Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 80. Kembali Bertaut


__ADS_3

Sebenarnya itu bukanlah pesta ulang tahun yang biasa diadakan oleh orang-orang dari kalangan berduit. Seperti keluarga Sugandhi ini. Ini terlalu sederhana untuk disebut sebuah pesta. Namun lebih tepatnya, ke acara kumpul bareng keluarga, sambil makan-makan bersama. Sedikitnya kegiatan yang dilakukan keluarga besar Sugandi ini ada kemiripannya dengan keluarga Damash dan Darmawan.


Mereka keluarga Jenna lebih menyukai nilai-nilai kebersamaan di antara keluarga dan kerabatnya. Bila dibandingkan dengan merayakan hari jadi dari salah satu anggota keluarga, dengan menyelenggarakan sebuah pesta besar dan meriah untuk berhura-hura saja. Sebuah acara yang menghamburkan uang banyak hanya demi untuk menjaga gengsi semata.


Beraneka hidangan makanan tersaji di sana. Walaupun Tante Ismaya dan Jenna bukanlah orang yang fanatik dengan ajaran agamanya. Tetap saja Mbak Rosalin berkali-kali menjelaskan, kalau semua menu makanan yang dihidangkan di acara ini adalah makanan halal. Hanya tampilannya adalah masakan khas daratan Cina. Seperti mie panjang umur, Cap cay seafood, sup Wonton, bebek Peking panggang dan menu khas lainnya. Katanya itu hanyalah kebiasaan dan simbol bagi orang yang sedang berulang tahun , sebagai bagian dari doa dan harapan mereka.


Menurut cerita Mbak Rosalin sebelumnya, Nenek mereka hanya mempunyai separuh darah Peranakan Cina yang berasal dari Kalimantan Barat... Waktu itu kakek buyut mereka ikut merantau bersama saudaranya yang berdagang ke Surabaya... Sampai kakek buyut itu menikah dengan gadis asli Surabaya.


Pak Ramon Sugandi yang asli Surabaya, sudah bertugas menjadi tentara dan menikahi Ibunya Bu Cindi. Setelah berkeliling ke seluruh daerah di Indonesia dalam rangka tugas dan penempatan dinasnya, mereka memilih menetap di Surabaya.


Kepada anak-anaknya, Pak Ramon Sugandi pun tetap membebaskan mereka untuk menentukan pilihannya masing -masing. Dari memilih agama sebagai pedoman hidup. Menentukan karier dan pekerjaan, juga memilih pasangan hidup. Tanpa kriteria dan aturan tertentu... Semua itu disebabkan karena wajah sang istri lebih banyak diwariskan kepada putra dan putri mereka.


Mereka semuanya mempunyai kulit yang lebih bersih dan mata yang sedikit sipit. Namun kebanyakan dari mereka malah berjodoh dengan orang yang berbeda bangsa lainnya. Karena anak-anak Kakek Sugandhi juga sekolah dan kuliah di luar negeri. Hanya Ibu Cindy, putri pertama Pak Sugandhi yang menikah dengan seorang pria keturunan Cina dan Jawa Surabaya yang menjadi seorang pengusaha eksportir rempah, bumbu dan berbagai bahan pangan kering ke beberapa negara di Asia, khususnya Tiongkok.


Justru Jatmiko Darta Sugandhi, wajahnya malah mirip pria Jepang atau Oppa asal Korea. Oleh karena itu, Jenna sekarang sangat tidak mengenalinya lagi. Yang ada di ingatan Jenna adalah anak laki-laki yang bertubuh gemuk dengan pipinya yang gembul mirip bakpao.


Sekarang wajah anak- anak itu tidak tersisa sedikitpun di wajah Miko dewasa... Malah dia lebih terkesan cool dan sedikit jutek! Persis gambaran seorang CEO muda yang menjadi tokoh utama dalam novel - novel romantis, yang banyak dibaca kaum wanita.


" Selamat malam, Ismaya, Jenna! Terimakasih kasih telah mau repot-repot datang dari Jakarta!" Ucap Ibu Cindi.


Wanita itu malah mengantar sampai depan pintu kafe kedua tamu istimewanya itu. Sedikitnya wanita itu dapat bernostalgia dengan kenangan masa lalunya. Tentang persahabatan sang ayah dan Kakek Jenna.


" Kita langsung pulang, Bu? Tadi Ibu Rosalin memberi tahu, kalau Ibu dan Mbak Jenna masih berkenan berkeliling kota? Saya siap mengantar." Ucap Pak Dodo sopan.

__ADS_1


" Kita pulang ke rumah saja, Pak! Mungkin pemandangan malam di Jakarta dan Surabaya tak jauh berbeda. Karena sama- sama merupakan kota besar. Nah, kalau di siang hari pasti lebih menarik. Banyak yang belum saya lihat semuanya di sini, Pak!" ujar Jenna menjelaskan penolakan itu.


" Monggo!" ujar Pak Dodo.


Betapa sopan dan penuh hormatnya pria tua itu saat membukakan pintu belakang untuk Jena dan Tante Ismaya masuk. mereka diantar menuju kembali ke rumah.


Hari sudah sangat malam, ketika mobil memasuki wilayah perumahan yang termasuk kawasan elite di Surabaya bagian Barat itu. Mbok Mis masih setia menunggu kepulangan mereka.


Paginya, wanita tua itu banyak menghidangkan berbagai makanan untuk sarapan. Jenna menikmati dua atau tiga menu sarapan itu dalam porsi yang kecil dulu. Di sana ada lontong balap, tahu campur sampai nasi krawu yang khas dengan suwiran daging dan sambel merah yang pedas.


Kepulangan mereka akan dilakukan pada malam nanti... Tepat pukul 20.00. Jadi Jenna dan Tante sudah merapikan segala bawaan mereka setelah mandi dan sarapan.


Sampai mereka dikejutkan dengan kehadiran Miko di ruang tamu rumah ini. Jenna terdiam. Rencananya dia akan menjadi backpacker hari ini untuk merasakan atmosfir kota Surabaya yang berbeda, bila di jelajahinya sendirian ... Sedang Tante Ismaya menerima undangan makan siang bersama teman dan kolega bisnis Mbak Rosalin di sebuah tempat makan yang sedang hits di kota ini.


" Lebai, ih!" Kata Jenna mendengus sebal. " Mana Pak Dodo? Beliau yang mau mengantarku untuk keliling kota, kok!"


" Pak Dodo mengantar Ibu Ismaya ke rumah Mbak Vira... Ternyata di kota ini, hampir semua wanita muda. sangat mengenal Ibu Ismaya , ya?"


" Mungkin, sebab Tante sudah berbisnis salon kecantikan dan produk kosmetik andalannya."


" Tetap saja, wajah kamu yang mendominasi salon dan klinik kecantikan Rosalin di kantin gedung pusat!"


" Masa?" tanya Jenna nggak percaya.

__ADS_1


"'Aku sudah dapat kopiannya satu...Lumayan wajahmu itu cukup membuat para tikus kabur di rumah. Sebab aku taruh di gudang!" ucap Miko datar.


Mata mereka bertatapan. Menurut Jenna candaan dan gurauan pria yang sudah cukup dewasa itu terasa garing!


Jenna sudah terbiasa dengan ucapan para pria yang kadang berniat memuji tetapi lebih menyerupai rayuan gombal di telinganya. Mungkin kalau ucapan Miko itu ditujukan kepada gadis lain, lelaki ini bakal kena cakar atau tendangan maut dari mereka. Nggak Banget ucapan pria itu! Penuh penghinaan.


" Kok, kamu dingin begini, Jenna. Tersinggung dengan ucapan saya?"


" Nggak juga, buat apa? Saya juga nggak punya kekuasaan apa pun dengan hasil pemotretan itu! Terserah mau di buang ke tong sampah, boleh! Mau dibakar sama gedung salonnya sekalian... No problem!"


Ucapan Jenna membuat mata pria yang sedikit sipit itu mendelik... Setidaknya dia berlaku jujur. Sebuah kejujuran yang kadang membuat orang lain tidak merasa nyaman dengan ucapan itu. Apalagi buat kaum wanita, yang harus selalu dirayu dan dipuja.


" Sorry, sepertinya aku bukan tuan rumah yang baik! sebab membuatmu tidak nyaman!"


" Santai, Bro! Saya sangat menghormati Mbak Rosalin...Apalagi kakak mu itu sudah lama berteman baik dengan Tante Ismaya. Sejak mereka bertemu dan kuliah, dan tinggal di kota yang sama di Australia....Jadi kedudukan saya di sini hanyalah pelengkap penyerta saja!"


Wajah Miko semakin merasa bersalah... Kakaknya itu sangat mengagumi Jenna yang mau membantu mereka untuk menjadi model dari butik dan klinik dan salon kecantikan yang merupakan gabungan modal usaha dari teman -temanya... Bahkan Jenna tak mematok harga untuk pemotretan itu... Banyak yang tertarik dengan hasil foto itu. Di sana memperlihatkan wajah Jenna yang ayu dengan kecantikan asli wanita Indonesia.


Padahal wajah kedua kakak laki-lakinya merupakan perpaduan wajah Indo Belanda keturunan dari kakek pihak ayahnya. Para pria penerus Darmawan itu lebih berkonsentrasi dengan pekerjaan yang menuntut jam kerja yang tinggi. Bukan mengandalkan penampilan dan wajah rupawan. Sehingga bagi mereka pekerjaan adalah nomor satu. Mereka membuktikan itu dengan hasil usaha yang nyata.


Jenna mengalah, ketika Miko memaksanya untuk mengantar kemanapun tujuan kepergiannya kali ini. Padahal Jenna bisa menggunakan Grab atau gojek... Sebab Surabaya pun kota besar dan modern juga. Pasti banyak tersedia moda transportasi yang mudah baginya untuk menjelajah kota ini.


Pria itu menggunakan sport car yang cukup lumayan harganya itu ... Untung mobil yang digunakan bukan menyerupai model super car yang dapat biasnya mengeluarkan suara deruman keras dan menggetarkan gendang telinga manusia. Jenna bisa minta turun di tempat! Sebab telinganya sangat sensitif dengan suara yang sangat keras dan terlalu berisik.

__ADS_1


__ADS_2