
Jenna tidak menyadari saat dia sedang berdiri di depan di meja kasir untuk membayar harga minuman yang telah dipesannya tadi. Dari duduknya Niken yang agak kejauhan, wanita itu terburu - buru menghubungi seseorang. Tampaknya Niken itu mau memberikan pelajaran telak kepada Jenna yang telah mengusik kehidupan pribadinya.
Selama ini, Niken sedikit jengkel dengan caranya bersikap. Bahkan seperti tidak peduli dengan cerita tentang dirinya, yang selalu didengar Mbak Lydia atau beberapa terapis di klinik dengan antusias. Terutama tentang bagaimana perjuangannya untuk bisa posisi yang seperti sekarang ini.
Niken sering menceritakan kisah dirinya itu, agar pekerja di klinik dan salon ini menghargainya dan menghormatinya. Sebab dia harus belajar dengan sangat keras dan berusaha mati-matian untuk kuliah di fakultas kedokteran sampai menjadi dokter ahli kecantikan dalam usia muda.
Gadis muda memang selalu bersikap sopan kepadanya, dan agak menjauhinya. Namun sejak peristiwa beberapa minggu yang lalu, semuanya menjadi berbeda ... Ya, ketika Niken dengan sengaja membanting pintu ruang kerjanya agak keras. Waktu itu Jenna dan Keanu asyik ngobrol di depan ruang kerjanya itu. Sampai Niken menyadari kalau bukan kedua orang itu saja yang kaget. Juga orang-orang yang duduk tak jauh dari mereka. Termasuk Ibu Ismaya yang ternyata ada di dalam ruang administrasi, di seberang ruang tunggu itu.
Padahal orang - orang ngobrol dengan pelan sambil merapikan berbagai perlengkapan untuk kegiatan pemotretan dan pengambilan gambar di gedung ini. Semua itu untuk proyek pembuatan iklan terbaru dari sebuah produk kosmetika milik Ibu Ismaya.
Barulah Niken menyadari, kalau dia sudah bersikap ceroboh. Tampaknya Ibu Ismaya pun terganggu dengan kegaduhan yang telah dibuatnya.
Bagaimana tidak? Niken merasa tersinggung dan sakit hati, sebab dirinya yang merupakan ' si dokter serba bisa' itu. Tidak dilibatkan sama sekali dengan kegiatan yang sangat penting tersebut. Malah berbagai persiapan untuk pembuatan iklan itu dilakukan di gedung ini, tepat di depan matanya.
Terlihat Ibu Ismaya sendiri ikut turun tangan menangani proses perawatan wajah dan tubuh model belia yang bernama Rara itu. Beliau hanya mau dibantu oleh seorang seorang terapis yang paling berpengalaman untuk menangani facial dan perawatan wajah pelanggan di sini. Mbak Rahma yang dijadikan asisten oleh Dokter Ismaya secara khusus.
Jenna pun sangat akrab dengan model cantik itu dan manajernya. Bahkan dia dihormati para pria muda, tampan dan profesional yang merupakan team kerja dalam proses pembuatan iklan tersebut.
Rara sudah beberapa kali sebelumnya menjalani sesi perawatan tubuh, kulit dan wajah di salon ini, agar tampil lebih fresh dan memikat. Ibu Ismaya juga mengandalkan Jenna untuk mencari lokasi yang tepat untuk pengambilan film iklan itu di daerah Puncak, Jawa Barat.
Orang-orang yang akrab dengan Jenna itu berbicara sangat berisik, di sana. Layaknya tempat di depan ruang kerjanya itu adalah pasar tradisional saja! Apalagi dengan sosok ' Si banci kaleng' itu. Walaupun perawakannya dan penampilannya seperti pria pada umumnya. Namun mulutnya itu terus nyinyir, mirip petasan banting, yang memprotes tindakannya itu...Tidak kalah dengan omelan emak - emak rempong!
Entah mengapa, Dokter Ismaya juga terpengaruh dengan protes itu. Sampai beliau ikut mempertanyakan pada dirinya. Soal etika dan attitude pada diri Niken, sebagai dokter yang dipekerjakan di klinik dan salon yang cukup Bona itu. Tentu dengan wajah Keanu yang sinis menatapnya, ketika ada Ibu Ismaya yang tadi duduk di sampingnya.
Sejak itulah situasi di gedung ini semakin tidak kondusif. Seperti ada kibasan bendera perang yang dikibarkan oleh kedua belah pihak. Antara dirinya juga dengan Jenna! Apalagi gadis itu juga jadi semakin besar kepalanya! dengan banyaknya perhatian dari para pria muda lainnya. Mereka itu juga siap membela Jenna dan akan selalu melindunginya. Termasuk si pria tinggi tampan itu, yang sering dia dengar dipanggil ' Bang Tedi ' oleh Jenna itu.
***
" Jenna!" panggil Niken, sambil melambaikan tangannya untuk memanggil gadis itu. Tampaknya Niken masih berusaha agar dia tidak segera meninggalkan kafe ini. Sebelum pria yang diteleponnya tadi datang.
__ADS_1
Selama ini pula, Niken berusaha mencari info tentang wanita muda itu yang mendapatkan kepercayaan terlalu besar dari Ibu Ismaya untuk mengelola klinik dan salon kecantikan miliknya itu. Termasuk satu cabang salon lain yang ada di daerah Jakarta Selatan yang juga sangat prestisius.
Jadi bagi, Niken yang hampir tiga tahun tinggal di Malaysia, sangat menghargai kemampuan dirinya. Dia tidak suka mendengar, kalau pekerjaan itu diberikan kepada Jenna karena adanya hubungan keluarga, alias KKN! Jenna katanya adalah keponakannya suami Ibu Ismaya. Suaminya itulah yang memimpin sebuah perusahaan yang memproduksi semua kosmetik, racikan dokter Ismaya itu.
Sungguh salah, kalau Jenna diberi posisi pekerjaan setinggi itu. Harusnya jabatan itu bisa menjadi miliknya juga, tentu sangat cocok dengan kemampuan dirinya sebagai dokter yang sangat mumpuni.
Dia dan sesama mahasiswi kedokteran pasca sarjana di kampusnya dulu, sering melakukan berbagai penelitian di bidang kecantikan dan perawatan kulit. Mereka juga melakukan studi banding ke negara Singapura dan Thailand. Di sana mereka mengamati perkembangan metode perawatan kecantikan wanita masa kini
Di negara itu, kemajuan teknologi operasi bedah plastik sangat bagus, tidak kalah dari negara barat, apalagi Jepang atau Korea. Bahkan berbagai temuan tentang metode perawatan kecantikan terbaru terus dikembangkan. Apalagi berbisnis di bidang klinik kecantikan dan perawat kulit itu bukanlah bisnis receh. Selain modal yang besar, pendapatan perbulannya pun sangat besar. Buktinya klinik Ismaya Beauty mampu membayar gaji tiga dokter ahli kecantikan yang bekerja di sana.
Niken juga tidak respek terhadap Jenna yang berpakaian kerja dengan dandanan ala anak ABG kemarin sore. Walaupun dia akhirnya menyadari kalau keponakan Ibu Ismaya itu cukup cerdas dan lihai. Karena mampu membongkar perbuatannya yang selama beberapa tahun ini berhasil ditutupinya dengan sangat rapat.
" Jenna, ada seseorang yang mau bertemu denganmu!" kata Niken itu lugas.
Jenna yang tadi mau pamit tanpa perlu berbasa-basi, jadi duduk kembali di bangkunya. Sosok pria itu datang dari pintu kafe depan itu terlihat membuat Niken lega.
Sapa pria paruh baya itu yang masih gagah dan tampan itu. Jenna mulai mengingat, setelah mengamati wajah pria itu. Maklumlah, selama masa pandemi, beberapa kegiatan sosial dan berbagai acara yang dilakukan para pebisnis di Jakarta sudah jarang dilakukan lagi . Termasuk sang ayah yang dalan setahun yang lalu menjalankan WFH.
" Saya, Jenna!" ucap gadis muda itu sopan sambil mengulurkan tangganya menyalami pria itu.
" Apakah Pak Ludy ini yang mempunyai Emerald Gold apartemen di Kebun Jeruk?" tanya Jenna. Wajah pria itu bingung dan agak kaget mendengar ucapan Jenna.
" Saya Jenna anak Pak Feri Darmawan... Saya dulu datang dengan kedua orangtuanya, pada pesta peresmian pembukaan apartemen tersebut!"
Sejenak pria tampan dan mapan itu sedikit gelisah saat duduk kembali di bangkunya. Setelah menyambut salam dan jabat tangan dari gadis muda itu.
Pria itu terus mendapatkan aduan dari Niken sejak dia dikeluarkan secara sepihak dari klinik Ismaya Beauty, tempatnya dia bekerja. Niken terus menyebutkan tentang peran Jenna di klinik itu yang sengaja menyewa orang untuk menjatuhkan harga dirinya!
" Kamu anak Pak Darmawan dan Ibu Dokter Arunika?"
__ADS_1
" Iya, Om Ludy. Apa kabar? Saya kangen dengan si kembar Veneta dan Vanessa? Bagaimana kuliah mereka di Australia?"
Serangkaian pertanyaan yang diucapkan oleh gadis cantik itu menandakan kalau dia juga mengenal sangat dekat dengan anggota keluarganya. Istrinya, Faradina mempunyai pergaulan yang sangat luas di masyarakat. Dia tidak hanya sibuk dengan kehidupan sosialitanya, juga aktif di kegiatan masyarakat. Teman - temanya juga adalah para istri dari kalangan para pebisnis handal! Tentu keluarga Jenna bisa hadir di pesta launching mega apartment miliknya itu. Sebuah pesta meriah yang diselenggarakan di hotel berbintang lima di Jakarta. Mungkin mereka mendapat undangan secara khusus itu dari istrinya, Faradina Ludy
" Om, bagaimana ini?" bisik Niken kesal. Sebab sejak dari tadi mereka berdua, yaitu Jenna dan Januar Ludy hanya berbicara berbasa-basi saja!
Tampa ada tindakan nyata dari pria yang selama ini menjadi sugar Daddy- nya. Hampir 2 tahun ini Niken sudah mengalah dan tutup mulut untuk menjaga kerahasian hubungannya dengan pria beristri itu.
" Jenna! Saya minta kamu nggak ikut campur lagi dalam kehidupan pribadi saya. Atau sengaja mengendus hubungan saya dengan Om Ludy! " ujar Niken akhirnya mengucapkan kata - kata yang mengandung ancaman.
" Yakin , Om. masih mau berhubungan dekat perempuan seperti ini ? Saya percaya hubungan kalian pasti akan segera diketahui juga oleh Tante Faradina juga !" ujar Jenna tersenyum penuh provokasi.
" Jangan bergurau Jenna!" bisik Pria itu pelan.
" Saya hanya mau memberikan tahu, banyak orang yang memantau kehidupan Anda, Om! Tetapi Maaf!! Kita masih tinggal Indonesia! Apapun yang kalian berdua lakukan sungguh tidak pantas! Banyak masyarakat yang kurang menerima hubungan seperti ini. Apalagi Tante Faradina pun tidak akan berdiam diri juga ! Siap - siap saja kalau semua akan dihancurkan olehnya!"
Sekarang pria itu mulai tahu dan menyadari, dia berhadapan dengan siapa! Niken saja yang terlalu banyak maunya...
Benar saja, tiba-tiba ada dua pria masuk dengan diam-diam. Mereka segera mencari tempat tidak jauh dari meja yang ditempati Jenna, Niken dan Pak Ludy.
Sekarang kedua pria itu berusaha bersikap wajar sebagaimana biasanya, seorang pengunjung yang datang ke kafe ini. Tetapi Jenna merasakan, kalau gerak- gerik kedua orang itu agak mencurigakan. Sebab mereka selalu berbicara dengan bahasa isyarat lewat tatapan wajah dan jari tangan. Apalagi yang satu orang sibuk dengan hape dan memasang b duduk tidak jauh dari meja tempat Niken, Jenna dan Om Ludy berada .
" Om, kasihan juga dengan si kembar kalau permasalahan sampai didengar oleh mereka... Sorry! Kalau sikap Niken mau berlaku kasar seperti ini, saya dengan senang akan membuka hubungan kalian ke publik! " Jelas Jenna.
Segera wanita muda itu meminta nomor hape Pak Januar Ludy. Tentu saja pria itu memberikannya dengan sedikit cemas dan bingung.
" Saya punya banyak bukti tentang kegiatan Niken ini, Om. Walaupun sebagian yang penting ada di tangan Ibu Ismaya dan Pak Feri. Lain kali jangan sampai mau dimanfaatkan wanita ini, Om!" Ujar Jenna perlahan... Dengan cepat jari Jenna mengirimkan foto-foto, yang dikirim Pak Sanad saat beliau menyelidiki kegiatan Niken yang sangat aktif di luar profesi mulianya itu. Ting!
Begitu bunyi hape pria itu berdenting. Tanda foto - foto dan video yang dikirim Jenna sudah berada di tangannya. Jenna segera pamit pergi. Tak peduli dengan dua makhluk itu yang lebih mementingkan kesenangan pribadinya dan nafsu semata!
__ADS_1