Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 94. Kericuhan di Keluarga Hisbillah


__ADS_3

Hari-hari berlalu seperti biasa bagi Jenna. Apalagi dengan keberadaan sang pengawal dengan mobil sejuta umatnya itu. Tidak terlalu menyusahkan juga. Sebab pergerakannya Kak Fendi itu bagai sebuah bayangan yang tak kasat mata.


Malah Karolina yang memutuskan untuk tidak berpergian dulu ke luar rumah untuk sementara ini. Walaupun dia percaya Pak Rosid adalah salah satu pengawal terbaik yang dipilih Opa Damash untuk menjaga keselamatan dirinya dan anaknya.


Mungkin karena masih merasa cemas, Karolina hanya akan berpergian bila ada yang mengajaknya saja. Bahkan untuk sementara waktu, Karolina tidak berkunjung dulu ke salon Tante Ismaya yang lokasinya ada di daerah di Kelapa Gading. Padahal Opa Damash sudah menyiapkan supir khusus untuknya.


Seperti cerita yang disampaikan oleh Marvin kepada mereka, anggota keluarga Darmawan pada malam itu ... Keributan antar anggota keluarga besar Hisbillah itu mulai memicu konflik yang lebih besar lagi.


Perpecahan di antara keluarga Hisbillah mulai terjadi, yaitu ketika keempat adik kandung Pak Zaenudin Hisbillah menolak memberi izin kepada dua keponakannya untuk menjual tanah kavling itu yang di Parung. Tanah warisan itu adalah milik almarhum ayahnya, alias kakek dari kedua kakak Farhan.


Sedangkan kakak perempuan Pak Zaenudin justru menyetujui rencana mereka, asalkan dia pun diberi bagian berupa sejumlah uang. Sebab dia juga memerlukan uang itu untuk biaya berobat untuk kesembuhan anak perempuan yang harus dirawat di rumah sakit karena terkena kanker rahim.


Perseteruan antara para keponakan, dan para paman itu semakin lama menimbulkan situasi yang semakin panas... Apalagi anak- anak Ibu Nyai Dian Komariah itu dianggap mau menguasai sendiri seluruh warisan Hisbillah. Berupa tanah yang luasnya mencapai puluhan ribu meter.


Setelah dipelajari oleh seorang pengusaha di kota itu, yang berniat membeli tanah itu untuk membangun sebuah pabrik yang baru. Ternyata satu lokasi kavling itu masih terdaftar atas nama Almarhum sang kakek, Ahmad Rashidi Hisbillah. Jadi belum dilakukan pembagian tanah warisan itu untuk anak - anak dan cucunya. Karena masih berupa satu sertifikat tanah saja


Padahal kedua cucu itu merasa berhak atas tanah itu, yang dulu dijanjikan oleh almarhum sang kakek untuk tetap menjadi bagian dari harta warisannya.

__ADS_1


Sedangkan satu tanah kavling lagi masih terdaftar atas nama istrinya, alias sang nenek. Ibu kandung Pak Zaenudin Hisbillah itu, juga menolak menjual semua tanah warisan milik suaminya itu. Apalagi harus dijual hanya untuk kepentingan pribadi sang cucu saja, yaitu sebagai pembayar hutang. Karena bila dilakukan pembagian tanah warisan itu pun, yang lebih berhak adanya anak laki lakinya, Yaitu Pak Zaenudin dan adik laki-lakinya. Sedangkan untuk anak perempuan, warisan itu hanya diberikan lebih sedikit dari bagian dari anak laki-laki.


Para adik Pak Zaenudin Hisbillah pun sudah mendengar, mengenai beberapa usaha, perusahaan dan yayasan milik keluarga kakak iparnya mulai goyah. Malah ada yang sudah tutup alias bangkrut . Selama ini, Ibu Nyai Dian Komariah yang mengatur semua usaha itu dan dijalankan oleh anak- anak dan menantu perempuannya yang paling dia percaya.


Padahal dari satu kavling yang tersisa, ada niat suci dari sang Nenek untuk dibangun panti asuhan atau pesantren yang menerima murid- murid dari kalangan orang tidak mampu. Padahal kedua cucunya sudah menawarkan kedua kavling itu kepada pihak umum untuk dijual semuanya. Sehingga persoalan itu menjadi semakin pelik. Karena tidak ada kesepakatan di antara keturunan Hisbillah dari dua generasi itu. Heboh lah dunia persilatan.


" Nggak usah dipikirin, Karo! Mantan sebaiknya dibuang ke..." Ucap Jenna sengaja tak melanjutkan ucapannya. Jenna melakukan hal itu ketika melihat Karolina agak bengong setelah mendengar penjelasan Marvin yang cukup panjang lebar.


Eh, Karolina malah tidak menjawab sambungan kalimat yang diucapkan Jenna tadi dengan maksud mengingatkan. Ini mata Karolina malah mendelik marah kepadanya.


Tanpa sadar Karolina menggumam, " Keluarga yang benar - benar ajaib! Selalu merasa yang paling penting dan yang paling benar sendiri..."


Kesal, Karolina yang gerah akibat ledekan itu segera mengambil bantalan kursi. Benda empuk yang ditata cantik oleh Ibu Arunika itu c agar matching dengan warna sofa, tirai dan cat dinding di ruang keluarga itu, melayang cepat ke arah muka Jenna. Namun benda berbentuk persegi , berisi dacron dan sarung coklat keemasan malah berbalik arah ke wajah Pak Feri. Setelah ditangkis dengan lengan kanan Jenna yang mengandung kekuatan.


" Buk!" Benda itu jatuh setelah menyentuh kepala ayah Jenna itu.


Nah, Lho! Mereka semua segera terdiam...

__ADS_1


Sang Maharaja yang sedang bertahta mulai murka. " Jenna, Karolina! Apa kalian masih seusia dengan Efron, heh?" katanya dingin.


" Sorry, Pah!" Ucap Jenna sambil menangkupkan kedua tangannya di wajan. " Nggak sengaja! Maksudnya, biar Karolina nggak terlalu bucin lagi dengan sang mantan ... Walaupun saat ini dia sedikit menderita dan sedih. Dia sudah lepas dari keluarga Kak Farhan Hisbillah itu!"


Alasan Jenna malah membuat sang ibunda tersenyum geli. Wanita ayu itu menatap wajah Karolina yang memerah... Selama ini dia mengira kalau pernikahan Karolina dengan Farhan adalah murni karena karena perjodohan semata. Takutnya ada campur tangan dari sang bapak mertua yang masih sedikit keras dan otoriter dengan pendapatnya sendiri. Maklum mantan Jenderal!


Ternyata Karolina sudah terpikat sejak bertemu pertama kali dengan Farhan Hisbillah dalan acara launching sebuah resort baru di daerah Bogor itu. Pantas mereka buru-buru bertunangan lalu merencanakan pernikahan! Padahal mereka saling baru saling mengenal tak sampai 4 bulan.


" Sudahlah, Karolina ... Apa kamu masih mau menerima Farhan walaupun sudah menikahi perempuan lain? Mau berpoligami? Nggak mudah itu ..."! Nasehat Ibu Arunika panjang lebar.


" Apaan sih, Mamah! Karolina sudah lega kok berpisah dari Farhan! Ibunya saja terlalu menguasai anak-anaknya...Tetapi suaminya dilepaskan begitu saja!" ujar Karolina membela diri.


Pak Feri menatap mata anak dan keponakannya itu. " Iya, Karo! Papa akan selalu support kamu. Cinta boleh, tetapi harus juga pakai logika... Keluarga mereka sudah seperti orang sakit! Seakan - akan dunia milik mereka sendiri dengan segala kekayaan yang didapat Ibu Nyai dari warisan kedua orang tuanya... Tetapi mereka lupa, bahwa manusia itu akan dihormati orang lain bukan karena banyaknya harta! Tetapi cara kita menghargai orang lain, menjaga sikap dan sopan , yang terpenting cara berpikir!"


Semua terdiam... Si Abang Tedi yang biasanya suka usil dengan Jenna pun terdiam... Namun dari semua itu, Marvin yang tampak terpukul... Farhan, sahabatnya dan keluarganya akan hancur! Hutang besar itu tidak dapat ditanggulangi lagi.. Bahkan kavling di daerah Parung itu dijaga oleh sebuah ormas tertentu dalam waktu 24 jam penuh. Untuk menghadang datangnya pihak yang tidak dikenal...Tanah itu ditutup akses masuknya.


Ada keheningan sementara.."' Saya mendapatkan berita dari seseorang rekan bisnis yang berasal dari Bogor! Pak Zaenudin Hisbillah pernah menikahi salah satu sekertaris di yayasan yang dia pimpin... Karena sakit hati dan marah, Ibu Nyai menonaktifkan suaminya itu. Jadi dia menghukum suaminya itu untuk tidak memegang jabatan apa pun di perusahaan keluarganya."

__ADS_1


" Iya, Om... Pak Hisbillah lalu bergabung dengan satu partai politik di kota itu... Kariernya cukup bagus... Dari pihak orang tuanya dulu juga menyetujui, bahkan dibantu dengan sokongan adik-adiknya... Mungkin dari satu adiknya Pak Zaenudin Hisbillah itu, Pak Adrian Damash mengenalnya... Sebab sebagian dari adik-adik itu cukup dikenal dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, walaupun mereka juga pengusaha yang tangguh!" Jelas Marvin.


__ADS_2