Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 141. Menjauh dari Bang Miko


__ADS_3

" Mas, saya.minta tolong untuk dibantu bawain barang - barang ini sampai ke halaman parkir, bisa? " Pinta Jenna pada seorang petugas kebersihan atau cleaning service. di mall itu.


" Oh, bisa, Mbak! Ini barang - barang untuk acara promosi tadi, ya? " tanya pemuda itu. Dia berseragam kemeja biru terang dengan bawahan celana panjang hitam dari bahan.


Pemuda itu berhasil menggotong dua tumpukan kardus besar berisi sampel produksi dari Ismaya kosmetik di bahunya. Jenna yang membawakan tas peralatan berisi make-up. Sedangkan Mbak Hera membawa sisa barang yang ada, berupa satu tas sport besar sambil menyelempangkan tas tangannya di bahu. Ketiga orang itu berjalan beriringan ke luar dari loby utama gedung berlantai tujuh itu sampai ke sudut Utara lahan parkir.


" Terimakasih banyak, Mas!" ujar Jenna setelah barang - barang itu masuk dan dapat ditata rapi di dalam bagasi mobilnya.


Jenna menyodorkan satu boks berisi makan siang, selembar uang dua puluh ribuan dan satu goody bag berisi sampel parfum dalam wadah plastik kecil berisi tiga buah. Sebagai tanda terima kasihnya.


Mata pemuda itu sampai berkaca - kaca, saat menerima barang- barang itu. " Terimakasih, Mbak! Semoga produk kosmetiknya semakin laris di pasaran!" ujarnya sambil membungkuk hormat dan pamit untuk kembali ke dalam mall tadi.


" Sama-sama, Mas!" Balas Jenna.


" Itu bukannya jatah makan siang, Mbak Jenna, ya?" tanya Mbak Hera heran. Setelah melihat mas cleaning service itu sudah berjalan menjauhi mereka.


" Masa? Saya pikir untuk team promo. Boksnya kok malah beda begitu?" Tanya Jenna agak bingung juga. Jenna sudah membawa cemilan dan makan siang sendiri, berupa nasi bakar dan salad buah.


Biasanya kalau Mamanya of di hari Sabtu dan Minggu, sarapan dan makan siang di rumahnya selalu tersedia dengan menu yang lengkap. Apalagi Ibu Arunika juga mendengar kalau Jenna membawa MUA dari salon tempatnya bekerja untuk mendadani Rara. Dalam kegiatan promosi dari produk kosmetik milik perusahan adik iparnya, Ismaya... Tentu Si Mak Isah sudah disuruhnya menyiapkan makanan untuk Jenna. Daripada anaknya jajan di mall dengan menu yang tidak jelas kandungan dan nilai gizinya.


Mbak Hera cukup heran dengan sikap Jenna. Sebab di antara kesibukan menyiapkan Rara, dia juga harus stand by di belakang area promosi. Tentu dengan persiapan yang kurang memadai. Karena mereka ditempatkan di sebuah ruangan kecil di dekat tangga, yang selalu dilewati oleh petugas keamanan, juga para karyawan yang mulai masuk kerja, sebelum jam buka mall tersebut.


Tempat itu sempit itu menjadi bising dengan bunyi langkah kaki yang terus -menerus, sebagai jalan pintas masuk para pramuniaga,Terkadang ada saja satu dari Mbak - Mbak SPG yang kepo mendatangi tempat itu. Walaupun sudah dipasang tanda tulisan dilarang masuk, di pintu depannya.


Jenna berusaha bernegosiasi depan seorang manager yang menggurus area tersebut. Karena mereka membutuhkan ruangan yang lebih besar, dengan lampu yang terang. Agar dandanan Mbak Hera tampil maksimal di wajah Rara.


Apalagi tempat untuk ajang promosi yang ada di loby juga merupakan area khusus dengan beberapa galery dan butik khusus. Kebanyakan barang yang dijual di toko-toko seperti itu merupakan barang impor dari sepatu, tas sampai pakaian dengan brand terkenal buatan Eropa, Amerika juga Jepang.


Berbagai persiapan acara promosi itu agak sedikit kacau. Karena team yang diketuai Mbak Prima kurang kompak atau tidak mensurvei mall ini terlebih dahulu. Seharusnya mereka bisa mendapatkan ruang khusus untuk Rara berganti pakaian. Apalagi gaun promo yang cukup mahal itu bersifat tidak menyerap keringat dan terlalu rumit hiasannya.


Sampai akhirnya mereka dibantu seorang manager mall, diperbolehkan menggunakan satu ruang kosong di bagian monitoring. Jadi Rara dapat berganti pakaian di sana agak lebih leluasa.

__ADS_1


Dibalik kesibukannya itu, Mbak Hera juga melihat sikap Bang Miko banyak berubah. Bukan hanya dari cara bicaranya yang lebih tenang dan hati-hati.Tetapi juga dia mengubah penampilannya. Pria muda itu memotong rambut panjangnya yang tadinya agak berantakan sebahu, menjadi lebih pendek sedikit dan cukup rapi.


Sekarang pemuda yang memang berjiwa seniman sejati itu mengikat separuh rambutnya semi panjangnya, ala pendekar dalam komik Jepang atau Korea.Tetapi dengan menyisakan sedikit sebagian rambut di belakangnya agak terurai.


Padahal dulu keberhasilan iklan kosmetik itu karena sikapnya bagai singa, saat berada di lapangan memimpin team kerjanya. Guna mendapatkan hasil gambar film iklan terbaik. Kini justru menjadi pria itu menjadi lebih kalem dan tenang


Mbak Hera juga agak heran, saat Bang Miko bolak - balik dari area lantai satu ke lantai di atasi. Di sana lebih banyak gerai dan restoran yang menyajikan berbagai makanan siap saji atau restoran ala Korea , Jepang dan beberapa jajanan viral.


Ternyata Bang Miko membelikan Jenna minuman juga makan siang yang dikemas dalam boks tersendiri. Tetapi secara samar Jenna menolak pemberian itu. Sebab Jenna tidak minum kopi. Berkali- kali dia menyesap infus water dalam tumbler khusus yang dibawanya dari rumah.


Dia sambil membuka laptopnya, juga mencicipi salad buah dan sayur yang sausnya dibuat dari campuran yoghurt, perasan lemon dan sedikit madu. Bahkan boks makan siang pun diberikan kepada petugas cleaning service yang membantu mereka mengangkat barang- barang salon.


Mbak Hera hanya sekilas menatap wajah tenang Jenna.Tentu Mbak Hera kurang mengetahui pertentangan di antara keduanya. Lagipula cara Jenna menolak perhatian Bang Miko, terlihat halus dan sewajarnya. Padahal sosok Miko inilah sosok pria yang menjadi incaran para remaja putri dan wanita muda karena bertampang 'bad boys'


Segera Jenna menghidupkan mesin mobilnya, setelah Mas Fajar datang dari parkiran belakang mall. Di sanalah Keanu memarkir mobilku.Ternyata prediksi mereka benar, ada sekumpulan pria yang menjadi fans fanatiknya Rara. Mereka tidak hanya memberi gadis cantik buket bunga mewah, ada boneka binatang berbulu lucu, sampai terkumpul tiga goody bag bercetak toko kue dan tokok coklat terkenal yang juga membuka cabangnya di m


Tadi Mas Fajar sudah izin untuk membantu Keanu membawakan koper berisi pakaian dan perlengkapan Rara berupa gaun untuk acara promosi, sepasang sepatu dan aksesorisnya.


" Mbak Jenna nggak bisa ikut kegiatan promo Minggu depan, ya?" tanya Mas Fajar tiba-tiba.


" Iya, Mas. Opa ada acara syukuran di Sentul... Saya diwajibkan hadir tentunya.." ucap Jenna.


" Padahal kita sudah enak begini sama Mbak Jenna, lho!"


" Nanti saya minta tolong supir Tante Ismaya aja yang ngantar ... Mungkin Naura juga bisa ikut, kali!"


" Lho, bukannya Naura nanti ikut ke Sentul?" tanya Mbak Hera jadi bingung.


Jenna tersenyum. " Begini, Mbak! Tante Ismaya itu menikah dengan adik ibu saya, Om Jhon Sagara! Sedangkan Opa Damash adalah kakek saya dari pihak ayah. Jadi mereka mempunyai kegiatan yang berbeda- beda ." Begitu cerita Jenna , saat menjelaskan dengan gamblang dan sederhana mengenai hubungan kekerabatan di antara Tante Ismaya dan dirinya.


" Saya pikir, Ibu Ismaya itu yang adiknya ibunya Mbak Jenna! Sebab terlihat dekat dan sangat akrab sekali. Malah seperti kakak dan adik!"

__ADS_1


" Ya, seharusnya begitu. Sebab Tante Ismaya menikahi Om saya, adik mama yang paling bungsu. Sejak Om Jhon ambil kuliah kedokteran di Jakarta, dia tinggal di rumah kami...Om Jhon yang gantiin Papa saya, kalau ada undangan rapat orang tua murid di sekolah ataupun mengambilkan rapot saya!"


Kembali ke salon di Kelapa Gading, mereka lebih ringan lagi pekerjaannya. Sebab barang- barang dibantu angkut oleh OB dan petugas sekuriti sampai ke ruang penyimpanan di lantai dua. Sisa hadiah dimasukkan di ruang kerja Jenna. Di ruang salon juga masih ramai karena masih ada pelanggan yang sedang di creambath. Tetapi para terapis sudah merapikan tas kerja mereka masing-masing dan bersiap untuk pulang.


Jenna sudah menutup laptopnya, sambil memeriksa kunci laci meja kerjanya. Setelah dia memastikan Mas Naim sudah menyapu dan mengepel seluruh lantainya.


Tinggal Mas Naim menemani para pekerja salon yang masih menyelesaikan sesi terakhir dari pekerjaan mereka. Barulah pria sederhana itu menyapu lantai salon dan membuang berbagai sampah, yang ditinggalkan.


Sampah yang telah dipilah - pilah itu dikumpulkan di kantong plastik hitam besar di dekat pintu tangga di lantai satu. Besok semua sampah akan di letakkan di depan halaman parkir. Sebab akan datang petugas khusus yang mengambil masing- masing sampah di blok ini. Sebelum dibawa ke tempat penampungan sampah umum.


***


Sepertinya segala urusan yang berkaitan dengan masalah Arkan dan vila Bunga itu harusnya menjadi satu pelajaran berharga bagi Jenna!


Tentu kejadian yang ada di Vila Bunga dan akibat yang diterima Arkan, menurut seorang Atmiko Andrean tidak masuk akal. Apalagi mendengar penuturan Jenna yang menurutnya di luar nalar dan logika manusia.


Mungkin Miko adalah produk manusia modern, menghapus segala sesuatu yang bersifat mistik dan berbau takhayul. Jadi dia kurang menghargai kemampuan Jenna yang menurutnya agak mengada- ada. Tentang adanya pengaruh mistik dengan perubahan sikap dan tingkah laku kedua buah anaknya. Padahal yang mereka lakukan hanya keisengan semata dengan memasang kamera untuk merekam aktivitas makhluk tak kasat mata yang mereka yakini memang ada di tempat itu.


Inilah yang membuatnya emosi, sebab dengan gamblang Jenna menegur perbuatan mereka itu. Sampai Miko kurang meyakini kemampuan Jenna itu hanyalah mencari perhatiannya saja!


Miko yang sudah lama tinggal di luar negeri selaku berpikir logis dan analitik. Apalagi dia mengambil pendidikannya yang berhubungan dengan penyutradaraan lewat beasiswa penuh di suatu sesuatu kampus terkenal di sebuah negara bagian Amerika Serikat.


Jadilah, dia dan Jenna saling bertentangan. Karena menurut penilaiannya, Jenna itu gadis muda produk keluarga kaya dan terhormat .Tentu kurang berpengalaman dengan kehidupan masyarakat biasa pada umumnya.


Sangat berbeda jauh dengan sosok sepupunya yang dia tangani urusan kontrak dan casting iklannya. Kalau Jenna adalah rusa muda yang cantik dan sedikit liar.Dengan keindahan tahunya melihat dunia luar. Sedangkan Karolina lebih mirip seperti kupu- kupu cantik yang telah mengembangkan sepasang sayapnya yang cantik ,indah dan cemerlang!


Bahkan pria itu terlalu percaya diri, dengan membela anak buahnya mati-matian, termasuk Arkan. Untung ada Bang Fandi, yang segera turun tangan membantu mengatasi permasalahan itu. Setelah dia tahu ada akibat yang lebih besar lagi. Karena di tangan Arkan, proses editing pengambilan gambar di vila itu akan menjadi tayangan iklan yang terbaik


Kakek Guru Amir dulu yang melatih Jenna dalam mengasah kepekaan saat berhadapan dengan orang lain. Yaitu membaca pergerakan lawan. Sebab senjata pisau yang Jenna pegang, hanya sekali dapat digunakan dan harus tepat sasaran mengenai lawan. Kalau tidak dia harus mendapatkan serangan balik dari lawan yang mematikan!


Sayangnya sekarang Jenna tidak mau tahu berhadapan muka dengan lelaki itu. Walaupun sikap baik lelaki itu selalu menjadi pembicaraan di antara Karolina dengan kedua orang tua Jenna saat mereka bercengkrama di ruang keluarga.

__ADS_1


Bahkan Jenna tidak peduli kalau Bang Miko memendam rasa bersalah. Sebab semua yang dikatakan Jenna adalah benar. Konyolnya, pria muda itu juga tidak mau meminta maaf secara langsung.Jadi Jenna memandang berbeda kalau lelaki seperti Bang Miko ini kurang gentleman! Sesuatu yang tidak disukai Jenna dari sekian banyak sikap arogansi seorang pria terhadap wanita.


__ADS_2