanya. Jenna tak mampu mengelak lagi! Sedang Pak Muh dibantu beberapa petugas khusus dan para ART mengeluarkan barang - barang bawaan menantu tertua majikannya itu dari bagasi mobil Honda CRV itu.
Sebenarnya Jenna tidak terlalu menyukai acara kumpul seperti ini. Apalagi kalau para orang tua, seperti pensiunan pejabat di lembaga pemerintahan atau purnawirawan itu mulai membicarakan perjodohan! Biasanya dirinya akhirnya tersangkut juga dengan ajang pencarian jodoh seperti itu...Malah dirinya yang dianggap calon potensial sebagai calon menantu idaman di keluarga mereka.
Eits, jangan dulu! Jenna masih trauma dengan kejadian yang dulu. Terutama dengan seorang lelaki itu merasa jati dirinya adalah yang terbaik! Karena berasal dari dunia yang sama dengan Opa Damash.Tetapi tidak dapat menjaga disiplin diri dan aqidah agamanya...Malah seperti pecundang, karena tidak mau bertanggung jawab setelah menghamili anak gadis orang!
Memang tidak semuanya para sesepuh itu membicarakan keberhasilan hidup keluarga mereka! Terutama yang berkaitan dengan banyaknya materi yang mereka dapat kumpulkan! Tetap saja, mereka seharusnya tahu, kalau keberhasilan hidup seseorang itu bukan hanya dalam artian yang bersifat materi saja!
Orang itu dapat menikmati hidup sehat, membuat orang lain bahagia, nyaman. Atau ide, jasa dan kerja kerasnya memberi manfaat bagi orang lain!
" Arunika, Jenna?" seru Opa Damash senang. Pria tua itu segera saja. menghentikan obrolannya dengan para sahabatnya itu. Mau nggak mau Jena harus mendatangi para sahabatnya Opa Damash itu yang kebanyakan adalah orang-orang hebat itu di masa mudanya. Tentu dengan jabatan tinggi dan penghasilannya yang cukup besar. Sebab mereka hidup di hari tua dengan mapan dan terjamin.
Jenna akhirnya menyalami mereka, satu persatu. Sedangkan si Ibu hanya mengatupkan kedua telapak tangannya. Walaupun tidak berkerudung sang Mama sudah dua kali umroh , yang pertama bersama orang tua dan adik-adiknya. Empat tahun yang lalu hanya bersama suaminya saja.
" Iya, dia masih kerja sana-sini, sambil cari pengalaman! Mungkin Feri akan menempatkan anak ini pada cabang perusahaannya yang di Bali! Daripada dia jadi backpacker dan pergi berkeliling dunia. Tambah tidak jelas!"Ledek Opa sambil memeluk bahu Jenna dengan penuh rasa sayang
" Ih, Opa jangan berhalusinasi, deh! Jenna itu mau mempelajari kungfu di negara tirai bambu langsung pada ahlinya!"
" Bukannya itu tokohnya seekor panda , ya?" seru teman Opa Damash yang sejak tadi duduk di sebelahnya. Pak Tua paling sering senang mengenakan topi baret ala anggota militer. Padahal dia seorang mantan pengusaha Perhotelan dan kafe. Sekarang semua usaha itu diserahkan kepada anak-anak dan menantunya.Setelah istrinya meninggal.
Pak Solihin, teman akrab Opa Damash lainnya yang dulu senang bersepeda ontel keliling daerah Sentul dan Bogor tertawa geli.
" Belajar jurus baru saja dengan saya Jenna, itu sudah saya patent juga, kok! Terutama untuk menghadapi musuh yang paling berbahaya!"
__ADS_1
" Yakin Kakek Solihin punya jurus seperti itu? Kata Opa Damash aja, waktu bersepeda bersama, lewat di sebuah pemukiman, Kakek naik sepedanya lebih cepat hanya karena ada gonggongan anjing. Opa Damash ditinggal!"
Jenna mulai tidak percaya. Si kakek ini paling sering melawak dan punya joke- joke konyol, aneh dan kadang agak porno juga.Tetapi tanpa kehadiran mantan pejabat di sebuah departemen milik pemerintah itu, niscaya perkumpulan para orang tua pasti mereka jadi sepi.
" Iya , itu jurus langkah seribu, yang dimaksudkan.He, he, he," ucap pria tua itu tampa rasa bersalah.
Semua orang tertawa dengan ocehan konyol Kakek Solihin itu. Suasana jadi semakin riuh dengan cemoohan dan ledekan para pria tua yang lain. Tak ubahnya dengan sikap remaja ini seperti kembali di tahun 60-an.
"Jenna juga punya jurus andalan baru, Kek!" Kata Jenna sambil tersenyum manis.
" Apa itu, Nak?" Tanya Kakek Solihin lebih kepo dari para ibu tetangga yang tinggal pemukiman padat penduduk.
" Berlalu tanpa bayangan, alias dadah semua...Jenna mau lihat Oma Frida di dalam!" ujar Jenna langsung berlalu, masuk ke dalam ruang yang lain, mencari Oma tersayang.
Tawa itu semakin membahana. Apalagi secara bercanda ada temannya yang lain mendorong topi khas milik Pak Abay Solihin itu, yang selalu dikenakan keluar rumah.
Persiapan untuk bingkisan anak - anak yatim di beberapa panti Asuhan terdekat sudah dimasukkan ke dalam dus-dus besar. Tante Tyas, Manager Catering Amanda, telah mengatur semua dengan cermat dibantu sepuluh orang anak buahnya.
" Oma?" panggil Jenna perlahan.Takut dia menjadi pengganggu karena Si Oma terlibat pembicaraan yang serius dengan anak buah Tante Amanda yaitu Tante Tyas yang dipercaya mengelola usaha kateringnya itu. Sementara Tante Amanda masih mendampingi suami dalam tugas dinasnya yang ditempatkan di Kalimantan Barat.
Tak banyak anak- anak Yatim yang diundang datang kali .Mungkin hanya sekitar seratus anak. Mereka berasal daripada satu yayasan panti terdekat dari daerah ini. Juga anak-anak di kampung sebelah.
Di depan sana sudah didirikan tenda tinggi dan sebuah AC standing dipasang agar tamu tetap duduk nyaman sambil mendengar lantunan doa dan ceramah dari Ustaz setempat yang dipanggil untuk mengisi acara tersebut.
__ADS_1
Jenna mencium pipi Omanya itu penuh rasa sayang. Wanita itu terlihat sedikit lelah namun bahagia. Kebahagiaan itu juga dapat dirasakan semua orang setelah melihat keadaan opanya yang sakit pada waktu... Sebab berbarengan dengan situasi yang rumit dengan adanya wabah Covid. Untunglah, mereka dapat melewati semua itu. Walaupun kesembuhan Opa berjalan lebih lama, lagi. Hampir beberapa bulan kemudian. Itupun harus disertai dengan datangnya hantaman dan gelombang kehidupan yang dialami anak dan cucunya.