Jodoh Untuk Jenna

Jodoh Untuk Jenna
Bab 70. Sakit Hati yang Terbalaskan


__ADS_3

" Mama Arunika, Jenna ngamuk di sana !" Lapor Karolina dengan wajah agak takut. Karena dia yang mengajak sepupunya itu untuk mengantarnya mengambil baju-baju lamanya, yang akan sangat berharga untuk pembuatan konten videonya itu.


" Farhan kena libas?" tanya Tedi tiba-tiba.


"Dia dan dua anak buahnya yang masih ingusan itu dibuat K.O!"


" Tenang aja, Karo! Nanti Papa Feri yang akan mengurusnya. Sejak keputusan sidang, tak ada niat baik dari pihak Farhan untuk memenuhi ketentuan dari Pengadilan Agama... Jenna yang selalu mempermasalahkan itu!" ujar Ibu Arunika sabar.


Bagi Karolina lepas dari keluarga Hisbillah dengan keadaan sehat tanpa gangguan jiwa saja sudah membuatnya banyak bersyukur! Entah model keluarga apa itu! Seorang ibu menjadi penentu semua keputusan dan aturan di dalam keluarga besarnya. Padahal Pak Zaenudin Hisbillah masih hidup dan segar bugar! Tetapi tidak dihormati oleh istri dan anak-anaknya.


Itulah yang dikatakan orang, " hidup itu tak seindah warna aslinya..." Mungkin Karolina dulu saat bertemu dengan Farhan pertama kalinya hanya melihat tampilan Farhan yang sangat jauh berbeda dengan lelaki dewasa yang selalu berada sekelilingnya. Pria- pria metropolis, dengan gaya hidup modern. Berpikirlah jauh ke depan dan sangat luas dalam kancah pergaulan.


Bukan pria santun yang dikenalkan sang kakek dalam suatu kegiatan komunitas para pengusaha di sebuah resort bagus di Bogor... Lelaki tampan itu terlihat bersahaja, tenang dan sangat menghormati kaum wanita.


Karolina tak menyadari, lelaki itu lebih mencintai ibunya dibandingkan dirinya atau bayi yang baru dilahirkannya. Sejak Farhan mendapatkan izin dari pemda setempat untuk membangun sebuah perumahan di dekat kota Serang. Sejak itulah dirinya dijauhkan dari suaminya, juga ayah dari anaknya oleh Ibu Nyai... Yang menilai Karolina adalah sosok ya g berbeda!


Semua itu dilakukan oleh Ibu mertuanya, Ibu Komariyah Dian Hisbillah. Wanita itu merasa cemburu karena anaknya sangat mencintai Karolina, dan selalu mendahulukan semua kepentingannya istri dan anaknya itu.


Perasaan tidak puas sang ibu itu sudah dimulai sejak lama. Ketika sang suaminya mulai terjun ke dunia politik. Kehidupan beliau selalu digosipkan dekat dengan beberapa penyanyi dangdut yang menjadi team hiburan dalam partai nya yang sedang kampanye atau bersafari ke berbagai wilayah. Atau wanita - wanita muda yang tergabung dalam kegiatan tertentu.


Biasanya Pak Hisbillah lebih tertarik dengan wanita muda yang cantik, berpenampilan seksi dan berani. Selama itu pula, Ibu Nyai masih dapat menghalau perempuan -perempuan muda itu dengan kekuasaannya. Walaupun alasan suaminya terkadang sangat tak masuk akal, hanya untuk teman ngobrol dan bersenang-senang.


Sampai Pak Zaenudin berteman akrab dengan Pak Adrian Damash, seorang pensiunan jenderal yang aktif di dunia usaha dan berbagai komunitas sosial dan olahraga.

__ADS_1


Mereka merencanakan berbagai kerjasama, termasuk merencanakan perjodohannya putra bungsunya dengan cucu perempuan Pak Damash. Banyak uang yang mengalir dalam program kerjasama mereka itu. Sebagian digunakan Pak Zaenudin Hisbillah untuk membiayai kegiatan politiknya. Sebagian lagi untuk menikahi secara diam-diam seorang penyanyi dangdut yang baru saja bercerai dari suami pertamanya tersebut.


" Kamu nggak apa-apa, Jenna?" tanya Karolina setelah meneliti ada bekas baret merah di lengan kanan Jenna... Itu bekas cincin dari batu akik Farhan yang dipakainya, saat menarik tangan Jenna dengan kuat.


" Itu sebabnya kamu marah dengan Farhan?"


" Iyalah, main sergap orang saja! Salah pilih lawan dia! Mungkin kalau kamu Karolina malah senang bertemu mantan ... Yah , masih adalah benih-benih cinta gitu! Emang Jenna, dipikirnya aku pencuri kali!"


" Itulah, Jenna! Ketika pertama kali pulang dari kota itu, Kak Farhan jadi sangat berubah... Bahasanya kasar, kalau apa pun yang sudah disiapkan tidak pas, main bentak saja!"


Marvin memang melihat bekas jalur merah di pergelangan tangan Jenna... " Itu sepertinya bekas goresan cincin batu akik yang diberikan oleh Ibu Nyai. Katanya peninggalan dari Aki Buyut. Biar Farhan tidak menemui kesulitan di proyeknya. Sebab lahan untuk perumahan itu sebagian masih merupakan tanah perkuburan zaman dahulu...."


Bagi orang awam, silahkan tidak percaya! Tetapi Jenna yakin... Si Ibu Nyai itu punya rencana tersendiri dengan pemberian cincin tersebut kepada putra bungsunya.


Perasaan Jenna mengatakan hal lain... Sebab Si Ibu Nyai tidak ingin para menantu perempuannya itu menjadi ratu pada rumah tangga bagi anak-anaknya...


Seorang penyanyi dangdut muda, yang selalu mendampinginya dalam berbagai kegiatan. Banyak orang memanggilnya janda kembang itu Teteh Vivi. Pak Zaenudin pun tak mampu berpaling, sehingga nekat minta izin menikah lagi pada istrinya itu.


Peristiwa itu terjadi tiga tahun yang lalu. Walaupun akhirnya wanita itu mengizinkan suaminya menikahi Teh Vivi itu secara siri... Sedangkan semua rekening dan kekayaannya keluarga Hisbillah semuanya berada di tangan si Ibu Nyai.


Secara gamblang hal itu disampaikan oleh Mas Tum, supir Pak Hisbillah yang tidak dipekerjakan lagi di rumah di Bogor untuk menutup aib mereka.


Mas Tum kembali ke kampungnya kemarin setelah diberi uang oleh Jenna.. Lelaki itu ingat Jenna , wanita muda, si cucu kesayangan pak Andrian Damash... Dulu Mereka sering bertemu saat kedua keluarga itu masih akrab dan selalu menginap di Villa milik keluarga Damash di Puncak untuk merayakan hari ulang tahun Karo atau Farhan di sana.

__ADS_1


Mas Tum nekat datang ke rumah keluarga Damash di Sentul. Sayangnya, kompleks perumahan milik keluarga itu sepi. Apalagi dua rumah anak Pak Damash juga tertutup... Sebab mereka bertugas di kota lain... Pak Damash pun sedang kontrol ke rumah sakit di Jakarta. Mereka sudah tinggal di apartemen di daerah Senen, Jakarta Pusat sejak dua hari lalu.


Beberapa pengawal juga mengenal Mas Tum, supir besannya Ibu Amanda.. Sampai ada satu orang kepercayaan Opa Damash mau memberi no HP Jenna...Cucu kesayangannya si kakek.


Di ruang kerjanya itulah, Jenna menemui Mas Tum. Lelaki itu akan pamit pulang ke kampungnya. Setelah menceritakan sebagian dari rahasia kelam keluarga mantan majikannya itu.


" Saya pamit pulang Ke Pekalongan ya, Non... Tolong jaga Non Karo dan Adek bayi! Keluarga Ibu Nyai lagi susah... Mungkin mereka tidak sehebat dulu lagi. Termasuk niat menjual rumah Den Farhan diam-diam... Untuk membayar pinalti dari angsuran pinjaman di Bank yang nilainya ratusan juta rupiah."


" Mas Tum, Jenna terima kasih diberi banyak informasi... Terima ini sedikit ya, untuk beli tiket bus ke kampung!"


Pria itu mengucapkan terimakasih, ketika Jenna menyodorkan sebuah amplop berisi lembaran uang untuk lelaki itu... Banyak pekerja diberhentikan di rumah keluarga Hisbillah. Istilahnya, keluarga Hisbillah itu sedang mengencangkan ikat pinggang!


Keluarga Hisbillah mulai memberhentikan beberapa ART di rumah keluarga besar itu, supir dan ratusan pegawai pada perusahaan dan usaha milik anak dan menantunya tersebut. Bahkan Mas Tum dan Siti juga dipecat.


Informasi Jenna ini membuat Tedi tersenyum... Dia sudah menduga, betapa cerobohnya manajemen keuangan dari perusahaan milik mantan mertua Karolina, yang dikelola anak - anak dan menantunya.


" Bagaimana Karo? Farhan tidak memenuhi janjinya untuk memberi separuh dari uang penjualan rumah itu?"


Karolina menatap Jenna dengan pasrah. " Nggak apa-apa... Susah memegang janji dari lelaki yang bisa disebut 'anak Mami ' itu... Semua dilanggarnya!"


Sejak itulah Jenna, Karolina dan keluarga Darmawan menghapus nama Farhan dan keluarga Hisbillah dari pembicaraan mereka sehari-hari... Konten Karolina pun semakin disukai sebagian para wanita, dan para remaja putri.


Bahkan kini, Karolina mendapatkan banyak ide untuk pembuatan video yang lainnya ... Semua itu berkat permintaan dari penggemarnya yang minta diberi tips dan trik dari soal dandan, memilih warna baju yang sesuai dengan warna kulit sampai cara tampil di depan umum atau pesta. Namun Pak Feri mengingatkan, agar pembuatan konten itu jangan sampai dikejar tayang setiap hari. Agar Karolina dan team kerja mereka pun masih ada waktu antara istirahat dan bersantai... Setelah pencapaian mereka yang cukup gemilang.

__ADS_1


Barang -barang endorse pun semakin banyak berdatangan. Mulai dari berbagai produk perawatan tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, pakaian seperti daster, kue-kue sampai alat masak...


Para si Mbak ART di rumah itu pun mendapat bagian berupa daster- daster cantik itu. Dokter Arunika mendapat berbagai produk anti aging. Jenna mendapat berbagai produk parfum yang viral itu .... Pokoknya semua anggota keluarga dan orang-orang di rumah Darmawan kecipratan dari hasil pembuatan konten Karolina itu.


__ADS_2