Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 29. Jangan Salahkan Orang Lain


__ADS_3

Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan! Itulah yang dilakukan Jenna pada saat ini. Para pria muda itu tentu masih sibuk membahas sesuatu. Walaupun mereka duduk santai dengan makanan dan minuman yang tersedia di meja. Tentu ada sejumlah uang yang mengalir dalam nilai milyaran yang berputar, terkait dalam perjanjian yang non formal itu.


" Hey, Jenna!" Seru seorang yang datang menghampirinya


Sapaan itu mengalihkan gadis itu dari pandangannya sejenak. Di hadapannya sekarang berdiri seorang gadis cantik yang lebih dewasa dari cara dia ber-make up dan mengenakan gaun pesta yang anggun. Ternyata wanita inilah yang tadi diperkenalkan kepada para tamu sebagai pasangan si Tuan Rumah. Jenna hanya menatap wanita itu sejenak, dia hampir melupakan semua teman Karolina, sejak sepupunya itu mulai menjauh dari pertemanan yang selalu sibuk itu.


" Maaf, apa kita pernah bertemu?" Tanya Jenna hati- hati. Bukan dia orang yang sangat populer dalam pergaulan bisnis kelas atas seperti ini. Namun banyak orang yang sok kenal karena dia menyandang nama Darmawan, sebab nama itu adalah lambang kesuksesan bisnis ayahnya.


" Kamu Jenna ? Adik Tedi Darmawan. Bukan?"


" Iya, saya Jenna! Maaf Kakak, siapa ya?


" Saya Sofia Melania, tunangan Zaki Iskandar?"


" Oh, ya. Selamat atas pertunangannya!"


" Sorry, kami tak banyak mengundang tamu pada waktu itu! Sekarang ini kamu dalam tahap untuk mempersiapkan hari pernikahan. Tunggu saja undangannya!"


Hanya dengan senyum manis saja yang diulas Jenna untuk menanggapi ucapan wanita itu. Mungkinkah Kak Zaki yang sudah bosan bertualang dengan beberapa wanita muda di Jakarta ini. Tentu sahabat Abang Tedi ini sangat suka memacari beberapa anak kuliahan yang kadang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan musik dan pertunjukan yang sering digelar oleh salah satu cabang dari kegiatannya di bidang jasa hiburan.


" Oh, syukurlah kalau Kak Zaki berniat menata hidupnya dengan lebih baik."


" Maksud kamu tentang Felicia, ya?"


Jenna bimbang. Sebab Nama Felicia seperti menimbulkan antipati di antara para wanita muda lainnya. Wanita itu dengan mudahnya mengalihkan perhatian kaum Adam. Namun akan ditinggalkannya bila lelaki itu tidak banyak memberi kontribusi dalam kariernya di dunia entertainment.

__ADS_1


Dulu Kak Zaki yang mengejar-ngejar perhatian Felicia yang punya nama yang setara dengan Karolina di dunia model. Padahal banyak orang yang sudah mengingatkan akan ambisi gadis itu setelah meninggalkan dunia model untuk berlanjut ke dunia film.


Apalagi pada saat itu usaha Kak Zaki baru dimulai beberapa tahun yang lalu. Tentu belum sebesar seperti yang sekarang ini. Pria itu perlu waktu lebih lama untuk mengembangkan usahanya tersebut. Setelah beberapa kali berhasil mendatangkan beberapa group musik terkenal dari luar negeri, untuk konser di Jakarta dan Surabaya.


Mungkin para pria muda itu hanya untuk menunjukan egonya saja kalau dapat sekedar menjadi gandengan atau pacar dari wanita seperti Felicia. Gadis yang sangat cantik dan ambisius! Namun lelaki baik - baik tentu akan berpikir ulang untuk mempunyai pasangan seperti Felicia , apalagi harus menikahinya.


" Pandu sangat beruntung mengetahui siapa gadis itu sebenarnya. Tentu, bertunangan dengan nama besar Samidi tetap saja tak membuat Felicia dapat menyeret Pandu ke jenjang pernikahan. Sudah banyak media yang mengulas masa lalunya. Termasuk barisan para mantan yang sakit hati atau kecewa..."


" Maksud Kak Sofi, Pandu yang sekarang memegang perusahaan Samidi Group itu?"


" Iya, Waktu itu ayah Pak Pandu yang memimpin perusahaan. Yah, begitulah...


Entah, Pandu sudah move on atau belum? Aku dengar sih, dia lama berada di Singapura. Untuk menyembuhkan luka hatinya."


Jenna hampir menahan geli. Pantas sikap Pak Pandu lebih mirip beruang Grizzly yang kaku dan pemarah! Dia punya kacamata yang salah untuk menilai para gadis yang mendekati pria itu karena nama besar yang disandang sang ayah. Juga peran beberapa nama besar dari anggota keluarga Samidi di dunia hiburan tanah air.


Tedi hanya melambaikan tangan sebagai tanda dia pamit dari acara kumpul - kumpul itu. Kakaknya datang hanya sekedar untuk menghormati si pengundang acara Zaki! Teman dekatnya!


" Mau jalan atau nonton?"


" Pulang aja! Belum lihat ulasan film yang mendapat apresiasi bagus di bulan ini!"


" Payah, kalau seluruh penikmat film bersikap seperti ini. Masak baru ke bioskop kalau sudah mendapat penilaian bagus dari orang lain! Nilai sendiri dan rasakan! Jangan terpengaruh orang lain!"


" Ih, gayanya kayak kritikus film sejati. Mengapa Abang kenal dengan Felicia?"

__ADS_1


" Dulu bantu Om Wahyu untuk mencari data dan keterangan tentang Felicia itu. Dia sengaja mendorong Karolina dalam pergaulan yang tak sehat itu!"


Keluarga besar Damash sedikit heboh waktu itu ketika Karolina mendapat peran dalam sebuah garapan fim terbaru dari seorang sutradara muda. Namun Karolina mulai terjebak dalam pesona si Valentino Raza itu. Lawan mainnya di film itu.


Sampai Opa Damash langsung menjaga cucunya itu ketika muncul pemberitaan miring tentang kencan singkat Karo dan aktor play boy itu.


Selama pengambilan adegan film itu ada dua ajudan Opa yang bergantian menjaga Karolina. Entah proses syuting di ambil di daerah manapun. Karolina selalu dijaga. Sedikitpun ditutup segala celah untuk mencegah si pria itu menunjukkan pesonanya pada bintang baru seperti Karolina yang memang belum banyak berpengalaman di dunia tersebut. Kecuali nama tenar Karolina di dunia model dan iklan.


" Apa Abang tahu Felicia bertunangan dengan Pak Pandu kita yang terhormat itu?"


" Tidak tahu, Sebab Karolina sudah aman sejak bertunangan dan menikah dengan Farhan Hasbillah. Jadi buat apa ngurusin hidup Felicia! yang nggak jelas itu."


" Sepertinya, Abang banyak nyakitin dia, deh! Kok aku yang justru kena amukannya?"


" Waktu itulah secara tak sengaja, Abang juga melihat dia berhubungan dekat dengan Pandu. Padahal masih berpacaran dengan Zaki. Sampai Zaki pun tak percaya dengan fakta yang Abang Sampai! Dia kaget dong? Baru pacaran saja sudah berani berselingkuh. Segera saja Felicia dia hempaskan! Termasuk tawaran beberapa FTV yang tadinya sudah akan diberikan untuknya!"


Pantas saja Felicia punya dendam pribadi, bukan saja pada Tedi Darmawan saja. Juga penyandang nama Darmawan lainnya!


" Sekarang Abang yang harus cari pendamping hidup.Pilihlah wanita yang tepat. Mudah-mudahan, sih. Bukan seperti cewek kayak tadi!"


" Memang kenapa dengan Sofi dan Felicia?"


" Mereka bukan cewek yang tepat buat Abang! Terlalu banyak mencari sensasi di dunia hiburan! Nanti diamuk Opa Damash lagi, Lo!"


Tedi tertawa geli. Justru si Opa nanti yang akan menjaga Jenna dengan sepenuh hati. Apalagi si kakek akan kembali menjodohkan si cucu perempuannya itu dengan salah satunya dari anak atau cucu dari rekan bisnis, sahabat baik atau dari komunitas tertentu.

__ADS_1


Memang perkembangan teknologi dan informasi sekarang sangat pesat di Indonesia. Banyak wanita muda berlomba- lomba meraih impiannya sebagai model, artis, atau penyanyi karena profesi seperti itu yang paling mudah memberi mereka materi bila cukup mendulang sukses! Tetapi banyak juga yang lupa! Kalau mereka juga harus mempunyai bakat yang kuat di bidangnya tersebut bukan mengandalkan sensasi.


Mobil itu mengantar Jenna kembali ke Pasar Minggu. Jenna tak peduli kalau ini masih pukul delapan malam. Masih sore ucap anak muda Jakarta. Sebab di malam Minggu ini, banyak sekali tawaran hiburan untuk bermalam panjang. Walaupun pada saat ini pilihannya sedikit terbatas.


__ADS_2