Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 106. Ada Apa dengan Dokter Niken?


__ADS_3

 " Lo dandan, Keanu?" tanya Jenna jengah. Sambil memandangi kulit mulus wajah teman akrabnya itu. Sewaktu mereka bersekolah di sebuah SMP negeri yang paling terdekat dari rumah mereka. Ada sedikit semburat warna merah muda muncul di atas tulang pipi Keanu itu. Warna yang dihasilkan oleh sapuan dari sebuah produk make-up.


" Sedikit... Biar muka gua nggak pucat - pucat amat!" katanya beralasan.


" O, mau pipi Lo itu merah? Sini gua tabok !" kata Jenna kesal.


" Wait, nggak bisa!" Kata Keanu langsung pasang kuda-kuda. Ala pendekar taekwondo, sebuah jenis beladiri yang berasal dari negeri ginseng.


Olah raga itulah yang pernah mereka ikuti, sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Jenna yang memaksa Keanu ikut kegiatan tersebut bersamanya, agar Keanu bisa melawan kalau diganggu murid dari sekolah lain. Saat itu banyak anak laki - laki seumurannya meledek Keanu dengan sebutan, banci!


" Yakin masih ingat dengan latihan dari Ko Arman? Bukannya selama ini, Lo lebih banyak ngurusin hidup orang lain aja!"


" Aku sibuk ngurusin kemajuan karier Rara, Jenna ! Soalnya Tania sudah punya manajer sendiri sekarang, adik ibunya, yaitu Tante Maudya. Malah Tania ikut membintangi sebuah film layar lebar juga."


"Ah, nggak tertarik gua nonton! Paling film itu produksinya dibiayai oleh perusahaan Samidi Group."


" Ya, lumayanlah, akting Tania ada sedikit ada kemajuan. Daripada jadi model, dia sering telat datang ketika ada latihan atau jadwal pertemuan penting! Tetapi Rara pengen ketemu Karolina, tuh. Bagaimana?"


" Ntar, gua telepon ke Rara. Kalau Karo ada di rumahku yang di Pasar Minggu! Lo bisa kan bantu cari iklan yang pas buat sepupu gue?"


" Karolina comeback? Wow, itu tawaran yang nggak bisa dilewatkan. Boleh, boleh! Aku yang akan bantu dia nantinya!"


Pembicaraan kedua orang yang pernah berteman akrab selama tiga tahun itu, harus terhenti. Ketika....


Brak!


Tiba -tiba mereka dikejutkan dengan bunyi dari daun pintu di ruang konsultasi. Didorong sangat kuat oleh seseorang yang tadi masuk ke dalamnya. Wanita itu tadi tak mempedulikan kalau di depan ruangan itu masih banyak orang yang duduk di sana.


Bukan hanya Jenna dan Keanu saja! Tetapi orang - orang yang tergabung sebagai team kreatif, yang akan mengerjakan pembuatan iklan produk kosmetik terbaru, keluaran dari perusahaan Tante Ismaya.


Nah, akhirnya... keluarlah kata - kata indah dari mulut Keanu yang masih sering latah. Karena kaget mendengar bunyi yang sangat keras itu

__ADS_1


 " Ya, ampun, Nek! Hampir mampus gue, jantung bisa copot ini! Ih, Ni orang, kayak nggak punya adab aja! Pake banting pintu segala. Dia pikir ini gedung punya nenek moyangnya, kale !"ujar Keanu sambil ngomel nggak jelas. Tangannya terus mengusap-usap dadanya. Dengan tujuan meredakan detak jantungnya yang berubah menjadi irama ala mars marching band.


" Siapa?" tanya Jenna.


" Itu, dokter atau mantri, sih? Nggak ada attitude nya banget!" jelas Keanu.


Yah, sekilas mereka tadi melihat sosok tubuh Dokter Niken yang masuk ke dalam ruang prakteknya itu . Sebab wanita itu beberapa kali mondar- mandir di sekitar mereka. Dia masih mengenakan blazer putih kebanggaannya itu. Sedangkan di dalam balzer itu dia mengenakan gaun brokat merah muda yang penuh manik dan renda. Layaknya hari ini, dia mau menghadiri acara garden party saja.


" Siapa nanya!" Ulang Jenna kesal.


Cepat ditariknya tangan Jenna oleh Keanu dari duduknya di kursi depan pintu ruang kerja Dokter Niken Sabrina Mahmud. Lelaki itu segera membawa Jenna ke sebelah ruang besar untuk para pelanggan melakukan perawatan rambut. Tempat itu agak sedikit kosong. Namun di sana ada bangku-bangku yang berhadapan dengan meja dan rak kayu rendah. Hampir sebagian dinding di sana di pasang cermin besar. Di ujung ruangan ada seperangkat sofa nyaman berwarna abu-abu, lengkap dengan tumpukan majalah wanita dan mode tersusun dari rak-rak rotan.


Beberapa orang yang tadi sedang menunggu di sana pun juga ikut terkejut. Mereka baru saja selesai mengedit hasil shooting di ruang konsultasi dan ruang perawatan wajah yang dilakukan Rara pada sesi berikutnya. Ada tim lain yang masih melakukan tugasnya di sana.


Rencananya, bagian dari beberapa pengambilan video itu nanti akan dimasukan sekilas sebagai isi cerita dalam iklan produk kosmetik yang akan dibawakan oleh Rara. Sedangkan di ruang lain, ada dua pekerja salon akan menjadi tim penata rias. Mereka tadi berdiskusi dengan beberapa tim lain, tentang warna riasan yang digunakan yang. dalam pemotretan ini agar dapat disesuaikan dengan tema iklan, jenis pakaian dan latar pengambilan gambar.


Ternyata Mbak Hera dan Mas Fajar juga pernah dilibatkan pada pembuatan iklan sebelumnya, dengan Rara sebagai modelnya. Setelah Tania Esmeralda mangkir dari beberapa sesi jumpa fans dan tampil di beberapa acara penting untuk promosi produk kosmetik itu. Sehingga pihak manajemen perusahaan kosmetik Ismaya menuntut pada pihak Tania untuk mendapatkan ganti rugi yang nilainya cukup tinggi. Sebab, Tania telah melanggar kontrak kerja yang telah mereka sepakati sebelumnya.


Tentu Tante Ismaya dapat menilai kelakuan buruk dari salah satu dokter muda pilihannya itu. Padahal sebelumnya ada lebih dari sepuluh dokter yang melamar untuk untuk mengisi lowongan yang ditawarkan istri Om Jhon Sagara itu. Apa kriteria yang tentukan si Tante sudah dipenuhi oleh Dokter Niken itu? Sehingga Tante Ismaya memberi kesempatan yang begitu besar pada dokter wanita yang arogan itu untuk menggantikan posisinya dan sebagian tugasnya di klinik ini?


Rara sudah tampil sempurna. Setelah dia menyelesaikan facial dan di-make up, di lantai dua yang lebih privasi. Jenna mempersilakan ruang kerjanya dipakai sebagai ruang ganti sementara. Kebetulan ruangan kerjanya itu cukup besar, dengan kamar mandi di dalam. Ruangan ini pun sering dipakai untuk rapat dadakan atau ngobrol santai dengan pekerja salon dan klinik ini.


Seorang fotografer sudah menjalankan tugasnya untuk merekam gambar saat Rara didandani. Tiga orang dari team properti telah mengusung dua koper besar berisi segala jenis pakaian atau kostum yang diorder dari sebuah butik tertentu, untuk dipakai Rara. Tentu untuk berpakaian pun, Rara perlu dibantu. Karena Mbak Ikke yang memilihkan gaun-- gaun itu nanti untuk disesuaikan dengan make-up dan aksesoris pelengkapnya.


Jenna menatap kedatangan Tante Ismaya dan ikut duduk di sebelahnya. " Itu tadi dokter Niken? Kalian ada masalah?"


" Nggak tahu, tuh. Tan! Apa dia lagi PMS, ya? Pintu itu dihajarnya sendiri dengan kerasnya, Tante!" lapor Keanu yang masih meneguk air mineral pada botol di tangannya.


" Lo jangan sok akrab, deh! Pake ikut panggil Tante segala !" Protes Jenna kepada pria itu. " Sana, tanya pada Rara, apalagi yang diperlukannya. Kalau mau minuman dingin, di ruangan gua ada kulkas mini. Tetapi ingat! Coca cola ukuran kecil lima ribu rupiah, Aqua lima ribu, minuman rasa- rasa sepuluh ribu. Oke!"


" Dasar medit, Lo! Bilang sama Tante Ismaya kalau masih kurang gajinya. Pakai hargai minuman kemasan itu. Gih, Lo jual aja di perempatan lampu merah, bakalan laris itu !" omel Keanu lagi.

__ADS_1


" Eh, itu kulkas aku beli pakai uang pribadiku, lho! Minumannya pun juga aku beli di swalayan. Semua ngga pake uang konsumsi karyawan. Huh, di dunia ini nggak ada yang gratis, Bro!"


Tante Ismaya yang tadinya sudah agak mangkel dengan tindakan dokter Niken yang sembrono itu, jadi terkejut. Dia tertawa geli melihat perdebatan mereka. Ternyata Jenna juga memperlakukan hal itu bukan hanya kepada Karolina saja. Keanu juga. Saling bersahabat tetapi diajak berantem layaknya musuh terbesar! Maklum saja. mereka itu ibaratnya seperti pasangan "Tom and Jerry di dunia nyata". Sebuah film kartun anak-anak yang menggambar perseteruan abadi antara kucing dan tikus.


" Ugh, bilang dari tadi, Jenna ! Jadi Gua nggak perlu nyuruh supir untuk membeli minuman dingin di mini mini market yang ada di pojok jalan sana. Sudah jauh, mana lama lagi!"


" Ya, iyalah... Jadi manager Paramita Aura Handoyo, bonusnya kan gede... Masa maunya gratisan mulu?"


" Jenna, sudah! Sana Keanu! Tanya apa yang Rara perlukan lagi!" cegah Tante Ismaya lagi.


Keanu berdiri dengan cepat. Sampai dia sedikit menoleh dan melihat Jenna menjulur lidahnya! Huh.


Mbak Lydia beranjak mendekati Jenna. Dia melambaikan tangannya di depan wajah seakan mencari perhatian. " Ada apa, Mbak?" tanya Jenna merasa terganggu.


" Eh, tadi si lampir kenapa?" tanya Mbak Lydia.


" Nggak, tahu itu? Aku lagi ngobrol dengan Keanu di ruang tunggu depan ruang konsultasinya. Dia masuk ruangan, main banting saja itu pintu!"


" Ibu Ismaya juga kaget tadi. Langsung keluar dari ruangan kita. Mungkin dia melihat Dokter Niken yang melakukannya!"


" Biarin aja, Mbak! Udah kulit mulai pada keriput begitu, kelakuan masih kayak bocah aja! Nggak malu dilihat orang banyak itu tadi... Entah, Tante Ismaya akan dapat komplain apalagi, ya? Kerja Niken itu serasa kayak di perusahaan miliknya sendiri... Ya, begini jadinya."


Rara sudah keluar dari ruangan yang biasa ditempati Jenna dan Mbak Lydia. Penampilannya sangat cantik paripurna dari riasan rambut, wajah sampai gaun siang yang dikenakannya... Belum lagi semua asesorisnya yang melengkapinya. Semua berpadu serasi, cantik dan mempesona.


Di beberapa ruangan di gedung klinik dan salon ini pun akan diambil beberapa gambar untuk foto dan video untuk iklan. Bahkan team produksi sudah menyusun jadwal untuk pengambilan gambar film atau video yang dilakukan di outdoor , misalnya di sebuah taman bunga atau tempat wisata alam yang ada di Puncak .


Jarak beberapa destinasi wisata, yang masih termasuk kabupaten Bogor itu, tidak terlalu jauh ditempuh dari Jakarta. Kurang lebih satu atau dua jam untuk mencapai ke sana! Kecuali terjebak kemacetan parah dari pintu tol keluar Ciawi sampai menuju ke arah Puncak Pas. Apalagi kalau Weekend atau liburan panjang, semua mobil berplat B, memenuhi jalan tersebut.


Jenna melanjutkan menyusun laporannya. Sesekali dia melihat Rara masuk ke ruangan sebelah, yang difungsikan sebagai ruang ganti. Di sebelahnya bergantungan berbagai jenis gaun mahal keluaran sebuah butik ternama. Mirip jemuran yang ada rusun-rusun Jakarta dengan penghuninya yang ramai dan padat.


Tampaknya gadis remaja itu melakukannya semua itu tampa rasa lelah atau mengeluh. Rara memang pantas menikmati hasil kerja kerasnya selama ini untuk menjadi model profesional. Sebab semua itu dilakukan dengan bekerja keras dengan kesungguhan hati dan penuh tanggung jawab.

__ADS_1


__ADS_2