
Proses pengambilan gambar berjalan cukup lancar sampai pukul 17.00. Rara memilih diantar kembali ke vila Damash untuk istirahat. Dia dikawal oleh Mbak Hera dan Mas Fajar saat meninggalkan tempat ini.
Tampak Tante Ismaya masih berbincang-bincang dengan Bang Miko, Bang Tedi dan Kak Suli. Proses editing akan dilakukan secepatnya. Sekaligus dipersiapkannya iklan tersebut untuk segera launching bulan depan.
Para pekerja mulai merapikan set pengambilan gambar. Juga barang- barang yang termasuk properti milik mereka. Ternyata Bang Tedi sudah menjadwalkan proyek baru untuk mereka dua minggu mendatang.
" Benar, ya. Keanu!" Tegas Bang Tedi.
" Sip, bos!"
Oma dan Opa akan pulang juga hari ini, setelah mendengar kedatangan keluarga Om Danang dari Malang. Selain menghadiri acara wisuda anak bungsu yang sudah menyelesaikan kuliahnya di sana. Mereka membawa besannya , yaitu orang tua dari menantu mereka. Jadi Opa dan Oma akan menemui mereka di Sentul.
" Jenna, kamu pulang sama Tedi kan?" tanya Opa lagi sambil memeluk cucu kesayangannya itu.
" Iya, Opa! Jaga kesehatan Opa sama Oma, ya!"
" Iya, Bu bos kecil!" Ledek Oma. Sekarang Jenna mulai senang mengatur dirinya dan Karolina walaupun untuk kebenaran. Tinggal si Opa Damash saja yang menjadi lawan yang sebanding dengan cucu perempuannya itu. Sebab, mereka sama-sama mempunyai sifat keras kepala. Apalagi kalau mereka berkeyakinan, apa yang dilakukan itu adalah hal yang benar!
Mobil Jeep bertenaga besar itu dibawa oleh Om Sardi, supir Opa. Tak lama Karolina juga keluar dari vila dengan menggotong koper bepergiannya yang besar. Barang-barang keperluan Efron malah diangkut oleh Mang Asep yang katanya mau ikut ke Sentul juga. Tentu ada barang atau titipan yang harus diambilnya dari rumah di Sentul untuk keluarganya di sini.
Menjelang Magrib, semua orang sudah bersiap - siap di ruang tamu di vila Damash. Sewa Villa Bunga sudah diselesaikan oleh Tedi barusan. Sebelumnya Mang Koya sudah menitipkan ikan lele yang sudah dijaring, dibersihkan dan dimasukan ke dalam termos besar berisi es batu ke bagasi mobil Karolina.
" Kita mengadakan acara penutupan sebentar! " ucap Bang Miko kepada seluruh anak buahnya.
Mereka tadi masih sibuk berdebat di ruang keluarga, dengan Jenna sebagai pendengarnya. Bang Fendi yang merasa terusik karena akibat main-main dari salah satu anak buah Bang Miko, Efron dan Naura terkena imbasnya. Tadi malam Naura terbangun beberapa kali dari tidurnya karena mengigau. Untung Opa dan Bang Fendi siap sedia di vila tersebut untuk membantu mengatasi keadaan itu.
__ADS_1
" Saya sudah sering menyampaikan kepada kalian, kalau kita sedang bekerja, bekerjalah dengan serius dan tidak main - main! Ini peringatan terakhir! Kita berada di vila Bunga untuk menyelesaikan proyek pertama kita untuk proyek Iklan Ibu Ismaya! Hanya karena kesalahan satu atau dua orang saja, maka besar itu proyek itu bisa gagal... Sekarang jujurlah! Siapa yang meletakkan sajen atau dupa di ruang tamu di vila utama?" tanya Bang Miko. Pria tampan berambut gondrong , yang selalu mengikat rambutnya bergaya ekor kuda.
Jedar!
Inti dari perkataan Bang Miko itu mengejutkan mereka semua. Terutama para cewek-cewek yang paling sensitif berhadapan dengan dunia ghaib yang konon katanya antara ada dan tiada itu... Sebab Wajah mereka jadi memucat sebentar dan saling pandang. Apalagi Mbak Hera yang merasa paling takut, di antara orang yang paling penakut.
" Oke, kalau kalian merasa tidak melakukannya! Baik , team ini saya akan saya bubarkan! Jadi saya serahkan kembali kepada Pak Tedi, layak atau tidakkah kalian bekerja di proyek kita berikutnya!"
Semua terdiam... Mas Saidi bergerak-gerak gelisah dari duduknya di bangku yang paling pojok di ruang tamu itu. Dia menatap Bang Miko dan Bang Tedi bergantian.
" Ada apa, Mas Saidi ? Ada yang mau disampaikan?" tanya Jenna tegas.
Mereka semua terkejut mendengar suara itu penuh wibawa. empat belas pasang mata memandang Jenna, sedikit ngeri. Walaupun sebenarnya gadis cantik itu bukan termasuk anggota dari team dari proyek kerja mereka. Tetapi mereka tahu, kalau Jenna adalah adik Pak Tedi Darmawan, produser mereka. Juga keponakannya Ibu Ismaya, yang tampaknya sangat dipercayainya.
Bahkan tiga dari anggota team mereka, sudah bekerja lebih dulu pada proyek konten video yang dibuat Karolina. Selama ini Jenna tidak pernah turut campur dengan segala urusan mereka itu.
" Terus !" Kata Bang Miko mulai tidak sabar.
" Saya juga bingung. Ventilasi di kedua kamar mandi itu cukup tinggi hampir 2 meter. Siapa yang mau ngintip? Kalau ada yang iseng, orang itu harus menggunakan tangga atau naik ke bangku dulu untuk sampai ke lubang itu .... Sedangkan di vila utama hanya ada sofa besar dan tidak ada kursi kayu jati yang tidak bisa dipindahkan - pindahkan!"
" Iya, jadinya saya berinisiatif untuk memasang kamera kecil, dari ruang tengah untuk mencari siapa orang yang suka iseng itu, " Ujar Abbas, melanjutkan ucapan Mas Saidi.
"Terus siapa yang menaburkan bunga dan meletakkan jimat- jimat aneh itu, dan bawah meja sudut?" tanya Bang Fendi geram.
" Saya Bang! Saya ambil bunga-bunga di halaman vila Damash. Terus ada sisa lauk ikan atau ayam saya bungkus di tisu diletakkan dekat bunga-bunga agar saat perekaman video itu, lebih estetik." Jawab temanya Mas Saidi itu. Kalau tidak salah dia bernama Robi. Orang yang paling pandai dan terampil dalam merangkai set untuk pengambilan gambar untuk iklan itu.
__ADS_1
" Pasti kalian tidak percaya kan? Kalau makhluk seperti itu pun akan muncul tanpa perlu sesajian. Saya tahu dari Bang Fendi dan Jenna, ada ucapan - ucapan dari kalian yang bersifat menantang agar makhluk itu untuk muncul. Opa saya sudah tua, beliau hanya dapat menolong Naura dan Efron yang sedikit disentuh makhluk itu. Tanya Mas Fajar, Rara dan Mbak Hera, yang sudah merasa ketakutan karena keberadaan makhluk itu. Bahkan mereka menampakkan diri walaupun di siang hari. Atau kalian tahu kenapa Mas Saidi mirip orang gila siang tadi? Bang Fendi yang telah menetralisir pengaruh negatif di tubuhnya ... Sekali lagi, saya tidak bertanggung jawab pada yang akan terjadi pada diri kalian masing - masing akibat keisengan ini. Nanti setelah di rumah kalian cari sendiri pertolongannya!" ucap Bang Tedi kesal.
" Sudah, Pak ?" tanya Bang Miko.
" Sudah!" ucap Tedi lemah.
Sekali lagi ditatapnya anak buah Bang Miko itu, baik pria maupun yang wanita. Mereka pada sebuah masih muda usia dan sangat kreatif di bidangnya. Sayang saja, kalau sedikit di antara talenta muda yang berbakat dan punya skill tinggi ini menjadi pribadi yang kurang menghargai orang lain. Melanggar beberapa aturan dan petuah orang tua. Sebab hal itu dianggap tabu dan dilarang di lakukan! Seperti berbicara dengan bahasa yang kasar dan kata-kata yang kotor!
Mobil - mobil bertenaga besar itu bergerak lebih dulu, sebelum Elf yang isinya merupakan barang bawaan masing- masing team kreatif, berjalan di belakangnya. Mobil Om Jhon sudah berangkat lebih dulu, berbarengan dengan Opa Damash menuju ke Jakarta. Bang Miko duduk di samping Mas Saidi yang membawa Pajero miliknya.
Lain halnya dengan Karolina yang masih menunggu di luar vila. Dia sibuk membungkus sayuran yang baru dipetik para buruh tani siang tadi . Ada brokoli, bayam merah dan labu kuning. Setelah dijelaskan Jenna, barulah Karolina memahami.. . Dia bertambah rasa hormatnya kepada Bang Fendi yang bisa diandalkan dalam segala hal.
Keanu masih merasa ngeri sesaat setelah Rara bersikeras untuk selalu minta ditunggui di manapun. Setelah mereka bertiga melihat seperti ada kain putih melayang di sebuah kamar, tempat para kru itu tidur kemarin malam.
"Jenna bagaimana kalau ada salah satu di antara mereka kesurupan di tengah jalan atau di rumah?" tanya Karolina ngeri. Sebab main-main seperti itu sangat fatal akibatnya. Jenna berharap orang itu lebih mendekatkan diri dengan sang Maha Pencipta, apa pun itu agamanya.
" Dia bukan Oma Meike, kan ?" tanya sepupunya itu semakin cemas.
" Sudahlah, Karolina! Katanya takut, kok semakin penasaran ? Oma Mieke orang baik, kita hanya dapat mendoakan semoga saja beliau tenang di sana... Ada kekuatan lain di tempat itu... Menurut Opa, Damash sudah terjadi sebelum Vila Bunga berdiri megah seperti yang sekarang ini. Ada suami yang berselingkuh dari istrinya, si pelakor ini tidak mau dibuang setelah hubungan itu diketahui oleh istri sah. Jadilah, dengan segala cara dilakukan oleh wanita itu. Termasuk melalui perantara ilmu hitam yang sangat tinggi!"
Mamanya Efron tercenung... Susah juga melacak kehidupan keluarga Om Sidharta sebelumnya . Pria itu lebih serius tinggal di beberapa negara Asia karena bisnisnya yang berskala internasional. Beliau ada di villa itu, kalau kembali ke Indonesia dan hanya untuk berlibur.Termasuk menengok Oma Meike yang tinggal sendirian di sana dijaga keluarga Mang Koya dengan suster yang menggurus semua keperluannya.
"'Efron bagaimana, Jenna?"
" Bagaimana, maksudnya apa? Kamu tinggal dulu di Sentul, untuk sementara . Di sana ada Opa Damash dan Bang Fendi. Insya Allah mereka bisa membantu menjaga Efron."
__ADS_1
"Kok, kamu berbeda sekali Jenna?" tanya Karolina kepo.
" Apa yang beda, Emak Karo? Sesekali Efron diajari ngaji atau nyanyian Islami, misalnya. Kamu juga! Walaupun beribadah itu adalah hanya hubungan kita dengan sang Maha Pencipta. Tetapi dengan ajaran agama, kita melaksanakan beribadah agar selalu terjaga dan terlindungi, dari segala gangguan." Jawab Jenna bijak.