Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 134. Bertemu dengan Tante Ismaya


__ADS_3

Peristiwa viral di kafe itu mulai menjadi pembicaraan hangat dari orang- orang yang ada di gedung klinik dan salon Ismaya Beauty. Tadinya hanya merupakan pembicaraan sebagai ajang gosip di antara kaum perempuan yang bekerja di tempat itu. Dari wanita yang bekerja sebagai tenaga terapis kecantikan di klinik. Sampai beberapa orang pekerja di salon, seperti penata rias, kapster, juga hair stylis.


Tatang video yang dibawa gadis yang bernama Alya itu pun menuai pendapat kiri dan kanan. Padahal. dia menerima kiriman berita viral itu dari teman kakaknya. Gadis itu baru lulus SMA tahun lalu dan masih berusia 20 tahunan. Jadi karena Alya gadis yang lugu, tentu videonya itu bukanlah karya rekaan atau hasil editan semata. Sampai Mbak Hera dan Mbak Lydia pun ikut nimbrung ngomongin masalah itu., Malah mereka berdua yang paling pedas saat memberikan berkomentar .


Tak peduli kalau keduanya bisa dibilang dedengkot di gedung ini. Alias pekerja yang paling lama bekerja di klinik dan salon itu. Mbak Hera sudah hampir lima tahun di sana, dan menjadi penata rias paling handal di antara 3 penata rias lainnya. Kalau sekarang sebutannya untuk Mbak Hera adalah MUA atau Make-up Artis.


Jam kerja Mbak Hera juga sudah sangat tinggi. Sebab wanita itu menjadi andalan Ibu Ismaya, yang melibatkannya dalam berbagai kegiatan di luar pekerjaan di salon. Terutama dia selalu diminta mendandani para modelnya dalam pembuatan fim iklan atau kegiatan promo produk kosmetik terbarunya itu di berbagai event tingkat nasional.


Lain halnya dengan Mbak Lydia! Dia sudah panas dingin saat berusaha menyimpan buku harian milik dokter Niken itu , agar tidak diketahui Jenna saat itu. Secara tak sengaja Mbak Lydia menemukan buku yang sebesar buku tulis itu berada di kolong meja kerjanya dokter Niken. Mungkin buku itu terjatuh, ketika Niken sedang mengosongkan area ruang konsultasi itu dari beberapa benda miliknya. Dia memasukkan dengan terburu-buru printilan di atas meja kerjanya ke dalam kardus.


Secara diam-diam juga, Mbak Lidya membaca buku harian itu. Sebab Jenna tidak menguntungkan alasan mundurnya Dokter Niken dari klinik ini.


Pada buku harian bersampul kulit hitam itulah Dokter Niken mencurahkan isi hati dan segala permasalahannya kehidupannya, hampir 5 tahun yang lalu. Permasalahan itu dimulai ketika wanita itu merasakan berbagai kesulitan hidup terus menghadangnya, sejak dia melanjutkan pendidikannya di Malaysia dengan mendapatkan beasiswa penuh.


Ternyata dia selalu merasakan kekurangan uang saku, sebab harus makan seadanya. Juga tinggal di asrama. Padahal banyak kemudahan hidup terpampang d hadapannya. Berhubung jarak kampusnya tidak jauh dari Kota Kuala Lumpur, teman - temannya sering menghabiskan weekend di sana. Setelah hadir di kelas hampir 5 hari dalam seminggu , belajar sampai tengah malam, praktek di lab dan di lapangan....


Sampai wanita muda itu bertemu dengan seorang pria pengusaha yang berasal dari Indonesia. Pria matang itu bernama Desmond Ardiansyah. Pria itu sedang merintis perusahaan barunya yang menjual berbagai hasil produksi dari pabrik milik keluarga besarnya yang berada di Sumatera Utara.


***


Sekarang gosip tentang dokter Niken itu juga sudah merambah ke telinga kaum pria juga. Sekarang mulai menjadi pembicaraan hangat di antara para OB, teknisi sampai juru parkir yang bertugas di depan gedung itu. Apalagi setelah mereka menyakini bahwa wanita yang kena labrak dan gampar dari bini sah itu, adalah Dokter Niken. Wanita yang juga pernah bekerja di klinik ini.

__ADS_1


Seperti itulah perjalanan gosip atau rumor yang terjadi pada diri seseorang. Ibarat bara api yang dengan cepat menyambar rerumputan kering, Sehingga menimbulkan kebakaran yang sangat hebat. Juga menghanguskan semuanya....


Mirip dengan peristiwa yang telah dilakukan oleh sepasang calon pengantin yang sedang melakukan foto prewedding di Bukit Teletubbies, salah satu destinasi kunjungan wisata di daerah Pengunungan Bromo.


Akibat menggunakan properti dari asap untuk mendapatkan hasil foto yang estetik, untuk di hari pernikahan mereka nanti. Malah properti itu menimbulkan percikan api yang membakar ribuan hektar area padang rumput di sekitarnya dan terus meluas. Apalagi pada saat kejadian di sana, di area padang rumput itu mengalami musim kemarau yang panjang.


Timbullah kebakaran yang sangat hebat, karena area padang rumput itu luasnya mencapai puluhan hektar. Sehingga diperlukan waktu sampai berhari-hari untuk memadamkan apinya. Kegiatan pemadaman itu juga harus melibatkan banyak petugas, relawan dan masyarakat setempat untuk melakukannya. Belum lagi biaya besar yang harus dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat, untuk mendatangkan mobil pemadam kebakaran.


Tampaknya permasalahan kebakaran itu menjadi bertambah pelik, setelah diusut oleh pihak yang berwajib. Karena orang-orang yang menjadi penyebab kebakaran itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan dapat dijatuhi hukuman. Konyolnya sepasang calon pengantin itu hanya meminta maaf, karena telah menimbulkan banyak kerugian. Konyolnya setelah itu, mereka malah menuntut para petugas di sana untuk ikut bertanggung jawab. Kalau perlu mereka para petugas yang menjadi tertuduh karena lalai tidak memadamkan api saat masih b belum terlalu besar dan menimbulkan kebakaran yang sangat dahsyat.


Begitulah cara anak muda zaman sekarang, bertindak ! Mereka berani membalikkan fakta yang terjadi di lapangan , karena mereka mempunyai uang banyak. Jadi uang itu bisa bicara! Terutama membayar pengacara yang mempunyai asumsi konyol, untuk menuntut orang lain dalam tuduhan tersebut.


Huh, Jenna saja sampai emosi melihat dah membaca artikel paling nyeleneh itu seantero jagat Nusantara! Apalagi dia belum sempat berkunjung ke Gunung Bromo! Kalau ke Kota Malang dan Batu sih, sudah! Tetapi hanya sehari saja ! Semua karena keterbatasan waktu saat itu, mereka harus segera kembali ke Jakarta melalui jalan darat dengan Tante Ismaya.


Katanya banyak para pengelola perjalanan wisata ke Gunung Bromo, dan para pedagang di sana yang mendapatkan kerugian besar setelah peristiwa kebakaran itu. Apalagi kawasan wisata itu ditutup untuk sementara waktu dari kunjungan wisatawan. Menunggu kawasan itu aman dari api.


" Jenna, kamu Sabtu datang ke Kelapa Gading, ya ! Tante mau ngobrol banyak sama kamu!"


Begitulah bunyi perintah sang Tante Ismaya dari WA jalur japri kepada Jenna. Padahal Jenna sudah membagi waktu kerjanya, tiga hari di di Salon Kelapa Gading, dari Senin sampai Rabu. Sedangkan kamis sampai Sabtu di salon Kebayoran Baru ! Sebab di salon cabang Jakarta Selatan itu, dia harus mengatur operasional salon itu sendirian.


" Siap, Bos!" Begitu bunyi balasan Jenna.

__ADS_1


Sebenarnya di salon di Kebayoran Baru, lebih dikhususkan hanya untuk melakukan pelayanan kecantikan saja! Dari penataan rambut, tata rias sampai mani pedicure. Lokasi gedung itu dipilih untuk menjangkau rekan bisnis Tante Ismaya di daerah Jakarta Selatan. Sayangnya, Tante Ismaya pun semakin sibuk setelah mereka dapat mendirikan pabrik sendirian yang memproduksi kosmetik milik mereka. Jadilah, klinik dipusatkan di gedung di Kelapa Gading dan salon kecantikan di Kebayoran Baru.


Berbagai tindakan non- medis untuk membantu wanita agar tampil cantik dan menarik dilakukan di salon itu . Mulai dari pengerjaan dari ujung rambut, sampai ujung kuku. Termasuk melakukan berbagai perawatan tubuh seperti lulur. Sedangkan salon di Kelapa Gading tadinya hanya menjalankan klinik saja. Sedangkan Tante Ismaya akhirnya memenuhi permintaan beberapa pelanggan yang malas bepergian ke salon setelah melakukan berbagai treatment perawatan kecantikan di sana.


Di salon Kelapa Gading hanya mengerjakan perawatan rambut dan riasan wajah saja. Biasanya para pelanggan di klinik memerlukan waktu yang agak lama untuk menyelesaikan berbagai treatment yang mereka jalani. Terkadang mereka juga langsung menghadiri sebuah acara atau kegiatan. Jadilah mereka ingin dirias wajah dan ditata rambutnya sekalian agar pulang dari klinik sudah tampil lebih cetar dan kinclong!


Saat memasuki lantai dua, keadaan ruang kerja Jenna sudah ramai dengan suara Naura dan ibunya itu. Biasanya si gadis centil itu minta di creambath rambutnya. Karena sehari- hari dia belajar di sekolah berlatar agama Islam, jadi harus menggunakan kerudung dari pukul 07.30 sampai pukul 13.30.


" Nak, tunggu yang lain, ya! Tante Mia harus mengerjakan permintaan pelanggan pagi ini!" ujar Tante Ismaya sesabar mungkin.


Jenna mengucapkan salam ketika dia membuka ruangan itu. Dia sempat ke salon yang ada di bilangan Kebayoran Baru terlebih dahulu, untuk mencetak dan menyerahkan jadwal kerja seminggu ini untuk mereka, para pekerja di salon itu. Terutama untuk absen hari Minggu bagi para pekerja di sana yang dilakukan secara manual.


" Naura, ini ada titipan dari Bude Arunika!" ucap Jenna sambil meletakkan sebuah boks. Sang Mama sudah menyiapkan makanan kesukaan untuk keponakan yang paling mungil dan paling cantik itu.


Senyum Naura semakin melebar ketika membuka boks yang dibawakan Jenna . Di dalam kotak itu ada schotel makaroni panggang buatan dokter Arunika.


" Sedapnya... !" ledek Naura dengan menggunakan logat dari ucapan tokoh film animasi buatan Malaysia itu. Tokohnya itu adalah anak kembar dengan ciri khas kepala mereka yang botak. Jenna sedikit mendengar ada kesamaan dari cara bicara tokoh itu dengan ucapan Dokter Niken yang agak menekan pada bunyi huruf e setiap dia berbicara.


"Erg Lekker, toh!" ledek Jenna lagi, dengan menggunakan bahasa nenek buyut dari kakek pihak ayahnya.


Si Tante Ismaya hanya nyengir saja melihat kedua saudara sepupu itu saling berkomunikasi. Tampaknya Naura juga sedang senang, segera saja gadis cilik kelas 4 SD mulai menikmati makanan itu.

__ADS_1


Padahal para ART di rumahnya bisa saja menyiapkan makanan seperti itu. Tetapi Naura sangat pandai menilai, di lidahnya selalu saja ada yang kekurangan, bila Mbak Atiek atau Mbok Siam yang menyajikannya. Kecuali resep dari Bude Arunika yang rasa makanan ala Holland itu sangat pas di lidahnya.


__ADS_2