Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Balik Nama Sekarang Juga !


__ADS_3

"i, iyaa kah? Sama siapa?". Tanya keira.


"Sendiri sih. Tapi di lihat lihat seperti sedang menunggu seseorang". Ucapan Bryan membuat keira lekas meninggalkan mereka yang terbengong jadi nya.


Plakk


Gita memukul lengan Bryan karena kesal dengan ucapan nya.


"Hei ada apa sih?". Tanya bryan.


Tanpa menjawab pertanyaan bryan, Gita langsung menyusul keira ke bawah.


"Kei, jangan lari inget baby lo kei". Gita berteriak di lorong.


Keira seperti menulikan pendengaran nya. Ia terus berjalan cepat, hampir setengah berlari dengan jantung dan perasaan yang tidak karuan.


Ia takut apa yang sedang di pikirkan ternyata benar.


Ting...


Lift pun terbuka. Sampailah keira dan gita di lantai satu disusul dengan bryan yang juga melesat menyusul kedua wanita cantik tadi.


Keira menyapukan pandangannya ke segala arah.


Di pintu utama dia melihat kakak iparnya sedang berdiri mematung menatap ke arah cafe yang ada di apartemen itu.


Kak yansyah tidak sadar sedang di tatap oleh keira.


Keira mengikuti arah pandang kakak iparnya itu, dan...


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


Deg


Jantung keira seakan terlepas dari tempat nya.


Keringat dingin membasahi kepalan tangan keira.


Kedua matanya mengembun karena menahan gejolak amarah yang sudah mencapai puncak kepala nya.


Yansyah menengok ke arah keira lalu bergegas menghampiri nya.


Namun sebelum yansyah sampai ke tempat dimana keira berdiri, keira sudah melesat lebih dulu ke meja dimana sedang duduk dua orang yang akhir akhir ini membuat tidur dan makan keira menjadi tidak nyaman.


Dua cangkir kopi panas berhasil mengenai tubuh kedua orang tersebut.


Panas??


Jelas panas terlihat dari kulit yang perlahan berubah menjadi memerah.


Tetapi tidak sepanas hati dan pikiran keira saat ini.


"Aawww panas perih banget mas". Ucap Wanita itu meringis kepada lelaki di sebelahnya.


"Lo benar benar wanita tidak tahu malu. Apa salah gue sama kalian, haaahh?". Keira mulai histeris. Dengan sigap yansyah memegang bahu adik iparnya yang gemetar.


Karena ini weekend, banyak penghuni apartemen yang memilih diam di hunian mereka atau sekedar minum kopi di cafe seperti dua manusia laknat ini.


Semua mata tertuju pada meja dua manusia kejam itu.


Andik dan Denisa.


"Kei.. ".


"Stop, don't touch !!". Keira memotong ucapan andik yang saat ini masih sah berstatus sebagai suami nya.


"Hah?? Kenapa lo ingin rebut semua yang gue punya?? Sebegitu gak laku nya kah sampai lo ambil suami temen lo sendiri?". Keira sudah kehilangan kesabaran. Ia masih bicara dengan berteriak.

__ADS_1


Sebagian orang sibuk dengan kamera di ponselnya. Mereka mengabadikan kejadian memalukan itu.


"Kei sabar, inget lo lagi hamil". Ucap gita mengusap bahu temannya itu.


"Lo berhenti dong goda goda suami orang". Ucap keira lagi.


"Eh, suami lo yaa yang ngejar ngejar gue". Denisa tidak mau kalah.


"Tapi suami gue bilang gak gitu tuh. Dia bilang kalo lo yang godain dia terus". Ucap keira dengan wajah di angkat.


Denisa langsung menatap andik dengan tajam.


"Kamu beli apartemen ini pakai uang siapa mas?" Tanya keira dengan tajam.


"Uang tabungan kita". Jawaban andik membuat hati keira kian merasa di remas remas.


"Atas nama siapa?". Tanya keira lagi.


"Aku". Andik semakin menunduk malu. Apalagi tatapan kakak nya yang setajam pedang yang baru saja di asah.


Mengerikan....


"Sekarang aku minta segera balik jadi nama aku". Keputusan keira sudah final.


"Mas,,". Denisa menatap kekasih nya yang tidak lain adalah suami dari keira sahabat nya sendiri.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai semua selamat membaca yaaa....


Semoga terhibur guys ...


__ADS_2