Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 78. Prinsip Jenna


__ADS_3

Mereka mengambil bangku di restoran fast food itu yang posisinya paling sudut di ruangan itu... Sambil makan mereka asyik ngobrol berbagai hal terutama kegiatan dan kesibukan masing-masing. Apalagi hampir setahun lebih mereka tidak berjumpa. Kecuali saling berkirim berkabar lewat telepon atau vidio call ...


Sampai mereka pun tak menyadari kalau keberadaannya itu cukup menarik perhatian para pengunjung lain di restoran fast food itu. Terutama dari pandangan mata para kaum pria, dari penampilan lelaki yang masih berbau bangku kuliahan, para karyawan kantoran sampai pria eksekutif tampan dan mapan.


Ketiga wanita yang menjadi pusat perhatian itu malah seolah tak peduli dengan keadaan di sekelilingnya. Sebab Mereka begitu asyik menceritakan kehidupan dan kegiatan yang sedang mereka tekuni selama ini. Ketiga wanita itu terpaut usia dalam rentang yang cukup berbeda jauh itu.. Mungkin karena sudah saling menyambung, istilahnya. Mereka tak merasakan perbedaan tersebut. Malah yangbada rasa kasih sayang dan persaudaraan.


Mereka tetapi tetap tampil, dengan pesonanya masing- masing.


Kalau Tante Ismaya dan Mbak Rosalin, jelas tampilannya adalah wanita karier zaman now. Terlihatlah dari cara mereka berpakaian yang menyertakan blazer dalam paduan busana kerja mereka. Sehingga terlihat lebih modern dan fashionable


Si Tante Ismaya dengan gaun off out shoulder merah maron, dengan bentuk bawahan A- line dan blazer navy blue. Dia melengkapi penampilannya dengan tas tangan simple hitam dan sepatu wedges yang serasi. Sedangkan Mbak Rosalin dengan setelan celana panjang abu- abu dan blazer yang warna senada, hanya dia mengunakan dalaman bergaya kemben berbahan Taffeta merah yang mewah, sehingga tampilannya sangat menawan..


Apalagi di siang tadi, Mbak Rosalin tampil di acara besar itu sebagai nara sumber dari contoh keberhasilan pengusaha wanita muda di bidang alat-alat dan produk kecantikan.


Si cantik dan mungil Jenna, tampil dengan celana jeans ketat hitam, blus putih longgar dengan scrap warna-warni yang dililitkan di pinggang sebagai sabuk. Dia tampil natural dengan mengikat rambutnya dengan gaya ekor kuda. Tas backpack kulit itu, adalah hadiah dari Karolina dua tahun yang lalu. Sebuah tas keluaran produk unggulan dalam negeri.


" Kapan -kapan aku yang akan traktir makanan street food kalau kalian main ke Surabaya lagi!" Bujuk Rosalin. Sebab tadi Tante Ismaya yang membayar semua harga makanan itu di meja kasir dengan menggunakan kartu kreditnya... Padahal dia yang mengundang teman baiknya itu untuk datang dan bertemu dengannya. Walaupun Semua acara itu ditangani oleh EO dari rekanan usahanya.


Bagi Rosalin yang baru bertemu beberapa kali dengan sahabat lamanya itu, takut selera makan Ismaya sudah berubah. Sebab dia sekarang adalah seorang dokter ahli kecantikan, yang akan berhati-hati menjaga pola makan dan asupan gizi yang diperlukan bagi tubuhnya.


Ternyata wanita cantik dan keponakan itu suka juga makanan jajanan di pinggir jalan. Apalagi Jenna lebih terlihat imut dengan rambut yang di ikat seperti itu.

__ADS_1


" Kapan ada acara launching rumah kecantikan, butik atau galeri terbarumu di Surabaya... Aku pasti akan datang!" Ledek Tante Ismaya.


" Minggu depan, mau? Aku kirim tiket pulang pergi buat kalian berdua... Keluarga kami akan merayakan ulang tahun kejutan untuk Miko!"


" Miko, adik bungsumu itu?"


" Iya. Lho, waktu di Surabaya itu , nggak ketemu, to? Sepertinya Miko juga datang ke tempat pemotretan Jenna... Kamu nggak lihat Miko di sana, Jenna ? Taufan yang menjadi fotografer itu kan sahabatnya Miko... Mereka malah sudah bekerja sama membangun foto studio di sebuah mall di Surabaya juga!"


Jenna mengantar Tante Ismaya dan Mbak Rosalin kembali ke gedung pertemuan semula, di daerah Kuningan tersebut. Sebab acara pelatihan dan seminar itu akan ditutup, nanti tepat pada pukul 20.00. Sementara Jenna izin meninggalkan mereka di loby gedung yang cukup canggih itu.


" Langsung pulang saja Jenna... Soal pekerjaan dikerjakan lagi, besok saja!"


Tadinya, Jenna ragu untuk menerima tawaran Mbak Rosalin itu untuk ke Surabaya. Tetapi mumpung keadaan saat ini sudah cukup kondusif... Bepergian dengan pesawat terbang itu sekarang sudah lebih fleksibel dengan berbagai syarat yang lebih mudah untuk dipatuhi.


" Sorry, bro!" Ledek Karolina sambil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.


" Ini bantuanku terakhir, ya! Jenna tentu sudah merasakan kalau niatmu untuk mendekatinya tidak tulus. Saran aku, sih! Jangan Jenna dijadikan pertaruhan mu lagi ! Kalau kamu memang benar-benar suka dengan sepupuku, bertindaklah dengan wajar. Dekati dia dengan hati-hati!"


Wajah Pandu memerah...." Mamiku sepertinya lebih condong dengan Jenna! Sebab setiap ada wanita yang kubawa ke rumah, pasti Mami bersikap kurang hangat saat menyambutnya... Nggak percaya, kan?"


" Terserah, deh! Walaupun Usia Jenna masih sangat belia saat itu, tentu telinganya juga pernah mendengar koar-koar Felicia sewaktu kami masih satu kerjaan!"

__ADS_1


" Felicia? Jenna, kenal Felicia?"


" Jenna nggak kenal! Sepupuku itu dulu sering banget menemani aku show kalau dia libur atau tak ada kegiatan di sekolahnya!"


Pandu memandang Karolina penuh tanda tanya. " Aku kurang jelas, Karo! Jenna sudah lama tahu soal itu?"


" Hampir 4 atau 5 tahun yang lalu... Waktu itu, kamu berpacaran dengan Felicia... 'teman baikku' itu selalu bicara sangat gamblang soal kalian berkencan, liburan ke beberapa tempat wisata dalam dan luar negeri. Juga saat dibawa ke acara ulang tahun salah satu anggota keluargamu..."


Karolina menatap Pandu. " Bahkan dia tak malu-malu mengakui kalau hubungan kalian sudah sangat berbeda dari layaknya orang pacaran biasa... Mungkin Jenna juga mendengar hal itu. Sebab dengan santainya Felicia ngomong seperti itu di ruang ganti! Kalau menurut teman-teman yang lain, Felicia melakukan hal itu untuk menunjukkan kalau Pandu Samidi adalah tangkapan ikan yang sangat besar dan akan memberinya kehidupan dan karier yang lebih tinggi lagi!"


Langsung wajah Karolina tersenyum sedih... Mereka anak dan cucu dari keluarga Damas dan Darmawan sering diberi pengarahan oleh sang Opa. Semua cucu boleh memilih karier dan pekerjaan yang mereka suka, tetapi berbagai aturan harus mereka patuhi. Bukan hanya sebagai cucu seorang perwira tentara yang harus menjaga kehormatan diri dan


keluarganya... Tetapi mereka harus bertanggung jawab pada diri sendiri! Terutama atas segala pilihan yang telah mereka lakukan.


Jenna mendapatkan kabar dari Tante Ismaya akan keberangkatan mereka, tepat pada Kamis sore. Dua buah tiket dari perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Juanda, pulang -pergi telah dikirim dari sebuah agen biro perjalanan yang telah ditunjuk oleh Mbak Rosalin.


Sabtu pagi mereka akan berangkat pukul 10.00 pagi dan akan pulang pada Minggu sore.. .Wanita itu akan menyediakan sebuah rumahnya di daerah elit di Surabaya bagian Barat.. untuk kepentingan mereka bermalam dan menginap di sana.


Tante Ismaya sudah ribut akan memilih kado terbaik untuk orang yang berulang tahun. Jenna sudah membungkus sebuah bingkisan untuk orang yang berulang tahun itu.... Mengingat, hubungan mereka yang tidak terlalu akrab. Jenna memilih sebuah tas sandang yang biasa dibawa para pria untuk acara non formal seperti ke kafe, jalan ke mall atau hangout bareng sang pacar!


Tentu saja si Ibunda , Dokter Arunika dan Pak Feri mengizinkan Jenna untuk pergi ke Surabaya itu. Apalagi anaknya itu pergi bersama adik iparnya, Ismaya. Hanya, bagi Dokter Arunika itu menurutnya agak aneh saja! Sebab mereka datang ke sebuah acara ulang tahun seseorang yang tidak mereka kenal dengan baik.

__ADS_1


Apalagi harus melakukan perjalanan cukup jauh dengan menggunakan transportasi lewat udara. Namun Tante Ismaya dan Jenna hanya ingin membalas kebaikan dan keramahan Rosalin selama ini. Hanya satu keinginan Jenna, rasa penasarannya kepada Miko, seperti apa pria yang merupakan adik bungsu Mbak Rosalind, yang enggan menemui dia saat pemotretan di Surabaya dulu?


__ADS_2