
Tante Ismaya tak melepaskan pertemuan dengan Pandu. Dia mendekati eksekutif muda itu yang baru saja memegang perusahaan periklanan terkenal ini dari sang Ayah.
" Saya Ismaya, istri Pak Jhon Sagara!" Ujar wanita cantik itu mengulur tangannya.
Pandu menyambut tangan wanita itu yang halus dan terawat. Dia tahu, dedikasi wanita ini di dalam bidang kecantikan. Dia juga pernah mendengar dua salon milik wanita itu dengan nama "Ismaya Beauty Clinic " yang cukup terkenal di kalangan artis dan sosialita.
Sementara di meja ujung sana, terlihat pembicaraan seru antara Om dan sang keponakan yang tak jauh dari perkembangan ekonomi dan bisnis.
" Kapan kamu balik ke Denpasar?" tanya Om Jhon.
" Tahun depan mungkin, asal Jenna mau ikut?"
" Jenna biar di tempat Om saja. Dia bisa belajar banyak tentang perusahaan..."
" Mengapa, Jenna tak ramah, dengan si Pandu itu, Om?"
" Sebelumnya, Pandu kurang menyukai tawaran kami, terutama dari hasil data dan hitungan Jenna. Pada masa sekarang, uang serupiah pun harus diperhitungkan. Namun Tante Ismaya hanya mau produknya kecantikan kali ini hanya dibuat iklannya oleh perusahaan Pandu!"
" Lanjutkan saja, Om. Kadang penilaian perempuan memang agak beda bukan?"
Si Om tertawa geli." Menikahlah, Tedi! Om pikir kamu sudah cukup matang untuk berumah tangga. Cari gadis baik- baik yang kelak bisa mendampingi hidupmu dari hal yang paling pahit sampai yang cukup menyenangkan!"
"Doain aja, Om..."
Saat mau pamit dengan Tante Ismaya, justru tangan Tedi dipegang dengan kuat oleh wanita itu. " Tedi kenalkan ini Pandu dan Jordi dari Perusahaan Iklan, Samadi Produsen House. "
Terpaksa Tedi mengulur tangannya. Justru dia mulai mengenali lelaki ini yang dulu pernah bertunangan dengan salah satu model yang masih satu agensi dengan Karolina. Kalau tidak salah Felicia namanya!
Gadis cantik itu tidak seberuntung sepupunya. Walaupun Karolina sudah tidak aktif lagi di panggung sejak dia menikah, hamil dan baru saja melahirkan bayi laki - laki. Sebab cantik saja bukan jalan utama untuk segera meraih kesuksesan di dunia entertainment. Juga harus mempunyai bakat yang menonjol, mendapat peluang yang baik dan faktor keberuntungan!
" Saya Tedi Dwi Yan Darmawan!" ucap Pria tampan itu sopan. Mereka berjabat tangan dengan sopan.
__ADS_1
Inilah salah satu kelebihan dari keluarga yang menyandang nama besar Damash dan Darmawan! Akan selalu berlaku sopan kepada pihak kawan maupun lawan.
" Apa hubungan Anda dengan Ajie Bayu Darmawan?" ujar Pandu dingin.
" Dia kakak saya yang tinggal dengan keluarganya di Medan. Mas Ajie Bayu pemegang cabang perusahaan di daerah Sumatera."
Jordy sudah memberi kode agar Pandu menjaga ucapannya. " Mari, saya harus kembali ke kantor pusat!"
Sosok pria tampan itu bergerak menuju pintu keluar yang segera dibukakan oleh sopir Ibu Ismaya penuh hormat. Tak lama kemudian, semua orang di ruangan pertemuan itu keluar dari ruangan pertemuan itu dengan kepentingannya masing - masing.
Para OB juga sudah bersiap - siap akan membersihkan tempat itu, yang disewa oleh Pak Jhon Sagara sejak pertemuan seminggu yang lalu.
Pandu mengajak Jordy kembali ke kantornya di kawasan Kuningan. Lelaki itu tanpa sadar melihat Tedi yang sedang menelpon di samping mobil yang akan dikendarai. Sebuah mobil buatan Jerman dengan lambang tiga huruf yang cukup terkenal. Sebuah kendaraan yang cukup bonafit dan tidak terlalu baru juga. Bukan kendaraan sejenis mobil super car dari Italia yang menjadi tanda dan lambang dari suksesnya seorang pria sebagai pengusaha muda dan lajang di Jakarta.
" Keluarga yang tidak suka pamer, bukan?" Ledek Jordy, ketika Tedi masuk ke mobilnya dan menjalankan menuju pintu keluar area parkir.
" Apa salah juga penilaianku terhadap adiknya Tedi tadi?"
" Yah, kupikir gadis itu adalah simpanan si Bos, Jhon Sagara. Jadi aku sudah kurang suka saat melihat kedekatan mereka"
"'Otakmu mesti di setel ulang kali! Jangan hanya karena sikap dan kelakuan Felicia, mantan tunanganmu itu. Kau anggap semua perempuan muda di Jakarta ini sama minusnya dengan kelakuan mantanmu itu!"
Pandu termenung agak lama. Kisah cintanya dengan Felicia dulu, hampir disiarkan di semua stasiun tv, saat mereka bertunangan. Namun Pandu baru menyadarinya tak lama kemudian. Kalau dia hanya dijadikan tangga untuk Felicia meniti karier di dunia entertainment, dan tidak cukup sukses.
" Lo harus minta maaf dengan Jenna!"
" Ngapain?"
" Ya, sudah! Jenna itu masih sepupunya Karolina. Jadi dia juga sudah faham seluk dunia model, catwalk dan entertainment. Makanya keluarga Jenna lebih mendorong gadis itu ke dunia usaha..."
" Lo belum cerita secara detail, Bro!"
__ADS_1
" Oke!" Lanjut Jordy dengan senyuman terbaik. Namun dia tahu, sikap sinis Pandu itu agak menghambat proyek kerjasama itu. Terlihat tadi Jenna tak terlalu menganggap kehadiran mereka berdua.
Jordy membuka sebuah map, berisi data dan foto- foto anggota keluarga Damash dan Darmawan. Tetapi Pandu sudah malas membaca tumpukan kertas itu. Dia lebih suka Jordy langsung bicara saja padanya.
" Kita mulai dari iklan produk kecantikan dari Ismaya Beauty ini, dulu. Pak Robert yang membuat iklan itu lima tahun yang lalu untuk media cetak dan tv. Hasilnya sangat fantastis, sejak itulah nama produk ini mulai booming. Jadi, Ibu Ismaya berharap produk kecantikan yang ini akan menjadi terkenal juga dan dapat diterima di masyarakat."
" Sayangnya, Pak Robert sudah pensiun tahun lalu!" Ujar Pandu cukup sedih. Pria itu hampir satu tahun ini mendampingi Pandu untuk menjalankan perusahan tersebut setelah ayah pak Pandu mendapat serangan jantung yang kedua.
" Dulu, bintang modelnya Karolina , bukan?" tanya Pandu lagi. " Apa Ibu Ismaya berharap Si Jenna itu yang menjadi model iklannya kali ini?"
" Lihat foto-foto ini!"
Tampak berbagai foto wajah Jenna dengan pemakaian produk kecantikan yang berbeda. Wajah cantiknya bertambah mempesona karena polesan make up-nya, ditambah permainan lampu di studio. Sehingga wajah itu terlihat lebih komersial dan bernilai jual cukup baik.
" Dia sudah menjadi brand ambassador sebuah Salon dan klinik kecantikan milik rekan Ibu Ismaya di Surabaya."
Kepala Pandu masih sedikit pusing untuk mencerna cerita Jordy, yang terus mengalir seperti air terjun buatan di kolam taman depan gedung kantor milik Samidi Group.
" Mengapa Pak Andrian Damash dan Feri Darmawan mempunyai nama keluarga yang berbeda kalau mereka mempunyai ikatan sebagai ayah dan anak?"
" Pak Andrian Damash, menikahi Ibu Frida saat wanita itu sudah menjadi janda dengan satu anak. Pak Feri itu anak dari suami pertamanya yang sudah meninggal."
Barulah, Pandu memahami duduk perkara persoalan itu. Mungkin persoalan putusnya dia dengan Felicia dulu, sudah membuatnya terpuruk dan kabur ke Singapura. Sehingga kurang mengulik berbagai peristiwa besar yang terjadi di tanah air selama masa pengasingannya itu.
Sementara orang yang sedang menjadi omongan dari dua petinggi di perusahaan yang banyak berkecimpung di dunia perikanan, pembuatan sinetron dan pemiliknya studio musik itu asyik menikmati kesendiriannya.
"Opa tidak suka Jenna ikut- ikutan Karo di dunia model dan artis, ya!"
Itu titah sekaligus larangan sang kakek buat Jenna. Setelah dia banyak membantu sepupunya itu karena harus tetap kuliah, sedangkan kariernya semakin melejit. Karolina banyak dipakai oleh beberapa desainer dalam negeri untuk membawakan rancangan terbaik mereka di pentas dalam dan luar negeri. Belum lagi tawaran iklan, ada yang memintanya berperan dalam FTV atau layar lebar.
" Opa aneh-aneh saja. Mana bisa Jenna jadi model atau peragawati! Tinggi Jena aja cuma 164, ukuran standar wanita Indonesia. Wajah campuran Jawa Cirebon , Yogyakarta sama Kerawang. Nggak menjual juga , Opa . Sebab yang tren sekarang kan ada campuran Indo, gitu...."
__ADS_1
Sang Opa hanya mengelus dada. Diam- diam pria tua itu menatap wajah cantik Jenna sang cucu yang sangat berbeda dari gadis kebanyakan. Suatu pesona yang justru tak disadarinya, karena cucunya lebih menyukai tantangan di bidang olahraga dan organisasi, dan bisnis.