Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 79. Hadiah Kejutan


__ADS_3

Perjalanan menuju ke Kelapa Gading, Jenna membawa sendiri mobilnya sampai ke halaman rumah Tante Ismaya. Rumah bertingkat dua itu, bergaya modern klasik. Rumah itu baru dibeli oleh suami-istri Sagara itu kira-kira dua tahun yang lalu. Melalui pertimbangan karena lebih dekat dengan kantor pusat. Tempat dia dan suaminya bekerja.


Anak sulung mereka, yang laki-laki dikirim Tante Ismaya ke sebuah pesantren di dekat kediaman rumah orangtuanya di daerah Cirebon. Sedangkan anak bungsunya yang perempuan bersekolah SD di daerah Kelapa Gading juga. Di sana ada sebuah sekolah bernuansa agama Islam yang pengajarannya lebih modern dan cukup terkenal. Tentu dengan sekolah dan uang iurannya yang cukup mahal. Di rumah itu anaknya itu diurus dan dijaga oleh seorang bibi, yang masih berkerabat dengan orang tua Tante Ismaya.


Gadis mungil kelas 4 SD itu menolak ikut Ibunya bepergian karena si ayah juga tidak ikut juga. Jadi Vania yang sudah terbiasa ditinggal Ibunya bekerja dan bepergian keluar kota, tak merasa keberatan lagi. Sebab Tante Ismaya selain bekerja di kantor, juga aktif dengan berbagai kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan.


Mereka akhirnya diantar Pak Radi menuju ke Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, melalui terminal dua. Lalu lintas di jalan tol dalam kota menuju bandara terbesar di Indonesia itu, agak ramai lancar.


Mereka tiba di sana dan segera mengikuti berbagai prosedur baik kelengkapan kesehatan... Juga saat boarding pas, dengan diperiksanya tiket pesawat sampai KTP asli.


Hampir dua jam kemudian, pesawat dari sebuah perusahaan penerbangan swasta nasional itu pun berhasil mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Tepat pukul 11. 30.


Jenna terkikik geli, saat melihat kerumunan para penjemput. Mereka sepertinya dijemput dengan cara yang paling istimewa siang itu. Sebab di antara puluhan penjemput untuk para penumpang yang datang dari Jakarta itu. Ada seorang bapak tua, yang merupakan supir kepercayaan Mbak Rosalin yang ditugaskan untuk menjemput mereka.


Sejak tadi pria tua itu mengacungkan kertas tebal selebar A4 yang bertuliskan nama dirinya dan Tante Ismaya..


Tante Ismaya mendekati Pak Tua itu. " Pak, Bapak yang disuruh Ibu Rosalin menjemput kami? "


" Bu Ismaya? Mbak Jenna? " Sapanya lega. Wajah pria itu berseri -seri karena berhasil menemui tamu yang harus dijemputnya untuk diantarkan ke suatu tempat dengan selamat sampai ke tempat tujuan.


" Maaf, Bu Ismaya! Ibu Rosalin sedang repot di rumah orang tuanya. Jadi kami akan membawa tamu ibu Ros ke rumah yang di Citra! Di sana juga sudah ada Mbok Mis, yang akan menggurus semua keperluan Ibu dan Mbak!"

__ADS_1


Mobil BMW putih itu menembus keramaian lalu lintas kota Surabaya... Mungkin secara sekilas kota ini juga hampir mirip dengan Jakarta dengan segala keramaian dari ciri -ciri sebuah kota besar di Indonesia.


Mulai dari kemacetan yang terjadi di beberapa ruas jalan utamanya, udara yang panas dan berdebu. Belum lagi ribuan kendaraan memenuhi setiap sudut jalan di kota ini, yang menunjukkan denyut nadi dari kegiatan ekonomi yang mulai membaik. Setelah wabah covid 19 di tanah air mulai mereda di akhir tahun 2022, yang membawa dampak bagi penurun ekonomi di segala sektor kehidupan masyarakat.


Mobil mulai memasuki sebuah wilayah yang cukup elite dan tertata sangat bagus di Surabaya ini ... Melewati beberapa blok dari hunian di perumahan itu, barulah mereka berhenti di sebuah bangunan rumah baru bertingkat dua. Rumah itu tidak terlalu besar, tetapi tampak mewah dan megah.


Pintu garasi terbuka secara elektronik, di depan teras sudah ada wanita tua yang menyambut kedatangan pasangan tante dan keponakan itu.


"Selamat datang Mbak Jenna dan Bu Ismaya! Saya akan melayani semua keperluan tamu Ibu Rosalin di rumah ini!" Ucap wanita paruh baya ini dengan gaya bicara medok khas orang kota Surabaya. Hanya lebih halus dan lembut.


" Pak Dodo nanti akan datang ke sini untuk menjemput Mbak Jenna dan Bu Ismaya ke tempat acara ... Maklum ini acara kejutan, jadi semua agak dirahasiakan!" Tambahnya perempuan tua itu lagi... Menandakan kalau kedua pekerja itu ada orang lama dan menjadi orang kepercayaan Mbak Rosalin.


Di meja makan ada rujak cingur, makanan khas kota Pahlawan ini, yang merupakan hidangan perpaduan dari gado- gado dan rujak.


Dulu Jenna agak ngeri dan geli, ketika dalam hidangan itu ada tambahan irisan berupa cingur atau mulut sapi yang direbus cukup lama, sehingga menjadi empuk. Makanya disebut rujak Cingur... Kebanyakan masakan Jawa Timuran itu diberi tambahan petis sebagai bahan masakannya. Setahu Jenna petis. itu sejenis bumbu yang berasal dari dari olahan udang atau ikan sehingga menjadi bumbu wajib dalam masakan masyarakat di pesisir di Jawa Timur ini.


Jenna lebih menyukai rawon, yang kuah coklatnya itu berasal dari bumbu yang disebut kluwek... Tambahannya dapat berupa daging empal, telur bebek asin, juga tauge dari kedelai yang lebih besar dari tauge dari kacang hijau yang sering ditemui


Dulu di daerah Depok , Jawa Barat. Apa da sebuah restoran yang cukup terkenal, dengan menawarkan menunya dengan sebutan Rawon Setan.. Masakan rawon itu yang kuahnya pedas karena bercampur cabe rawit merah.


Jenna pernah ke restoran itu untuk uji nyali bersama rekan -reka kuliahnya. Mereka dikenal sebagai para wanita penyuka hidangan pedas. Nyatanya masakan rawon itu benar-benar mantap betul, alias mantul.

__ADS_1


Setelah menikmati hidangan makan siang yang cukup enak itu, mereka beristirahat di taman belakang. Si Tante mendapat telepon dari sahabatnya itu.. Sehingga keduanya bercakap-cakap agak lama juga di taman yang tertata apik itu dan modern.


Tante meminta Jenna istirahat di kamarnya. Karena Pak Dodo, si supir kepercayaan Mbak Rosalin akan menjemput mereka pukul 19. 00, untuk dibawa ke suatu tempat untuk acara ulangtahun itu.


Jenna menikmati acara tidur siangnya itu hanya untuk sekitar dua jam lamanya. Sebenarnya dia lebih tertarik untuk keluar dan menikmati waktu semoga ini, untuk menjelajahi kota Surabaya ini... Mungkin dapat dipandu oleh Pak Dodo, yang tentunya tidak keberatan dengan tugas itu, asal diminta dengan baik- baik pada majikannya.


Suasana rumah modern klasik ini sangat sepi... Tampaknya Tante Ismaya pun menikmati kualitas tidurnya itu tanpa tuntutan program kerjanya yang bertumpuk dan menunggu untuk segera diselesaikan.


Beginilah kira-kira gambaran kehidupan kita bila tinggal di sebuah hunian di abad modern. Segalanya terasa tenang dan sepi tanpa gangguan orang lain. Bahkan tak terdengar suara penjaja makanan yang berkeliling kompleks ini dengan irama dan suara masing-masing pedagang yang khas untuk menarik perhatian penghuni rumah untuk keluar dan membeli.


Di rumah besar ini, hanya dihuni mereka berdua dengan Mbok Mis yang selalu siap sedia melayani keperluan mereka.


" Bu, sudah ditunggu Pak Dodo di depan!" Suara lembut Mbok tua itu mengalihkan perhatian Tante Ismaya... Karena tidak ada aturan untuk mengenakan dress code tertentu, Jenna berdandan lebih rapi saja... Dia memakai celana Palazzo biru tua, dengan gaun lengan pendek ala kimono dari sutra hitam.


Jenna hanya memakai bedak padat dengan ulasan tipis, lipstik warna nude dan menyemprotkan sedikit parfum kesukaannya di kedua lengan dan digosok dengan lembut. Hanya Tante Ismaya berdandan sedikit lebih formil dengan gaun batik merah bata dan krem , sehingga tampak serasi dengan tas besar coklat dan sandal coklat bersol tebal.


Kali ini, Pak Dodo membawa mereka ke sebuah hotel yang cukup terkenal di kota ini... Hotel yang diberi bintang lima karena pelayanan dan fasilitas yang disediakan sangat lengkap.. Bahkan mereka mendapatkan penilaian yang cukup baik dari orang-orang yang sudah menginap di sana.


Oleh seorang petugas hotel, Jenna dan Tante Ismaya diantar menuju ke sebuah kafe besar yang ada di lantai lima. Suasana masih ramai, tetapi tidak banyak pengunjung di sana Padahal ini malam Minggu.


Sampai terlihat ada sebuah perayaan ulang tahun di ruang kafe yang paling sudut dan sangat privasi. Tampak di sana ada seorang pria yang sedang dikelilingi oleh anggota keluarganya untuk meniup lilin... Seorang wanita cantik yang menjadi pemandu acara dadakan pesta ulangtahun itu adalah Mbak Rosalin.

__ADS_1


__ADS_2