Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 74. Hubungan Karolina dan Pandu


__ADS_3

Rumah besar kelurahan Darmawan semakin hari semakin ramai dengan berbagai aktivitas dan kegiatan pembuatan video Karolina. Kemarin Bang Tedi malah menambah beberapa orang lagi pada team kerja itu. Sehingga pembuatan konten itu menjadi lebih bagus dan menarik lagi. Apalagi ada banyak tenaga muda yang sangat kreatif yang tergabung di sana.


Efron juga dijaga Suster Fani dan dua ART di rumah Jenna secara bergantian... Apalagi Bang Tedi mulai sering pulang ke rumah, karena sering mengajak Efron bermain di halaman belakang.


Bayi berusia 13 bulan itu sudah mulai berjalan... Pak Feri adalah kakek yang penuh kasih sayang kepadanya. Setiap hari Sabtu dan Minggu adalah hari jalan - jalan dia dengan cucu keponakannya itu. Walaupun ada Pak Bejo yang selalu ikut bersama majikannya yang lebih sering mengendong Efron. Sebab bayi itu tetap kalah langkah dengan sang kakek yang bertubuh tinggi besar itu.


Bagi anggota keluarga Jenna, semua melakukan sesuatu secara sederhana dan apa adanya. Pak Feri mengisi waktu senggangnya hanya berolahraga dengan jalan kaki atau naik sepeda sport yang harganya juga tidak terlalu mahal...


Rumah besar itu pun tampak apik dan nyaman, dengan barang - barang yang dibeli karena fungsi dan kualitasnya. Bukan untuk ajang pamer karena keluarga mereka cukup punya uang untuk membeli barang yang lebih mahal lagi.


Di ruang tamu dan ruang keluarga Darmawan, tidak ada hiasan vas kristal mahal atau guci antik. Bahkan dinding pun tidak ada lukisan karya pelukis terkenal yang bisa disebut maestro, yang disimpan sebagai karya seni atau kolektor.


Hobi Ibu Arunika pun hanyalah mengurus tanaman hias di teras depan rumahnya. Tanaman hias yang diberi wadah pot plastik sedang berwarna putih itu, dibariskan pada rak baja. Selain itu si Nyonya juga senang berbelanja kebutuhan dapur untuk keluarganya ke pasar tradisional terdekat dari rumah.


Kini sosok Pandu menjadi tamu yang semakin sering datang ke rumah keluarga Darmawan itu. Karena kedatangan pria itu bukan bermaksud untuk menemuinya, jadi Jenna lebih suka tidur lebih cepat di Sabtu malam. Sebab dia harus membagi hari kerjanya dalam satu minggu di dua tempat yang berbeda, di Kebayoran Baru dan di Kelapa Gading.


" Jenna, Jenna !" ketukan di pintu kamar itu terus terdengar dengan suara parau Karolina yang memanggilnya hampir putus asa. Sepupunya ini benar-benar *****! Kalau kepalanya sudah menempel di bantal lantas molor! Mungkin kalau kamarnya ini di lempar sebuah bom molotov pun, Jenna juga tidak akan terbangun! Apalagi dia harus mengemudikan mobilnya dengan jarak yang cukup jauh setiap hari, berangkat dan pulang kerja.


Karolina jadi serba salah. Jenna memang sudah sering mengatakan kepadanya, kalau dia tidak menyukai sosok Pandu. Dia juga tidak pernah mengundang lelaki itu untuk datang ke rumahnya.


Apalagi Karolina juga harus bekerja untuk membuat konten dengan pengambilan gambar yang bagus. Sebab kegiatannya itu menuntut kemampuannya dalam berbicara. Salah satu ilmu yang dulu kurang dipelajarinya.


Padahal sebagai model dia tidak hanya dituntut mampu memperagakan tampilan gaun- gaun terbaik dari rancangan beberapa desainer terkenal.

__ADS_1


Di satu sisi, Karolina harus mampu menyelaraskan antara gaun yang dikenakan itu dengan caranya berjalan di panggung catwalk... Sebab, Karolina juga sudah tampil sempurna dengan make-up, tata rias rambut dan musik yang mengiringi langkah - langkah.


" Sorry, Pandu! Jenna sudah tidur..." Lapor Karolina, memberi tahu kepada lelaki itu. Dia tampak agak kepayahan karena harus naik - turun tangga, dari ruang keluarga menuju kamar Jenna di lantai dua.


Wajah pria seperti Pandu itu seakan tidak percaya, mendengar laporan yang diberikan oleh Karolina itu. Masa ada, ya? Gadis muda secantik Jenna, sudah tidur pada pukul 20.00. Padahal ini malam adalah malam Minggu... Merupakan malam panjang bagi kaum muda untuk melepaskan sekedar kelelahan atau kejenuhan dari rutinitas kerja atau kuliah!


" Jenna benar sudah tidur, Karolina? Atau dia hanya menghindari saya, saja ?" Tanya Pandu semakin galau.


" You jangan geer, deh! Jadi orang!" Kata Karolina mulai sewot.


" Maunya Jenna, begitu! Dia cukup senang dipercaya mengelola kedua salon milik Tante Ismaya itu. Yang di Kebayoran Baru dan di Kelapa Gading..."


" Apa dia nggak capek?"


Selama mereka ngobrol di ruang keluarga itu, sesekali mata Pandu mengawasi anak tangga di sudut ruangan sana. Dia berharap melihat Jenna turun dari sana. Namun harapannya itu semakin lama semakin menipis, bersamaan dengan jarum jam di tembok itu yang terus berdetak. Sedikit demi sedikit jarum jam panjang itu bergerak setiap menitnya. Tentu diharapkan bagi seorang tamu pria yang tidak diundang datang seperti dirinya! Harus meninggalkan rumah ini sebelum waktu kunjungannya dibatasi oleh waktu yang sudah terlalu malam.


" Sorry, Pan! Gua ngantuk! Lo pulang sana!" Usir Karolina tanpa punya alasan yang lebih bagus lagi. Dia tahu penolakan Jenna, justru menjadi tantangan tersendiri dari pria Casanova ini!


Pantas Jenna ilfil dengan lelaki ini! Pria yang punya pendirian yang selalu berubah-ubah, sesuai dengan perubahan yang ada di sekelilingnya kehidupannya sebagai pemilik bisnis terkenal. Jadi berbeda juga, setiap wanita yang digandeng Pandu pada beberapa acara yang berbeda juga. Walaupun acara itu disiarkan secara umum ke publik.


" Lo ngusir gua, Karolina?"


" Kalo Lo merasa? Ini sudah malam, Pandu! Gua juga punya bayi yang harus diurus ... Walaupun ada baby sister nya... Kalaupun elu maksa nginap. Mau tidur di gudang? "

__ADS_1


Wajah Pandu mulai muram..." Ih jadi tuan rumah, kok nggak ramah banget, sih!"


" Pandu! Ini rumah Tante dan Om aku, lho! Walaupun mereka bukan orang- orang yang fanatik dengan ajaran agama... Setidaknya kamu hormatilah etika dan adat ketimuran, di negara kita, saat bertamu ke rumah orang lain, you know? "


Akhirnya Pandu mengangkat bokongnya dari sofa empuk di ruang keluarga yang terasa nyaman dan hangat itu. Karolina meminta seorang ART untuk mengantar kepulangan Pandu itu sampai di depan pintu ruang tamu... Agar pintu itu segera dikunci.


Rumah keluarga Darmawan adalah rumah keluarga para pekerja, jadi mereka jarang terjaga sampai di tengah malam, bila tidak ada satu keperluan yang sangat mendesak ... Mereka biasanya tidur cepat, agar bangun pagi pun lebih cepat juga. Setidaknya mereka adalah orang yang mempunyai jam kerja yang teratur dalam kehidupan kesehariannya.


" Pandu sudah pulang?" tanya Bang Tedi yang sejak tadi menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja ayahnya. Jenna sudah terlihat tidak suka saat bertemu lagi dengan pria itu... Sedikitnya sang kakak tahu, sikap yang diambil Jenna itu. Makanya dia tidak perlu mencari atau membangunkan adiknya itu yang segera masuk kamar setelah pulang kerja, cukup telat juga dari jam kerja yang seperti biasanya. Setelah mengurus semua pekerjaannya.


" Den, mau dibuatin kopi lagi? tanya Mbak Ayu. Wanita itu mendatangi kakak Jenna.


" Nggak usah, Mbak! Sudah dikunci pintu depan?"


" Sudah, Den... Selamat tidur!" ujar wanita itu.


" Oke, Mbak!"


Bang Tedi ngeloyor pergi menuju tangga di lantai dua. Langkah kaki, kakak kedua Jenna itu menuju kamarnya yang letaknya berseberangan dengan kamar si adik. Sejak dulu selalu begitu, Jenna akan tidur lebih cepat, agar bangun lebih pagi untuk belajar saat mau menghadapi ujian atau menyelesaikan tugas-tugasnya.


Paginya Jenna sudah menikmati sarapan ditemani Mak Isah yang sudah membuatkannya roti bakar dan segelas susu coklat.


Tampaknya Jenna sudah bersiap-siap untuk pergi lebih pagi hari ini. Walaupun sekarang hari Minggu, salon hampir buka setiap hari, di kedua cabang usaha milik Tante Ismaya tersebut. Hanya Jenna merotasi para pegawai yang masuk dan yang libur pada hari kerja, hampir di setiap minggunya. Mereka, para pekerja itu boleh mengambil off atau 1 hari libur pada hari kerja, kecuali di hari Sabtu dan Minggu ... Sebab di hari weekend itu, pengunjung salon semakin bertambah banyak. Kadang mereka datang langsung ke salon tanpa ada konfirmasi janji dengan resepsionis di sana. Terkadang malah mereka menuntut dilayani lebih dahulu, karena merasa sudah menjadi pelanggan VIP.

__ADS_1


.


__ADS_2