
Sebuah susunan daftar acara untuk perayaan tujuh bulanan Karolina dikirim Tante Amanda kepada Jenna lewat WA-nya pagi ini. Sepertinya ini bukan daftar acara semula yang dulu pernah dibicarakan oleh keluarga inti Damash. Terutama keinginan besar Tante Amanda yang ingin membuat acara tujuh bulanan ala bangsawan Jawa dengan berbagai adat istiadat yang mengandung filosopi ajaran budaya yang bernilai luhur. Ada apa ini?
Dari daftar acara itu, berbagai adat Jawa dan Sunda yang katanya mau dikombinasikan terhapus, menjadi acara pengajian dan doa. Tamu yang diundang pun hanya kerabat dekat dari pihak keluarga Kak Farhan dan Karolina. Selebihnya, mereka akan mengirim makanan siap saji untuk anak yatim - piatu yang ada di beberapa panti asuhan di wilayah Sentul dan kota Bogor.
Mata Jenna melotot melihat waktunya jatuh acara itu di hari Jumat besok? Apa nggak ada hari lain yang cukup keramat apa! Di kantor Jenna, saat ini sedang sibuk menghitung absen karyawan bagian gudang dan pengiriman barang . Sebab , terkait kebijaksanaan perusahaan yang mematuhi berbagai peraturan pemda setempat untuk melakukan work from home.
Masa bodoh, ah! Gumam Jenna asal-asalan. Kalau dia tak bisa hadir tepat waktu, bukan salahnya dong! Pasti acara nujuh bulanan untuk Karolina ini adalah Made in ibu mertua Karolina, Ibu Hajjah Komariah Dian Hisbillah.
Wanita yang terkenal sangat fanatik dalam berbagai aturan dan hukum agama Islam. Sebab beliau juga mempunyai anggota majelis taklim pengajian ibu- ibu yang cukup besar jumlahnya. Dalam ruang lingkup seperti itulah Kak Farhan lahir dan dibesarkan. Agak ketat dalam segala hal.
Mungkinkah mereka mau menerima Karolina yang notabene, sama dengan Jenna, kurang tekun dalam beribadah. Juga menjadi menantu dan bagian dalam keluarga tersebut. Kalau bukan campur tangan Opa Damash, juga nama besar sang Kakek!
"Om Jhon, Izin pulang cepat ya? Aku mau ke acara Karolina hari ini!"
Begitulah cara menelpon Jenna pada bos besarnya di perusahaan tempat dia bekerja. Maklum, si Bos adalah adik bungsu Mamanya. Jadi dia bersikap sopan dan hormat bila menemui pria itu di depan orang banyak, seperti di kantor. Tetapi merengek manja pada Om yang paling disayanginya itu sejak dia tumbuh remaja.
Apalagi kalau Jenna mempunyai satu keperluan atau keinginan, bisa merepotkan pria maskulin itu yang tak tahan dengan kemanjaan sang keponakan!
Lumayan juga tampang si Omnya itu yang pada waktu itu sudah menjadi mahasiswa kedokteran di sebuah kampus swasta di Jakarta . Bisa dia pamerin ke teman - teman Jenna saat di kelas 10 di sebuah SMA negeri terkenal di wilayah Jakarta Selatan.
Mereka , para remaja putri ABG itu
__ADS_1
akan menerima teman dalam suatu lingkup dengan cara memandang status orang tua, penampilan juga kesamaan hobi. Bukan karena kemampuan akademik dan attitude yang bagus.
Jenna yang memang senang bergaul terpaksa memanfaat Om Jhon yang baik hati dan tidak sombong itu menjemputnya di Rabu sore itu, agar di diterima menjadi anggota The Queen, yang diketuai oleh Tamara Celia. Mereka menerima Jenna karena punya Om bertampang imut seperti para Opa Korea.
Si Om Jhon memang dasarnya agak play boy juga! Dia tak pernah absen menjemput si keponakannya manjanya itu yang saat itu mengikuti kegiatan Cheers leader. Tetapi lama-lama, Jenna bosan juga karena teman-teman di grupnya barunya itu semakin tak asyik dijadikan teman diskusi untuk mengupas pelajaran sekolah.
Setiap pulang latihan para cewek-cewek itu ngomongnya nggak jauh-jauh dari shoping, holiday ke luar negeri, minimal ke Singapura! Sampai mengoleksi berbagai aksesoris untuk cewek dari barang branded.
Sebenarnya, Jenna mau saja membicarakan koleksi Opa Damash yang paling ekstrem. Yaitu koleksi senjata berburu babi liar yang harganya juga tidak main- main.
Belum lagi hobi Opa yang membeli berbagai hewan langka. Sayangnya hewan-hewan itu Opa serahkan pada dinas setempat karena adanya pelarangan memelihara hewan yang sudah langka dan lindungi pemerintah belum lama ini. Jadilah, Jenna pindah ke ekskul semula saat di duduk di kelas 11, yaitu basket, taekwondo dan belajar melukis.
"Laporan gaji karyawan sudah siap?" tanya Om Jhon, agar Jenna mendahulukan kewajibannya sebagai pegawai di perusahaan ini. Walaupun dia tahu, betapa pentingnya kehadiran Jenna bagi Karolina. Apalagi saudara sepupu Jenna itu sedang hamil dan mengadakan acara nujuh bulanan.
.
Tampaknya, Jenna harus menghentikan Honda Jazz miliknya itu di pinggir jalan dan bertanya kepada Pak Polisi yang bertugas di pinggir jalan dekat perempatan lampu merah. Ternyata, Jenna harus mengambil arah yang ke kiri ke dulu, untuk mencapai sebuah wilayah pemukiman yang tampak sangat eksklusif. Rumah khusus para kaum berduit di kota yang dipenuhi berbagai tumbuhan besar dan berbuah langka seperti buah pala.
Lamat-lamat, dari kejauhan terdengar suara pengajian dari rumah berlantai dua yang paling besar dan paling megah yang terdapat di kompleks perumahan itu. Saat itulah Jenna mengetahui, betapa makmur dan kayanya keluarga mertua Karolina.
Baru saja mobilnya sampai di depan jalan utama, Jenna dihadang oleh dua petugas berbaju security.Terpaksa Jenna membuka jendela mobilnya.
__ADS_1
" Maaf, Ibu mau kemana? Bisa kami bantu?"
" Ini rumah Bapak Farhan Hasbillah kan?" tanya Jenna .
" Benar, Bu. Apa ibu punya kartu undangannya?"
" Harus ya, Pak? Tetapi saya asistennya Ibu Amanda Khairunnisa. Jadi saya bukan tamu Pak! Saya mau bantu beliau menggurus pemberian santunan untuk anak yatim."
Kedua petugas parkir itu kebingungan. Mereka bekerja sesuai prosedur. Tetapi Jenna memang lupa meminta undangan untuk acara tujuh bulanan Karolina hari ini. Bukankah dia masih termasuk anggota keluarga juga?
Seorang petugas itu berinisiatif agar Jenna memarkirkan mobilnya agak jauh dari pemukiman keluarga Farhan Hasbillah.
Saat keluar dari city car tersebut, Jenna hanya sempat meraih hadiah untuk Karolina dalan bentuk kado. Satu - satunya jalan untuk memasuki rumah besar itu adalah, Jenna harus memakai kerudung.
Pashmina oleh- oleh Tante Lisa yang dibawanya dari Luar negeri itu bewarna hitam. Kerudung itu yang dia simpan di mobilnya untuk acara mendadak, bila ada berita kematian dari orang tua karyawan di kantor atau keluarga.
Hampir di sekeliling rumah besar itu dipenuhi berbagai mobil termahal di kelasnya juga tahun terbaru. Ragu- ragu Jenna berjalan agak memutar menjauhi kerumunan di halaman depan sampai pintu masuk rumah megah ini. Berkali- kali dia mencoba menghubungi Karolina juga Tante Amanda, tetap tak terhubung. Dia bingung.
Hati- hati Jenna mencari pintu masuk lewat samping rumah. Sampai dia dikejutkan oleh tarikan dari tangan kokoh dan kuat!
Tubuh mungil Jenna terseret memasuki sebuah ruangan yang agak tersembunyi dari keramaian tadi. Belum sempat, Jenna berbicara dia dihadapkan pada raut wajah pria tampan yang menyerupai aktor- aktor Turki.
__ADS_1
Ada sedikit wajah Timur Tengah-nya yang bercampur sedikit darah Eropa, karena matanya sangat coklat. Pria itu hanya kurang menumbuhkan rambut di atas bibir dan dagunya saja! Biar tambah macho!
Hey, pria itu malah menatapnya dengan tatapan curiga dan waspada. Apa salah dia hadir ke acara ini? Apalagi tanpa undangan. Mana ibu dan anak itu susah dihubungi lagi!