
Jenna terus memantau keadaan di ruang pertemuan itu. Terlihat dari layar, sikap Niken yang kurang menerima dengan segala keputusan yang diambil oleh Tante Ismaya. Sebab Niken tadinya menolak karena diberhentikan secara tidak hormat oleh pemilik klinik terkenal itu. Apalagi dia sudah menandatangani sebuah kontrak kerja yang belum dijalani dalam masa setahun kerjanya di tempat itu. Apalagi dia akan melaporkan tindakan Ibu Ismaya ini karena pemecatannya pada dinas terkait! Tentu dia akan mendapatkan dana kompensasi yang cukup besar juga!
Sudah lama dia mengincar untuk dapat. bekerja di klinik kecantikan milik dokter Ismaya Sagara itu. Beberapa dokter senior dalam grup WA yang satu profesi dengannya itu, banyak membicarakan tentang nama besar klinik itu. Sampai Niken mendapatkan bantuan dari seorang seniornya yang merekomendasikan dirinya agar diterima bekerja ketika dia melamar di tempat itu.
Bekerja di klinik Ismaya Beauty, dengan dua salon kecantikan itu ternyata sangat menguntungkan bagi Niken. Dia banyak mengamati cara hidup, gaya dan sikap para pelanggan dari kalangan wanita terpandang dan kelas atas. Bahkan dia banyak mendapatkan kesempatan untuk langsung praktek dengan memanfaatkan ilmu dan berbagai mesin terbaru yang memudahkan melakukan berbahasa perawatan wajah, kecantikan kulit dan berbagai tunda medis lainnya.
Niken pun mendapatkan jalan lain, secara instan untuk mewujudkan beberapa mimpi terbesarnya. Jadi dia dengan segala cara berusaha menggapainya.
Secara tak sengaja dia dapat menghubungi salah satu pelanggan VIP itu dan berkenalan dengan suami dari salah satu pelanggan klinik itu. Walaupun cara yang ditempuhnya agak riskan, tetapi selama beberapa bulan ini, praktek terselubung itu dijalankan dengan aman dan seksama. Asalkan dia harus pandai membaca situasi dan kondisi.
Biaya kuliahnya saat dia mengambil jurusan kedokteran juga sudah membuat kedua orangtuanya angkat tangan! Karena sangat tinggi. Sebab Niken juga terlahir dari keluarga kelas menengah. Ayahnya hanya pegawai biasa di sebuah perusahaan ekspedisi swasta. Ibunya pun hanya ibu rumah tangga biasa, yang sibuk mengurus tiga orang adiknya yang lain. Tetapi Pak Rashid Mahmud dengan segalanya cara mencari biaya kuliah putri sulungnya itu yang membuat keluarganya juga dihormati sampai saat ini.
Tadinya Niken berharap dapat bekerja dengan gaji tinggi setelah kembali ke Jakarta. Dia telah menyelesaikan kuliah S2 dengan beasiswa penuh. Tentu keberhasilan dan kesuksesan seseorang pada masa sekarang itu dapat dilihat dengan pencapaiannya, berupa materi.
Jadilah Niken beberapa kali keluar masuk kerja di berbagai klinik yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Sebab biaya hidupnya semakin besar dengan pengeluaran tinggi. Karena dia memerlukan barang - barang berkualitas baik, untuk menunjang penampilannya.
Niken berusaha , mengingat sejenak langkah berani yang telah diambilnya dulu. Dia sadar secara sadar sudah memilih jalan yang salah. Ketika pertama kali bertemu dengan seorang pria yang bernama Desmond Ardiansyah.
Pria itu seorang pengusaha yang sedang membuka usaha terbarunya di Kuala Lumpur. Hampir hampir 3 bulan pria itu tinggal di Ibukota Negara Malaysia itu sendirian. Sebelum yakin usaha yang dirintisnya itu akan sesukses usaha yang di telah berkembang di kota Medan. Dia belum berani membawa keluarganya untuk pindah ke sana.
Perkenalan Niken dan Desmond juga terjadi tidak sengaja, di sebuah kantor pemerintahan setempat. Niken akan menggurus surat perpanjangan izin tinggal. Sedangkan Desmond sedang mengurus surat-surat izin usahanya.
Di loket itu yang hampir tutup itu, mereka hanya tinggal berdua. menjelang sore hari. Mereka jadi saling membantu, untuk kelengkapan berbagai syarat yang dibutuhkan. Sehingga surat penting itu akhirnya mereka terima hari itu juga.
Sejak mengenal Desmond Ardiansyah, hubungan keduanya semakin dekat dan mesra. Karena mereka sama-sama kesepian dan tinggi sendirian di negara itu. Akhirnya menjadi hubungan mereka menjadi sangat jauh, karena menjadi pasangan kekasih layaknya pasangan dewasa pada umumnya. Sebab hampir di setiap malam minggu, Niken nekad datang ke apartemen lelaki itu di Kuala Lumpur.
Mereka menghabiskan malam panjang itu bersama - sama. Sampai Niken kembali ke asrama di kampusnya di kota lain pada Senin paginya. Desmond pun tidak keberatan membiayai kebutuhan hidup Niken. Gadis itu mulai dapat membeli berbagai barang mewah dan bermerk. Dari pakaian, tas, perhiasan sampai berlibur berhari- hari menyambangi negara Singapura, Thailand bahkan sampai ke Jepang.
Hidup Niken saat itu serasa berada di atas Nirwana. Setelah hampir setahun sebelumnya, dia harus serba irit. Sebab dana beasiswa yang diterimanya hanya cukup untuk makan seadanya selama satu bulan.
Mereka sama - sama mendapatkan manfaat dan keuntungan dengan hubungan tanpa ikatan pernikahan itu. Niken pun disibukkan dengan kegiatan kuliahnya, dan praktek di sebuah pusat kecantikan terbesar di negara Jiran itu. Desmon pun juga mendapatkan hiburan karena tinggal jauh dari istrinya yang menetap di Medan. Saat itu sang istri harus menjaga ibunya yang sakit parah.
__ADS_1
Begitulah... Sebagai wanita simpanan! Atau Sugar Baby, Niken bertahan sambil menyelesaikan studinya. Namun semua itu berubah ketika istri dan anak-anak Desmon ikut menyusul ayah mereka. Semua pindah dan tinggal di sebuah apartemen di Kuala Lumpur. Sejak itu pula, Niken mulai tersingkir dari kehidupan pria itu yang mulai sukses. Desmond juga sudah jarang menemuinya lagi. Tidak ada lagi transferan sejumlah uang yang biasanya dikirimkan dengan mudahnya oleh lelaki itu setiap Niken memintanya...
***
Kini Niken masih duduk termangu di sana! Akan lebih merugikan lagi, bila Ibu Ismaya melaporkan semua tindakannya ini pada lembaga resmi profesi. Dia dan semua orang terkejut ketika ada ketukan di pintu.
Jenna muncul di sana, bersamaan dengan wajah seorang pria yang tidak begitu asing. Dia pernah bertemu dengan pria dalam sebuah acara pertemuan para pengusaha se-Asia. Mereka mengadakan acara bersama Desmond sebagai salah satu pesertanya di sebuah hotel bintang lima di Kualu Lumpur. Kegiatan itu rutin mereka lakukan hampir setiap akhir tahun.
Wajah Niken semakin pias! Tante Ismaya telah berdiri juga diikuti pria- pria muda lainnya . Mereka menyalami pria paruh baya yang berkharisma itu dengan penuh rasa hormat.
" Perkenalkan, Saya Feri Darmawan, pemilik gedung ini juga ayah dari Jenna dan Tedi!" ucap pria itu menatap wajah Niken kurang yakin.
Dulu gadis ini yang diperkenalkan Desmond kepadanya itu di pertemuan itu. Niken diakui sebagai keponakannya hampir 4 tahun yang lalu. Gadis muda itu sedang menjalani program beasiswa untuk menjadi seorang dokter ahli kecantikan kulit dan wajah, sebagai program spesialisasi yang sedang dijalaninya.
Mereka mengadakan berbagai diskusinya dan seminar perdagangan selama tiga hari di hotel itu. Waktu itu pun Pak Feri didampingi istrinya, Dokter Arunika! Jadi agak aneh, kalau Desmond membawa keponakannya.. Sedangkan pria itu sudah berkeluarga. Ada anak dan istrinya yang tinggal di tanah air.
" Bagaimana kabar Pak Desmond Ardiansyah, sekarang?" tanya Pak Feri berbasa-basi.
Pria itu tersenyum. Sambil mengandeng tangan Jenna dan duduk di sebelahnya. Pria itu harus turun tangan. Karena terlihat Niken masih ngotot dengan sisa jam kerjanya!
Besok Jenna yang akan datang dan memantau wanita ini, yang akan mengangkat barang - barang pribadinya dari sebuah ruang konsultasi di klinik Kelapa Gading.
" Niken! Berhati - hatilah! Kami tidak berhak menghakimi jalan pintas yang kamu tempuh, di luar tugas kamu sebagai dokter di klinik Ismaya. Tetapi banyak hati wanita lain tersakiti dengan caramu ini. Berhentilah dan gunakan kemampuan profesionalitas kamu itu untuk mendapatkan rezeki yang halal!"
Suara berat Pak Feri terdengar agak keras di ruangan yang kedap suara itu. Jenna hanya memandangi wajah Niken itu! Tadi ayahnya sempat bercerita sedikit setelah agak mengenali wajah dewasa Niken, yang berubah jauh dari empat tahun yang lalu.
Sekarang tampilannya sangat berbeda! Layaknya wanita dewasa yang mencapai usia hampir 40 tahun. Mungkin karena warna makeup yang digunakan atau gaun - gaunnya yang lebih menyerupai gaun bepergian daripada gaun kerja!
Mata mereka bertatapan agak lama " Sorry, dokter Niken ! Saya harus menggunakan cara ini untuk tidak mencemari nama baik klinik dan salon Tante Ismaya saja! Siap-siap saja anda dicari para istri sah! Mereka itu adalah para wanita yang punya uang dan kekuasaan!"
" Saya tidak takut!" Ucap Niken pelan , mulai berani membela diri.
__ADS_1
" Oh, begitu... Siap - siap saja Anda, kalau perlu bersembunyi! Mungkin kalau hanya gigi yang patah satu atau dua itu sih, sudah wajar! Tetapi kalau wajah yang hancur tersiram air keras? Mau?" bisik Jenna memprovokasi.
Yah sekejam - kejamnya Ibu kota, Lebih kejam lagi pembalasan para ibu, yang notabene sebagai istri sah... Apalagi kalau mereka sampai diduakan oleh suaminya. Pembalasan untuk pelakor itu bisa lebih kejam lagi! Kadang sampai tindakan itu harus sampai berurusan dengan pihak yang berwajib karena sudah menjadi penganiayaan berat.
"Jangan lupa, Dok! Datang tepat jam 8 pagi. Kalau lewat dari jam segitu... Tentu Anda harus mencari semua barang pribadi itu semua di tong sampah!"
Wajah Niken sudah geram mendengar ancaman itu. Jenna segera menawarkan diri, untuk memanggil grab car dengan aplikasi yang ada di hapenya. Karena dia tahu, wanita itu tadi datang ke gedung ini dengan nebeng mobil bagus tantenya.
Pada awalnya dia bekerja pertama kali di klinik, wanita itu sering membawa mobil sejuta umat yang juga belum lama umurnya. Sekarang mobil itu sudah jarang sekali digunakannya. Ketika dia mulai sering diantar dan dijemput oleh para pria yang sudah melakukan janji temu dengannya.
Wajah - wajah yang ada di ruang pertemuan itu agak lega setelah melihat Niken Sabrina Mahmud itu pamit pulang. Sebagian berkas-berkas itu sudah disimpan Tedi di atas meja! Seharusnya itu tadi tugas Jenna. Malah adiknya itu berada di ruang kerja ayahnya.
" Kamu kenapa, Jenna?" tanya Tante Ismaya yang mulai terlihat tenang dan lega. Perkara ternyata lebih mudah diselesaikan tanpa banyak tuntutan lain yang diajukan Niken. Bukti itu tak bisa diganggu gugat!
" Dia tak mau lagi disalahkan Tedi, karena perkara ini!" ujar Pak Feri terus terang.
" Justru saya yang seharusnya banyak berterima kasih , Mas ! Juga Kepada Jenna! Bagaimana pun saya yang menerimanya Niken bekerja di klinik hanya melihat dari kemampuannya saja. Bukan dari watak dan kebiasaan hidupnya di masa lalu yang sudah rusak. Apalagi dia memanfaatkan data diri keluarga dari para pelanggan klinik VIP....."
" Sudahlah ... lain kali berilah masa percobaan bagi tenaga dokter yang kamu pekerjakan di klinik itu!"
" Saya nggak menyangka saja, akan kecolongan seperti ini! Huh, hampir rusak reputasi klinik dan salon yang saya dirikan karena dedikasi dan mengembangkan pengetahuan yang saya milik. Malah dimanfaatkan oleh orang- orang yang culas!"
" Terimakasih Semua atas kerjasamanya! Pak Sanad, mau menguntit kehidupan Niken! Sehingga dia tak bisa berkelit lagi!"
" Sama - sama, Ibu Ismaya!" Jawab mereka hampir bersamaan!
" Sabar, Tan!" Bisik Jenna.
" Iya, Jenna! Tolong atur dua dokter lain, apa bisa menambah hari kerjanya pada jadwal mereka...."
" Siap , Tante!"
__ADS_1
Mereka makan siang, setelah Tante Ismaya memesan makan siang untuk mereka secara online. Jenna yang jarang makan siang bersama ayahnya cukup senang juga. Padahal tumpukan kertas - kertas yang harus ditandatangani masih bertumpuk banyak di meja kerjanya. Tetapi pria itu meluangkan waktunya sebentar, untuk kedua anaknya. Juga cukup lega dengan cara berpikir Jenna yang lebih hati-hati dalam menangani masalah Niken.