Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 123. Sisi dari Seorangpun Niken Sabrina


__ADS_3

Saat ini Jenna sudah mulai agak malas kalau bertemu muka atau berhadapan langsung dengan Dokter Niken Sabrina Mahmud itu. Padahal mereka masih bekerja dalam satu gedung yang sama . Justru jadwal kerja dokter muda itu, dulu juga disamakan dengan jadwal kerja Jenna, di salon utama, di Kelapa Gading.


Mungkin karena tindakan dokter muda itu, yang membuat Jenna kurang menghargainya, atau ilfil kata orang. Tampaknya Niken itu juga tidak menyadari kalau sekarang ini, sudah ada orang yang secara diam-diam menguntit segala yang dilakukannya setelah dia pula j kerja. Sebab pria itu melakukan tugas rahasia yang yang diberikan oleh Tante Ismaya. Semua itu untuk memperkuat untuk bukti.


Tampaknya wanita muda itu harus menyingkir dari pekerja di klinik. Agar tak menyeret nama baik Ibu Ismaya yang memperkerjakannya sebagai dokter ahli kecantikan di kliniknya.


Sebenarnya secara umum, bila seseorang memandang wajah dokter Niken, wanita muda itu terlihat hanya manis saja. Atau bisa dikatakan biasa - biasa saja. Mungkin Niken sudah belajar banyak untuk menutupi kekurangan pada wajahnya itu, dengan berbagai pulasan make-up. Apalagi banyak pemilik akun kecantikan dari beauty blogger yang mengajarkan berbagai teknik dan trik berdandan di YouTube atau media sosial lainnya.


Tentu Niken dapat mempelajari berbagai cara untuk menutupi kekurangan yang ada pada wajah, fisik dan tampilannya. Namun dia kurang piawainya untuk menutupi sifat dasarnya yang sudah membentuk menjadi watak dan kepribadiannya itu.


Ternyata pembungkus yang bagus itu tak bisa menutupi salah satu kekurangannya . Sebab tetap saja dia merasa menjadi orang yang paling tahu dan paling benar saja! Di seantero gedung Klinik Ismaya Beauty ini. Bahkan disadarinya, kalau berbicara kepada orang lain, sering bersifat ketus. Juga terlihat bossy, bila berhadapan dengan wanita yang dinilainya lebih rendah pendidikannya dan kedudukannya! Termasuk cara bicara dia dengan Jenna juga!


Padahal di klinik para wanita datang ke sana , dari berbagai strata sosial yang berbeda juga untuk mendapatkan bantuan dari para dokternya. Terutama masalah kekurangan pada wajah mereka. Suatu standar nilai kecantikan wanita Indonesia yang menjadi obsesi para wanita dari usia muda sampai tua .


Saat ini ada berbagai tindakan atau prosedur yang dapat dilakukan untuk menutupi kekurangan seseorang agar tampil lebih cantik dan menarik. Sehingga mereka dapat tampil percaya dirinya. Tentu saja, para dokter itu harus memberikan advis terbaik dan paling aman bagi pasiennya itu dengan berbagai tunda di klinik.


Banyak cara untuk segera tampil cantik, seperti adanya suntik pemutih tubuh, tanam benang di wajah agar lebih muda dan glowing, botoks sampai melakukan bedah kecantikan. Proses instan itulah yang paling banyak dilakukan para wanita sekarang . Walaupun tunda itu memerlukan biaya yang tinggi.


Di klinik pun , dalam kesehariannya Dokter Niken Sabrina berusaha tampil menarik, cantik dan fashionable dengan bermacam gaun yang dikenakan. Walaupun menurut Jenna, gaya berpakaiannya itu terlalu tua! Kurang cocok untuk wanita yang usianya yang belum genap mencapai 30 tahun. Tentunya Niken ingin tampil sama dengan pasiennya, yang kebanyakan berasal daripada kalangan atas atau kaum jetset. Mereka tergabung dalam kelompok wanita sosialita di kota metropolitan seperti Jakarta ini!


Malah karena gaya berpenampilan b Dokter Niken Sabrina yang sedikit heboh , dia dikira selebritis atau beauty blogger. Sebab cara dia berdandan menyerupai wajah seorang influencer wanita yang dahulunya memakai hijab dengan konten kesehariannya yang menampilkan berbagai belanjaan barang mewah dan berkelas. Akan tetapi wanita itu melepas segala atribut yang menutup rapat tubuhnya itu sebagai ciri khas dirinya seorang muslim... setelah bercerai dari suaminya dan menjadi single parent.


Sampai didapatkan fakta, kalau Niken Sabrina itu punya sambilan lain. Secara tak terselubung melakukan sebuah praktek prostitusi. Dibalik pekerjaan mulianya sebagai seorang dokter yang menyandang predikat ahli kecantikan wajah dan kulit. Sebab dia menyelesaikan pendidikan itu di luar negeri. Apa nggak kurang mentereng itu?


Kata orang, pekerjaan yang dilakukan Niken itu ternyata sudah a


 ada sejak zaman dahulu... Sebuah pekerjaan purba, yang hanya melecehkan harkat dan derajat wanita. Bahkan sudah ada pada zaman jahiliah sekalipun. Apalagi di masa itu kekuasaan seorang pria mendominasi di setiap lapisan kehidupan masyarakat.


Jadilah wanita sangat rendah kedudukannya! Kalau mereka mau hidup layak dan makmur, ya harus bersedia direndahkan! Terkadang mereka hanya dijadikan sebagai istri simpanan, selir atau penghuni harem dari seorang sultan yang berkuasa di wilayahnya.


Selebihnya banyak wanita yang berasal dari kalangan rakyat jelata harus menjajakan dirinya di pinggir jalan. Hanya untuk mendapatkan sedikit uang sebagai penyambung hidup, untuk makan keluarganya.

__ADS_1


Mungkin belum banyak orang yang mengetahui tentang dokter Niken Sabrina Mahmud itu di luar dunia kerjanya itu. Padahal profesi dia adalah dambaan semua anak-anak yang pertama kali menyebutkan cita-citanya saat di sekolah TK atau SD.


"Mbak Jenna?" panggil Pak Agus, supir Tante Ismaya. Sambil mengetuk pintu ruang kerja Jenna yang separuhnya terbuka. Pria tersenyum setelah mendapat perhatian dari wanita cantik itu, keponakan majikannya itu.


" Eh, iya.Pak Agus! Saya sudah ditunggu, ya?" Jawab Jenna terbangun dari renungan panjangnya sejak dia tiba pagi tadi di ruang kerjanya ini.


"Ayo, Mbak! Ditunggu Ibu di parkiran. Kita langsung ke jalan saja!" Jelas pria paruh baya, kepercayaan Om Jhon Sagara. Karena bertahun- tahun bekerja di keluarga Om Jhon Sagara. Pria itu selalu mengutamakan keselamatan Ibu Ismaya saat mengantar istri majikannya itu kemana pun wanita itu bepergian.


" Oke, Pak !"


Jenna bergerak secara otomatis. Tangannya menyambar kunci mobil Honda Jazz merahnya. Juga merapikan tas backpack merah merah maronnya. Sementara dia hanya mengenakan sepatu flat shoes berwarna merah maron agar berkesan rapi tetapi nyaman. Hari ini dia juga memakai blus katun simpel warna putih, dan rok panjang jeans biru navy bergaya kulot lebar.


Benar saja, di dalam mobil sedan mewah milik Tante Ismaya itu, telah duduk Dokter Niken Sabrina Mahmud itu. Dia tampil anggunnya di samping sang pemilik mobil tersebut.


Gaya duduknya pun terkesan sedikit jumawa atau sombong. Seakan dia mau menunjukan kepada semua orang! kalau dialah orang terpenting di klinik ini! Karena mendapat kesempatan istimewa untuk bisa bepergian dengan sang Owner dari klinik dan salon Ismaya Beauty dan juga pemilik brand kosmetik, Ismaya cosmetics.


" Tante aku bawa mobil sendiri saja, ya? Jadi gampang nanti kalau mau mampir kemana pun setelah pertemuan itu selesai! " Demikian alasan yang disampaikan Jenna.


Huh, tentu dokter wanita muda itu selalu bermimpi sangat tinggi dan berhalusinasi! Sebab dia terlihat santai dan tenang hari ini. Padahal pedang algojo telah disiapkan sejak kemarin oleh Pak Sanad di ruang pertemuan itu nantinya dengan berbagai barang bukti atas tindakannya itu.


Sebenarnya ruang pertemuan itulah tujuan kepergian mereka kali ini. Sebuah ruangan di Gedung kantor pusat PT Jaya Darma , yang letaknya di daerah Kuningan Jakarta Selatan. Tempat itu yang paling strategis juga cukup pribadi untuk mengungkapkan jati diri seorang Niken yang sebenarnya.


Selain telah disiapkan beberapa contoh gambar mesin canggih untuk perawatan wajah dengan teknologi terbaru. Pak Sanad pun menyiapkan sebuah layar lebar dan video yang akan memutar foto dan bukti- bukti tindakan Niken itu. Hanya Bang Tedi dan beberapa orang kepercayaan yang diberitahu soal ini.


Om Jhon Sagara pun tidak diberitahu. Sebab Tante Ismaya hanya akan meminta Niken untuk mundur saja dari klinik dan salonnya. Soal pekerjaan sampingan yang dilakukannya itu terserah Niken. Sebelum borok yang dibawa wanita muda itu menyebar ke mana-mana. Mungkin tak lama lagi akan meletus dan mengeluarkan nanah yang berbau busuk!


Pada hakekatnya, Jenna kurang suka dengan wanita seper itu, yang rela mengadaikan harga diri, kehormatan dan pekerjaan mulianya itu hanya demi lembaran- lembaran rupiah. Tak peduli dengan alasan apapun!


Sekarang saja, Jenna hampir meludahi wajah wanita yang pagi ini berusaha tampil sempurna. Untungnya Dokter Nena mau bertukar hari dari jadwal kerjanya. Dengan kepergian Niken dengan Ibu Ismaya.


Tentu saja Dokter Niken pun sedikit terpengaruh dengan sikap dan wajah Jenna yang tidak biasanya. Hampir dalam seminggu ini wajah Jenna terlihat kaku, judes dan tak ramah lagi kepdanya. Seperti yang ditunjukkan kali ini ketika mereka bertemu di lobby gedung kantor utama, Jaya Darma. Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit melalui tol dalam kota.

__ADS_1


"'Tante Ismaya, aku temui Papa sebentar, ya?" pinta Jenna lembut.


" Salam buat Pak Feri. Terimakasih atas pinjaman ruang pertemuannya!" pinta Tante Ismaya.


" Sama-sama, Tante! Tolong kalau ada perlu, aku dipanggil saja !" ujar Jenna lagi.


Gadis muda itu langsung berlalu dari ruang loby gedung kantor itu yang ditata sangat modern dan nyaman itu. Tanpa berpamitan pada gadis di sebelah istri om-nya itu.


Tak peduli kalau siang ini, penampilan Niken Sabrina Mahmud itu terlihat sangat cantik dan sempurna. Bahkan jauh dari tampilan seorang dokter muda yang biasanya berpakaian simpel dan nyaman. Namun dapat bertindak dengan cepat dan cekatan untuk menolong pasiennya.


Sudah seminggu ini, darah dan emosi Jenna sudah mendidih. Apalagi dengan bertambahnya bukti-bukti dan temuan lain dari Pak Sanad dan rekannya itu. Bukti kalau gadis itu sudah menjalani kehidupan malam sebagai sugar Daddy seorang pengusaha muda di negara Jiran itu. Sebagian uangnya itulah yang digunakan Niken untuk membiayai kuliah dan hidupnya yang sedikit agak bergaya anak orang kaya!


Tampak semua yang ditampilkan Niken di luaran itu hanyalah palsu. Setelah Pak Sanad menggunakan bantuan orang lain lagi untuk mengorek keterangan lebih banyak lagi tentang masa lalu wanita itu. Dari keseharian dia tinggal di daerah Rawamangun. Di sebuah rumah kontrakan yang cukup mahal, sebab tempat tinggalnya itu berada di lingkup sebuah kompleks perumahan elit milik sebuah instansi BUMN.


Sepertinya wanita muda itu kurang menyadari kalau perbuatannya di luaran sana juga bakal diketahui oleh orang lain.Tentu sangat cocok denganmu bunyi pepatah, " Serapat- rapatnya orang menutupi bangkai lama - lama tercium juga bau busuknya!"


Wajahnya itu, lho! Selalu tampil bersahaja. Seakan-akan tanpa rasa bersalah atau malu! Hanya saja Jenna masih menahan diri. Cukup Dokter Niken Sabrina Mahmud itu saja yang melakukan praktek menjual d*ri seperti itu. Jangan sampai dilakukan oleh wanita muda lainnya, terutama yang berprofesi serupa dengan Niken itu. Sebab Jenna sendiri dapat merasakan sulitnya berkuliah di jurusan itu. Seperti yang telah dilakukan oleh Ibunya, Dokter Arunika dan adik - adiknya. Tentu dengan berbagai pengorbanan mereka untuk tujuan mulia, menjadi penyelamat hidup orang lain!


***


Sekarang, Jenna ada di ruang khusus tamu untuk presiden direktur perusahaan besar itu. Dia bersabar menunggu di sana, karena tak mau terlalu dilibatkan dalam interograsi terhadap Niken dan kegiatan di luarannya itu. Ayahnya pun masih sibuk di dalam ruang kerjanya itu, sedang berdiskusi dengan Pak Gito, orang kepercayaan beliau.


" Masuk aja, Mbak Jenna!" usul Mbak Siska Dewi, sekretaris ayahnya itu.


" Nggak , usah. Mbak. Biar kutunggu sampai Papa selesai saja!" jawabnya.


Di kantor ini sebagian masih menerapkan sistem WFH, terutama untuk tenaga administrasi yang bisa dikerjakan dib rumah. Sedangkan bagian utama dari divisi tertentu tetap masuk kerja di jam biasa. Hanya pulangnya agak siang saja!


Begitulah anak - anak Pak Feri Darmawan, sang bos. Tidak pernah minta diistimewakan dengan kehadirannya di kantornya ini... Apalagi Jenna hanya ingin menyapa ayahnya saja... Malas juga kalau dia harus satu ruangan dengan Dokter Niken itu di pertemuan itu. Sebelum wanita itu dikuliti hidup-hidup oleh Tante Ismaya dan Bang Tedi.


Jenna hanya ingin melihat pertunjukan akhirnya saja. Yang akan menjadi ******* dari karier Dokter Niken Sabrina Mahmud selanjutnya sebagai dokter ahli kecantikan di klinik Ismaya Beauty.

__ADS_1


__ADS_2