
Dorongan di pintu ruang kerjanya itu agak mengganggu konsentrasi Jenna, ketika dia bekerja. Maklum, ruang besar di depannya itu adalah ruang penataan rambut. Hampir tiap jam pasti diperdengarkan suara hair dryer yang lumayan berisik.
Seraut wajah cantik Karolina muncul, dari separuh daun pintu yang terbuka itu. Sepertinya ada kabar baik yang dibawa oleh sepupunya itu. Karena Karolina terlihat tampak bahagia dan wajahnya cerah berseri -seri.
" Masuk saja, Karo!" panggil Jenna.
"Bos galak nggak datang kan?" ujarnya basa-basi. Sambil matanya mencari- cari sesuatu di ruangan itu yang biasanya digunakan untuk rapat intern ataupun menyusun rencana kerja.
" Bos galak ada di kantor pusat? Ngapain nanyain! Mau ikut dimarahin?" ejek Jenna.
" Wah, ogah!" ujar Karolina menolak dengan cepat.
Lihatlah, penampilan kasual Karolina yang juga sering dijadiin kostum wajib para model internasional, saat mereka menikmati hari bebasnya. Walaupun mereka mungkin tahu akan ada kamera paparazi yang akan selalu mengintai keseharian para model terkenal itu.
Hari ini, Karolina mengenakan blus katun simpel, berwarna putih tulang. Bawahannya celana jeans longgar dengan sneaker putih. Karolina juga menenteng tas selempang branded miliknya itu. Dengan dandanan clean look dan rambut ala Cepol.
" Wuih, gaya Lo. Siap menaklukkan dunia!" ujar Jenna riang.
Karolina menikmati duduknya di kursi depan meja kerja itu. Ada banyak tumpukan nota pembayaran. Sepupunya itu sedang membuka cooler mini dan mengeluarkan dua botol air mineral dingin.
"Sudah ketemu sama Keanu?" tanya Jenna.
"'Sudah. Bisa ditebak apa yang terjadi?"
" Mana aku , tau. Dodol! Situ yang ketemu, kok! Memang aku cenayang bisa telepati, melihat hasil pertemuan itu!" Kata Jenna gemes.
Tawa Karolina menggema di ruang kerja Jenna yang tak seberapa luas itu. "Yei, mereka setuju aku yang akan menjadi model iklan itu. Bagaimana Jenna?"
"Syukurlah! Nanti-nanti lebih selektif aja, Karo! Kalau sekarang selamat berjuang! Nikmati prosesnya. Semoga sukses!"
" Thanks Jenna!" ujar Karolina terharu.Dia seperti diingatkan pada pengalaman pertamanya dahulu saat mendapat casting iklan, setelah cukup lama malang melintang di dunia panggung peragaan busana nasional. Wajahnya sejak itu mulai banyak dicari oleh pemegang beberapa pemilik usaha. Sehingga Seong menghiasi berbagai majalah, tayangan tv dan selebaran. Bahkan ada satu foto dirinya yang terpampang di sebuah billboard besar di pinggir jalan raya, dengan tampilan wajah iklannya yang sangat komersial.
Segera saja minuman dingin itu diteguk Karolina. Wajahnya yang sedikit kemerahan karena seharian tadi ada di luar rumah.... Walaupun, dia hanya duduk manis di kursi belakang mobil sedan barunya. Untuk menemui owner pemilik brand yang akan menggunakan dirinya untuk mempromosikan produk terbarunya.
Mereka ngobrol sebentar. Sambil Jenna menyelesaikan pekerjaannya itu. " Lo selalu suka dengan angka-angka dan sangat mudah mengerjakan semua itu kan?" tanya iseng.
__ADS_1
" Dinikmati sajalah!" Bisik Jenna sambil menutup laptopnya.
" Besok - besok, aku tagih janjimu untuk menunggui aku shooting iklan, ya?"
" Oke, siapa takut!"
Karolina tersenyum. " Rupanya aku memerlukan spirit seperti itu Jenna."
" Ayolah, Karo! kamu pasti bisa... Setidaknya kamu pernah menjalani semua itu sebelumnya!"
Mata Karolina sedikit menerawang, " Yah , Opa selalu memberi aku semangat untuk berjuang karena ada Efron, juga untuk masa depannya!"
" Tunggulah, sampai Efron berumur dua tahun! Pasti anak itu sudah mengerti kalau ibunya juga harus bekerja di luar rumah!"
Senyum Karolina terlihat tulus. Setelah perceraiannya, banyak anggota keluarga dan kerabat yang terus memberinya support. Apalagi Karolina masih berusia muda. Hanya satu yang patut disesalinya, ketika dia harus melepaskan dunia model dan peragaan busana yang sudah dijalani hampir sejak dia berumur 16 tahun, di kelas 1 SMA.
Sekarang dia harus memulai lagi karier itu dari yang paling bawah. Menerima sebuah iklan untuk mempromosikan sebuah barang yang terlihat begitu murah harganya. Yaitu barang - barang kebutuhan rumah tangga.
Padahal dulu dia pernah menampik tawaran iklan dari sebuah rumah mode terkenal dari Amerika Serikat ketika sudah bertunangan dengan Farhan.
Karier cemerlang itulah yang membuat nama Karolina cukup diperhitungkan di sana. Belum lagi wajahnya yang terpampang dalam berbagai iklan terbaik... Dengan alasan yang agak terlalu bucin pada Farhan, .Karolina mulai melepaskannya. Karena dia sudah mantap untuk menjadi istri ideal bagi anggota termuda dari keluarga Hisbillah. Sebagai tantangan terbaru dalam hidupnya itu.
***
" Karo, kamu ambil perawatan saja dulu. Misalnya facial atau creambath, sana ! Biar wajahmu terlihat lebih fresh dan cantik!'
" Oke!" jawab Karolina menerima atas usul Jenna itu.
Diantar Jenna, Karolina ditangani Mbak Risa. Wanita itu melakukan perawatan facial di lantai atas. Sebab di sana ada berbagai urutan treatment, yang dilakukan beberapa tahap pada wajah Karolina. Jenna mengatur itu sebuah dengan bantuan Mbak Arini.
"'Mbak Karo mau jadi model lagi. Jenna? Tubuhnya juga sudah langsing lagi!"
" Dia mendapat tawaran sebuah iklan. Mudah-mudah ini langkah awalnya untuk mendapatkan tawaran berikutnya!" ujar Jenna pelan.
Tampaknya Mbak Arini sangat tahu jalan kehidupan Karolina yang sekarang dijalani sepupunya ini terlihat tidak mudah.... Setelah menjejak popularitas tinggi, Karolina turun dengan kesadaran untuk mengabdi menjadi ibu rumah tangga sejati. Sekarang Karolina harus berjuang kembali dan memulainya dari awal, setelah menjadi single parents.
__ADS_1
" Sepertinya kita ini, kaum perempuan harus bisa cari duit sendiri, ya! Walaupun saya hanya bekerja begini, masih bisa pegang uang sendiri! Capek sih, tetapi itu laki masih ada takutnya juga kalau kita jadi mandiri!"
Sejak tadi Jenna hanya diam saja menyimak ucapan dan pembicaraan Mbak Arini. Pegawai yang cukup lama juga bekerja di salon ini. Jenna juga melihat kesungguhan Mbak Arini dalam bekerja. Mudah- mudahan, wabah pandemi ini segera berlalu agar suami Mbak Arini dapat membuka usahanya lagi. Dia membuka counter servis hape di sebuah mall di Jakarta Timur.
Bang Fendi tampak terlihat ada di dapur karyawan. Pria itu jarang ngobrol dengan para pria lainnya. Sebab kebanyakan para supir yang nongkrong di sana, umumnya mengantar para majikan mereka yang menjadi langganan VIP salon kecantikan ini.
" Mbak Jenna, mari makan!" sambut pria itu ketika melihat Jenna ada di ruang resepsionis.
" Silahkan, Bang! Kok, baru jam segini, makan siang sekarang ,ya? Jangan menunggu Karolina makan, Bang. Dia itu sedang diet mengurangi karbo!" ejek Jenna.
Hari sudah pukul 14.15. Karolina memang kurang memperhatikan kepentingan hal- hal kecil seperti ini. Padahal mereka bekerja padanya. Apalagi keberadaan Bang Fendi, bukan hanya sebagai supir pribadi biasa. Pria itu juga pengawal pribadinya. Setelah Karolina semakin sering keluar rumah. Walaupun selama ini Karolina terlihat aman dan terjaga. Takut ada serangan lain dari pihak keluarga mantan suaminya itu.
Ternyata ada banyak rahasia kelam yang menyelubungi keluarga itu setelah Ibu Nyai Dian Komariah menikah dengan Pak Zainuddin Hisbillah... Semacam perjodohan politik di antara dua keluarga besar dan terkenal itu. Ayah dari Ibu Nyai Dian juga terlibat skandal dalam skandal besar yang menghancurkan nama baik para pendahulu mereka . Nama yang sangat dikenal sebagai tokoh masyarakat di daerah itu. se
" Diet karbo?" tanya pria itu tidak mengerti.
" Iya, Bang . Dia hanya makan protein nabati dan segala macam dedaunan. Termasuk daun pintu, daun jendela!"
" Jenna!" tegur Karolina kesal.
Ups, yang sedang menjadi objek pembicaraan mereka itu rupanya juga mendengar... Jenna menatap wajah polos Karolina yang baru saja dibersihkan dari berbagai jerawat dan komedonya.
" Jangan suka ngomongin orang, Jenna! Telinga gua nggak tuli!" ucap Wanita itu kesal.
" Ini, sudah jam berapa, Non. Tuh, Bang Fendi baru makan siang!" Tegas Jenna.
" Maaf, ya. Bang! Saya tadi ketiduran di ruang facial... Oma tadi bawa banyak lauk di dalam tas ...Di tas putih ada lele goreng untuk Bang Fendi!"
Karolina membuka tupperware. Di sana ada potongan ikan lele goreng dan sambel hijau khas olahan Oma Frida . Walaupun neneknya itu mempunyai orang tua berasal dari Yogyakarta. Karena pernah menikahi dengan pria yang berasal dari Sumatera Barat, Oma Frida banyak menguasai masakan Padang yang diajarkan oleh mertuanya itu. Termasuk sambel ijo olahannya itu.
" Nih, punyamu dari Oma!" Ujar Karolina jutek. Sambil meletakkan sebuah wadah agak berbeda.
" Ye, kamu kenapa Karo? Kamu aja yang makan! Kita semua sudah selesai dari tadi!" ledek Jenna geli.
Yah, mereka akan makan pukul 12.00. Setelah itu ada yang sholat dan beristirahat sebentar. Lain halnya kalau ada pelanggan yang sedang mereka tangani. Pekerjaan itu tetap dilakukan juga, setelah itu mereka akan mengambil istirahat dan makan siang, satu jam dari setelah mereka menyelesaikan semua itu. Semacam perjanjian tak tertulis di sana. Kadang para pelanggan pun ikut beristirahat seperti makan atau minum di ruangan besar itu.
__ADS_1