Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 120. Lain Lagi Rencananya


__ADS_3

Karolina akhirnya yang terpilih untuk menjadi menjadi model iklan yang memproduksi berbagai alat-alat rumah tangga dengan teknologi modern. Seperti alat penyapu lantai elektrik buatan dalam negeri.


Dia terlihat lebih siap dari segala apapun juga. Dengan menerima kontrak iklan itu walaupun nilainya bayarannya tidak terlalu besar. Apabila dibandingkan seperti bayaran yang didapat oleh Rara, yang mengiklankan produk kosmetik dari pabrik milik Tante Ismaya. Sebab iklan produk kosmetik itu memerlukan wanita muda yang cantik, dengan kulit yang sehat dan segar.


Gadis muda, keponakan Keanu itu mulai melejit kariernya. Karena mulai banyak mendapatkan tawaran selain bintang iklan, juga muncul di di beberapa acara hiburan dan musik di TV nasional swasta.


Sesekali Karolina juga masih aktif membuat konten di luar kemampuannya sebagai model. Sebab dunia entertainment sekarang lebih meluas lagi jangkauannya. Selain banyak orang-orang muda yang menyukai tips dan trik yang disampaikan di Karolina itu juga. Ternyata banyak juga orang- orang yang aktif mengikuti penayangan videonya itu memberinya tantangan untuk Karolina melakukan hal lainnya. Selain mukbang atau mencoba jajanan kulineran. Bahkan munculnya beberapa komentar dari akun lain yang mengkritik semua kegiatan Karolina itu.Kata orang pengkritik inilah yang disebut haters.


Jenna juga kaget melihat komentar atau omongan seseorang itu yang dengan mudahnya menghina atau menjelekan kegiatan orang lain yang tidak dikenalnya secara personal. Malah hanya dengan menggunakan jari-jarinya mereka mampu mengetik kata- kata yang penuh dengan ujaran kebencian.


Semua akun Karolina sudah ditangani oleh seorang admin yang dikerjakan oleh Bang Tedi. Pria itu juga nggak mau sepupunya dihina habis - habisan. Padahal semua tips, trik itu diberikan dari Karolina, karena pengalamannya semasa dia bergelut di dunia model.


 Malah dia harus berjuang sangat keras saat untuk memulai kariernya tersebut. Seperti harus kehilangan masa bersenang-senang saat masa remaja, hilang! Berganti dengan latihan rutin di kursus modeling, yang dimiliki oleh seorang mantan peragawati senior, sepulang sekolah. Itupun tidak sebentar hampir dua tahun dijalaninya. Sebelum dia mendapatkan tawaran pertamanya membawanya gaun- gaun para perancang muda dalam sebuah kegiatan even nasional, seperti Jakarta fashion week zaman sekarang.


" Kamu nggak marah dikatain seperti ini?" tanya Jenna jengah. Sambil memperlihatkan komentar yang banyaknya lebih dari 20 orang dalam satu tayangan konten milik Karolina itu.


" Kata Bang Tedi, anggap saja kritikan itu sebagai batu kerikil yang harus kita langkahi agar jangan tersandung, untuk menjadi lompatan yang lebih besar untuk meraih keberhasilan!" kata Karolina santai.


" Sudah tahu, siapa pemilik manusia yang merasa paling hebat dan paling sempurna seperti ini? "


Tambah Jenna. Sebab makin dia amati, lebih banyak lagi orang-orang yang memberi komentar negatif dari konten Karolina. Dari hanya kritik tentang cara Karolina berjalan, ucapan yang tidak jelas artikulasinya. Sampai dengan gaun yang dipakai Karolina dalam pembuatan konten itu yang dibilang netizen norak! Padahal Karolina membeli gaun - gaun itu itu dari butik langganannya. Harga gaunnya itu pun di atas satu juta rupiah per buahnya. Malah ada yang lebih!


Jenna semakin emosi ketika membaca kritikan mereka sudah merambah ke fisik atau tindakan bullying. Padahal secara umum, penampilan menarik! Sebab wajah Karolina itu cantik, dengan kulitnya kuning langsat. Tubuhnya pun proporsional, dengan tinggi hampir mencapai 175 dengan berat 64 kg. Kalau tidak, mengapa dia bisa bertahan di dunia itu dalam lima tahun terakhir ini?


Tetap saja ada salah satu dari mereka yang mengatakan kalau hidung Karolina itu mekar seperti kayak jambu air. Bahkan sampai ada dari mereka menyebutkan kulitnya buluk! Dasar!

__ADS_1


Saking gemesnya, dibantu Mbak Tia, Jenna melihat kalau yang menghina Karolina secara fisik itu justru datangnya dari para bocil yang baru saja akil balik alias remaja. Mana tempat mereka tinggal bukanlah di kota- kota yang namanya sering muncul di peta wilayah Indonesia, saking, asingnya nama kota tersebut tersebut. Karena terletak sangat terpencil di wilayahnya.


" Ini anak, lahir di kandang macan kali, ya. Nggak diajarin orang tuanya sopan -santun atau menghargai orang yang lebih tua. Itu jari - jari tangannya lebih lemes dari mulutnya para ibu tetangga kita yang paling julit sekalipun!"


Justru kata - kata Jenna mendapat tertawaan geli dari dua team kerja Karolina. Yaitu Mbak Suli dan Mbak Heti yang sedang menemani Karolina untuk shooting iklan komersialnya yang pertama.


" Biasa, Mbak! Biasa itu bagi para bocil sekarang! Suka mengumpat dan menghina orang seenak udelnya sendiri!" jawab Mbak Suli.


" Huh, kalau tinggalnya di sekitaran Bogor, Depok , Bekasi atau Tangerang sudah aku samperin ini, bocah! Sayang tinggalnya di Ujung Berung! bisa berat di ongkos kalau nyariin alamat rumah mereka. Urusan bisa runyam ini!"


" Memangnya mau diapain anak-anak itu, Mbak Jenna?"


" Enaknya diapain, ya? Dijadiin ayam geprek, ayam penyet atau dijadiin soto gebrak! Biar rame dan kapok!"


Ha, ha tawa itu mereka itu kembali membahana. Mbak Suli makin geli ketawanya. Sebab ancaman konyol Jenna itu tak jauh- jauh dari nama jenis makanan masa kini yang lagi nge- hits.


Ruang tunggu itu jadi rame karena obrolan receh mereka. Sampai terlihat ada pandangan tidak suka dari seseorang pria yang duduknya nun jauh di sana...


"Sst, itu bukankah Bang Miko?" bisik Jenna cemas.


" Lho kamu baru tahu, Jenna? Untuk sementara Bang Atmiko Aryaduta yang menjadi manajer Mbak Karolina. Arkan masuk pesantren dulu! Banyak orang yang dimintai tolong, untuk membantu Arkan itu akhirnya menyerah... Kesalahan Arkan itu sangat besar rupanya! Kita nggak menyangka aja, kalau Arkan yang wajahnya kalem kayak gitu, kalau sudah ngomong keluar semua bahasa antik warisan dari Engkong-nya itu!"


Sayangnya, Bang Fendi lebih suka berada di luar gedung studio ini. Karena yakin ada Jenna bersama Karolina jadi dia cukup berjaga di luar. Seringnya di duduk di pos penjagaan keamanan atau menyendiri di taman atau tempat mojok lainnya, di luar gedung.


Mbak Suli sibuk membantu segala yang diperlukan Karolina. Tampaknya mereka membawa satu koper pakaian yang cocok bagi peran Karolina sebagai ibu rumah tangga muda masa kini. Berpakaian nyaman dan simpel tetapi bagus.

__ADS_1


Sebuah gelas kopi terulur di hadapan Jenna. Sampai Jenna tengadah dari hapenya. Di depannya tampak seraut wajah tenang Bang Miko


" Kopi?" tawarnya. Sambil memperlihatkan sebuah cup kertas kopi dari sebuah gerai minuman terkenal itu.


Jenna menggeleng lemah. " Maaf saya nggak minum kopi!" ucap Jenna. Dokter sudah melarang Jenna untuk minum kopi, sejak dia sering mengalami gejala maag. Maklum sebagian jajanan bercitarasa pedas dan asam masih menjadi makanan favoritnya.


" Saya salah! Karena tidak memperhatikan ucapan Pak Tedi! Kamu memang berbeda dengan gadis kebanyakan... Sampai Bang Fendi pun ikut menjagamu!"


Jenna mengambil tumbler kesayangan. Biasanya kalau di tempat kerja, dia mengisinya dengan air putih hangat. Tetapi kalau di luar jam kerja dia minum apa pun dengan es untuk menemaninya makan bakso, rujak atau somay.


" Soal Arkan saya juga minta maaf... Dia sering kambuh vertigo nya... Jadi dokter menyarankan dia cukup istirahat di rumah dulu. Setelah kemarin menyelesaikan editing iklan itu dibantu dua teman baik Pak Tedi!" ucap Bang Miko lagi.


" Nggak apa-apa, Bang. Santai saja! Saya juga baru denger permasalahan ini... Sebab jarang ada cerita dari penduduk setempat tentang kejadian seperti itu. Kami para pemilik vila, penjaga villa dan penduduk di desa itu selalu bergaul dengan baik! Opa Damash ingin di daerah itu benar - benar menjadi tempat istirahat yang nyaman dan tidak terlalu komersial!"


" Bang Fendi sedang menunggu kakak seperguruan yang masih ada di Cirebon untuk membantu Arkan! Sebenarnya anak itu baik, berbakat dan dari team inti grup kami... Entah karena dorongan jiwa mudanya yang merasa tertantang dengan hal-hal yang di luar logika dan akal pemikiran orang umum. Makanya dia melakukan hal tersebut."


" Sebenarnya, Bang! Banyak tempat di Indonesia yang mempunyai beberapa pantangan dan larangan yang harus kita jaga sampai. Sekarang. Hal ini tergantung bagaimana kita menyikapinya saja! Apakah itu sebuah nasehat dari para pendahulu kita, berupa larangan, petuah leluhur atau hanya mitos semata..."


Pria muda itu mengembuskan napas nya yang sesak. " Kami hampir dua hari dua malam berada di vila Bunga... Tak banyak para sesepuh di desa itu yang dapat membantu... Mang Koya sudah mendapatkan dua orang paranormal... Tetap tak bisa menolong!"


" Apa Arkan sering meninggalkan sholat lima waktunya ?" tanya Jenna pelan.


" Mungkin, kalau waktu shooting sangat mendesak! Dia juga hanya tinggal pesantren sampai kelas 9 saja. Orang tuanya sudah tidak kuat membiayai pondoknya di pesantren yang cukup mahal. Jadi Arkan melanjutkan ke sekolah umum, di sebuah SMA , lalu kuliah ambil teknik Informatika."


Keterangan itu cukup dipahami Jenna. Dulu juga Jenna agak takut ketika diajak bersafari oleh Opa Damash menjelajahi berbagai hutan rimba di belahan bumi Sumatera. Tetapi dari sanalah dia belajar menaklukkan rasa ketakutan itu. Sebab bukan itu saja yang mereka hadapi, selain ada makhluk buas yang mengintai mereka seperti harimau, gajah atau beruang hutan. Di hutan itu ada penuh larangan juga dihadapkan pada medan yang sulit.

__ADS_1


Misi Opa dan rekan -rekan dalam komunitas itu adalah berburu hewan liar seperti babi hutan. Binatang seperti itu menjadi hama bagi lahan pertanian penduduk yang menjadi transmigran dan tinggal di dekat tepian hutan. Tetapi dalam kegiatan berburu itu, Jenna dapat tinggal di rumah - rumah penduduk yang ada di pinggiran hutan bersama Oma Frida. Rekan - rekan Opa dalam komunitas itulah yang sekarang ini mengenal Jenna dengan sangat baik.


__ADS_2