
Keesokan harinya, pagi pagi sekali keira sudah bangun. Segera mandi berdandan tipis, pagi ini keira hanya menggunakan dress selutut dengan flatshoes menghiasi kaki jenjangnya. Seperti mahasiswa saja penampilan nya.
Dia turun mendorong koper nya. Hanya satu koper yang ia bawa karena disana hanya 2 atau 3 hari.
Keira turun dan menuju meja makan untuk sarapan. Papah dan mamah nya sudah ada disana menunggu keira sarapan bersama.
"Pagi mah, pah. Tumben pagi banget udah di meja makan?" tanya keira yang ia pikir mamah papah nya belum turun untuk sarapan. Karena keira harus pergi pagi pagi.
"Iya kan mama tau anak cantik mama mau keluar kota. Makanya mama sempatin sarapan bareng lebih pagi lagi".
"Uuuuuhhhh mama ku sweet banget siiiihhhh....". kata keira sambil mengecup pipi mama nya.
"Ya sudah ayo makan, nanti kamu ketinggalan pesawat loh".
__ADS_1
Mereka sarapan dalam hening. Hanya dentingan sendok yang terdengar disana.
Tak lama kemudian, mereka mendengar seperti ada suara mobil didepan rumah nya.
Bibi membukakan pintu dan segera memberi tau kalau tuan rumah nya kedatangan tamu.
"Siapa bi?" tanya mama keira
"hah, ngapain si pak andik kesini. Kan udah janjian di bandara aja, ngapain jadi kesini coba?" batin keira
"Permisi pak Anton selamat pagi". kata andik.
"Wah pak andik, selamat pagi juga pak. Ada apa pagi pagi kesini pak? bukannya kata keira mau ketemu di bandara saja? jadi merepotkan nih anak saya dijemput segala". kata pak Anton membuat andik kikuk sendiri. Pasalnya andik memang menyuruh keira datang langsung saja ke bandara. Tapi lihatlah, pagi pagi sekali andik malah menjemput keira. Ia juga bingung kenapa semangat sekali bekerja diluar kota bersama sekertaris nya itu. Padahal sebelumnya malah ia segan sekali untuk sekedar menyapa karyawan nya.
__ADS_1
Sejak andik ke rumah pak Anton malam itu melihat keira karyawan nya ada disana dengan muka mengantuk dan baju tidur serta rambutnya sedikit berantakan malah disebut seksi dan cantik oleh andik dalam hatinya.
Andik sendiri pun heran dengan dirinya. Kenapa begitu antusias ketika ada masalah di cabang kantornya yang ada di luar kota. Lihatlah, seorang andik yang terkenal dingin dan cuek kini sedang menjemput sekertaris nya.
Pak Anton sebagai sesama lelaki mengerti kondisi andik saat ini. Ia pasti tertarik dengan putrinya itu. Karena yang ia dengar andik terkenal dengan sikap yang dingin, apalagi dengan seorang wanita. Banyak sekali dengan terang terangan menunjukkan sikap tertarik terhadap andik. Mulai dari rekan kerjanya, hingga anak dari rekan nya dengan centil nya menggoda andik. Tetapi tidak sedikit pun di gubris oleh andik. Malah andik jijik dengan wanita seperti itu.
Tetapi melihat keira yang biasa saja terhadap dirinya tidak seperti wanita lain membuat andik penasaran. Biasanya para wanita mengejar, dan menggoda nya. Tapi keira terlihat biasa saja seperti karyawan dan atasannya.
"Loh pak Andik katanya ketemu langsung di bandara aja? kenapa malah kemari?". tanya keira
"hhmmm itu gapapa sekalian lewat aja jadi barengan aja lah saya pikir dari pada kamu telat kan". jelas Andik seadanya, karena rumahnya agak jauh sebenarnya dari rumah keira.
Kening keira berkerut. Ada apa dengan bos nya yaaa....
__ADS_1