Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 139. Pada Sebuah Acara Promosi


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu, Jenna sempat menelpon Bang Miko. Tampaknya pria itu berada di suatu tempat yang penuh keramaian. Sebab ada suara musik keras yang masuk di pembicaraan mereka dan agak sedikit mengganggu juga.


" Nggak bisa kita ketemuan, begitu, Jenna?" ajak Miko pelan.


" Sorry, Bang. Nggak bisa! Saya masih tinggal di rumah orang tua, dan selamanya jadi anak dari Pak Feri Darmawan. Jadi apapun yang saya kerjakan di luaran sana... Harus izin Papa!"


Jenna sudah terpaku dengan jam kerjanya yang teratur, seminggu 6 hari kerja. Justru di hari minggunya dia ingin libur atau beristirahat di rumah saja. Sebab sang Mama, tetap saja meminta Jenna memakai kendaraan pribadi sendiri setiap dia keluar rumah. Mau dia nongkrong dengan temannya di suatu tempat. Ataupun saat pulang dan pergi bekerja.


Sudah lama, dokter Arunika sangat memperdulikan kesehatan dan kesejahteraan semua anggota keluarganya. Wanita itu sangat protektif dengan berbagai isu yang berkembang setelah serangan virus pandemi covid 19 yang menjadi wabah terbesar bagi umat manusia pada abad ke- 21 ini.


Terkadang Jenna sesekali datang juga di hari Minggu, sekedar memantau pekerja klinik, yang melakukan perawatan kecantikan. Apalagi bila Tante Ismaya mendapat order penting dari rekan bisnisnya, untuk minta didandani untuk suatu keperluan! Terkadang merias secara panggilan itu akan memerlukan bantuan anggota perias lainnya, tidak mungkin Mbak Hera bekerja sendirian.


Terkadang wanita kenalan Tante Ismaya meminta agar semua keluarganya yang wanita juga dirias oleh MUA profesional. Agar mereka tampil maksimal dalam acaranya tersebut. Seperti perayaan ulang tahun, syukuran atau pesta adat yang melibatkan semua anggota keluarga besar.


Mereka sudah sangat percaya kalau pekerjaannya anak buah Tante Ismaya selalu bagus. Padahal pada acara tersebut , mereka juga sudah menggunakan jasa penyelenggara acara atau EO.


***


" Sorry, Bang! Jenna hanya memberi saran aja, kok! Kalau diikuti syukur... kalau ditolak juga nggak apa-apa! Jangan suruh Karolina mengikuti semua audisi yang ditawarkan Bang! Apalagi kalau kriteria itu jauh dari kemampuannya, Bang." Jelas Jenna lagi. Sebab Jenna malas menemui pria itu. Setelah pernah bertemu dengannya, lelaki itu mengandeng perempuan muda yang diluar perkiraan semula.


Bukannya Jenna berpandangan kolot, fanatik apalagi harus cemburu terhadap pilihan gadis yang sesuai dengan kriteria Bang Miko. Dia mampu menilai kalau selera Bang Miko itu hampir sama dengan para pria normal lainnya. Tentu yang dipilihnya tidak jauh dari waktu muda dan cantik! Yang sering disebut orang ' Bening'.


Wanita muda itu begitu berani mengenakan mini dress dengan bahan Taffeta mewah di sore hari, di tempat umum lagi! Karena mereka bertemu kafe itu. Seakan gadis muda itu mau menunjukan tubuh mudanya yang langsing dan padat. Belum lagi riasan full make-up , ditambah rambut yang bercat mengkilat dengan curly yang dikerjakan oleh tangan profesional hairstylist di salon kecantikan.


" Tolong bantu Karolina untuk menyeleksi tawaran iklan yang sesuai saja , Bang! Terkadang kalau audisinya gagal, kami yang kena imbasnya. Kasihan Efron, bayi itu sudah semakin jarang bersama ibunya. Eh, malah jadi takut kalau Emaknya itu marah - marah sendiri!"


" Kok, aku baru tahu soal Karolina yang satu ini, deh!" ujar Bang Miko tak percaya sambil memotong pembicaraan Jenna.

__ADS_1


" Pada dasarnya, Karolina itu orangnya agak ambisius. Sebab dia selaku didukung oleh orang tuanya saat giat di bidang menjadi modeling. Jadi dia diberi kepercayaan penuh sejak masih bersekolah di SMA. Sayangnya, Karolina kalau menghadapi satu kegagalan suka kurang nrimo. Maklum dia sangat tinggi menilai kemampuan itu. Jadi rasa kecewanya sering dilampiaskan pada orang yang ada di dekatnya. Sejak dulu dia yang paling dimarahi Opa, karena suka mengalihkan kekecewaannya itu kepada saya!"


Ada suara terbahak di seberang sana, suara Bang Miko. Lelaki itu juga sering melihat bagaimana Jenna dan Karolina kalau bertemu dan beradu pendapat. Terkadang Karolina yang terlihat suka cari perkara. Karena dia tahu, Jenna tak mungkin main tangan, walaupun dalam keadaan yang sangat marah sekalipun padanya.


Karolina sejak kecil dikenal sangat manja, keras kepala dan suka mengikuti kemauannya sendiri. Sedangkan Jenna berproses menjadi gadis mandiri dengan kepribadian yang unik. Tetapi dia berani mengkritik Karolina dengan tabiatnya kurang baik itu. Mungkin dengan teguran atau sikap Jenna yang tegas.


Pembicaraan itu akhirnya ditutup Jenna dengan ucapan terima kasih. Tampaknya Jenna terlalu akrab pada rekan kerja kakaknya itu. Justru sikap Jenna yang suka menarik diri dari pertemanan kaum lelaki, itu yang memberi tantangan pada Miko.


Penampilan Jenna begitu sederhananya dalam keseharian di rumah atau bekerja. Dari ujung kaki sampai kepala. Mungkin hanya satu atau dua barang mahal. Padahal dia mampu membelinya!


Honda Jazz merah yang dikendarainya, setiap hari pulang - pergi bekerja, juga bukan mobil baru. Malah pernah menjadi milik ibunya. Mungkin kalau Miko tidak mengurusi pekerjaan Karolina sekarang atau pernah menjadi rekanan kerja Tedi Darmawan, jati diri Jenna yang sebenarnya itu tetap tersamarkan dengan baik.


Padahal kedua orang tua Jenna juga mempunyai karier cemerlang dengan penghasilan yang besar. Ibunya, Dokter Arunika adalah dokter spesialis anak yang mempunyai klinik sendiri di bilangan Lebak Bulus. Selain bekerja sebagai staf ahli di sebuah rumah sakit milik pemerintahan.


Sedangkan ayahnya, Pak Feri Darmawan adalah pengusaha dan pebisnis handal. Sekarang pria itu memimpin sebuah perusahaan besar dengan beberapa anak perusahaan lainnya. Cabang-cabang usaha yang lainnya dipegang oleh kedua anak laki-lakinya dan beberapa keponakannya. Perusahaan itu juga berkembang di Sumatera dan Bali. Walaupun keadaan ekonomi kurang baik saat pandemi covid. Beliau tetap tidak mem-PHK ratusan pekerjanya. Berbagai cara dilakukan agar mereka dapat bertahan di masa sulit itu. Sampai mereka berinovasi ke berbagai bidang usaha lain yang membuat mereka mampu bertahan.


Salah satu asesorisnya itu yang dipakainya adalah jam tangan wanita bermerek tertentu dan tas wanita. Kadang tas itu berukuran sedang atau yang bermodel backpack. Malah tas mahal itu tersamarkan karena merk tidak terlihat. Lain halnya kalau tas KaWe yang hampir mirip barang asli. Kecuali bagi orang yang ahli, mereka dapat membedakan tas itu dengan melihat dari kualitas bahan pembuatnya dan mutu jahitannya.


Sebuah cincin berlian mungil yang melingkari jari manisnya yang tidak bisa dilepaskannya. Sebab benda itu khusus dibelikan Pak Feri sebagai hadiah ulang tahunnya. Ayahnya saat itu dalam perjalanan bisnis ke negara di Eropa Barat. Jadi tak bisa hadir untuk merayakan hari jadi putri bungsu itu.


Biasanya mereka satu keluarga akan merayakan hari ulang itu dengan makan bersama di luar rumah. Mereka sudah jarang merayakan ulang tahun dengan mengadakan pesta mewah ataupun menyebar undangan kepada kerabat atau kolega bisnis.


Sekarang acara berkumpul bersama keluarga itu yang dirasakan semakin berkurang. Terutama setelah anak - anak tumbuh besar dan semakin dewasa. Mereka sibuk bekerja dan meniti karier. Termasuk si sulung yang tinggalnya di Sumatera bersama keluarga kecilnya.


Keanu, yang tahu kalau Miko tertarik pada sahabatnya itu, sudah memberinya peringatan. Tentang Jenna yang sejak remaja, sudah berhati-hati dalam memilih teman bergaul. Terutama terhadap lawan jenisnya, yaitu kaum laki-laki. Mengingat dia juga harus menjaga nama baik sang Opa. Sebagai tokoh masyarakat dan teladan bagi orang lain juga keluarga besarnya.


Jenna hampir melupakan percakapan dirinya dengan si Pak manajernya Karolina itu beberapa waktu yang lalu. Tetapi dia belum membalas perbuatan sepupunya itu dengan telak!

__ADS_1


Dulu si Opa yang mengajarkan Jenna untuk melakukan hal tersebut. Selain Karolina itu terlalu egois dan dimanjakan oleh ayahnya, sebagai anak perempuan satu - satunya di keluarganya itu. Karolina mendapatkan semua fasilitas yang sesuai dengan kedudukan ayahnya yang juga berdinas di militer.


Apalagi karier Om Sungkono juga melesat dengan cepat... Sehingga Karolina merasakan nyamannya selalu diantar dan dijemput sekolah dengan kendaraan pribadi oleh seorang ajudan ayahnya itu.


***


Tante Ismaya meminta Jenna membantu dengan kegiatan promo produk kosmetiknya. Rara dijadwalkan promo di sebuah mall besar di Jakarta Pusat. Jadwalnya Rara muncul di siang hari satu jam sebelum pukul 12.00. Satu jam lagi setelah istirahat makan siang.


Seperti biasa, Mbak Hera dan Mas Fajar yang akan mendadani gadis itu untuk acara tersebut. Sementara si Tante sudah memesan khusus gaun promo itu pada seorang desainer muda yang karyanya mulai banyak dilirik orang karena gayanya yang terlihat simpel tetapi modern dan berani. Ciri khas gaya urban yang mulai dilirik kaum muda karena berkesan tidak biasa.


" Ayok Mbak! " ajak Jenna kepada Mbak Hera. Setelah dia dengan cermat memperhitungkan waktu keberangkatan mereka, agar tidak terlalu lama di jalan, untuk mempersiapkan penampilan Rara di sana.


Berhubung mereka akan banyak membawa barang dan perlengkapan itu. Jenna membawa Honda CRV milik keluarganya. Untuk sementara Honda Jazz merah diistirahatkan dulu di rumah. Mobil berwarna putih ini sering dipakai Pak Imam kalau mengantar Ibu Arunika berbelanja ke pasar tradisional di hari libur.


Pilihannya tepat, karena mobil ini lebih besar kapasitasnya untuk mengangkut penumpang agar lebih nyaman. Juga barang- barang bawaan dapat masuk semua di bagasi belakang.


Dibantu satu OB mereka berhasil menggotong tas make-up, beberapa dus air mineral untuk team yang terlibat dalam acara promo tersebut


Tante Ismaya juga sudah memesan snack box dan makan siang untuk mereka. Sedangkan Rara sudah menunggu di loby mall pada pukul 09.00 dan siap untuk di make-up.


Suasana mall ini siang ini tak seramai biasanya. Sejak pandemi mulai menyurut, ada beberapa kebiasaan masyarakat di Jakarta yang mulai berubah.


Mall bukan lagi tempat bagi mereka untuk wisata kulineran atau sekedar windows shoping. Mungkin juga karena pandangan masyarakat sudah mulai memasuki era digitalisasi. Jadi belanja online tetap masih booming. Apalagi bila orang itu malas keluar rumah dan bertemu orang banyak alias mager.


Malah ada berbagai pada aplikasi belanja online yang menawarkan harga barangnya sama seperti harga dari pabriknya, saking murahnya. Nah, Jenna memanfaatkan kesempatan berbelanja seperti itu.


Kalau sudah banyak barang paket yang dikirim ke rumah oleh para kurir, semua orang rumah tahu. Barang itu pasti belanjaan nona majikan mereka, milik Mbak Jenna.

__ADS_1


Apalagi Jenna bisa memilih apapun barang yang disukai tanpa berjalan ke mall atau toserba tertentu. Belum lagi harus mencari tempat yang aman untuk memarkir mobilnya. Sekarang dia tinggal buka aplikasi, melihat barang yang diperlukan atau disukai lalu bayar paket itu secara cash. Tinggal menunggu barang itu dikirim di rumah.


__ADS_2