
" Mau kemana?" Tanya Kak Farhan bingung
" Mau pulanglah! Dari tadi situ diam saja kayak sapi ompong!" ketus Jenna. " Kalau Kak Farhan bermaksud mengintimidasi Karolina dengan maksud agar dia datang sendiri, ke sini! Ternyata Kak Farhan salah memilih lawan dalam menghadapi keluarga Damash!"
" Maaf... Maafkan saya. Jenna, Karolina!"
" Sudah basi tahu! Sudah hampir 4 bulan kalian bercerai, mana yang segala janji yang Kakak ucapkan di depan hakim pengadilan Agama.
Tak ada satu pun yang kalian realisasikan. Keluarga kami tidak seterkenal Hisbillah, tetapi maaf! Kalau berjanji itu adalah hutang dan harus dipenuhi!"
Wajah Ibu Nyai langsung pucat. Dia dulu mengira Jenna adalah salah satu dari gadis manja anak orang kaya, sebagai cucu kesayangan dari Pak Damash. Tetapi kata-kata gadis muda itu justru yang akan selalu dituruti oleh Ayah dan kakeknya. Apalagi dia juga sangat membela kepentingan Karolina
" Bisakah kita berbicara baik-baik, Nak Jenna?"
" Untuk apa? Demi kepentingan bisnis keluarga Hisbillah... Seharusnya Ibu Nyai dan Kak Farhan menghormati keberadaan Karolina yang pernah masuk dalam keluarga kalian ... Saya hanya sepupunya. Yang tidak punya kepentingan apa pun dalam masalah ini..."
Jenna beranjak ketika dia melihat Efron yang digendong dan dibawa masuk oleh Marvin ke restoran ini. Bocah lelaki itu tampak habis menangis.
" Sini sayang, sama Tante Jen!" Bujuk Jenna sambil menjauhi kursi mereka. Jangan sampai bayi ini punya kenangan buruk tentang pertikaian orang tua mereka di hari ini. Apalagi tidak ada inisiatif sedikit pun dari Kak Farhan untuk menanyai keberadaan anaknya! Cakep betul perangai lelaki yang awalnya tampak terlihat menolak perintah si Ibu untuk menikahi wanita muda pilihannya, yang sering disebutnya sebagai menantu ideal.
Ternyata gadis muda yang baru saja menyelesaikan pendidikannya setingkat SMA di sebuah pesan itu berhasil mengalihkan perhatian dan fokus utama Kak Farhan, dari anak dan istri pertamanya. Bahkan dengan menyembunyikan pernikahan keduanya itu, Lelaki itu telah menyakiti hati wanita yang dinikahinya terlebih dahulu, Karolina Damash.
Apa begini hasil pernikahan dari sebuah perjodohan dari orang tua Kak Farhan dan kakeknya ? Bukan hanya saling menyakiti setelah mereka bercerai. Tetapi mereka sudah menjadi orang yang sangat asing satu dengan yang lainnya... Benar memang! Kalau orang tua bercerai yang menjadi korban adalah anak-anak mereka!
__ADS_1
Dari pintu masuk terlihat Bang Tedi datang bersama dua orang wanita lainnya. Keduanya adalah Ibu Endang Rahayu, S.H. Pengacara yang dulu menggurus perceraian Karolina dengan Kak Farhan Hisbillah. Dia juga didampingi asistennya, Mbak Lydia Widyawati, S.H. Kak Farhan dan Ibu Nyai Komariyah Dian menatap tidak percaya dengan adanya kedatangan mereka.
Jenna tersenyum culas... Dia hanya mengatakan pada Ibu Endang kalau mantan suami Karolina akan menyelesaikan segala permasalahan yang dijadikan tuntutan dari pihak Karolina, nafkah anak dan separuh dari hasil penjualan rumah yang ditempatinya selama dua tahun setelah menikah dengan Farhan. Apabila tuntutan itu tidak dipenuhi, maka Karolina tidak akan pernah mengizinkan Farhan menemui anaknya sama sekali.
Efron melangkah hati-hati pada teras depan resto. Teras yang dibuat secara landai dan rata dari semen yang di cor. Sesekali ada senyuman manisnya terpulas di bibirnya. Tampak bocah berusia 14 bulan itu ingin menunjukkan pada tantenya, kalau dia sekarang semakin pintar berjalan.
" Sini, Efron!" panggil Jenna sambil menyerahkan botol susunya.
Jenna menyingkir sambil mengendong bayi itu. Di pintu masuk semakin banyak berdatangan pengunjung ke restoran itu. Sebuah restoran yang memang terkenal dengan olahan masakan yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara yang cukup sesuai dengan harga dan kelezatan hidangannya yang disajikan.
Di bangku taman, Jenna memangku Efron... Sesekali dia melihat isi botol susu itu, yang dengan cepat segera berkurang isinya... Efron langsung memeluk Jenna dengan matanya yang setengah terpejam. Tanda bayi itu mengantuk setelah berolahraga raga berjalan di halaman depan restoran ini sejak tadi bersama Marvin.
Pembicaraan di dalam tampaknya semakin alot. Sebab terlihat Ibu Endang menunjukkan berkas-berkas yang ada di meja itu. Kak Farhan tentu tak bisa memenuhi permintaan itu! Terlihat wajah Karolina yang kecewa.
Sampai Jenna menyadari ada sosok yang cukup dia kenal yang datang bersamaan dengan pria- pria lain yang sebaya dengannya. Apakah itu Pandu Samidi? Sebab rombongan pria eksekutif itu mulai memasuki area gerbang depan restoran. Saking asyik mereka ngobrol dan bergurau, mereka tidak terlalu memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Huh, dunia memang kecil. Padahal banyak kafe dan restoran yang bertebaran di seluruh wilayah Jakarta ini. Mengapa Lelaki itu harus membawa teman bisnisnya makan siang di sini, sih!
Mungkin karena duduknya Jenna agak jauh dari pintu utama masuk resto itu, jadi keberadaannya cukup tersamarkan. Apalagi posisinya sedang memangku Efron yang setengah mengantuk.
Yah , pasti banyak para pengunjung itu menilai, kalau penampilan Jenna sama layaknya dengan para baby sister yang mengasuh anak majikannya ini. Sedangkan sang majikan asyik menikmati makan siang di dalam ruangan. Mana Jenna peduli!
Segera dia mengendong Efron dan menyingkir dari depan restoran itu. Dengan cepat dibuka pintu mobilnya. Di jok belakang dia menidurkan Efron sambil meletakkan bantal boneka untuk kepala bayi itu dan satu boneka untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
__ADS_1
Jenna asyik mengamati laporan yang dikirimkan dari salon pusat lewat email di hapenya. Jadwal praktek dokter Salsa tidak berbenturan lagi dengan tempat praktek lamanya lagi. Jadi Jenna bisa merekomendasikan pada para pelanggan salon untuk melakukan yang sering melakukan tindakan bedah kecantikan untuk memperbaiki penampilan mereka.
Kata orang untuk cantik itu selain memerlukan biaya perawatan yang mahal, juga harus melakukan tindakan yang menyakitkan bagi orang yang ingin cantik dan awet muda. Beauty is Pain
Kadang Tante Ismaya juga mendatangkan berbagai alat mesin terbaru yang didatangkan dari luar negeri... Untuk kelengkapan salonnya yang ada di kelapa Gading... Dari mesin laser khusus untuk perawatan kulit dan wajah, sampai berbagai mesin pembakar lemak tubuh yang menjadi pilihan utama para wanita untuk melangsingkan tubuh, dengan cara yang instan. Tanpa perlu berdiet, minum obat atau pun capek-capek berolahraga.
Ada suara ketukan di kaca mobilnya. Kali ini lebih halus. Sampai Jenna berhadapan dengan wajah kakak laki - laki keduanya. Tanpa sadar Jenna menunjuk ke belakang... Di sana tertidur Efron, di jok belakang mobilnya dengan banyak bantal untuk menahan tubuh bayi itu untuk tidak jatuh.
" Kamu belum makan siang, Jen?" tanya si Abang Tedi penuh perhatian.
" Gampang itu, Bang. Bagaimana masalah Karo dan Kak Farhan. Selesai?"
" Boro-boro! Mengapa dulu Opa Damash menjodohkan Karolina dengan lelaki pecundang itu!"
" Yah... Bungkusnya terlalu menarik, tetapi isinya melempem, begitu..." ucap Jenna asal.
" Kata Farhan, kamu yang menjegal pertemuan bisnis dengan para investor untuk membiayai proyek pembangunan perumahannya yang ada di Serang itu?"
" Bang Tedi percaya Jenna bisa melakukan itu? Tanya Om Jhon Sagara! Dia juga nggak suka dengan cara Kak Farhan kasak-kusuk mendekati teman - teman bisnisnya! itu ."
Ucapan Jenna itu membuat Si Kakak tersenyum lembut. " Pantas, semua anggota keluarga Damash dan Darmawan menghajarnya!"
" Ajak Karolina keluar saja, Kak! Apalagi Kak Farhan main ancam. Katanya niat mau bertemu anaknya! Efron disapa pun enggak? Apalagi dicukupi kebutuhan bulanannya.."
__ADS_1
Dari Pintu keluar restoran keluarlah Karolina dengan wajah tak sedap dan bersungut-sungut. Kasihan dia terlalu banyak berharap kepada mantan suaminya itu ... Kalau ternyata hasilnya zonk!
" Kita pulang Jenna! Untung kamu di luar dan menjaga Efron... Kalau nggak sudah menghajar Si Farhan dan Ibu Nyai... Dengan entengnya dia bilang kalau kamu yang menyebabkan usahanya hancur! Pertemuan bisnisnya gagal karena kamu menjegalnya!" Ucap Karolina tambah kesal.