
Hai semua maaf lama update nya. Ada pekerjaan yang harus di lakukan dan sulit untuk fokus update setiap bab nya.
Maaf yaa lama menunggu kelanjutan episode ini.
Selamat membaca....
.
.
.
.
.
.
.
"Sa, apa maksudnya itu sa? Kamu menggoda suami orang?". Tanya ibu hampir histeris.
"Jangan dengerin orang stres bu. Ibu masa lebih percaya tetangga dari pada sama anak sendiri sih". Jawab denisa tidak mau kalah.
"Eh denisa, saya mah bukan ngomong asal. Yang stres kayaknya kamu deh bukan saya. Wong suami temen sendiri di embat kok. Keponakan saya tuh habis ke acara temennya di apartemen yang kamu di labrak tadi". Mba Lastri tetangga bu sukma memang kerap kali mencari bahan gosip.
Waktu keira melabrak denisa dan andik di cafe apartemen, keponakan mba lastri sedang ada reuni disana. Kebetulan teman sekolah nya tinggal di sana.
Karena kejadian yang menghebohkan semua orang merekam kejadian memalukan tersebut.
"Kalo gak ada bukti, jangan banyak omong deh dasar tukang ghibah". Denisa kesal dan masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Mba lastri, apa bener yang sampean omong?". Tanya bu sukma memastikannya.
"Bener toh bu sukma. Nih chat saya sama keponakan saya tadi". Mba lastri menunjukkan ponsel nya ke ibu sukma untuk memberikan bukti.
Isi Pesan :
Eneng : "Bude, ini tetangga bude bukan sih? Kayak pernah liat waktu aku main kerumah bude deh".
Saya : "Loh iyoo, itu denisa anak tetangga bude neng. Kenapa itu dia? Kok ribut ribut?".
Eneng : "Coba bude buka aja video nya, dia ternyata pelakor bude. Itu istri sah nya lagi grebek suaminya sama tetangga bude. Kasihan deh bude istrinya lagi hamil muda padahal. Jahat banget si bude tetangganya itu".
Mendownload Video...
Saya : "Astaghfirullah iyaaa itu bener anak tetangga bude. Itu istri sah nya temennya sendiri neng, sering juga kok main kesini".
Eneng : "yowes bude, aku lanjut acara lagi yo. Daahh bude".
Bu sukma pun jatuh terduduk di teras rumah nya.
Ketakutan nya selama ini terjadi.
Tanpa berkomentar apapun, bu sukma langsung mengembalikan ponsel mba lastri dan bergegas menemui anaknya itu.
"Duuhh, kok muka bu sukma langsung gitu yaa kasihan. Biarin ah, pulang aja nanti kena semprot lagi". Mba lastri pun meninggalkan rumah bu sukma.
Dug dug dug...
Bu sukma mengetuk pintu kamar anaknya dengan kuat. Sampai suaminya pun keluar dari kamar melihat istri yang biasa tenang dan lembut kini jadi tidak sabaran.
"Apa sih bu. Pelan pelan kan bisa". Denisa membuka pintu.
__ADS_1
Plak...
Satu tamparan mendarat mulus di pipi denisa.
Mata ibu sukma memerah dan memanas karena emosi.
"Ibu kenapa?". Tanya bapak kaget melihat istrinya menampar anaknya.
"Kenapa kamu melakukan hal memalukan itu Denisa yuri? Ibu gak pernah mengajarkan kamu mengambil yang bukan hak kamu. Ibu sangat malu punya anak gak tau diri seperti kamu. Ibu benar benar malu!!". Setelah mengatakan semua kekesalan nya, bu sukma masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan membanting kuat.
"Apa yang kamu lakuin nak? Ibu sampai marah begitu?". Tanya bapak.
Namun bukannya menjawab denisa malah masuk kembali ke kamar dan membanting pintu juga.
Bapak kemudian menyusul bu sukma ke kamar.
"Ada apa bu?". Pak diman memegang bahu istri nya yang bergetar.
"Ibu sudah gagal mendidik denisa pak. Dia besar dan tumbuh menjadi seorang pengkhianat dan perebut suami orang. Ketakutan kita terjadi pak". Tumpah sudah air mata bu sukma di pelukan sang suami.
"Maksud ibu apa?".
"Denisa merebut andik suami keira pak. Tadi denisa di labrak keira. Semua orang melihat dan merekamnya. Ibu malu sama keluarga keira nanti pak, mereka sudah banyak membantu kita tapi malah begini balasan denisa".
Pak diman mengusap punggung istri nya untuk menenangkan nya.
"Jangan terlalu di pikirkan bu, nanti ibu sakit. Kita harus bicara sama denisa pelan pelan. Lalu kita minta maaf sama keira dan keluarganya. Mereka orang baik, pasti memaafkan kekhilafan denisa".
"Mereka memang baik. Tapi denisa itu susah di kasih tau pelan pelan pak. Dia jadi anak pembangkang sekarang".
"Ibu malu pak. Apalagi keira sedang hamil muda saat ini. Kenapa anak kita itu jadi tega begini yaa pak. Apa salah ibu ya pak". ibu menangis sesegukan mengetahui kelakuan putri kesayangannya seperti itu.
__ADS_1