Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 66. Karolina Berjuang


__ADS_3

Waktu adalah penyembuh semua luka dalam segala hal. Seperti itulah keadaan Karolina setelah sidang putusan perceraian minggu lalu. Dia banyak termenung dengan duduk sendirian di balkon kamarnya di lantai dua. Bisa berjam-jam malah Karolina merenung di sana.


Ibu Arunika membiarkannya , tetapi dia menyuruh Mbak Jiah terus memantau keponakannya itu. Sebab orang-orang di rumah ini pun harus bekerja di pagi. Termasuk Pak Feri yang harus kembali ke Bandung bersama Tedi dan dua pekerja baru lainnya...Prasaja dan Malvin.


Jenna juga kadang mengawasi perubahan sepupunya itu... Sesekali sesi wawancara dengan psikiater yang direkomendasikan oleh Dokter Arunika masih dijalani Karolina secara teratur, sebulan dua kali. Dia mau sembuh dan sehat mentalnya demi dapat menjaga dan mengasuh buah hatinya, Efron Pahlevi Hisbillah.


Tampaknya jiwa Karolina dapat dibangkitkan lagi dalam masa keterpurukannya. Tekanan berat dari Mami mertuanya dalam beberapa bulan sejak kelahiran bayinya hampir saja menghancurkan mentalnya.


" Sudah siap bekerja?" tanya Bang Tedi ketika dia pulang dari Bandung siang tadi.


Ternyata pembuatan video tentang pengalaman Karolina sejak dia mulai menjalani pelatihan awal menjadi model akan dibuat menjadi beberapa seri.


Dalan beberapa minggu ini, Karolina melakukan kegiatan itu di rumah ini. Dibantu dua orang teman baik Bang Tedi yang menjadi kameraman, satu lagi yang mengedit video itu. Terlihat Karolina tampak lebih bersemangat. Prasaja pun berniat menyiarkan video itu dalam durasi yang lebih pendek ke berbagai media sosial untuk promosi.


Konyolnya pria itu berusaha menjauh dari Jenna kalau mereka bertemu di dalam satu ruangan saja. Pria itu lebih mirip kucing yang takut disiram air. Lihat gaya Jenna bila bertemu musuh besarnya itu. Gadis itu akan melipat kedua tangannya di atas perut. Atau memasukan sebuah tangannya ke dalam saku... Padahal mata Jenna hanya tertuju pada kesibukan pengambilan gambar saat Karolina berjalan, menerangkan cara berjalan di atas catwalk yang baik.


Yah, itulah yang dilakukan Jenna. Kalau dia sedang berkonsentrasi melihat pengambilan gambar video Karolina, di sebuah ruangan yang agak terbuka di lantai atas. Ruangan itu sudah diberi peredam suara , jadi saat pengambilan gambar tidak menganggu penghuni rumah ini. Terutama Bayi Efron yang tertidur di saat sang ibu sibuk bekerja, demi masa depannya.


" Bagaimana hasilnya Karo?"


" Lumayan...!" bisik Karolina senang. Walaupun pekerjaan itu melelahkan, tetapi itulah bidang yang dikuasai sepupunya itu. Malah wajah Karolina tampak berseri - seri, penuh semangat. Yah , begitulah kalau kita bekerja sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan kita. Nyaman saja. Tanpa merasa adanya tekanan yang sangat berat.


Mbak Teta dan Bang Fadel tampak sangat antusias dengan pekerjaan mereka itu. Apalagi rumah besar itu sangat mendukung. Di lantai atas ada beberapa ruang luas yang dapat disulap dan digunakan sebagai studio untuk pengambilan gambar.


Bulan depan mereka akan mulai menayangkan satu demi satu video tutor dari Karolina itu dari menjadi model sampai tips dan trik terjun ke dunia tersebut secara profesional.

__ADS_1


" Mbak Jenna nggak ikutan ?"


Tawar Mbak Teta karena dia melihat kecantikan Jenna juga punya potensi untuk ditampilkan ke publik.


Karolina tertawa. " Sepupunya saya ini mah, lebih senang berada di belakang panggung!"


Mata Mbak Teta melotot lebih lebar ketika Karolina menceritakan peranan Jenna semasa dia berkarier di model. Sedangkan Jenna lebih menyerupai asistennya. Karena sebagian tugas kampus Karolina diselesaikan oleh Jenna. Sepupunya itu juga mau mengantarnya dan menemani ke berbagai acara di hotel, gedung pertemuan dan menghadiri kegiatan beberapa acara tv.


" Wuih, ternyata pengalaman Mbak Jenna banyak juga!"


Jenna mengulum senyumnya. " Iya jabatan saya waktu itu cukup mentereng juga, Mbak Teta! Asisten pribadi, tapi kerjaan segala rupa, lebih mirip pembantu umum... waktu itu. Huh, kalau nggak ada ultimatum Opa Damash, Sudah ku tinggal pekerjaan seperti itu


Melelahkan!"


Ha, ha, ha! Tawa Karolina meledak! Justru karena ancaman Si Opa itu. Jenna jadi mau membantu segala kesulitan yang dialami Karolina saat mengerjakan sebagian dari isi skripsinya.


Wajah cantik Jenna tersipu - sipu. Sebab di sana berkumpul banyak orang. Bukan hanya orang -orang yang sedang menggarap pembuatan video Karolina. Ada juga Marvin dan Prasaja juga!


" Ini semua nggak gratis, Karo!" ucap Jenna seperti sebuah ancaman.


" Gue harus bayar gitu?" tanya Karolina tak mengerti.


" Ya! Bayarlah semua jerih payah ini dengan kesuksesanmu! Harus itu..."


Ada keharuan di hari Karolina. Dia merasa dilindungi di dalam keluarga pakde nya ini, dalam silsilah keluarga dari Oma Frida, yang asli orang Jogyakarta. Namun, Istri Pak Feri, Dokter Arunika, beliau mempunyai separuh darah Sunda di tubuhnya. Sehingga Dokter Arunika lebih sreg dipanggil Tante bila Karolina berada di lingkungan keluarga besar dan kerabat mereka.

__ADS_1


Justru Karolina memanggil mereka dengan Papa Feri dan Mama Arunika, saking dekatnya hubungan dia dengan Jenna. Mereka saling menyayangi bukan lagi sebagai saudara sepupu tetapi melebihi kasih sayang adik dan kakak!


Bang Tedi ikut mensuport kegiatan Karolina. Mereka mulai menayangkan sebuah video sebagai perkenalan, seminggu yang lalu. Sambutannya cukup baik. Disusul video kedua pada Minggu berikutnya. Tampak antusias para penonton dari kaum wanita mudanya terlihat sangat meningkat.


Bagi Karolina, saat ini dia telah punya satu pembuktian. Bahwa ada hal yang masih dapat dibanggakan pada dirinya. Yaitu semangat hidup dan berkarya lagi. Terutama di dunia model dan panggung pertunjukan.


Tak lama hape Karolina dipenuhi ucapan selamat dari kedua orangtuanya yang sedang menempati tugas di daerah yang baru. Adik- adik dan para sepupunya juga mengirimkan ucapan selamat...


Video kedua Karolina mencapai ratusan penonton yang melihatnya. Mereka semua menyukainya dan memberinya komentar positif.


Kerja keras Karolina sedikit demi sedikit telah terbayarkan setelah penayangan video berikutnya. Sementara, Karolina mulai membuat video tutorial tips memadu- padankan pakaian bagi seorang wanita yang disesuaikan dengan situasi, waktu juga tema dari acara tersebut.


Maklum, Jenna dan Karolina juga kadang gemas kalau melihat ibu-ibu yang datang ke suatu acara pesta. Penampilannya lebih mirip toko emas berjalan. Sebab semua koleksi perhiasan dipakai dari kalung , gelang, anting-anting, bros. Mana bentuk perhiasan emas itu besar-besar. Mirip properti para penari di pertunjukan wayang orang kalau di Jawa Tengah....


Ruangan besar yang awalnya merupakan ruang perpustakaan dan ruang duduk keluarga di lantai atas itu, kini telah berubah menjadi etalase ala orang berjualan kaki lima. Di sana digantung bermacam-macam pakaian pesta, gaun formal juga gaun yang lebih simpel. Sementara di samping gantungan pakaian tersebut ada tumpukan sepatu dan aksesoris di sebuah rak.


Begitulah cara mereka bekerja dengan kamera seperti handycam, alat perekam sederhana dan sebuah lampu berbentuk bulat putih besar. Mbak Teta sangat piawai membidikkan kameranya...


Terlihat cara kerja mereka yang sangat profesional.


Katanya untuk satu tips dan trik saja untuk menggunakan sebuah gaun bepergian, sampai take berkali - kali agar hasilnya bagus.Belum lagi menunggu Karolina berganti pakaian, atau mengubah makeup. Semua itu perlu waktu berjam-jam. Jadi pembuatan satu video untuk tayangan yang lamanya tidak sampai tiga menit itu, memerlukan dua atau tiga hari pengambilan gambar dan sehari untuk editing.


Sekarang kegiatan pembuatan video di lantai atas itu mulai menarik perhatian para ART yang lain untuk menontonnya. Tentu mereka jadi lebih rajin membuatkan Karolina dan teamnya itu minuman dingin, kue-kue juga jajanan yang lewat di depan rumah besar itu.


Setiap hari dari pagi, siang sampai malam harinya, tukang penjual makanan sangat rajin melewati kompleks perumahan di kawasan elite ini. Mereka biasanya mempunyai bunyi-bunyian khusus tersendiri untuk memanggil para pembeli ke luar dari rumah. Jadi Jenna cukup hapal bunyi itu dengan pedagang yang menawarkan dagangannya.

__ADS_1


Ada juga penjual yang menggunakan mobil untuk menjajakan dagangannya, seperti penjual roti, sayuran dan gas. Ada juga yang menggunakan sepeda motor, menggunakan sepeda atau mendorong gerobak jualan mereka dengan berjalan kaki.


Karolina lebih sering minta dibelikan jajanan seperti somay atau es doger saja, sebagai makanan iseng biar nggak gabut. Sebab Dokter Arunika selalu menyuruh Mak Isah menyiapkan para team Karolina itu makan siang dengan menu yang lengkap dan bergizi.


__ADS_2