Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 37. Menjaga Hati dan Rasa


__ADS_3

Menunggu adalah suatu pekerjaan yang membosankan bagi Jenna! Waktu yang yang terus berlalu di ruangan khusus yang diperuntukkan keluarga pasien terasa berhenti. Jenna hanya merasakan pengap dan tak berdaya.


Keadaan prosedur rumah sakit sekarang ini , memang berbeda dari yang lazim pada umumnya. Sehingga hanya ada kesibukan di titik tertentu di rumah sakit khusus angkatan darat ini yang merupakan rumah sakit terbesar dan termegah di Jakarta. Tak ada jam besuk untuk keluarga mengunjungi pasien. Sehingga orang- orang yang datang ke rumah sakit ini pun sangat terbatas.


Rumah sakit ini pun sekarang bebas dari lalu lalang orang lain atau pengunjung. Kecuali petugas medis dengan memakai APD lengkap. Bahkan Oma pun tetap ngeyel bertahan di rumah sakit ini. Tak mau dipindahkan ke apartemen terdekat di daerah Senen atau hotel yang lebih nyaman baginya. Oma tetap kekeh di sana agar lebih dekat dengan Opa Damash yang masih menjalani perawatan dalam pengawasan dokter.


Oma sesekali terbangun dari istirahatnya yang kurang nyenyak. Keadaan Opa Damash belum mengalami perkembangan apa pun. Masih persis sama saat ketika beliau keluar dari ruang operasi hampir 6 jam yang lalu. Kemudian beliau ditempatkan di ICU, ruang khusus pasien penderita jantung setelah menjalani prosedur operasi.


" Mana Arunika, sayang?" bisik Oma Farida. Kali ini wanita tua itu benar - benar beranjak dari sofa kulit di ruang itu. Wanita itu berusaha kuat setelah anak, menantu dan cucunya selalu mendampinginya.


" Mama ke kliniknya sebentar, Oma! Karena mempunyai janji dengan dua pasien kecilnya. Oma mau makan apa?"


" Oma nggak lapar! Jenna saja yang makan." ucap si Oma agak ketus.


Waduh, seharian ini perut Oma hanya terisi sedikit kopi dan semangkok kecil sup krim. Sedangkan dari ruang perawatan, sana, bergantian Om Danang dan Tante Amanda memberikan laporan keadaan terakhir sang Opa.


" Kamu sudah mandi?"


" Sudah Oma. Ini ada pakaian ganti untuk Oma juga. Tadi dia bawakan oleh Tante Amanda."


Di lantai ada koper travel kecil yang berisi pakaian ganti untuk Oma lengkap dengan pakai dalam untuknya.


Wanita tua itu tidak hanya melihat Jenna sudah berganti pakaian juga ada bau harum mawar lembut menyeruak dari sabun mandi sang cucu.

__ADS_1


" Mau Jenna siapkan keperluan mandi Oma? Lantainya agak licin..."


" Sudahlah Jenna, Oma. baik - baik saja. Ada berita apa dari Danang dan Amanda tentang Opa ?"


" Belum ada perubahan, Oma. Kata Dokter, mungkin beberapa jam lagi baru Opa akan siuman. Namun waktu pemulihan akibat dari operasi itu agak lama... Tergantung kesehatan Opa juga."


" Seharusnya sebelum pesta pernikahan Karolina itu, Opa harus sudah check kesehatan jantungnya di Singapura. Dia terlalu senang dan bahagia, karena keberhasilan dalam perjodohan itu, sampai Karolina dan Farhan naik pelaminan.."


" Sudahlah Oma, kitab berdoa saja, ya? Mudah-mudahan Opa lekas pulih.."


Tak lama terdengar air gemericik dari balik pintu kamar mandi ini. Sengaja hape Oma dari tadi di silent oleh ayah Jenna, agar ibunya itu dapat tidur tanpa gangguan apa pun. Setelah semalaman menahan rasa cemas dan khawatir karena menunggui kabar suaminya di ruang operasi.


Apalagi Tante Amanda mulai memposting berita sakit ayahnya juga foto keadaan ayahnya yang masih dalam perawatan di media sosial dan group WA relasi, kerabat dan teman seprofesi.


Bunyi WA Oma sejak siang tadi tak putus-putusnya terdengar. Jenna yang selalu menjawab segala doa dan ucapan penyemangat dari para kerabat, tetangga juga para istri dari kolega bisnis Opa Damash.


Lihatlah, keadaan Oma menjadi lebih tenang setelah mendapat berita kalau suaminya sudah siuman. Kalau kesehatan beliau cukup stabil tak sampai dua hari ke depan, Pak Adrian Damash akan dipindahkan ke ruang perawatan umum secara dan dapat dijaga oleh anggota keluarganya.


Jenna ke kantornya di hari Senin dengan waktu yang agak lebih siang sedikit. Dari apartemen itu, dia diantar oleh supir Oma, Pak Midi. Juga dengan mobil sedan lama milik keluarga Damash.


Sedangkan Honda Jazz Jenna digunakan oleh Tante Amanda. Sebab wanita itu ingin lebih leluasa bergerak, dari kawasan padat lalu lintas dari apartemen di daerah Senen menunju Lapangan Banteng. Sebab di daerah itu sangat padat dengan arus kendaraan dan jalan dalam kota yang berkelok-kelok.


Sekarang di apartemen itu si Oma ditunggui oleh Tante Amanda dan juga satu orang ART yang dibawanya dari rumah mereka di daerah Sentul. Mbak Sri akan menyiapkan makanan dan menggurus keperluan Oma.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan Opa, Jenna sayang?" tanya Tante Ismaya ketika mereka bertemu di loby kantor.


" Sudah siuman, Tante. Hanya masih di ICU karena harus menjalani perawatan intensif." Lapor Jenna sedih.


Tante Ismaya agak prihatin juga mendengar kabar yang disampaikan Jenna kemarin. Saat itu dia dan suaminya sedang pergi mengunjungi kedua orangtuanya yang ada di Bandung. Keadaan kesehatan ayahnya pun kurang baik juga. Apalagi mereka tinggal berdua saja di sana. Sebab semua anaknya tinggal berjauhan dengan mereka setelah mereka bekerja, dan berumah tangga.


"Kamu yang nunggu Opa Damash di rumah sakit?"


" Nggak, Tan. Di sana ada Om Danang dan Tante Amanda. Mereka berganti yang jaga. Malah Jenna yang harus menunggui Oma di apartemen. Papa yang meminta, supaya Oma jangan sampai down Juga. Sebab penyakit Opa ternyata agak berat. Jantungnya kembali bermasalah..."


" Ya, sudah... Nanti minta izin Ommu aja, kalau harus jaga Oma. Nggak lucu dong kedua suami istri harus dirawat di rumah sakit secara bersamaan.. Suaminya operasi jantung, istrinya sakit karena stres dan banyak pikiran."


Nasehat Tante Ismaya cukup melegakan juga. Di saat para Tante, Om dan kedua orangtuanya berfokus pada usaha kesembuhan Opa Damash, jangan sampai kesehatan Oma Frida terabaikan. Walaupun di sana Ada beberapa ART dan supir yang menjaganya.


" Tante, boleh izin kalau Oma diajak ke sini? Jenna kerja, mau keluar membawa Oma di malam hari agak riskan. Mau ke mana-mana mana jadi agak terbatas. Sudah tak ada tempat refreshing yang buka. Mall tutup, kafe apalagi .."


" Boleh, Jenna. Bawa ke ke kantorku atau duduk di loby untuk lihat kesibukan kantor. Biar nggak stres terkurung di apartemen seharian..."


Setidaknya, Oma ada kesibukan di pagi hari. Jangan sampai beliau bersedih atau melamun karena terbebani keadaan Opa yang masih belum membaik. Apalagi, ada kesepakatan antara anak- anaknya dengan ibunya Jenna dengan para team dokter. Agar Oma tetap ada di apartemen, karena pihak keluarga bersedia memantau. Kesehatan Oma juga akan sangat berpengaruh, sebab virus Covid mulai menanjak lagi dengan banyaknya pasien yang dirawat di rumah sakit itu.


Oma Farida selalu bersemangat sekali untuk ikut ke kantor tempat Jenna bekerja, setiap hari. Apalagi berita baiknya, Opa sudah mulai dipindahkan ke ruang perawatan biasa.


Terlihat wajah Oma lebih lega setelah mendapat telepon dari Om Danang kemarin sore. Wanita tua itu tertarik dengan penataan ruang kerja Tante Ismaya yang unik.

__ADS_1


Ruangan itu tidak hanya sebagai ruang kerja, tetapi ruang penerima tamu sekaligus ruang pamer dengan rak- rak tinggi yang berisi berbagai produk kosmetik hasil racikan Tante Ismaya yang sudah dikemas secara apik dan modern.


.


__ADS_2