Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 71. Ulang Tahun Baby Efron


__ADS_3

Kehidupan Karolina tidak mengenaskan lagi sejak perceraiannya itu. Kini sepupu Jenna itu tetap bersemangat mengisi kegiatan barunya itu di rumah dengan bekerja , sekaligus tetap menjaga bayinya yang terus tumbuh besar dari minggu ke minggu.


Lain halnya dengan Jenna, dia mulai tidak nyaman dengan kehadiran Marvin dan Pandu, yang secara tidak sengaja berada di sekeliling kehidupannya. Apa di kota Jakarta ini sudah minim stok pria muda yang lebih potensial dari dua makhluk pejantan yang menjengkelkan itu ? Pikir Jenna sebal.


Pandu dan Marvin selalu muncul di hadapannya dengan tak terduga. Kalau Pandu dengan berbagai alasan untuk menjemput sang Ibunda, yang secara tak tertulis menjadi pelanggan tetap di Salon Ismaya, cabang Jakarta Selatan ini. Bahkan pria itu juga ikut mempromosikan keberadaan salon Ismaya itu kepada sanak keluarganya yang berjenis kelamin perempuan. Tentu saja, banyak dari mereka yang cukup tertarik mendengarnya. Apalagi cara pelayanan salon itu yang sangat eksklusif dan kenyamanan pelanggan sangat diutamakan.


Tentu saja para anggota dan kerabat Samidi itu tertarik. Sebab selama ini mereka tak bisa lagi melakukan perawatan secara rutin di salon canggih dan mahal di beberapa klinik terkenal di Singapura atau Korea Selatan.


Lain halnya dengan Marvin. Pria itu bisa kapan saja datang ke rumah Jenna. Kadang bersama Bang Tedi. Bahkan lebih sering lagi, dia datang sendirian.


Punya nyali juga pria itu setelah disemprot habis-habisan oleh Jenna, karena menelpon Kak Farhan pada peristiwa itu! Hanya Jenna menyadari, Marvin pun pasti membekali dirinya dengan salah satu ilmu bela diri asli Indonesia itu. Sebab banyak berkembang ilmu pencak silat dengan berbagai aliran , yang banyak dilakoni para pemuda di provinsi tetangga sebelahnya Jakarta itu ...


Apalagi di daerah itu terkenal dengan para jawara yang memiliki ilmu silat dengan kekuatan tenaga dalam atau ilmu batin. Contohnya dengan atraksi debus! Terkadang, segala pertunjukan itu agak sulit diterima oleh akal pikiran dan logika manusia modern zaman sekarang.


Namun itulah budaya Indonesia. Yang Jenna yakini, masih banyak lagi ilmu-ilmu lain di bumi Nusantara ini. Selain ilmu beladiri warisan nenek moyang, ilmu pengobatan alternatif, bahkan kemampuan meramal masa depan dan bertahan hidup.


Kata Karolina, Marvin mengambil tempat kost di daerah Mampang. Sebenarnya dengan permasalahan itupun juga Jenna tidak peduli! Mau Marvin kost di Ujung Berung pun, silahkan saja! Toh, dia punya kendaraan roda empat ini. Jadi jarak kantornya di Kuningan pun tidak akan terlalu jauh bila ditempuh dengan mobil. Kecuali dia mau terjebak macet di beberapa ruas jalan di sekitaran wilayah itu yang jalannya tidak terlalu lebar, tetapi selalu padat dengan kendaraan di sana. Atau dia mau mengunakan fasilitas umum seperti busway, atau gojek?


Apa Marvin tidak berani menyewa salah satu dari apartemen di sekitar kawasan kantornya itu yang memang cukup mahal harganya? i Walaupun dengan tipe studio sekalipun! Masa asisten Tedi Darmawan digaji di bawah upah UMR , wilayah Jakarta Raya? Apa pria itu rela menghadapi kemacetan di tengah kesibukan lalulintas Jakarta, menjelang berangkat kerja dan jam pulang kerja!


Jadwal pelanggan yang berdatangan ke salon Ismaya semakin hari semakin


padat saja pengunjungnya. Yah, hampir dua tahun ini, para wanita itu harus selalu terkurung di rumah. Segala aktivitas kegiatan di luar rumah dibatasi. Walaupun masih harus menerapkan Sosial distancing. Tetap saja orang-orang itu sudah jenuh dan berusaha keluar rumah... Meskipun harus menggunakan masker segala. Sebab sebagai makhluk sosial, manusia perlu juga berinteraksi dengan orang lain agar tidak jenuh.

__ADS_1


Karolina pun dilarang kembali ke Sentul... Sebab Opa Damash masih mendapatkan penjelasan dari Oma Frida secara perlahan - lahan. Tentu saja pria tua itu sangat bersedih dan sedikit kecewa... Apalagi melihat si cicit yang sudah hampir berusia setahun, bulan depan. Namun kehilangan kasih sayang dari seorang ayah, akibat perceraian itu.


Ibu Arunika dan Mak Isah bermaksud merayakan ulang tahun Baby Efron secara sederhana saja. Juga hanya mengundang kerabat dekat dari keluarga Damash... Jadi mereka bermaksud menyiapkan sendiri hidangan ulang tahun si bayi dengan membuat nasi tumpeng komplit untuk acara tersebut.


Bahkan Opa dan Omanya yang kini tinggal di sebuah kota di Kalimantan Barat sudah bersedia datang ke Jakarta. Mereka sudah mengambil libur selama 3 hari... demi kebahagiaan Baby Efron.


Sejak kemarin, Mama Arunika, Mak Isah dan Teh Lilis sudah berbelanja ke pasar tradisional terdekat. Mereka membeli berbagai bahan makanan, sayur dan bumbu untuk membuat tumpengan.


Di sini, Jenna tidak berani menawarkan bantuan tenaga. Takut salah langkah. Karena dia juga sudah sangat lelah. Dalam seminggu ini, dia sudah 3 kali dia bolak-balik, ke Salon Pusat di Kelapa Gading. Dari mengambil laporan, juga beberapa barang pesanan pelanggan yang sangat penting.


Tante Ismaya terbentur dengan urusan suatu kegiatan promo di luar jam kantor yang cukup merepotkan.. Sehingga dia mengajukan seorang temannya untuk menggantikan tugasnya di Salon dan klinik kecantikan itu. Dokter Ayuni Damayanti, yang merupakan dokter rekanan Tante Ismaya yang berpraktek di Salon pusat, yang menggantikannya.


" Sini, biar saya yang jagain Baby Efron..."


Mak Isah yang bekerja di dapur kotor untuk memasak nasi tumpeng secara tradisional.Dia dibantu dua ART lainnya ... Mereka juga membuat ungkep ayam kampung, perkedel kentang dan berbagai pelengkap nasi tumpeng lainnya.


Sementara di dapur bersih, Ibu Arunika mulai menyiapkan berbagai garnis dan wadah nasi tumpeng dari tampah atau baki berbentuk bulat yang dibuat dari anyaman bambu.


Suster Fani pandai membuat wadah tumpeng itu dengan membuat lipatan segitiga dari daun pisang yang mengelilingi tampah itu. Sehingga wadah itu tampak estetik.


Efron diajak Jenna menyingkir ke lantai atas. Bayi berusia 12 bulan hari ini, tampaknya sangat gembira. .. Watak dan sikap Efron mirip ibunya yang Ekstrover. Senang berada di tengah orang banyak, mudah beradaptasi di tengah keluarga Jenna dan selalu gembira.


Perlahan Jenna meletakkan Efron di boksnya... Sedikit gumaman lembut, bayi itu mulai tertidur... setelah pantatnya ditepuk-tepuk dengan lembut.

__ADS_1


" Jenna ada Pandu di ruang tamu!" Bisik Karolina seraya matanya berkedip untuk bermain rahasia.


" Pandu Samidi? Ngapain ke sini. Iseng amat itu orang! Siapa yang mengundangnya?"


Jenna memang tak terlalu mempedulikannya penampilannya di sore ini. Mereka memang sedang merayakan ulang tahun seorang bayi yang berumur 1 tahun. Tentu yang diingat Baby Efron adalah orang - orang yang berada di rumah ini bernyanyi dan bergembira untuknya.


Jadi di sanalah keluarga Darmawan dan Damash berkumpul di ruang keluarga dan ruang makan. Sambil menikmati nasi kuning tumpeng dan berbagai lauk-pauknya.


" Suruh, masuk aja Karolina! Yang punya acara kan anakmu!" Ucap Jenna ketus.


Huh, si Karolina itu kini berubah seperti remaja putri ABG labil yang bertemu idolanya. Sampai dia menyeret Jenna harus menemui Pandu yang menunggu di ruang tamu... Lha dia kan yang punya acara, yang mengatur siapa tamu yang diundang!


Benar saja! Pria matang itu datang dengan sebuah boneka panda hitam putih besar... Hadiah untuk Efron?


" Jenna, saya datang mewakili Mama saya atas undangan Dokter Arunika... Mama baru pagi tadi mengantar Papa berangkat berangkat berobat ke Singapura!"


" Terimakasih... ini emaknya si baby yang berulang tahun! Masuk saja! Kamu tidak merayakan hari Ulang tahun seorang bayi secara formal... Silahkan!"


Pandu sore ini datang dengan penampilan yang lebih kasual. Dia mengenakan kemeja kotak-kotak putih dan hitam, memakai bawahan jeans hitam dan sepatu sneaker hitam.


Tentu saja dia disambut gembira oleh Dokter Arunika... Semua anggota keluarga menyalami pria muda itu dan mengajaknya makan bersama. Siapa yang mendampingi Pandu saat mengitari meja makan besar itu? Tentu saja Karolina!


Jenna melihat semua itu dari duduknya di taman belakang. Sambil asyik ngobrol dengan Tante Amanda. Banyak cerita dari Nenek si bayi itu dengan tempat tugas barunya sang suami.

__ADS_1


Jadi Wanita itu harus mengedepankan urusan dan pekerjaan sang suami yang masih berdinas di kesatuannya. Sedangkan beberapa bulan sebelumnya putri sulungnya itu harus melewati fase terberat dalam kehidupan pernikahannya yaitu suatu perceraian! Keluarga Jenna yang telah mensupport Karolina sehingga anak sulung perempuan itu tampak tegar, kuat dan bersemangat dengan pekerjaan barunya ini.


__ADS_2