
Beberapa hari setelahnya, WA group pegawai wanita di kantor mulai sedikit lebih tenang. WA group pegawai wanita di kantor itu ala lambe-lambe itu pun agak vakum dari komen receh dan nggak guna juga. Paling hanya beberapa informasi ringan tentang beberapa kejadian dan sedikit desas- desus kantor dengan aktivitas para pekerjanya.
" Kamu sudah ngomong soal ini pada Keanu, kan? " tanya Tante Ismaya. Jenna terpaksa tertahan di ruangan megah ini yang merupakan ruang kerja, merangkap ruang tamu sekaligus ruang pamer milik Tante Ismaya ini sejak mulai jam istirahat makan siang tadi.
Sejak kemarin Jenna sudah membaca ulang jadwal promo untuk Tania yang kembali di undur, karena ada urusan pribadi. Tante mulai mengeluhkan hal ini. Sebenarnya dia dapat membatalkan promo itu karena Tania berlaku tidak profesional.
" Mau jadi model iklan terkenal, nggak mau capek! " Omel Tante Ismaya. Sambil menatap tumpukan laporan di mejanya. Karena masalah tersebut, banyak pekerjaan yang tertunda.
" Anak sultan disuruh kerja! Ya, banyak keluhannya,Tante... Di rumah sambil mager pun, masih ditransfer uang dari ortu untuk jajan dan jalan-jalan, belum ngafe, ke mol, beli skincare dan biaya hidup dengan jumlah nilai yang fantastis..."
Tante Ismaya cukup terhibur dengan logat bicara Jenna yang ala anak Betawi, Pasar Minggu. Pantas saja, Sonya sangat emosional saat ditegur Pandu pada acara rapat dadakan itu. Katanya jadwal untuk Tania yang terlalu terlalu mepet waktunya , atau terlalu padat kesehariannya.
Dulu saja, Karolina harus bekerja dari pagi sampai ketemu pagi lagi karena sudah teken kontrak. Beberapa tugas kuliah pun diselesaikan oleh Jenna, sebagai bala bantuan. Karena Karolina sudah beberapa kali bolos pada dua mata kuliah wajib di kampusnya.
Ini Tania! Model pemula yang baru muncul dan masyarakat masih asing dengan namanya, sudah bergaya sok model papan atas dan sok ngartis!
Keanu akhirnya menemui Tante Ismaya dan Jenna di sebuah kafe yang terletak di sebuah hotel di bilangan Jakarta Pusat. Jam operasional kafe ini pun tampaknya juga dibatasi. Jadi, pertemuan mereka cukup membahas masalah yang sangat penting. Ketidak hadiran Tania Esmeralda!
" Dia lagi di Singapura, Neneknya sakit..."
Laporan Keanu itu sudah membuat mata Tante Ismaya melotot sempurna. Sebab jadwal itu pun sudah diubah agar lebih fleksibel lagi dan disesuaikan dengan semua kepentingan Tania.
" Keanu... kamu berhenti saja jadi manajernya! Cari model atau artis muda yang lain. Yang tahu dan menghargai profesinya!" Ucap Tante Ismaya kesal.
Wajah Keanu memucat. Sehalus dan sesabar itu Tante Ismaya, akan naik darah juga dengan berbagai alasan yang dibuat Tania untuk menutupi kesalahannya dirinya. Persis alasan anak sekolahan yang terlambat masuk kelas, sedangkan guru sedang memberikan materi.
" Maaf, Tante! Tania memang belum siap mental untuk menjalankan kariernya ini..."
"' Sudah, keanu! Biar Om Jhon yang mengatur ulang kembali kontrak Tania. Kamu cari pengganti Tania! Model lain yang namanya belum terkenal, masih muda dengan wajah bersih dan sangat Indonesia..."
__ADS_1
Mata Keanu berkedip-kedip, mengisyaratkan sesuatu. Segera tangannya menunjuk ke diri Jenna
" Kenapa nggak dia aja, Tante?"
Mulut Tante Ismaya mencibir." Dia sudah menjadi brand di rumah kecantikan teman Tante di Surabaya. Kalau untuk yang skala nasional, Tante nggak berani memilih Jenna! Mau diamuk Pak Feri Darmawan atau dicegat sama Opa Damash karena menawarkan hal itu!"
" Masih belum boleh juga, Tante?" tanya Keanu kurang yakin. Sebab nama Jenna bakal top menjadi model iklan karena punya wajah cantik yang fotogenik dan punya nilai jual.
" Cukup Karolina saja! Itupun sudah membuat keluarga besar Opa Damash was-was."
Pria rupawan itu kembali menghembuskan napasnya. Dia sedikit agak bingung. Bukan perkara mudah untuk mencari model baru dengan kriteria yang sesuai dengan keinginan wanita itu. Sebab semua ini terlalu mendadak. Juga di luar perkiraan.
" Beri waktu aku seminggu, ya. Tante Ismaya. Siapa tahu Tania sudah kembali ke tanah air besok!"
" Nggak! Aku sudah tidak respek dengan anak manja itu! Nanti Sonya tambah ngamuk lagi kalau Tania tidak mentaati jadwal yang sudah diatur. Karena kita menggunakan jasa dan tenaga orang lain untuk menyiapkan acara itu, Keanu. Dan itu juga tidak murah!"
Tampaknya emosi Tante Ismaya sampai terkuras juga dengan persoalan ini. Dia segera menghabiskan menu pasta yang dipesannya tadi, tanpa menghitung berapa kalori yang sudah masuk ke dalam tubuhnya hari itu.
" Jenna gitu, lhoo!" Ucapnya berbangga diri. Tinggal satu tujuannya lagi, menghempaskan kesombongan Pandu Samidi!
" Iya, Elo itu keturunan Mbah Jambrong, sih!" ujar Keanu, kesal dengan wajah pongah sahabat masa kecilnya itu.
" Sialan! Daripada elo, Keanu putri sinden panggung ..."
" Ini ada apa?" tanya Tante Ismaya keras. Sebab dari tadi dia melihat Jenna dan Keanu sudah seperti siap bertanding ke medan laga.
" Ih, nggak banget Keanu itu! Jadi manajer seorang model karbitan... Buka matamu! Teman gaul Lo kan banyak. Jangan karena hutang budi, kerja keras lo nggak di!"
Sampai mereka keluar dari kafe di lantai empat hotel itu menuju lift ke loby di lantai dasar. Pak Radi yang tadi mengantar kepergian mereka pun sudah membawa mobil kesayangannya Tante Ismaya tempat berada di pintu luar hotel tersebut.
__ADS_1
" Bye Keanu! Selamat bekerja keras dan terus begadang!"
Ucapan selamat tinggal yang aneh itu agak mengejutkan Pak Radi dan Tante Ismaya yang sudah duduk rapi di kursi mobil itu. Keanu tersenyum sambil menahan kesal. Ternyata semua itu sudah dilihat Jenna dari cara pengamatannya yang ajaib. Berdasarkan sikap dan penampilan Tania.
" Kamu kenapa, Jenna. Kok, seperti selalu ngajak berantem Keanu terus kalau bertemu?"
" Mau uji nyali aja, Tan! Apa Keanu masih mengingat gerakan bela diri yang tekun diikutinya sejak dia bersekolah di SMP.."
" Terus kamu mau melawan? " tanya Tante Ismaya bingung.
" Coba aja... Diadu dengan jurus silat Cimande punyaku? Dia tetap berani atau kembali jadi bencong akut!"
" Mbak Jenna bisa main pencak silat?" tanya Pak Sopir yang cukup tertarik mendengar obrolan kedua majikannya ini.
" Wah bisa, Pak? Mau main apa? petak umpet, gobak sodor atau main benteng?"
" Huh , itu mainan anak-anak kampung, Non?"
" Dulu anak - anak biasa bermain seperti itu semua... Sebelum gadget menjadi pegangan anak-anak zaman sekarang. Merusak mata juga akhlak karena melihat tontonan nggak benar di internet.."
" Iya,sih.. " Jawab Tante. " Tetapi dulu, saya waktu kecil paling main sepeda atau main boneka Barbie di depan rumah..."
Tawa Jenna terdengar sangat geli. " Dulu Jenna sekolah di kampung, Tante. Dua tahun lebih tinggal di rumah Opa. Bersekolah SD di daerah Sentul. Temannya ya anak- anak kampung. Mama waktu itu lagi kuliah ambil S2 di Australia."
Jenna tidak mengikuti jejak kakak dan para sepupunya yang bersekolah di sekolah swasta khusus atau sekolah Internasional. Bahkan dia tadinya mau kuliah di sekolah pariwisata. Sesuai dengan jiwanya yang senang mengeksplorasi dunia luar. Seperti traveling.
" Memang kayak Tante dan Om Jhon! kan pada nggak gaul. Dokter pacarannya dengan dokter. Terus menikah dengan dokter juga! Di situ- situ aja!"
Kesal wanita itu menarik hidung mancung Jenna. Wajah Jenna memerah. " Ini anak, kalau ngomong kayak benar aja! Untung Mamamu enggak kawin dengan dokter juga, ya?"
__ADS_1
" Kata Mama, dia cukup gaul. Jadi ketemu Papa yang seorang pebisnis muda.. He, he.
Perjalanan kembali ke kantor di Kelapa Gading lebih terasa menyenangkan, setelah tadi cukup bingung juga karena masalah Tania. Setidaknya omongan Jenna yang receh dapat menghibur si Tante yang sangat disayanginya itu, tentu Om John yang lebih disayangi lagi!