
Karolina hanya duduk termenung di kursinya... Mereka sibuk mendiskusikan persoalan perceraiannya dengan Farhan Hisbillah. Seorang pengacara handal telah dipanggil Pak Feri untuk membantu mengurus permasalahan Karolina kali ini.
Karolina hanya meminta hak asuh penuh atas Baby Efron. Sedangkan dia tak menuntut apa pun... Karena rumah itu sudah dibangun Kak Farhan sebelum mereka menikah. Untuk biaya hidup Baby Efron, Karolina mempersilahkan tim kuasa hukumnya untuk menentukan besaran yang pantas untuk diterima bayinya dalam satu bulannya.
Selama menggurus perceraian itu, Karolina tinggal di rumah orang tua Jenna. Apalagi ayahnya kini mendapat tugas baru untuk ditempatkan di sebuah provinsi di luar Pulau Jawa. Mereka akan menempati tempat tugas baru itu mulai bulan depan.
Karolina hanya berpergian keluar rumah untuk ke kantor kuasa hukumnya, pengadilan agama di Bogor dan menengok Opa Damash di Sentul.
Dia jarang pergi kemana mana lagi. Walaupun urusan perceraian itu sudah ditangani oleh seorang pengacara ternama. Mereka juga harus melewati berbagai prosedur dan aturan yang berlaku di sana.
Di rumah besar itu, baby Efron diurus oleh Suster Fani dan para ART yang lain. Bayi itu dalam beberapa bulan saja tubuhnya langsung membulat karena diawasi langsung oleh Dokter Arunika masalah gizi dan kesehatannya setiap waktu.
Hari Minggu, menjadi hari menjaga Efron bagi orang- orang di rumah besar itu. Pak Feri akan mengendong bayi itu dan mengajaknya jalan pagi berkeliling di kompleks perumahan ini. Setelah pulang, bayi itu dimandikan dan dipijat Suster Fani, dan dipijat oleh sang nenek, dokter Arunika.
Siangnya si bayi akan dijaga Jenna kalau dia sedang off. Mereka akan duduk di taman belakang, sambil bersantai sambil mendengarkan gemericik air terjun buatan di kolam ikan itu. Sementara si bayi diletakkan di karpet yang dihamparkan di dekat taman.
" Mama Arunika, aku nggak enak hidup terlalu santai seperti ini! " kata Karolina suatu hari.
Dokter Arunika menatap keponakannya itu yang wajahnya semakin segar dan tubuhnya kembali ke berat idealnya saat dia menjadi model beberapa tahun yang lalu. Selain diet ketat, persoalan rumah tangganya itu yang menjadi faktor utama susutnya lemak jahat di tubuh Karolina itu.
" Urusan perceraian mu itu sudah selesai ?"
" Mungkin bulan depan sudah ketuk palu, Mama! Kak Farhan juga tidak banyak menghambat. Sebab ajudan papa sudah mendapat rekaman pernikahan sirinya... Kalau mengelak, aku bisa melaporkannya ke pihak yang berwajib!"
"'Selesaikan dulu urusanmu sampai tuntas! Nanti kamu bisa mencari pekerjaan yang sesuai... Tapi Karo, apa kamu mau bekerja di kantoran? Jenna saja keluar dari kantor Omnya, karena bosan... Kasihan Baby Efron kalau kamu tinggal bekerja, dia hanya akan bertemu ibunya di malam hari saja!" Jelas Dokter Arunika
__ADS_1
"Ya, Karo... Kerja kantoran kan harus full time! Dari pagi sampai sore, dari Senin sampai Jumat... Nih, contohnya anak yang ditinggal mamanya bekerja...Jadi agak ribet begini sama ibunya... " Kata Bang Tedi menambahkan, ketika dia muncul di ruang keluarga.
Bibir Jenna jadi manyun...Yah, Jenna memang kurang dekat dengan si Mama. Justru dia lebih dekat dengan Oma Frida dan Tante Amanda... Sebab sejak kecil dia terbiasa tinggal bersama mereka di Sentul.
Mereka melihat Baby Efron sedang dijaga Mbak Jiah bersama Suster Fani di taman belakang. Taman itu lebih teduh dan tertutup, sehingga sering dipakai para anggota keluarga untuk duduk-duduk dan bersantai.
" Bagaimana kalau kamu buat konten, tentang pengalamanmu menjadi model, dari latihan pemula sampai sukses di bidang itu. Bisa juga tips dan trik berjalan di panggung, berdandan dan berpakaian yang sesuai dengan waktu, tempat acara.... Konten seperti itu sudah ada, tetapi banyak dibawakan orang luar negeri. Belum banyak dilakukan oleh orang Indonesia kan? Pasti menarik!" Kata Jenna memaparkan idenya.
Apalagi Karolina punya nama besar di dunia tersebut. Setidaknya dengan video itu akan banyak gadis remaja dan gadis muda termotivasi. Sehingga akan lahir lebih banyak lagi bibit-bibit muda dalam dunia modeling. Yang Jenna pikir, bidang itu agak lebih sulit memasukinya. Bila dibandingkan bidang entertainment lain. Seperti musik, olah vokal atau dunia akting.
" Benar Karo! Nanti kita cari team kerja dan kameraman yang baik untuk membuat video itu jadi menarik ...Kamu pun bisa kerja di rumah ini. Jadi nggak perlu meninggalkan Baby Efron setiap hari..." Usul Bang Tedi lagi.
Sorenya kedua bersaudara itu mulai mematangkan rencana. Bang Tedi dan Karolina duduk serius di ruang makan ... Jenna asyik duduk sambil menikmati tahu isi buatan Mak Isah yang cukup nyos karena ditambahi cabe rawit hijau.
Sampai ada sosok Marvin yang datang bersama Pras yang diantar Pak Iman untuk datang ke ruang makan ini... Jenna menatap tidak suka dengan kedua wajah tamunya, yang akan menemui kakaknya.
" Hey, Bro! Sini duduk!" Panggil Tedi.
Suster Fani masih mengendong Baby Efron yang mulai rewel. Tetapi tetap tak bisa menyiapkan susu untuk bayi itu. Karena tangan bayinya itu sekarang selalu aktif mengambil apapun yang ada di depannya.
" Mbak Jenna bisa minta tolong jaga Baby Efron sebentar. Dia haus, saya akan menyiapkan susunya?"
" Sini, Sus!" Pinta Jenna. Bayi gemuk itu langsung dipangkunya.
Sesekali para sepupu Jenna akan datang dari Sentul untuk menengok baby Efron ini. Dua adik kandung Karolina dan anak- anak dari Om Danang, adik Pak Feri lain ayah.
__ADS_1
Rumah besar ini tidak lagi sepi sejak kehadiran Karolina dan bayinya ini. Para ART pun mau juga diminta bantuannya untuk menjaga bayi itu kalau Suster Fani agak repot.
Minggu depan, Jenna akan mendampingi Karolina datang ke Pengadilan Agama di Kota Bogor sekaligus pembacaan talak perceraian untuk Karolina. Lebih baik baby Efron di rumah saja, dijaga suster Fani. Buat apa bayi mungil itu dibawa jauh-jauh untuk menemui seorang lelaki yang sudah tidak lagi memprioritaskan kehadiran dirinya sebagai seorang anak dari Farhan Hisbillah.
Jenna sudah bersiap-siap membawa dua tisu besar dalam Tote bag- nya. Dia tahu, Karolina masih agak berat dengan perceraian ini, karena dia benar-benar mencintai lelaki itu. Tetapi tekanan ibu mertuanya terlalu besar, sehingga dengan mudahnya cinta dan perhatian Kak Farhan beralih pada gadis yang lebih muda... Tentu perempuan muda yang berpakaian serba tertutup, sebagai merupakan bagian dari ketentuan dari Ibu Komariyah Dian Hisbillah, untuk menjadi menantu pilihan.
Benar saja, air mata Karolina menetes ketika ikrar talak dari Kak Farhan diucapkan di dalam ruang sidang. Untung Ibu Endang Rahayu, S.H. Si pengacara terus duduk di samping Karolina untuk mendampinginya.
Tak banyak yang diminta Karolina sebagai harta gono-gini...Juga biaya hidup untuk Baby Efron... Sebab Karolina tahu, kehidupan keluarga Hisbillah mulai goyah dalam dua bulan terakhir ini. Pengambilan -alihan pabrik, menutup penghasilan dari dua kakak Farhan, yang perusahaannya juga mulai goyah.
Wajah calon mantan ibu mertua Karolina itu terus saja bersungut-sungut sepanjang jalannya sidang perceraian anaknya itu. Wanita penguasa yang membuat semua anak-anak laki - lakinya selalu patuh pada perintah dan aturannya. Lebih dipatuhi dari ayah mereka sendiri, H. Zaenudin Hisbillah, yang mulai sibuk berpolitik di ibukota provinsi Jawa Barat, Bandung. Untuk melebarkan sayapnya dalam pilkada tahun. depan.
" Ini air mata terakhir, Jenna! Aku janji... " Bisik Karolina sambil membuang gumpalan-gumpalan kertas putih dan lunak itu ke tempat sampah... Mereka sudah berada di luar gedung pengadilan agama di kota itu. Bersiap kembali pulang.
" Sebentar, aku mau menemui Pak Fajar dulu!" ujar Jenna segera beranjak pergi.
" Siapa Pak Fajar?"
" Orang yang dibayar Om Ismo untuk menjaga kita, Karolina! Memang ayahmu akan diam saja apa, kalau kita harus berhadapan dengan mereka?"
Tunjuk Jenna pada serombongan anak muda dengan kendaraan motor yang ada di seberang tempat parkir di depan gedung pengadilan ini. Mereka rombongan anak buah Kak Hilmi Hisbillah yang terdiri dari beberapa puluh orang yang sedang menunggu di halaman parkir sisi yang lain. Mereka sepertinya memang menjaga keluarga Hisbillah pada sidang terakhir perceraian itu layaknya mengawal a acara demo buruh.
Jenna mematikan hapenya setelah memberi laporan terakhir pada Tante Amanda. Tugas suaminya ada di sebuah kota di Kalimantan Barat. Jadi Si Tante belum dapat kembali ke Sentul karena baru sebulan berada di sana.
" Ayo, Non!" Bisik Pak Fajar yang memandu Jenna masuk ke kursi pengemudi di mobil milik Karolina... Sebuah sedan Mercedes warna silver buatan Jerman tahun lalu. Hadiah yang diberikan keluarganya sebagai kenangan saat kelahiran Bayi Efron
__ADS_1
Inova hitam yang dikemudikan Pak Fajar dengan dua anak buahnya membuntuti dari belakang sedan itu . Mobil itu berjalan lebih cepat lagi , saat Jenna menaikkan kecepatan mobil itu setelah memasuki jalan tol Jagorawi dari arah kota Bogor menuju Jakarta.
Siang itu jalan tol Jagorawi itu agak lengang. Karolina agak terkejut... Jenna selalu muncul isengnya, kalau tahu mereka dijaga oleh orang kepercayaan Opa atau ayahnya. Dia akan berlari meninggalkan si penguntit. Sepertinya sekarang, mobil itu mulai bertambah kecepatannya. Entah Jenna sedang menguji coba mesin mobil yang sedang dikendarainya ini. Sebab pabrikan Jerman ini dikenal sebagai pembuat mobil handal dari benua Eropa itu. Atau sekedar mengetes uji kemampuan para mantan tentara itu yang direkrut Om Ismo dalam perusahaan jasa keamanannya pribadi milik rekan bisnisnya.