Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 87. Semua Tak Lagi Sama


__ADS_3

Kehidupannya terus akan berjalan. Begitu pun dengan sisi lain dari roda perputaran kehidupan di sekeliling Jenna. Kalau mau dipaksakan pun, Jenna bisa juga bekerja seminggu, selama 7 hari full. Sehari bisa 8 atau 9 jam kerja. Namun ada kalanya ada rasa Jenuh dan capek itu datang.


Oleh karena itu, Jenna menginginkan mempunyai suatu usaha tersendiri nantinya. Soal modal itu bisa dikumpulkannya sedikit demi sedikit. Hanya perlu keberanian dan kesempatan baik saja untuk memulai membuka usaha tersebut.


Bang Tedi masih sesekali datang ke rumah orangtuanya di Pasar Minggu. Tentu dengan membawa oleh- oleh ciri khasnya, yaitu berupa cucian baju kotornya yang segunung. Lelaki itu selalu punya alasan untuk berkelit dalam masalah cuciannya itu. Padahal di gedung apartemen tempat dia selama ini tinggal pun tersedia jasa laundry ekslusif. Tetapi abangnya lebih memilih semua pakaian kerjanya dicuci oleh Mbak Ayu dengan mesin cuci biasa dan disetrika seperti secara manual. Tampaknya selama sang Mama belum berkomentar apapun, semua itu dapat berjalan secara lancar saja.


" Jenna, Kak Farhan sudah mentransfer separuh dari harga rumah yang telah dijual, " bisik Karolina terharu. Kejadian dilaporkan sepupunya itu pada Sabtu sore itu. Tepat seminggu lebih cepat dari kesepakatan yang mereka jadwalkan.


Akhirnya perjuangan mereka berhasil. Baru setelah diancam untuk dilaporkan ke pihak yang berwajib, mantan suaminya Karolina itu tak berkutik . Takut pihak Karolina menuntut lagi, segera saja Kak Farhan memberikan semua yang diminta dari pihak mantan Istrinya itu.


Jenna melihat besaran uang yang diterima berjumlah sekitar 200 juta rupiah. Padahal menurut perkiraan pada umumnya, rumah yang dibangun pria itu tergolong mewah dan bisa dijual dengan harga pasaran terendah lebih dari 700 juta rupiah...


Rumah yang dibangun dua lantai itu termasuk bangunan baru. Kak Farhan bahkan menggunakan jasa arsitek profesional untuk merancang rumah yang rencananya untuk menjadi tempat tinggal bagi keluarga kecilnya itu nanti.


Bahkan halaman depan rumahnya pun cukup luas untuk parkir dua buah mobil... Apalagi rumah itu terletak di kawasan elite dan strategis di kota Hujan itu.


" Cuma segini?" tanya Jenna kurang yakin.


"'Sudahlah... Ternyata keluarga itu takut nama baiknya tercemar juga. Apalagi kalau salah satu dari anak keluarga Hisbillah dikurung dalam tahanan, ya?" kata Karolina mengalah.


" Ha, ha.. Calon CEO pemilik proyek pembangunan perumahan mewah itu tentunya harus berbesar hati dengan menjual mobil kesayangan itu.. Waduh turun derajat kalau Kak Farhan harus menggunakan salah satu mobil antik daripada koleksi milik keluarganya itu dong " Ledek Jenna puas.


" Kamu tahu soal kak Farhan menjual mobil kesayangannya itu?"


" Tahu dong... Jenna, gitu? "


" Huh, pasti kamu menekan Marvin lagi?" tanya Karolina curiga.

__ADS_1


" Siapa lagi? " ucap Jenna. "Cintailah


musuh -musuhmu... Niscaya mereka dapat dimanfaatkan."


Huh, Karolina semakin gemas... Dia tahu sebagian anak-anak dari keluarga Damash dan Darmawan adalah pecinta oleh raga... Dia saja saja sudah pusing melihat pertandingan sepak bola, yang sangat disukai masyarakat Indonesia ini. Apa serunya coba? Satu buah bola dikejar - kejar oleh dua puluh orang dari dua team yang merupakan lawan tanding... Apalagi dengan Opa Damash yang sangat suka menantang para tamunya yang datang dari kalangan pensiunan tentara bertanding catur! Apa itu juga olahraga? Dua orang saling berhadapan dengan berpikir dan berdiam diri berjam - jam untuk saling mengalahkan pada bidak catur di depannya!


Ini sekarang Jenna mulai bermain teka-teki, lagi. Cukup memusingkan... Tenyata sepupunya itu sangat pandai berstrategi... Sekarang di sini , siapa yang disebut lugu? Dirinya?


" Kamu tahu semua itu dari Marvin, why? " Jerit Karolina kesal.


"Marvin itu bersahabat dengan Kak Farhan bukan dari sejak mereka kuliah saja! tetapi Marvin itu penasehat bagi Farhan yang agak sulit keluar dari tekanan ibunya ...Jadi masalah apa pun pasti Kak Farhan akan bercerita padanya.. Walaupun mantanmu itu berhasil menyembunyikan pernikahan sirinya itu..."


" Termasuk soal penjualan hasil pabrik yang nggak sesuai yang di pasaran, kan?" tanya Karolina cemas. " Seharusnya perusahaan dapat menuntut hukuman penjara untuk kedua kakak Farhan!"


" Karena kamu , Karo... Papa dan Opa mempertimbangkannya segala hal. Sekarang sudah terlihat kan hasilnya Bagaimana?"


" Makanya pabrik itu dijual, kata Bang Tedi terlalu banyak campur tangan keluarga Hisbillah di sana..."


Karolina termenung agak lama. Dia akan menyampaikan berita transfer uang dari Farhan ini kepada Bu Endang... Setidaknya ada sejumlah uang yang nanti akan disimpan untuk dana pendidikan Efron di masa depannya. Walaupun dia yakin para Om dari pihak adiknya dan para sepupunya akan selalu membantu soal Efron dalam segala hal. Bukan hanya materi, tetapi juga cinta dan kasih sayang yang dibutuhkan oleh anaknya itu.


Team kreatif Karolina itu kembali memulai pekerjaannya itu di ruang lantai dua rumah Jenna untuk menyusun berbagai ide konten yang lebih menarik. Orang tua Jenna pun bersyukur sebab Efron tumbuh sehat dan ceria dijaga suster dan para ART di rumahnya ini. Jadi Ayah Karolina yang sedang menjalankan tugas dinasnya di Kalimantan juga lebih tenang. Apalagi Tante Amanda harus selalu mendampingi suaminya itu di sana.


Sebenarnya Jenna tahu banyak tentang keluarga Hisbillah itu dari Marvin. Tentu pria yang dulu menjadi sahabat Kak Farhan itu sangat takut dengan kemarahan putri bungsu Pak Feri itu. Dia terlambat mengantisipasi keadaan di pabrik di daerah Parung, yang sebagian besar diambil keuntungannya oleh kedua kakak Farhan. Sebuah perjanjian bisnis yang tak seimbang.


Tampaknya pukulan yang diberikan Pak Feri dan ayah Karolina telah membuat keluarga Hisbillah tak berdaya.


Siapa sebenarnya yang tertawa duluan di atas penderitaan orang lain? Tentu keluarga Farhan Hisbillah! Mereka bersenang-senang dengan menikmati kemakmuran yang dihasilkan dari keuntungan pabrik itu. Tetapi Karolina ditelantarkan padahal baru melahirkan seorang anak laki-laki.. Si Ibu malah menyodorkan wanita muda lain untuk mengurusi semua kebutuhan kak Farhan yang sedang menyelesaikan proyek pembangunan perumahan itu di daerah Banten.

__ADS_1


Sekarang apa mereka masih bisa tersenyum dengan banyaknya tagihan dari pihak bank yang jatuh tempo! Perhitungan seorang Fery Darmawan, yang sudah menggelutinya berbagai jenis bisnis dari keuangan, jasa sampai perdagangan... Tentu tak sebanding bila harus dihadapkan dengan cara berbisnis anak-anak keluarga Hisbillah dengan pendukung tetap nya, Ibu Nyai Dian Komariah Hisbillah... Perusahaan keluarga dengan manajemen seorang ibu rumah tangga biasa... Belum lagi sifat arogansi wanita itu yang dapat mengatur keempat putranya itu dengan tangan besi.


Laporan itu juga diterima oleh Bang Tedi dan Marvin. Sang asisten itu menarik nafas lega... Setidaknya Farhan tidak lagi bersikap konyol.. dengan gengsinya yang setinggi langit.


" Kenapa, takut sobatmu itu masuk penjara?"


" Uang untuk Karolina itu didapat Farhan dari menjual mobil kesayangannya..."


" Terus aku harus bilang wow, gitu!"


Ledek Tedi lucu.


.


" Diam sebentar bisa nggak, Tedi!" pinta Marvin agak kesal. " Kak Helmi akan melepaskan dua kavling tanahnya yang di Parung. Berminat?"


Tedi menggelengkan kepalanya...Dia menatap Marvin yang ternyata cepat tanggap dalam segala hal. " Aku lebih tertarik saat ini berada di kota besar! Menggurus perusahaan itu lebih menantang, bro!"


" Pantas masih belum berniat membangun rumah tangga..Sebab nggak suka investasi di lahan!"


" Jangan sampai aku jegal niatmu mendekati Jenna.. Dia adikku! Kalau kamu menyakiti, kamu yang akan berhadapan denganku!" ancam pria tampan itu tak main-main.


" Serius , Bos! Aku sudah lama tertarik dengan Jenna... Tetapi memang sesusah itu juga mendekatinya..."


" Makanya, Bung... Berlakulah sopan dan manis kepada kaum wanita... Bukan sok jago dan arogan. Hati - hati Jenna yang sekarang sudah mulai menghajar cowok brengsek yang membuatnya ilfil!"


" Yah, sih bos bukannya mendukung malah nakutin!"

__ADS_1


" Tanya Karolina saja! Jangan sampai kamu jadi korban berikutnya mendapat ketupat Bengkulu darinya. He, he!" Ucap kakak laki laki kedua dari Jenna itu sangat senang. Tiba -tiba saja wajah Marvin berubah menjadi kecut.


__ADS_2