
Ribut-ribut pergantian model untuk promo dari produk yang sudah tayang di tv sampai juga ke telinga Jenna. Sepertinya Mbak Sonya mendapat angin. Sehingga suaranya semakin sering terdengar, tidak hanya di kantin ataupun kafe depan kantor. Bahkan tertera di group WA lambe-lambe. Para anggota dewan di grup itu pun akhirnya berani unjuk suara juga.
Ternyata keputusan Tante Ismaya untuk mengganti posisi Tania itu bukan gurauan belaka. Oleh karena itu, menjadi tugas dan tanggung jawab Mbak Sonya dan divisi pemasaran untuk kembali mengatur jadwal ulang kegiatan promosi.
Setelah mendengar keributan ini saja, Jenna tersenyum puas. Bukan karena segala kerumitan yang harus dihadapi Mbak Sonya dan teamnya. Tetapi berhasil mematahkan kesombongan seorang Pandu Samidi!
"Dunia bisnis itu keras, Lur" bisik Jenna dalam hati.
Tampaknya, pengganti Tania lebih profesional walaupun berusia masih muda. Walaupun kontrak yang diajukan Tante Ismaya hanya sementara. Ada kemungkinan gadis belia itu yang akan menjadi model berikutnya pada produk baru yang akan dikeluarkan pada dua bulan mendatang.
" Mbak Jenna, ya?" Sapa gadis cantik itu yang tadi menjadi pusat perhatian orang -orang yang hadir di ruang pertemuan di lantai empat kantor ini. Mereka masih sibuk ngobrol sana- sini.
Gadis cantik itu tampil santai dengan berpakaian bergaya kasual. Dengan blus putih pendek dan celana jeans. Dia juga memakai jaket pendek kulit hitam yang unik. Belum lagi rambutnya yang lurus sebahu berwarna asli, hitam kemilau.
Cepat Jenna mengulur tangannya, sambil menyambut salam perkenalan itu. Tadi gadis itu memperkenalkan dirinya dengan nama Paramita Aura Handoyo. Sebenarnya nama itu bagi Jenna agak sedikit familiar di telinganya. Maklum walaupun baru berusia 22 tahun, namun daya ingat Jenna tentang wajah orang yang dijumpainya dengan namanya suka tercampur aduk. Apalagi kalau orang itu hanya ditemui sekali saja! Mana dia bisa hapal.
" Mbak Jenna lupa, ya? Aku Rara, Mbak. Keponakan Bang Keanu!"
Mata Jenna memperhatikan sosok gadis cantik itu dengan penampilan yang sangat berbeda. Dia bukan Rara gadis kecil berkepang dua lagi! Dengan seragam putih dan rok merahnya yang selalu mengikuti setiap kemanapun Keanu dan Jenna pergi pergi bermain.
" Kamu masih sekolah kan?" tanya Jenna kurang yakin. Sebab gadis itu masih SD saat dia dan Keanu kelas 1 SMP.
__ADS_1
" Iya, Mbak. Aku sekarang masih kelas XII , bulan depan mau UN. Doakan aku lulus ya, Mbak!"
Sekali lagi Jenna memandang tubuh Rara yang tinggi semampai, kulitnya kuning langsat dan mulus. Rambutnya tergerai kehitaman. Wajah bulat dan pipi chubby yang dulu dimilikinya sudah lenyap. Berganti dengan wajah cantik dengan hidung kecil dan mancung. Sekarang tulang pipi yang agak tinggi, akan sangat mudah dikenali sebagai ciri wajah fotogenik.
Dulu , keponakan Keanu itu, sangat mengagumi sosok Karolina, yang sudah sibuk dengan dunia model sejak sekolah SMA. Rara hanya tinggal setahun di rumah Keanu sebelum pindah ke Batam. Entah apa gadis itu kembali ke Jakarta. Karena Yang Jenna dengar, kakak Keanu itu bekerja di sebuah di sebuah perusahaan besar di daerah Sudirman.
Om Jhon mendekati Paramita, si model itu yang ternyata akrab dengan Jenna. Pria itu langsung memeluk bahu Jenna dengan akrab. Tentu saja, Rara agak bingung. Sebab dia dulu juga akrab mengenal anggota keluarga Darmawan dan kerabatnya.
" Ini Om Jhon? Rara.. Masak kamu lupa?" ledek Jenna. Sebab dia tidak mengira kalau pimpinan perusahaan yang mendaulatnya menjadi model ada keluarga yang sangat dia kenal.
" Dulu Om Jhon kan culun, pendiam juga suka kita ganggu kalau dia sedang mencuci mobil Pak Feri ya?"
Tawa Keanu, Om Jhon dan Jena terdengar riang dan akrab. Sampai dikejutkan dengan kehadiran seorang yang membuat mereka kaget. Sosok Pandu Samidi.
" Sudahlah, Pandu. Kita sudah sepakat dengan perjanjian awal. Berterima kasihlah pada Keanu yang dengan cepat mendapatkan model penggantinya! " Sahut Om Jhon dingin.
" Apa nggak ada toleransi sedikit, ya? Nenek Tania masuk rumah sakit di Singapura. Sekarang saja masih dalam perawatan."
Tiba- tiba Mbak Sonya maju menghadang Pandu." Kalau Anda mengorbitkan model baru, ajari dia tertib, disiplin dan kerja keras. Jangan hanya mau nama terkenal melangit tetapi nggak mau keluar keringat sedikit!"
Pandu terdiam, demikian juga dengan dua asistennya ikut terdiam. Suasana di ruangan ini menjadi tidak nyaman. Terasa panas. Tante Ismaya, berusaha mendekati Pandu dan menatapnya untuk memberi sedikit pengertian.
__ADS_1
" Pak Pandu, saya sangat berterimakasih kasih dibuatkan iklan yang sangat bagus. Tetapi Tania selalu mangkir untuk kegiatan promo. Mungkin ini alasan yang ketiga yang dibuatnya dalam bulan ini. Biar masalah ini kita damai saja! walaupun pihak agak kita dirugikan!"
"Nggak perlu damai, Bu! Mbak Jenna sudah membawa pengacara yang akan menggurus masalah kerugian pada perjanjian kontrak dengan Tania!"
Seruan Mbak Sonya membuat semua orang kaget. Pak Alpha Herlambang maju dari bangkunya di sudut ruangan. Kemarin Jenna membicarakan itu dengan sang ayah. Atas saran Pak Fery juga, Jenna meminta bantuan salah satu orang dari pengacara yang berasal dari kantor hukum yang selalu membantu kelancaran usaha dan bisnis sang Papa selama ini.
" Jenna? ini kamu yang panggil sayang?" Ucap Pak Jhon Sagara kagum sekaligus terharu.
Bukan maksud mereka mengajukan tuntutan hukum. Tetapi Pihak Mbak Sintia sudah memanggil sebuah team kerja yang biasa menangani sebuah kegiatan promosi produk kosmetik kecantikan. Namun berkali- kali kegiatan promo itu tidak berlangsung lancar. Absennya Tania membuat kegiatan itu merugi. Rugi waktu, tenaga juga biaya. Team kerja itu terdiri dari beberapa orang yang sangat kompeten di bidangnya. Membayar jasa mereka juga tidaklah murah.
Sebelum pamit keluar dari ruangan itu,J Jenna tersenyum kepada semua orang. Terlebih pada si Tuan Pandu Samidi yang terhormat..Apa pun yang terjadi nanti! Semoga promo produk itu berjalan lancar.
" Hebat Jenna!" puji Bu Rully setelah mereka berhasil menyelesaikan perkara pelik masalah Tania dan promo yang akan dibawakan oleh Ara.
Semua orang gemes kalau Pak Pandu bersikap lembek terhadap Tania hanya terkait hubungan kerabat. Padahal ini bisnis terbaru di masa pandemi dengan promo ala online. Tetapi Tania sering mangkir.
Dulu saja, Karolina harus menjalani promo produk yang diiklankan nya itu masuk mall keluar ke mall di seputaran Jakarta. Dia harus duduk berjam-jam di meja atau etalase dengan produk barang yang menjadi promo. Walaupun di sana sudah ada pramuniaga atau SPG yang membantu.
Karolina harus tampil cerah dan tetap tersenyum ramah kepada ratusan pengunjung di suatu mall. Apalagi kalau ada pengunjung yang tertarik dengan produk yang ditawarkan.
Semua itu tidak mudah. Sebab Karolina pun harus tampil all-out di mall tersebut dengan make-up full, juga pakaian yang dia kenakan mirip kontes ala- apa putri Indonesia . Gaun itu tidak nyaman di tubuhnya karena terbuat dari bahan brokat, tule atau Taffeta dengan hiasan manik dan batu- batuan.
__ADS_1
Sesekali Jenna mengikuti sesi promo itu. Tetapi dia bebas berkeliling mall, jajan atau window shopping. Sampai jam promo Karolina selesai di siang atau sore hari. Jadi, Jenna ikut merasakan tanggung jawab berat untuk Karolina. Sesuai dengan tugasnya sebagai model produk suatu kecantikan.