
Suasana di belakang kafe bertambah meriah, ketika musik live terus berlangsung. Apalagi ketika ada seorang penyanyi wanita mulai melantunkan beberapa lagu dangdut berirama koplo. Tambah mengasyikkan ketika ada penyanyi wanita lainnya yang berbaju ketat, berwarna hitam dan seksi ikut naik ke panggung dan berjoget.
Pengunjung kafe yang kebanyakan para pemuda ala anak kuliahan itu malah bertambah semangat. Mereka berteriak sambil berseru keras dan ikut berjoget di bangku masing -masing.
Miko mengedarkan pandangannya ke seluruh bangunan yang cukup luas ini. Bukannya dia melarang Cherry untuk menyalurkan hobinya bernyanyi. Sebab bakat yang dimiliki oleh seseorang itu sebenarnya adalah anugerah dari Tuhan. Tetapi untuk menjadi penyanyi profesional, bakat itu juga perlu diasah. Tentu agar semakin berkualitas. Biasanya dengan latihan yang teratur dan olahraga supaya mempunyai nafas yang kuat dan panjang. Itupun kalau hobi itu mau dijadikan sebagai profesi atau sandaran hidupnya.
Lihat saja, sekarang! Semakin banyak penyanyi pendatang baru yang bermunculan. Mereka tidak hanya berbakat, tetapi masih muda dan berpenampilan menarik. Apalagi dengan semakin banyaknya acara ajang pencarian bakat menyanyi yang diselenggarakan di beberapa stasiun televisi swasta. Sebab semakin menambah semaraknya dunia hiburan di tanah air. Dengan penyanyi baru yang masih muda dan bertalenta bagus!
Sering sekali Miko memberi nasehat untuk Cherry agar mengasah kemampuannya bernyanyinya itu. Sebab dia hanya belajar secara otodidak dan mendapatkan sedikit bakat yang diturunkan dari leluhur ayahnya yang masih ada darah Bataknya. Sebuah daerah yang sangat terkenal dengan para penyanyi bersuara merdu, kuat dan lantang .
Tiba -tiba terjadi sedikit keributan di sudut kafe sana depan sana . Ada serombongan orang merangsak masuk ke dalam kafe dengan cepat. Mereka terdiri dari beberapa pria dengan potongan tubuh tinggi dan kekar. Berjalan di belakangnya ada seorang wanita cantik yang cukup matang. Namun berpenampilan menarik, layaknya wanita sosialita. Karena gaun dan aksesoris yang dikenakannya adalah barang-barang berkelas atau branded!
Tak lama terdengar umpatan dan makian dari wanita muda yang duduk di sudut sana. Bersamaan dengan suara dan cahaya blitz kamera yang menyoroti wajah pasangan yang tampaknya sedang terciduk itu oleh wanita itu.
Lalu cahaya blitz terlihat menyambar- nyambar di depan mereka. Entah kamera itu berasal dari wartawan profesional yang kebetulan datang dan dapat mengambil keuntungan dari momen yang tepat. Atau kamera dari wartawan amatir yang sengaja dipanggil untuk mengabadikan kejadian itu.
Wanita cantik itu tampaknya sebaya usianya dengan Tante Ismaya . Tetapi dia mulai emosi karena si pria tampaknya mulai berkelit dari tuduhan dari wanita yang baru saja datang itu. Saking terbawa emosinya, dia tidak hanya menampar wajah si pria yang berusia melindungi wanita yang ada di pelukannya. Juga menampar wajah wanita yang usianya separuh darinya itu, berkali- kali. Sampai Wanita yang tampak emosional itu berhasil mendorong si wanita muda itu sampai terjatuh dari kursinya.
Konyolnya beberapa orang pengunjung duduk di sana hanya bisa terdiam. Malah mereka hanya menjadi penonton yang pasif saja. Begitu juga dengan beberapa petugas keamanan yang tadi berjaga di loby depan, mereka tak dapat berkutik.
Saat Miko mau mendekat. Ada seorang pria berbadan besar menghalanginya. " Maaf, Mas! Ini masalah keluarga!" ujar pria berkulit gelap dan bertampang sangar itu.
__ADS_1
Miko terpaku di tempatnya. Ketika wanita bergaun apik itu dengan cepat meninggalkan kafe itu diiringi empat pria lain berbadan kokoh, di belakangnya. Sampai semua orang di dalam sana mendengar suara dentuman yang cukup kuat berasal dari luar kafe. Suara dentuman itu terdengar dua sampai tiga kali lagi.
Suara musik yang keras dan hingar-bingar dari teriakan pengunjung kafe di belakang sana, tampaknya mampu menenggelamkan keributan yang terjadi barusan. Semua itu terjadi dalam hitungan menit saja.
Miko melihat beberapa pengunjung kafe yang duduk di depan, berlarian keluar dengan cepat. Sebab mereka ingin melihat sumber dari bunyi dentuman itu. Di halaman depan sana terlihat pecahan kaca jendela mobil berserakan di sisi Mercy hitam. Mobil itu terparkir apik, tepat di dekat pintu masuk utama kafe. Sebagian kaca jendela itu telah dirusak seseorang dengan menggunakan benda pemukul yang sangat kuat. Sebab jendela - jendela kaca itu di sisi kanan itu hampir semuanya pecah. Sedangkan jendela kaca yang di sisi kiri aman. Karena ada beberapa mobil lain yang terparkir sejajar dengan mobil mewah itu. Jadi tidak terusik.
Sang pria tadi yang agaknya tersadar dari serangan super kilat dari istrinya itu. Cepat dia bangun dari bangkunya. Dia tidak hanya kaget dengan kedatangan istrinya, Faradina. Juga tidak menyangka mendapat serangan yang begitu barbar.
Pak Januar Ludy juga tidak lagi berkutik. Sebab selain kena gampar Faradina. Wanita itu dilindungi oleh dua bodyguard di sampingnya. Juga dua pria lainnya berjaga di dekat ruangan itu. Agar wanita yang sedang marah itu dapat leluasa melakukannya aksi balas dendamnya.
Segera saja Pak Ludy ikut berjalan ke depan kafe. Sebab dia dapat merasakan kemarahan Faradina itu, bagaikan angin ****** beliung yang siap menghancurkan semuanya....
" Sepertinya, Ibu itu berhasil menggerebek suaminya dengan perempuan lain, deh! Lebih gila lagi , si istri sah membawa banyak bodyguard... Habis sudah itu si lelaki dan pelakor itu dihajar sampai babak belur!" ujar seorang bapak yang tadi yang berkemeja hitam.
" Aje gila! Mobil mahal si bos juga dihancurin begitu!" seru petugas parkir bingung.
Tadi mereka ingin mencegah tindakan brutal wanita yang sedang dilanda emosi itu. Tetapi mereka dihalangi oleh empat para pria yang menjadi pengawalnya.
Rupanya wanita itu merupakan istri sah si lelaki itu, yang memukuli semua jendela kaca mobil buatan Eropa itu dengan sebuah tongkat kayu. Mirip seperti alat pemukul olahraga baseball.
Tersadar dengan semua kejadian di depan matanya, diam-diam Miko memotret pasangan itu yang keluar dari kafe, dengan keadaan yang tak rapi. Juga mobil mahal sang pria yang tak berbentuk lagi. Sudah hancur lebur kaca jendelanya.
__ADS_1
" Bos, apa mau dilaporkan perkara ini ke polisi?" tanya seorang pria berpakaian rapi yang tadi ikut keluar dari dalam kafe. Mungkin pria itu pemilik kafe ini dan mendapatkan laporan dari petugas keamanan di sana. Sebab dia sedikit takut dengan peristiwa yang barusan saja terjadi tempat ini. Takut akan berimbas pada kafe yang baru dibukanya beberapa bulan ini setelah pandemi mereda.
" Nggak usah! Hitung saja berapa kerusakan yang terjadi di dalam... Nanti masukan tagihannya ke rekening Januar Ludy!" ujar pria itu pelan, sambil memegang hape mahalnya. Tetapi Miko dengan jelas mendengar ucapan lelaki itu.
Sampai Niken datang ke tempat itu. Wanita muda itu berteriak histeris melihat keadaan mobil mercy itu yang jendela kacanya sudah berantakan. " Om...Ini tidak bisa dibiarkan! Kita laporkan ke polisi terdekat!" ujar wanita itu sambil menangis. Ada bekas penganiayaan membiru di kedua pipinya. Mungkin dia juga kena gampar dari wanita tadi.
Tampa sengaja mata Niken juga mengenali sosok Miko yang berdiri di sana. Di antara para pria lain, para tamu kafe tetapi hanya menjadi penonton saja saat kericuhan terjadi.
Tentu saja Niken tahu jejas sosok Miko ini. Sebab dia juga sering datang ke klinik untuk berdiskusi dengan Tante Ismaya, owner klinik Ismaya Beauty. Sekaligus pemilik produk kosmetik. Produk yang akan dibuat film iklan, dengan Miko sebagai sutradaranya, yang bekerja sama dengan Produsen House milik Tedi Darmawan.
Meskipun malam ini Miko tidak mengenakan seragam kru, yang cukup rapi itu. Tetapi dia tetap tampil menawan di mata Niken. Tak peduli kalau pria itu hanya mengenakan T- shirt putih polos dan celana jeans sobek-sobek saja. Penampilannya tambah keren dan macho.
Niken tersadar. Semua pria di sana itu sudah memandang sebelah mata kepadanya. Apalagi mereka terciduk berdua, bermesraan dengan suami wanita lain. Jadi dia ada di pihak yang salah. Bahkan wajah - wajah penontonnya itu sudah penuh dengan tuduhan.
Segera saja dia sibuk mencari sesuatu dari hapenya. Sampai tak berapa lama ada mobil lain masuk ke halaman kafe itu. Sebuah kendaraan yang dipanggil dari aplikasi grab car miliknya, untuk mengantar mereka pergi dari tempat itu.
Beberapa petugas kebersihan dengan cepat membuang semua pecahan kaca-kaca yang berserakan di halaman depan. Mereka bekerja dibawah perintah si pria yang berpakaian cukup rapi tadi. Namun walaupun penonton di sana sebagian adalah kaum pria. Jiwa kepo mereka juga sudah meronta-ronta. Sebab salah satu dari mereka tidak hanya memfoto bekas-bekas kerusuhan domestik itu. Malah ada yang menayangkan di vlog mereka dan menjadikan sebagai siaran langsung.
Hari hampir pukul 23.00... Ketika ketak- ketuk high heels Cherry menghampirinya. Berkali- kali Miko mengirim berita dan foto kepada Tedi. Tampaknya ada peran pria rupawan itu sehingga si istri sah bisa memergoki sang suami bersama Niken datang ke tempat ini. Juga dapat menangkap basah kedekatan suaminya dengan wanita yang sudah lama menjadi duri dalam pernikahan mereka.
Wajah wanita muda itu akan selalu diingatnya dengan jelas. Ketika ada beberapa foto yang dikirimkan kerabatnya. Saat Sang Tante berobat di sana. Sepupunya itu melihat kalau suami- Kak Faradina bersama perempuan lain. Tampaknya pasangan tidak sah itu sedang berlibur di sebuah tempat wisata di Singapura.
__ADS_1